Wednesday, November 18, 2009

Angkatan 25 MM Ujian BM


Silakan kumpulkan pekerjaan Saudara di sini. Soal saya kutip lagi sbb:
Soal 4 (TAKE HOME)

Buatlah artikel pendek (2 sampai dengan 3 halaman) yang mengangkat tema “Manajemen untuk Memenangkan Persaingan”. Artikel tersebut untuk memotivasi para pembaca agar menggunakan pendekatan manajemen yang tepat untuk memenangkan persaingan. Pembahasan yang mengangkat kearifan lokal (local wisdom) akan sangat dihargai. Gunakan teknik penulisan referensi yang tepat.

Artikel di posting ke Elearning Webblog “AP Business & Management” sebagai comment di www.apbusinessmanagement.blogspot.com.

Paling lambat diposting pada tanggal 30 November 2009 pukul 12 malam. Jangan lupa cantumkan nama Anda dalam jawaban tersebut.

Selamat bekerja.

75 comments:

  1. nama:gridha vertianto
    nim:p2cc09027
    sebelum bersaing kita harus mengkaji dulu seberapa kuat hal-hal sebagai berikut (SWOT). kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman satu dengan yang lain. setelah itu yang dapat kita lakukan adalah membuat perencanaan dan pelaksanaan dalam manajemen. semua tahu dalam kompetisi kita tentu ingin memenangkannya. setelah analisis SWOT kita dapat menutupi atau bahkan meminimalisir dan menghilangkan kelemahan dengan lebih mengedepankan kelebihan. peluang harus selalu kita monitor dan setelah kita ketahui harus kita manfaatkan dan mencobanya. ancaman wajib dikonversi menjadi tantangan agar kita dapat lebih terpacu untuk mencapai target yang ditetapkan oleh managemen. fungsi managemen haruslah efektif dan efisien. efisien berarti perbandingan antara output dengan input. efektif berarti perbandingan antara output dengan tujuan. sebenarnya manusia sudah berkompetisi sejak dari rahim. hikmahnya manusia telah dibekali potensi untuk siap menang dalam bersaing. untuk lebih mantap maka perencanaan dan pelaksanaan harus sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. agar jelas arah dan tujuan kita di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  2. Nama : Setyo Adi Pranowo
    NIM : P2CC09012/2009

    MM Angkatan 25 : “PENTINGANYA MANAJEMEN DALAM PERSAINGAN”

    Seperti telah kita ketahui bersama bahwa Manajemen dapat diartikan sebagai seni atau cara bagaimana kita dapat mencapai sesuatu/tujuan karena orang lain. Cara untuk mencapai tujuan inilah yang biasa kita kenal dengan funsi manajemen, yaitu :
    - Making things happen
    - Meeting the competition
    - Organizing people, project and process
    - Leading
    Apa sebenarnya yang menjadi tujuan/goals dari suatu proses manajemen ? tujuannya adalah untuk memenangkan persaingan atau menjadi leader.
    Kita akan mengambil sedikit contoh disekitar kita mengenai pentinganya manajemen dalam memenangkan suatu persaingan misalnya persaingan pada bisnis jasa perbankan.
    Sebelum digulirkannya deregulasi Perbankan tahun 1988, kita dapat melihat bahwa bank bank plat meraih hampir dikatakan mengunguasai pasar perbankan di Indonesia. Apa yang menjadi produk produk perbankan laris manis dipasaran tanpa mementingkan kebutuhan nasabah (Produk Centris). Disini jelas terlihat bahwa orientasi bisnis perbankan hanya melihat dari sisi produk (Produk apa yang dapat memberikan keuntungan yang maksimal)
    Seiring dengan berubahnya zaman, keluarlah paket kebijakan dibidang perbankan seperti “ Paket Oktober” di tahun 1988. Disini mulai terlihat bagaimana mudahnya sebuah bank itu berdiri. Dimana mana bank didirikan, meskipun hanya bermodalkan paspasan. Alhasil maraklah persaingan dibidang perbankan ini. Semua berlomba lomba untuk memenangkan suatu persaingan yaitu menjadi bank yang leader sampai saat ini.
    Dengan adanya persaingan yang ketat inilah mau tidak mau kebijakan kebijakan manajeman bank mulai dilakukan perubahan, bagaimana cara mengatasi persaingan tersebut.
    Bagaimanakah me-manaj bank untuk menjadi bank yang unggul?, itulah yang ada dibenak manajer bank. Apa yang perlu dibenahi : apakah SDM,produk, kebijakan efisiensi atau hal hal lainya?
    Setelah melauli proses dan pengalaman yang panjang, akhirnya ditemukanlah pola pola yang dapat memenangkan persaingan, tidak hanya perubahan dibidang kebijakan SDM saja atau kebijakan produk atau efisiensi, itu semuanya ternyata belumlah cukup. Masih ada yang terlupakan yaitu mengelola nasabahnya (custemer). Ini terbukti sangat penting dalam mangatasi persaingan, katakanlah SDMnya bagus, produknya dapat bersaing baik dari sisi bunga maupun benefit, kebijakan efisiensi berjalan bagus, tapi kalau tidak ada nasabah apa yang akan terjadi ? maka akan runtuhlah bank tersebut. Sekarang telah berubah kebijakan perbankan mengarah ke customer centris, apa yang dibutuhkan nasabah barulah diinventarisir kemudian baru di lounching sebagi produk banknya, baik itu dari segi layanan, benefit, kepraktisan dan lain sebagainya yang intinya hanya untuk memuaskan kebutuhan nasabahnya.
    Sekarang bukan jamanya lagi nasabah butuh bank, tetapi banklah yang membutuhkan nasabah.
    Inilah sedikit paradigma arti perubahan sebagi bukti pentingnya manajeman untuk mencapai suatu tujuan yaitu memenangkan suatu persaingan.
    Semoga ini sedikit akan menambah wawasan kita bahwa manajemen itu sangatlah penting sebagai jalan untuk mencapai tujuan (goals), apalagi ditengah tengah perubahan yang semakin cepat.
    Apabila kita terlambat sedikit saja dipastikan kita tidak akan mampu memenangkan persaingan.
    Good Luck. (Sumber : Perkuliahan Business and Management)

    ReplyDelete
  3. Good Morning, my handsome lecturer, Mr. Agung Praptapa, I'am SRI PUJIASTUTI(P2CC09028), you can call me CICI FARAMIDA. I want to give you my opinion about PENTINGNYA MANAJEMEN DALAM MEMENANGKAN PERSAINGAN, would you like to pay attention, please?

    JACK MA
    FROM ENTREPRENEUR to MANAGER

    Small is beautiful, big dream is more beautiful. Barangkali kalimat inilah ungkapan paling tepat untuk mendeskripsikan api dalam dada Jack Ma, pendiri Alibaba.com.
    Berawal dari ketertarikannya pada bahasa Inggris di usianya yang ke-12, kelak membawanya ke luar jendela yang lebih lebar dari 'sekedar China". Untuk usahanya menguasai bahasa tersebut, Ma kecil dengan sepeda bututnya rela menempuh perjalanan 40 menit menuju hotel terdekat dari desanya mencari untuk kemudian membujuk turis asing bercas cis cus dengannya.
    Tekadnya tersebut diteruskan dengan masuk 'IKIP' jurusan Bahasa Inggris. Prestasinya yang gemilang membawanya menjadi satu-satunya mahasiswa dari 500 mahasiswa seangkatannya yang ditawari menjadi dosen di almamaternya.
    Kegelisahannya akan status quo dengan gaji Rp 114.000 per bulan selama lima tahun pengabdiannya membawanya pada pencarian pekerjaan, kata Ebiet G. Ade, "dari pintu ke pintu..."Sampai akhirnya, seorang teman memperkenalkannya pada internet.
    Kegelisahannya terus berlanjut. Ketiadaan data tentang negaranya menjadi inspirasi, mr. Agung said,"reading chance", untuk membuka situs tentang China,'China Pages' pada tahun 1995. Dan pada tahun 1999 dengan pinjaman dana dari kerabatnya sebesar 2.000 dollar AS, berdirilah perusahaan komputernya, Alibaba.com. Ungkapannya tentang ketidaktahuannya tentang seluk beluk komputer saat itu" Rasanya seperti orang buta yang menunggangi macan buta".
    Alibaba.com bertumbuh, menjadi andalan bagi produsen dari barang kecil sampai besar, dari barang sederhana sampai rumit, untuk mempromosikan produknya di sana. Ma tidak bisa mengerjakan segalanya sendiri, mulailah Ma merekrut pegawai demi pegawai. Ketika pada tahun 2002 Alibaba.com berhasil menggandengkan eksportir China dengan pembeli dari AS, sejak saat itu satu dollar demi satu dollar AS masuk ke pundi-pundi perusahaannya.
    Pak Dosen Jack Ma dengan gaji Rp 114.000 juta, tiga tahun kemudian 'malih rupa' menjadi CEO dengan penghasilan 440 juta dollar AS (akhir tahun 2008).
    Apa yang tergambar di atas adalah apa yang dialami oleh sebagian besar wirausaha yang sekurang-kurangnya memiliki lima sikap pikir wirausaha (Entrepreneurial Mindset)=
    1. Rajin dan bersemangat dalam mencari peluang baru
    2. Mengejar peluang dengan disiplin ketat.
    3. Wirausahawan hanya mengejar peluang yang paling
    baik dan menghindari mengejar peluang yang
    kurang menjanjikan.
    4. Wirausahawan berfokus pada tindakan secara
    adaptif dengan tidak menunggu segala sesuatu
    menjadi sempurna sebelum memulai bisnis.
    5. Wirausahawan melibatkan dan memenfaatkan energi
    orang-orang di sekitar mereka baik di dalam
    maupun di luar organisasi.

    Di samping itu, seorang wirausahawan juga perlu memiliki ketrampilan sebagai berikut=
    1. Keinginan untuk membuat hal menjadi nyata.
    2. Punya energi dan dorongan.
    3. Percaya diri.
    4. Kemampuan untuk melihat dan menaklukan peluang
    bisnis.
    5. Berani mengambil resiko yang harus ditempuh.
    6. Kemampuan mengorganisasi sumber daya.
    7. Mementingkan uang, tapi tidak rakus.
    8. Bisa membujuk orang lain.
    9. Memiliki kemampuan komunikasi dengan orang lain
    lisan maupun tertulis.
    TO BE CONTINUED

    ReplyDelete
  4. JACK MA
    FROM ENTREPRENEUR TO MANAGER
    BY SRI PUJIASTUTI (P2CC09028)

    10. Memiliki tujuan hidup yang tinggi.
    11. Memiliki kemampuan membuat keputusan.
    12. Kemauan untuk belajar dari kesalahan.
    13. Bisa melakukan perencanaan jangka panjang.
    14. Adaptasi dengan situasi.
    15. Komitmen dan tahan akan tekanan.
    16. Kreativitas dalam penciptaan produk, cara kerja
    17. Memiliki kemampuan organisasi dan administrasi
    18. Perhatian terhadap detil kerja.

    Dan lebih dari itu Ma sadar betul bahwa kesuksesan
    nya tidak akan ada artinya bila hanya dinikmati sendiri."Mendirikan perusahaan" menjadi pijakan baginya untuk berbagi pekerjaan, berbagi penghasilan, berbagi kesejahteraan.
    Dalam lingkup negaranya, perusahaan-perusahaan lain
    dapat memenangkan persaingan di tingkat global
    lewat perusahaan e commercenya.
    Dan untuk 'nasionalisme'nya, Jack Ma berhasil mengangkat produk lokal China menjadi mendunia.
    Padahal, sekali lagi, semua berawal dari langkah kecil tapi mimpi besar, seperti katanya dalam Kompas, 20 November 2009=
    "Seperti bayi, semua oranbg tahu bahwa bayi ini akan tumbuh. Semua pelaku bisnis akan sukses karena mereka yakin akan keberhasilannya. Mereka berhasil karena terus menjaga mimpi besarnya. Orang bisa tahan satu minggu tanpa makanan, tiga hari tanpa minuman, tetapi orang akan mati jika kehilangan harapan dalam satu menit saja".

    SIAPA HENDAK TURUT.....?

    Mr.Agung, thank for your paying attention...

    ReplyDelete
  5. Anditia Nugroho
    P2CC09054

    “Success is going from failure to failure without loss of enthusiasm.”
    (Keberhasilan berjalan dari kegagalan ke kegagalan tanpa kehilangan antusiasme)
    - Winston Churchill -

    Memang hal yang pertama yang harus dimiliki seseorang untuk menggapai kesuksesannya adalah visi dan tujuan yang jelas. namun sebaik apapun visi, tujuan ataupun rencana yang sudah terjadwal sangat rapi jika tidak diiringi dengan tindakan semuanya terasa mustahil. tindakan akan mengubah sesuatu yang hanya sekedar coretan diatas kertas menjadi kenyataan. tapi, tindakan haruslah disertai dengan antusias, sebab, antusias adalah bahan bakar dari tindakan itu sendiri. Tingkat motivasi yang kita miliki berbanding lurus dengan jumlah antusiasme yang kita miliki.

    Sukses besar selalu disertai dengan antusiasme besar. Sebaliknya kegagalan selalu didampingi oleh kecilnya antusiasme atau mungkin tidak sama sekali. Antusias dalam melakukan setiap usaha yang direncanakan dengan baik, pasti akan memberikan hasil yang sesuai dengan seberapa besar rasa antusias atau semangat itu adanya. Selalu mempunyai semangat atau antusiasme di dalam setiap hal yang kita lakukan, itu akan semakin mendekatkan diri kita kepada sukses yang kita impikan.

    Bekerja dengan penuh antusias dan gairah adalah keinginan setiap orang. namun, tidak semua orang bisa mendatangkan sikap antusias dan gairah yang tinggi dalam kehidupannya sehari-hari.

    berikut adalah beberapa tips untuk menghadirkan sikap antusias dalam kehidupan sehari-hari anda:
    1. Lupakan kegagalan-kegagalan hari kemarin, focus dan berkonsentrasilah untuk menciptakan prestasi pada hari ini.
    2. Buatlah daftar-daftar yang ingin anda capai hari ini dan capailah dengan antusias.
    3. Tetaplah focus pada impian besar anda. Bayangkan setiap pekerjaan yang anda lakukan setiap harinya dengan antusias akan mengantarkan anda semakin dekat dengan impian besar anda.
    4. Ingatlah semakin sulit masalahnya, maka semakin banyak amtusiasme yang anda perlukan.
    5. Bacalah buku pengembangan diri dan buku-buku positif, paling tidak 30 menit sehari. Jika menonton tontonlah film-film luar biasa yang menginspirasi yang akan merubah semangat anda
    6. Berikan penghargaan pada apa yang telah kita lakukan. Ketika anda mencapai langkah-langkah tertentu menuju sasaran anda, temukan suatu cara untuk memberukan penghargaan kepada diri anda.
    7. Tetaplah percaya bahwa anda bisa melakukan apa saja yang ada dalam pikiran anda. Bayangkan dengan ANTUSIAS!
    8. (bagi Muslim) sempatkan berzikir setiap selesai shalat subuh. Karena ketika hati tenang maka api semangat pun kan tetap menyala.

    Jangan pernah berkecil hati jika orang-orang menertawakan mimpi2 Anda, jangan takut mengejar mimpi meskipun Anda dianggap sebagai orang gila. Jangan khawatir, hampir sebagian besar pengusaha sukses dan orang2 hebat di dunia ini pernah dianggap gila oleh banyak orang.

    SELAMAT BERJUANG

    ReplyDelete
  6. Manajemen untuk Memenangkan Persaingan pada Institusi Pendidikan
    Nama :Kudiyono
    Nim : P2CC09002

    Sebagai sebuah organisasi, institusi pendidikan pun dihadapkan pada persaingan untuk dapat diakui keberadaannya di masyarakat. Dalam bahasa bisnisnya institusi pendidikan harus kompetitif agar mampu merebut pangsa pasar yang bisa diraih.. Artinya, institusi pendidikan itu terpercaya oleh masyarakat sebagai tempat pembelajaran bagi putra-putrinya.
    Kemampuan daya saing sebuah institusi pendidikan lebih ditentukan oleh kualitas lulusan. Semakin besar prosentase kelulusan dan prosentase siswa yang dapat diterima di sekolah favorit menunjukan bahwa institusipendidikan itu mampu berkompetisi.
    Mewujudkan lulusan yang berkulitas tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan upaya yang dapat mengakomodir berbagai ragamkepentingan, tingkat dan wilayah/lingkup relevansi. Maka sistempendidikan harus memberikan berbagai model alternatif yang kontekstual atau sesuai dengan aspirasi masyarakat yang dilyani serta hubungannya dengan relevansi yang ingin dicapai. Satu model yang tepat dalam konteks ini adalah custoized design, yaitu desain yang sesuai dengan kondisi, konteks dan aspirasi masyarakat.
    Model yang tepat dalam pengelolaan pendidikan yang relevan dengan alur pikir ini adalah School Based Management(SBM) atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
    Ada 3 pilar penyangga MBS, yaitu:
    1.Manajemen sekolah
    2.PAKEM ( Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan
    3.PSM (Peran Serta Masyarakat )
    Jika 3 pilar MBS itu dijalankan efektif oleh lembaga pendidikan, maka harapan untuk memenangkan persaingan dapat terwujud.

    ReplyDelete
  7. Untuk lebih jelasnya, akan penulis uraikan 3 pilar MBS itu secara singkat.
    1.Manajemen Sekolah
    Menurut Umaedi ( 2008 ) ada 6 langkah pokok yang dapat dilakukan dalam implementasi Manajemen Sekolah, yaitu :
    a.Evaluasi diri ( self assessment )
    b.Perumusan visi, misi dan tujuan sekolah
    c.Perencanaan
    d.Pelaksanaan
    e.Evaluasi
    f.Pelaporan

    2.PAKEM
    Penerapan PAKEM dalam Proses Belajar Mengajar (PBM),akan memberikan kontribusi besar dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, sehingga institusi pendidikan itu mampu memenangkan persaingan.
    Ada beberapa strategi yang bisa diaplikasikan dalam menunjang PAKEM ini, antara lain :
    a.Merubah paradigma pembelajaran dari teaching menjadi learning. Artinya bukan mengutamakan bagaimana guru mengajar, melainkan bagaimana siswa belajar. Di sini mengandung pengertian bahwa guru bukanlah seorang orator dan narator tetapi lebih berperan sebagai fasilitator dan motivator.
    b.Penerapan model-model pembelajaran efektif yang dapat menstimulasi aktivitas, efektivitas dan kreativitas siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan, seperti model Jig Shaw, kreatif produktif, STAD dan lain-lain.
    c.Optimalisasi penggunaan alat bantu dan media pembelajaran yang dapat mengurangi verbalisme sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    3.PSM
    Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peran serta masyarakat diatur dalam lingkup yang lebih luas, yaitu mencakup peran serta sebagai perorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. Peranan itu baik dalam penyelenggaraan pendidikan maupun pengendalian mutu pelayanan pendidikan. Masyarakat bukan hanya dimintai dukungan dana, tetapi juga diberi kesempatan untuk terlibat di dalam kebijakan penyelenggaraan pada satuan pendidikan dan pengendalian mutu pendidikan. Masyarakat juga dilibatkan di dalam pengawasan pengelolaan pendidikan dan diposisikan sebagai salah satu stakeholder yang penting di samping pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
    Jika kita mampu memberdayakan potensi masyarakat, kami yakin kemampuan daya saing institusi pendidikan akan semakin kuat, karena dari, oleh dan untuk masyarakatlah pendidikan itu terselenggara. Oleh karena itu sejalan dengan MBS muncullah istilah Pendidikan Berbasis Masyarakat ( Community Based Education/CBE ).

    Satu hal lagi yang tidak boleh ditinggalkan oleh institusi pendidikan agar mampu berkompetisi adalah pemanfaatan Tehnologi Informasi ( TI ). Tehnologi informasi sangat dibutuhkan oleh institusi pendidikan untuk mengupdate informasi yang ada. Dengan mendapatkan informasi yang akurat dan cepat, manajemen bisa menciptakan strategi yang jitu untuk memenangkan persaingan. Selain itu TI bisa digunakan sebagai ajang promosi institusi pendidikan di dunia maya sehingga institusi pendidikan kita dikenal luas tanpa batas geografis.


    Referensi :
    1.Umaedi,dkk. (2008). Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta : Universitas Terbuka
    2.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
    3.http://unila.ac.id/dwijayanti : Pengaruh TI terhadap Perusahaan untuk Memenangkan Persaingan. Diposting 2 Juni 2009

    ReplyDelete
  8. Tugas 4

    Nama: Tri Bekti Widiarto
    NIM : P2CC09052

    Pada dasarnya semua orang ingin menjadi yang TERBAIK,entah kapasitas dia sebagai Anak Sekolah,Mahasiswa,Pegawai,Businessman,Pejabat,Politikus & lain sebagainya.
    Namun untuk menjadikan yang TERBAIK itu adalah sesuatu yang tidak mudah alias sulit serta tidak semua orang bisa menyandangnya,sekalipun secara statistik dia telah lolos dalam uji t, memiliki Toefl-like diatas 450 & menguasai IT ditambah dia seorang Facebooker.
    Kesemuanya itu harus berhadapan satu sama lainnya,saling sikut-menyikut,saling unggul-mengungguli,semata-mata mereka menyampaikan,memberikan,mengekspresikan...AKU-lah yang TERBAIK dari yang lain.Nach,itulah yang dinamakan PERSAINGAN.
    Pada akhirnya saya,saudara atau siapa sajalah yang akan MEMENANGKAN PERSAINGAN tersebut, sebaiknya kita renungkan dulu dalam diri kita masing2. Bekal apa yang sudah kita miliki,apa sudah cukup? atau masih perlu ditambah?,knowledg n skill kita? atau behkan kita masih ingat tentang kiat2 atau KATA KUNCI menuju Sukses kita masing2?
    Berikut ini saya tuliskan pendapat dari orang yang pernah sukses,yang bisa diterapkan dimana kita bekerja.

    "Tips Memenangkan Persaingan Di Tempat Kerja":
    1. Mempunyai Karakter
    Dulu saya berpikir untuk memenangkan persaingan hrs bagus untuk semua orang,mnrt & tdk pernah membantah..ternyata salah total?yg bnr adl Untuk menjadi pemenang kita hrs mempunyai prinsip yg kuat,berani mengatakan tdk bila itu salah mnrt kt,& hrs mnerima kesalahan bila itu ketidakmampuan kt,jgn prnh menggantungkan kemenangan kt pd org lain..berkarakter? ya itu kata yg tepat..jika org bisa menjelaskan dg tegas & cpt ttg profil kt..berarti kt sdh mempunyai ciri khas atau berkarakter kuat.
    2. Menjadi Pendengar Yang Baik
    Didlm dunia kerja sering kali terjadi konflik "Org yg kuat adlh org yg bisa menggerakan Massa" Nah,org biasanya bila jengkel pasti akan mengajak kt bercerita,maslhnya yg dicritain adlh teman sekantor kt jg,apalagi atasan..semua org yg terlibat konflik pasti ingin mencari dukungan untuk pembenaran dirinya,biasanya melalui jalur curhat..berikut ini sikap kt utk menjadi pendengar yang baik:
    a. Beri masukan positif, biasanya mrk meminta kt ikut dlm menyalahkan org lain,bila kt turuti bisa menjebak kt sendiri? krn dihatinya yg paling dlm sebenarnya dia mencari pembenaran ttg siapa yg salah diantara mrk. Sikap kt yg terbaik sllu memberikan masukan positif..berikan input dari sudut pandang yg positif,
    b. Bicara ttg Tuhan, satu2nya yg bisa menenangkan org yg sedang konflik,bicarakan kekuasaan Tuhan,contoh:"Anda sdh melakukan yg terbaik,bila dia benar maka Tuhan akan memberikan pintu maaf untukmu,bila dia salah anda akan diberikan Tuhan tempat yg lebih indah & dia tdk akan pernah bisa melakukan apa2.
    3. Nothing Is Imposible
    Seperti lirik lagu Shayne Ward yg berjudul Stand By Me "tdk ada yg tdk mungkin dlm dunia ini,semua itu dianugerahkan Tuhan biar kt bisa menjadi Kuat" Nah teruslah berusaha & berpikir,jgn prnh putus asa!pasti ada jalan keluar,asal ada keyakinan bahwa Tuhan itu mmg berada di hati kt. Amien
    4. Tomorrow Is Mistery
    Jgn pernah berpikir negatif ttg apa yg akan terjadi,krn hari esok adlh misteri,hanya Tuhan yg tau,kenapa kt hrs pusing memikirkannya..yg hrs kt lakukan adlh Everytime? We have chance to build your dream..Kesuksesan dimulai dari impian,dilakukan dg kerja keras,& diharapkan dgn keyakinan.

    Reff:
    http:/blog.jafis.net/manajemen/tips-memenangkan-persaingan-di-tempat-kerja.htm


    Sukses Selalu.

    ReplyDelete
  9. Nama:Ana Kartika
    NIM :P2CC09020/ 2009 gasal

    Tema:“Manajemen untuk Memenangkan Persaingan”
    Judul:Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy sebagai kebutuhan utama perusahaan dalam memenangkan persaingan.
    (PART 1)

    Kita tahu bahwa banyak sekali konsep manajemen yang beredar. Seperti konsep manajemen yang populer diseminarkan antara lain Good Corporate Governance (GCG), Corporate Social Responsibility (CSR), Balanced Scorecard (BSC), Six Sigma, EconomicValue Added (EVA), Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM), Change Management, Outsourcing, Competency Based Human Resource Management, Performance Management, Value Based Management, 7 Habits dan BCG Matrix, Human Capital, Knowledge Management (KM) dan masih banyak lagi. Yah.. apapun itu jika kapasitas saya sebagai CEO maka saya akan menerapkan konsep Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy sebagai kebutuhan utama perusahaan dalam memenangkan persaingan. Mengapa ? Mari kita bahas lebih lanjut.

    Knowledge management adalah proses dimana perusahaan menghasilkan kekayaan yang bersumber pada intelektual. Dapat juga diartikan sebagai usaha yang sistematis dan terorganisir dengan menggunakan knowledge di dalam perusahaan untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Dalam prakteknya, Knowledge Management meliputi kegiatan pengidentifikasian serta pemetaan aset intelektual perusahaan, penciptaan pengetahuan baru sebagai competitive advantage, mempermudah dan memperbanyak aksesibilitas informasi korporasi, sharing best practices, serta pemanfaatan teknologi untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan tersebut. Knowledge Management terdiri dari:
    1.Customer Knowledge, berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki manajemen perusahaan untuk menciptakan kepuasan pelanggan.
    2.Stakeholder Relationships, berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki perusahaan untuk menjaga kepercayaan Stakeholder.
    3.Knowledge in Product and Services, berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki manajemen perusahaan dalam hal produk yang dijual.
    4.Knowledge in People, berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki karyawan sebagai standar pendidikan yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan

    Sedangkan Knowledge Based Strategy merupakan wujud dari keterkaitan antara strategi bisnis perusahaan dengan penerapan Knowledge Management dalam perusahaan. Knowledge Based Strategy mencerminkan hubungan antara sumber daya dan kapabilitas berbasis pengetahuan dengan strategi kompetitif, dan ini diwujudkan dalam bentuk implementasi Strenghts-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) yang merupakan pemetaan terhadap sumber daya dan kapabilitas berbasis pengetahuan, agar memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kekuatan dan kelemahan perusahaan untuk merespon peluang dan ancaman strategik. Knowledge based strategy dapat dipandang sebagai penyeimbang antara sumber daya dan kapabilitas berbasis pengetahuan yang dimiliki perusahaan, dengan pengetahuan yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan produk/jasa yang lebih kompetitif.

    Analisis SWOT memiliki dua bagian, yaitu bisnis dan pengetahuan. Strenghts and weaknesses (SW), memandang knowledge dari sudut pandang internal resource based perspective, dan menjelaskan mengapa knowledge menjadi sumber daya yang paling strategis bagi perusahaan. Opportunities and threats (OT), memandang knowledge sebagai basis untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi posisi strategi perusahaan dalam suatu industri. Untuk mengidentifikasi strenghts and weaknesses, perusahaan dapat melakukan perbandingan antara pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan yang harus diketahui. Sedangkan untuk mengidentifikasi opportunities and threats, perusahaan harus melakukan perbandingan antara strategic knowledge yang dimilikinya dengan pengetahuan yang dimiliki kompetitor.

    nyambung ke part 2 yah

    ReplyDelete
  10. Nama : Ana Kartika
    NIM : P2CC09020/ 2009 gasal

    Tema:“Manajemen untuk Memenangkan Persaingan”
    Judul:Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy sebagai kebutuhan utama perusahaan dalam memenangkan persaingan.
    (PART 2)

    Lalu apa keuntungan yang didapat dari penerapan Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy ???
    •Pembuatan keputusan lebih baik
    •Pengelolaan customers lebih baik
    •Respon cepat terhadap permasalahan bisnis
    •Pengembangan skill karyawan
    •Pengembangan produktivitas
    •Peningkatan profit
    •Sharing best practice
    •Mengurangi cost
    •Cara kerja baru
    •Peningkatan market share
    •Penciptaan peluang bisnis baru
    •Pengembangan produk baru
    •Peningkatan pembagian hasil

    Dari penjelasan diatas mengenai Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy jelas bahwa konsep tersebut merupakan kebutuhan yang mendasar bagi suatu perusahaan. Dengan Knowledge Management yang memadai maka kita akan mampu membaca apa yang menjadi kelebihan (strenghts) dan kelemahan (weaknesses) perusahaan kita serta yang menjadi peluang (opportunities) juga ancaman (threats) bagi perusahan kita. Dengan mengetahui semuanya tentunya akan menjadikan kita lebih prepare yang nantinya akan mengarah pada keunggulan bersaing dalam bisnis.

    Just to know, SWA bekerja sama dengan Laboratorium Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LSM-FEUI), telah melakukan survei konsep manajemen yang pertama kali di Indonesia, dengan mengambil responden 45 perusahaan yang datang dari 16 industri. Sebagai studi perdana, tujuan riset ini adalah mengetahui konsep-konsep manajemen yang paling banyak digunakan perusahaan Indonesia. Hasilnya, ada beberapa temuan salah satunya yaitu dari total 65 konsep manajemen yang digunakan seluruh responden sejak level strategis hingga area-area fungsional, ada 12 konsep yang bisa dikatakan populer. Rinciannya, di level strategis, ada 6 konsep yang banyak diterapkan perusahaan, yakni Corporate Social Responsibility (CSR), Balanced Scorecard, Change Management, Benchmarking, Corporate Sustainability dan Market Driven-Strategy. Adapun di level fungsional, ada 6 konsep manajemen yang populer diterapkan untuk masing-masing fungsi. Di area manajemen pemasaran, ada Service Excellence; Segmenting, Targeting, Positioning (STP); dan Customer Satisfaction. Kemudian, di area manajemen SDM, konsep yang populer digunakan adalah Human Capital dan Competency Based Human Resource Management. Sementara konsep yang populer digunakan di area manajemen produksi adalah Kaizen/Continuous Improvement.

    So….kesimpulannya ???
    Setiap perusahaan pasti menginginkan pencapaian the best quality management and service management. Maka wajar jika kita mencari atau menciptakan sendiri konsep yang amat kuat untuk mendorong bottom-line result yang oke, termasuk dalam memuaskan customer. Bagi anda para CEO, apakah Knowledge Management sudah cukup memadai dalam perusahaan anda ??? Jika belum, implementasikan sekarang juga dan anda dapat menambahkan beberapa konsep manajemen lainnya untuk mendukung eksistensi perusahaan anda tentunya yang sesuai dengan visi misi perusahaan anda. But, whatever your management concept I think Knowledge Management and Knowledge Based Strategy is a must.

    nyambung ke part 3 yah...

    ReplyDelete
  11. Nama : Ana Kartika
    NIM : P2CC09020/ 2009 gasal

    Tema:“Manajemen untuk Memenangkan Persaingan”
    Judul:Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy sebagai kebutuhan utama perusahaan dalam memenangkan persaingan.
    (PART 3)

    References:
    Ana Kartika (2007): “Analisis Hubungan Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy dengan Manajemen Biaya Kualitas” Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman

    Anshori, Yusak (September 2005): “Analisis Keunggulan Bersaing melalui Penerapan Knowledge Management dan Knowledge Based Strategy di Surabaya Plaza Hotel”, Jurnal Manajemen Perhotelan, Vol 1, No 2, halaman 39-53

    Barclay, R.O., Murray, C.M. (2002). “What is knowledge management”, Knowledge Praxis, available from http://www.media-access.com/whatis.html [accessed April 9, 2004]

    Bukowitz, Wendi Rane Ruth L. Williamson., 1999, The Knowledge Management Fieldbook, Practice Hall

    Ghalib, A.K. (2004). “Systemic knowledge management: Developing a model for managing organisational assets for strategic and sustainable competitive advantage”, Journal of Knowledge Management Practice, available from http://www.tlainc.com/artcl56.html [accessed April 15, 2004]

    KPMG Consulting (2000) “Knowledge management research report 2000”, available from http://www.office.com.t/kmreportfinal2000.pdf [accessed April 17, 2004]

    Rosenberg, M.J. (2001, p.70). E-learning: Strategies for delivering knowledge in the digital age, Mc-Graw-Hill

    Zack, H. M. (2002). ”A strategic pretext for knowledge management”, The Third European Conference on Organizational knowledge, Learning, and Capabilities. available from
    http://www.alba.edu.gr/OKLC2002/proceedin gs/ pdf_files/ID243.pdf [accessed April 5, 2004]

    http://swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=3113

    http://swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=3112

    ReplyDelete
  12. Nama : Djumirah Setyowatiningsih
    Nim : P2CC09011
    MM : 25

    Management Untuk Memenangkan Persaingan pada Pasar Swalayan

    Perkembangan bisnis ritel di Indonesia beberapa tahun belakangan sangat marak.
    hal ini terlihat dengan banyak tumbuh berkembangnya berbagai macam format ritel seperti hypermarket,pasar swalayan ( supermarket ) dan mini market yang pada akhirnya membuat persaingan merebut dan mempertahankan konsumen diantara peritel menjadi semakin ketat dan sengit.
    Perubahan gaya hidup orang modern di kota besar mendorong pertumbuhan bisnis ritel.
    Pasangan suami istri yang bekerja,tuntutan jaminan kualitas ,kemudahan dan kenyamanan dalam berbelanja,perkembangan pesat media masa dalam menyampaikan informasi,minimnya waktu untuk berekreasi bersama keluarga dan meningkatnya kepadatan/kemacetan lalu lintas merupakan faktor-faktor yang meningkatkan pertumbuhan bisnis.Namun diantara format ritel yang ada pasar swalayan adalah yang terlemah.
    Menurut TREHOREL ada beberapa faktor anntara lain :
    1.Omset pasar swalayan tidak bsa menutup biaya operasi,
    2.Biaya infestasi,
    3.Sewa ruang terlalu tinggi,
    Oleh karena itu pasar swalayan harus mendapat keuntungan tinggi untuk menutupnya.
    Tingkat kenyamanan yang ditawaarkan tidak banyak ragam produk dan harganya terkadang lebih mahal yang disebabkan posisi pasar swalayan yang tidak jelas.
    Pasar swalayan tidak sebaik minimarket dalam mendekati konsumen dan barang yang dijual tidak skomplit Hypermarket.
    Kemudian kenyamanan toko,parkir dan kemudahan akses tidak sebaik peritel dengan format lainya.
    Permasalahan yang dihadapi oleh pasar swalayan adalah :
    1. Bagaimana strategi pemasaran yang harus dilakukan oleh pasar swalayan dilihat dari sudut pandang konsumen,
    2. Bagaimana membuat konsumen merasa nyaman,
    3. Bagaiman segmentasi,persepsi dan preferensi konsumen pasaw swalayan agar dapat dirumuskan strategi pemasaran,
    4. apa yang diinginkan konsumen dari pasar swalayan,
    5. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di pasar swalayan,
    6. Bagimana persepsi konsumen terhadap pasar swalayan,
    7. Bagaimana kinerja atribut-atribut pasar swalayan di mata konsumennya.
    Sehingga dalam hal ini pasar swlayan harus bisa mengatasi hal ini agar konsumen bisa lebih tertarik sehingga pasar swalayan bisa bersaing dengan pasar swalayan yang lain.
    Dengan memberikan beberapa tak-tik pemasaran dengan cara :
    1. Memberi harga murah,
    2, Memberikan knyamanan,
    3, Menetapkan standarisasi suhu ruangan agar konsumen merasa nyaman,
    4. Memberi hadiah,
    5. Memperiotaskan keamanan.
    Maka dalam hal ini pasar swalayan dalam posisi bersaing,pasar swalayan dalam persaingan


    thanks Mr. Agung Praptapa

    ReplyDelete
  13. Nama : N A S R O J I
    No. Mhs. : P2CC09024
    Angkatan 25 MM Unsoed

    Manajemen untuk Memenangkan Persaingan
    “Jangan takut untuk bermimpi besar sebab orang yang tidak punya mimpi berarti orang itu tidak punya cita-cita dan masa depan”
    “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari pada hari ini”
    Sebuah Institusi /lembaga pada awal berdiri sering didahului dengan kondisi yang belum mapan atau dapat dikatakan berjalan dengan penuh keprihatinan. Atas dasar kemampuan manajerial yang tertata denga kuat, sehingga tidak lama kemudian Institusi /lembaga tersebut berubah menjadi institusi yang besar, produktivitas tinggi, mampu bersaing, diperhtungkan oleh masyarkat dan dapat berbicara baik di tingkat local maupun nasional.
    Sungguh sangat tepat ungkapan tentang MIMPI BESAR dan berusaha mengerjakan LEBIH BAIK dari waktu sebelumnya sebagai pijakan utama. Sebagai contoh sebuah lembaga pendidikan SMK Negeri 1 Gombong. Pada awal berdirinya lembaga tersebut kurang lebih 10 tahun lalu, hanya diproyeksikan sebagai SMK Kecil, dengan jumlah sekitar 144 siswa dengan jumlah guru sekitar 30 an. Lembaga tersebut pada saat ini telah mengalami kemajuan yan g luar biasa, sangat diperhitungkan oleh masyarakat sekitar Gombong kebumen maupun di tingkat Propinsi Jawa Tengah.
    Sebagai gambaran tingkat kemajuan yang telah dicapai adalah; jumlah siswa mencapai 9098 , jumlah guru dan karyawan mencapai 100 orang, ditetapkannya sebagai Rintisan SMK Bertaraf Internasional ( SMK RSBI ), adanya system pengelolaan sekolah dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008. Prestasi yang dicapai pada tahun 2008 dari hasil Ujian NaSIONAL peringkat 1 tingkat kabupaten kebumen, dan peringkat 2 Propinsi. Pada tahun 2009 berbagai lomba seperti Teknik Mesin, KOmputer dan jaringan, Debat Bahasa Inggris , Olah raga, Olimpiade Sain mewakili kabupaten Kebumen ditingkat Propinsi. Lebih dari 90 % alumni SMK N 1 GOmbong, tersalurkan di Dunia Industri dan duni usaha.
    Pertanyaan besar yang muncul adalah , Mengapa begitu cepat kemajuan itu dicapai, Langkah apa yang ditempuh sehingga dapat MEMENANGKAN PERSAINGAN, diantara lembaga yang sejenis?

    Nilai Nilai SMK N 1 gombong
    a. Bekerja sebagai ibadah
    b. Utamakan kepentingan masa depan siswa (
    subyek pendidikan yang sebenarnya)
    c. Inovatif
    d. Aktif Ulet dan Tangguh
    f. Disiplin dan kerja keras
    g. SMK yang adaptif terhadap tuntutan kebutuhan
    h. Budaya Industri Sekolah
    i. Saling Percaya dan menghargai

    Sedangkan Faktor penentu keberhasilan adalah:

    a. Kurikulum, berbasis learning to know,
    learning to do, learning to be, learning to
    life together
    b. Manajemen Sekolah, menerapkan SMM ISO 2000-
    2008
    c. SDM yang tangguh
    d. Kesiswaan yang memiliki pengetahuan,
    keterampilan, inovatif kreatif. Taqwa
    kepada Tuhan YME
    e. Terjalinya dengan DU/DI

    Kesimpulan
    Untuk membangun kemampuan Institusi/lembaga agar tetap dapat bersaing dalam era manajemen modern, senantiasa harus selalu mencari cara-cara untuk memperbaiki produktivitas dan efisiensi di lembaga tersebut yang melibatkan semua civitas akademik, dalam kegiatan manajemen .

    Sumber bacaan.” Renstra SMK N 1 Gombong 2009-2013”

    ReplyDelete
  14. Nama : Didik Ari Prasetyo
    NIM : P2CC9019/2009 Gasal
    “Manajemen untuk Memenangkan Persaingan“

    Sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas merupakan faktor penting bagi perusahaan baik yang bergerak di bidang jasa maupun non jasa. Apalagi dengan kondisi seperti sekarang ini, dimana persaingan bisnis yang kian menajam menyadarkan orang bahwa pengetahuan menjadi faktor penting dalam menciptakan keunggulan dibandingkan aset finansial/modal uang. Oleh karena itu, berbagai bidang kegiatan di Indonesia saat ini menghadapi tuntutan untuk melaksanakan manajemen pengetahuan agar tetap dapat bertahan dalam kondisi persaingan yang semakin ketat.
    Konsep manajemen pemenangan persaingan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep manajemen pengetahuan. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai manajemen pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan
    Dalam rangka mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya SDM yang memiliki Pengetahuan (Knowledge), Gagasan (Idea), Keahlian (Skill) serta Pengalaman (Experience) untuk dapat membentuk SDM yang superior yang menjadi aset penting bagi perusahaan. Keempat unsur tersebut di atas merupakan modal yang tidak akan habis/hilang begitu saja. Berbeda dengan unsur finansial yang akan habis jika tidak dikelola baik dengan menggunakan keempat unsur tersebut. Kemauan untuk belajar, bertanya, mencoba, mengemukan ide/ pedan menumbuhkan rasa percaya diri kita. Jadi, keempat unsur tersebut pada dasarnya saling berhubungan satu sama lain dimana intinya adalah peningkatan informasi.
    Komponen selanjutnya dalam penerapkan manajemen pengetahuan ini adalah Teknologi Informasi. Bagi banyak perusahaan terkemuka, TI telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan merupakan infrastruktur yang penting bagi perusahaan itu dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan kompetitif. Kebutuhan bisnis yang kian meningkat seperti tuntutan untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, mempercepat penyampaian produk atau layanan ke pasar, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan.

    Masalah pokok yang kemudian timbul dalam mengelola pengetahuan adalah perilaku. Perilaku berkaitan dengan disiplin atau kebiasaan. Masih banyak orang yang tidak mempraktekkan disiplin secara baik. Di tengah krisis yang melanda masyarakat kita, sangat diperlukan adanya manajemen pengetahuan masing-masing individunya untuk disiplin dalam semua aspek perilaku dan tindakan. Jadi, manajemen pengetahuan mungkin dapat juga di mulai dari Self Management atau Manajemen Diri.
    Memang untuk disiplin diri sendiri harus dimulai dari kesadaran diri tiap manusia. Jika setiap orang dapat mengatur dengan baik manajemen diri itu maka lama-lama kesadaran disiplin itu sendiri akan tumbuh dan membudaya. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan yang efektif dan efisien dapat dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti budaya antri serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menghemat pemakaian peralatan kantor, termasuk juga didalamnya menerapkan pemakaian kertas bekas maupun kertas buram untuk lebih meminimalisir pengeluaran.
    Ringkasnya, Inti dari Manajemen Pengetahuan adalah peningkatan informasi dan pengetahuan organisasi secara sistematis untuk meningkatkan efektivitas perusahaan. Dengan didukung oleh SDM yang berkualitas (Knowledge, Idea, Experience, Skill) serta teknologi yang tepat guna ditambah dengan Budaya (Culture) yang baik, maka peningkatan produktifitas (productivity), dan kecakapan/kemampuan (competence) akan tercapai sehingga tercipta perusahaan yang baik yang dapat memenangkan persaingan bisnis dalam dunia yang nyata.

    ReplyDelete
  15. NAMA : HARYOKO
    NIM : P2CC09025/MM25

    MANEGEMENT MEMENANGKAN PERSAINGAN

    Persaingan tidak dapat dilepaskan dari aktifitas kehidupan. Selama kita masih hidup maka kita akan selalu dihadapkan dengan persaingan. Sejak awal proses kejadian manusia di dalam rahim pun persaingan telah terjadi diantara berjuta – juta sperma dan hanya satu sperma saja yang mampu membuahi ovum (sel telur). Artinya janin tercipta dalam rahim justru dari bibit paling unggul karena ia telah bersaing sangat ketat dan akhirnya berhasil mengalahkan jutaan pesaing tersebut. Hikmahnya, manusia telah dibekali potensi untuk menjadi yang terbaik. Bersaing pada hakekatnya adalah berjuang secara maksimal untuk mengungguli pihak – pihak lain, yang mungkin memiliki hasrat dan keinginan lebih tinggi, potensi lebih mantap, kekuatan fisik dan mental lebih prima, taktik dan strategi lebih jitu, dan berbagai factor kelebihan lainnya dibandingkan dengan apa yang ada pada diri kita sendiri.

    Menghadapi Persaingan di Tempat Kerja.

    Persaingan di tempat kerja adalah sesuatu yang sangat wajar, karena di sana kita tidak melakukan segala sesuatunya sendirian – ada orang-orang lain yang juga harus mengerjakan tugas yang sama dengan kita. Kalaupun kita berkata bahwa kita sudah membentuk suatu tim kerja yang sangat bagus sehingga tidak mungkin terjadi persaingan, akan selalu ada kompetitor yang lain. Untuk menghadapi persaingan kita harus mampu me-manage diri dengan benar.

    Yang perlu kita lakukan pertama adalah mengganti kemalasan dengan disiplin. Berbicara tentang kemalasan, tidak sama dengan bicara soal kurangnya pengetahuan. Mungkin tahu tapi tidak melakukan hal yang seharusnya dilakukan karena enggan atau malas. Waktu 24 jam sehari idealnya sudah ada jadwal yang harus kita isi, dengan membuat peta dari apa yang akan kita lakukan.

    Kedua dengan mengoptimalkan potensi akal dengan membaca, menyimak, bergaul dan mengoptimalkan waktu yang kita miliki untuk mengembangkan kemampuan akal kita. Setelah itu hal berikutnya yang kita lakukan untuk menghadapi persaingan adalah belajar tiada henti. Jika kita ingin tahu sejauh mana tingkat keuksesan kita, maka bisa dilihat dari seberapa besar kecintaan kita kepada ilmu. Hanya orang yang terus meng-up date dirinya dengan ilmu yang akan hidup dalam samudra kearifan dan lebih bijak memandang kehidupan. Layaknya sebuah kapal di lautan luas, dia tidak akan oleng dan tenggelam dihantam badai dari segala arah karena muatannya sarat dengan orang-orang yang berilmu.

    Untuk memengkan persaingan memang perlu perjuangan, pengorbanan dan kerja keras sebagaimana wejangan leluhur kita “jer basuki mowo beo”. Me-manage diri secara benar memerlukan niat dan kerja keras serta kemampuan kita untuk merubah hambatan menjadi tantangan yang mampu kita taklukkan.

    Begitu juga dalam menggerakan suatu roda organisasi, dalam hal ini sebuah sekolah, untuk meningkatkan mutu lulusan , sehingga bisa memenangkan kompetisi didunia kerja maka perlu , sekolah itu di kelola dengan profesional . Untuk itu membutuhkan menegerilal yang tepat. Untuk mencapai itu disekolah kami tetapkan rencana strategis setiap lima tahun sekali.

    Dengan demikian , arah dari sekolah itu, dalam waktu lima tahun sudah jelas, dan setiap tahunya bisa dievaluasi ketercapaian hasilnya. Demikian juga disekolah kami juga sudah menerapakan sistem managemen ISO 9001 : 2008, ini untuk memperkuat sistem , menejemen. Dari Rentra, sitem ISO, ternyata telah membawa sekolah kami ke prestasi yang gemilang, seperti sejak sekolah kami berdiri sampai sekarang selalu lulus seratus persen. Begitu juga setelah lulus dari data 90 % alumni diterima kerja ditempat yang sesuai dengan bidang keahlianya. Dan banyak para guru , yang berprestasi, kemudian bisa menduduki jabatan – jabatan strategis di Departemen.

    Keberhasilan ini , berkat dari managemen yang profesional, ini membuktikan bahwa memegement betul- betul dapat memenangkan persaingan diera global.
    Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat buat pembaca, dan bisa membawa kesuksesan dalam melakukan usaha. Thanks !

    ReplyDelete
  16. Nama :SITI MAEMUNAH
    NIM : P2CC09039
    MM : 25


    PERSAINGAN DUNIA BISNIS

    Melihat iklim persaingan di Indonesia dimana pemain besar atau asing mendominasi di sektor keuangan,mineral,manufaktur produk material dasar sampai consumer products,chain retailer,information dan services,ini merupakan tantangan setiap industri mampu menjadi unggul di bidangnya.Bagaimana suatu organisasi bisnis mampu mempunyai keunggulan?
    Ternyata ada dua al dasar yang harus disadari bersama :
    1. Kekuatan intangible assets.
    Realita kebanyakan pemikiran para pemilik & managemen pncak perusahaan masih banyak didominasi investasi berwujud,sedangkan pengeluaran intangible assetsnya lebih dianggap sebagai biaya.Intangible assets mencakup system manajeman,sistem informasi,kemampuan orang,sikap,mental dan perilaku tiap individu,kepimimpian,team work,brand image untuk produk atau perusahaan,layanan prima,motivasi seluru karyawan dan budaya kerja.Ditengah negara dan SDM berdaya saing rendah dibanding professional Negara lain dari sisi mental attitude & behavior dan kompetisi tekhnisnya,apa yang harus dilakukan manajemen perusahaan?
    persaingan sekarang menuntut produk bermutu, pengiriman tepat waktu,layanan cepat, purna jual memuaskan dan harga bersaing.
    untuk itu di butukan keunggulan manajemen perusahaan mengelola bisnis dengan ketajaman daya saing yang harus dibangun secara sistematis.Perlu kita sadari bersama bahwa dulu yang kelihatan sekarang sudah menjadi biasa saja, lalu apa yang terjadi dengan bisnis anda kalo hanya biasa-biasa saja?
    untuk apa harus mendidik karyawan?
    toh kalo pandai atau terampil pindah kepesaing.Kita yang melatih, pesaing yang menikmati.
    kita harapkan karyawan bekerja sekian lama harus pandai dan terampil dengan sendrinya.Kenyataannya belum tentu, memebangun sistim manajemen, kemampuan karyawan, sistem informasi merupakan biaya yang tidak jelas manfaatnya karena sering tidak secara instan dapat dilihat hasilnya.Dengan percaya pada orang lama, toh perusahan ini masih untung dan tidak perlu menghaburkan biaya membangun manajemen yang handal.Kecepatan perubahan di luar harus di imbangi dengan kesiapan manusia, sistem, manajemen, kepemimpinan serta informasi yang tepat dan cepat.Bisnis tidak dapat hanya mengandalkan loby/hoki tanpa didukung keunggulan produk dan atau jasa dibandingkan pesaing.Banyak yang menyakini bahwa persaingan sekarang dan mendatang ternyata faktor keunggulanyang mendominasi adanya di intangible assets bukan ditangible asset.Lalu apa yang terjadi kalo sekarang anda masih berfikir bahwa tangible asset merupakan bentuk investasi utama.Ingat, apakah Nike,Reebok, Cissco punya pabrik sendri untuk melayani seluruh dunia? Mereka pemimpin pasar . Perubahan perushaan
    untuk mengimbangi dan mengtasi persaingan dankarena intangible assetnya sebagai kunci strategis.
    terusane......

    ReplyDelete
  17. Nama :SITI MAEMUNAH
    NIM : P2CC09039
    MM : 25

    2.Perubaan perusahaan
    Untuk mengimbangi dan mengatasi persaingan dan tuntutan pasar yang beruba dengan cepat di beberapa sektor bisnis.Perubaan iklim persaingan dengan makin tanpa batasnya antar negara karena dipakainya teknologi telekomunikasi dan informasi makin menjadi persaingan turbulen.Tentunya pola pikir dari setiap karyawan dan maagemenrt termasuk pemilik harus selaras dengan kebutuhan perubahan perusahaan karna faktor extrnal,tiap peruasahaan berkepentingan memetakan peta persaingan dan perubahan dalam persaingan yang dimilikinya. Untuk mengingatkan perlunya kesadaran mendalam dan menyeluryh dimulai dari pemilik atau menagement puncak maka kita perhatikann produk-produk China yang membanjiri hampir semua sektor.
    Pola meraeka sama dengan Jepang dan Taiwan pada awal mula mereka masuk pasar global dengan harga murah meskipun produknya banyak di kompalain.Tapi ingat mereka pasti menaikan mutu produk untuk membangun keprcayaan setelah harga murah menjadi jurus pemasaran pertama mereka dan tentunya mereka akan juga membangun after sales service produk mereka melalui distribution network yang harus mereka miliki baik di bangun sndiri atau kerjasama dengan mitra local untuk menunjang after sales service.
    Salah satu faktor keberhasilan China menjadi dapur dunia adalah karena faktor mentalitas dan motivasi kerja yang luar byiasa sehingga mereka mempunyai pruduktifitas kerja yang tinggi.Mereka bekerja bukan diukur oleh jam kerja tapi melainkan oleh out put yang harus meka hasilkan.
    Bagaimana dengan pola pikir karyawan kita..???
    Bagaimana dengan peraturan yang ada di negara kita..???
    apakah mendukung atau menciptakan kondisi yang membangun produktifitas kerja serta menjadi bagian dari budaya organisasi kesadran untuk memacu pola pikir karyawan perusahaan menjadi dasr dalam keberhasilan anda membangun change management perusahaan.
    Timbul pertanyaan change managementnya mau diarahkan kemana apakah menunjang strategi peusahaan untuk membangun daya saing terhadap global player..???
    Memang menjadi tugas pemilik,management puncak dan management madya untuk membangun kesadaran tadi sehingga kita mampu menggulirkan bola salju keseluruh karyawan perusahaan.
    Demikian lah prioritas utama tanggung jawab anda sebagai management perusahaan.

    ReplyDelete
  18. MAKALAH MATA KULIAH BISNIS DAN MANAJEMEN
    MAGISTER MANAJEMEN ANGKATAN 25

    ”STRATEGI DIMENSI KULTURAL
    DALAM RANGKA
    PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN”

    Oleh
    NUNUNG HARTINI
    NIM P2CC09026


    A. Pendahuluan
    Kualitas pendidikan, sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia, sangat penting maknanya bagi pembangunan nasional. Pendidikan yang berkualitas hanya akan muncul apabila terdapat sekolah yang berkualitas. Karena itu, upaya peningkatan mutu sekolah merupakan titik strategi dalam upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas.
    Peningkatan kualitas pendidikan pada semua jenjang termasuk Sekolah Menengah Atas (SMA) telah menjadi tekad dan kesepakatan nasional, apalagi adanya persaingan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sekarang ini sedang diangkat oleh pemerintah. Untuk itu diperlukan langkah-langkah dan tindakan nyata di tingkat sekolah, kelas dan masyarakat lokal tempat sekolah beroperasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas SMA yaitu dengan menggunakan Strategi Dimensi Kultural dengan tekanan pada perubahan perilaku nyata dalam bentuk tindakan.
    Agar perubahan itu terjadi, diperlukan adanya manajemen yang dapat meningkatkan kualitas sekolah. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan antara lain dengan menerapkan pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (MMT)

    B. Strategi Dimensi Kultural
    Setiap sekolah mempunyai kultur yang harus dipahami dan dilibatkan agar perubahan yang terjadi bisa berlangsung terus menerus tidak sekedar kosmetik. Kultur sekolah menjelaskan bagaimana sekolah berfungsi dan seperti apakah mekanisme internal yang terjadi (Depdiknas, 2004:1)
    Kultur sekolah bersifat dinamik, milik kolektif, merupakan hasil dari perjalanan sejarah sekolah, produk dari interaksi berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah. Sekolah perlu menyadari keberadaan aneka kultur sekolah dengan sifat yang positif dan negatif.
    1. Kultur Positif
    a. Ada ambisi untuk meraih prestasi, pemberian penghargaan pada yang
    berprestasi.
    b. Hidup semangat menegakkan sportivitas, jujur, mengakui keunggulan
    pihak lain.
    c. Saling menghargai perbedaan.
    d. Trust (saling percaya).
    2. Kultur Negartif
    a. Banyak jam kosong, dan absen dari tugas.
    b. Terlalu permisif terhadap pelanggaran nilai-nilai norma.
    c. Adanya fiksi yang mengarah pada perpecahan, terbentuknya kelompok yang saling menjatuhkan.
    d. Penekanan pada nilai pelajaran bukan kemampuan.

    Nilai, Keyakinan, dan Asumsi
    Kultur hanya dapat dikenali melalui pencerminannya pada berbagai hal yang dapat diamati seperti halnya :
    1. Perilaku verbal: ungkapan lisan/tulis dalam bentuk kalimat dan kata-kata
    2. Perilaku nonverbal: ungkapan dalam tindakan
    3. Benda hasil budaya: arsitektur, eksterior dan interior, lambang, tata ruang, mebelair, dan sebagainya.
    Dibalik itu semua, tersembunyi kultur yang dapat berupa:
    1. Nilai-nilai: mutu, disiplin, toleransi, dan sebagainya.
    2. Keyakinan: tidak kalah dengan sekolah lain bila mau kerja keras.
    3. Asumsi: semua anak dapat menguasai bahan pelajaran, hanya waktu yang diperlukan berbeda.

    ReplyDelete
  19. Berikut ini ilustrasi kultur sekolah:


     Halaman/taman yang rapi
     Gedung yang bersih, dengan interior
    Fisik yang selaras dengan kegunaan ruang
    Kultur
    `````Nyata/dapat
    Perilaku diamati
     Aktivitas ekstrakurikuler,misal:
    Kesenian, olahraga, dll
     Santun antar warga sekolah, sapa
    menyapa, dll


     Lingkungan yang bersih, indah dan
    Keyakinan membuat belajar/bekerja menjadi nyaman
     Dan sebagainya

    Abstrak/
    tersembunyi

     Harmoni
     Kerja keras akan berhasil
    Nilai
     Sekolah bermutu adalah hasil kerja sama
    Sekolah dengan masyarakat

    Asumsi


    (Depdikas,2004:3)

    Untuk membangun kultur, manajer sekolah harus memberikan perhatian terhadap aspek yang tampak dari kehidupan sekolah yang membentuk keyakinan dan tindakan tiap warga sekolah. Tugas manajer sekolah adalah menciptakan/membentuk dan mendukung kultur yang diperlukan untuk menguatkan sikap yang efektif dalam segala hal yang dikerjakan sekolah.

    Salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh manajer sekolah adalah dengan menggunakan pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) yaitu suatu pendekatan manajemen yang memusatkan perhatian pada peningkatan mutu pendidikan melalui mutu komponen terkait (Depdikbud,1999:192)
    Komponen yang terkait antara lain:1) Siswa: 2) Guru: 3) Kurikulum: 4) Dana, sarana, dan prasarana: 5) Masyarakat (orang tua, pengguna lulusan, dan perguruan tinggi).
    Kolaborasi Strategi Dimensi Kultural dengan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dapat ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :
    1. Mengubah pola pikir dari sekolah sebagai unit produksi menjadi unit layanan jasa.
    2. Fokus perahtian pada proses secara sistemik
    3. Pemikiran jangka panjang
    4. Komitmen pada mutu
    5. Mementingkan pengembangan sumber daya manusia.

    C. Penutup
    Manajer Sekolah sebagai sentral pengembangan kultur sekolah harus dapat menjadi contoh dalam berinteraksi di sekolah. Selain itu juga dapat memanivestasikan kultur yang bersifat absrak dan tersembunyi menjadi kultur yang nyata dan dapat diamati. Dengan demikian, keadaan fisik dan perilaku warga sekolah didasari oleh asumsi, nilai-nilai dan keyakinan, sehingga kompetisi dunia pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan berjalan dengan sehat dengan melihat kondisi perbedaan yang ada.



    Literatur :
    1. Depatemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Panduan Manjemen Sekolah, 1999
    2. Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Pengembangan Kultur Sekolah, 2004

    ReplyDelete
  20. Tugas 4
    Mata Ujian : Business & Managemen
    Nama : Widi Suseno
    NIM : P2CC09022/Gasal 2009

    Managemen untuk memenangkan Persaingan dalam Bisnis Center di SMK Negeri 1 Karanganyar Kebumen

    Dalam kegiatan Bisnis Center , komponen yang terlibat cukup banyak, dari untuk unsur manusia, uang , teknologi, sarana prasarana, dukungan masyarakat ,dukungan pemerintah , dan lokasi usaha /kegiatan .semuanya harus di atur sedemikian rupa agar kegiatan bisnis center tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sehat sehingga tujuan utamanya dapat tercapai .
    Bukan hal yang mudah untuk menjalankan semua komponen tersbut diatas salah satunya adalah dengan memanag dengan managemen semua komponen diatas secara tepat dan akurat.
    Untuk memenangkan dalam persaingan diperlukan analisa analisa yang antara lain dengan sistim SWOT .
    Kajian Analisa SWOT sbb :
    1. Strength ( kekuatan ) dari factor internal anatara lain : lokasi tepi jalan raya,memiliki siswa cukup banyak yaitu 1014 siswa,Guru dan Staff cukup banyak 80 orang , sarana prasarana memadai, Jenis barang yang di siapkan cukup banyak dan petugas siap melayani, bersebelahan dengan SD Negeri Karanganyar.
    2. Weakness ( kelemahan ) belum semua guru ,staff ,siswa dan masyarakat mau belanja di Bisnis center. Barang yang disediakan belum dapat memenuhi semua pelanggan. Promosi Bisnis center belum banyak.
    3. Opportunity (peluang ) Semua warga sekolah siap mendukung kegiatan bisnis center di SMK N 1 Karanganyar
    4. Treath ( Ancaman ) Barang tidak laku, Guru tidak jadi mendukung, masyarkat sekitar tidak mau belanja di Bisnis center, petugas kurang konsen di Bisnis center.

    Dari Hasil Analisa SWOT diperlukan sebuah usaha /antisipasi
    1. Setiap tahun menambah daya tampung siswa, dengan semakin banyak siswa ,maka modal kerja bisnis center akan semakain banyak.
    2. Mendorong dan mengarahkan kepada warga sekolah tentang pentingya Bisnis center di sekolah , karena selama ini modal keuangan sekolah masih mengadalkan kepada bantuan Pemerintah dan sumbangan orang tua siswa, yang suatu saat bantuan pemerintah , atau bantuan orang tua sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekolah, maka salah satunya harus mau menggali modal lain yang bukan dari sumber diatas , salah satunya dengan Bisnis center yang hasil usahanya dapat digunakan untuk mendukung sebagai pemasukan keuangan sekolah. Barang yang disediakan selalu berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan dengan harga yang bersaing. Dan bagi siswa merupakan wahana belajar berwira usaha sehingga pada saat lulus nanti bisa membuka sendiri kegiatan bisnis center di rumah.
    3. Melibatkan Guru dan Staff sekolah sebagai team pengembang Bisnis center yang berfungsi untuk mengontrol kegiatan Bisnis center dan melakukan konsolidasi ke dalam dan keluar terkait hambatan yang dihadapi oleh petugas Bisnis center
    4. Melibatkan Alumni sebagai karyawan tetap, Sales,Direc Selling sehingga bisa standby setiap saat , Melibatkan orang luar sebagai manager Bisnis center agar lebih konsen terhadap kegiatan usaha , sedangkan Guru dan Staff hanya sebagai control saja karena tugas utama dari Guru adalah mengajar, sedangkan staff tugas utamanya adalah Administrasi sekolah.
    berlanjut di posting berikut:

    ReplyDelete
  21. lanjutan posting widisuseno P2cc09022/gasal 2009
    Untuk memenangkan dalam persaingan , maka bisnis center menerapkan program program sebagai berikut :
    1. Memberikan layanan untuk Grosir maupun eceran, yaitu untuk pembelian diatas jumlah 5 buah akan mendapat potongan harga.
    2. Memberikan sistim belanja dengan swalayan. Dengan pembayaran sistim Bargot ( Komputer POS )
    3. Bagi siswa setiap hari sabtu diberikan kegiatan direc selling barang barang kebutuhan pokok rumah tangga yang disediakan oleh Bisnis center , persiswa hanya berkisar 15.000 max. 20.000 dengan pembayaran dalam tempo satu minggu setelah pengambilan.
    4. Memberikan sistim Bonus berupa tiket pembayaran SPP dengan poin setiap setoran pembayaran ke Bisnis center sebesar Rp 50.000 dapat satu kupon senilai 5.000 rupiah sehingga dengan 16 kupon tsb dapat ditukarkan pada petugas SPP untuk menerima, sebagai pembayaran SPP ybs untuk satu bulan .
    5. Memberikan kemudahan pada siswa bila dalam satu minggu tidak dapat laku semua, diberi kesempatan untuk mereturn ( mengembalikan ) dan bagi siswa dalam 1 minggu perlu menambah jumlah barang, diberi kesempatan seluas luasnya.
    6. Memberikan kemudahan bagi guru dan staff dalam belanja secara akumulasi di akhir bulan dengan pengambilan tidak dibatasi bisa harian/mingguan dan baru dibayar di awal bulan berikutnya.
    Hasil yang diperoleh :
    1. Pemasukan kas harian ,tiap hari selalu meningkat
    2. Siswa semakin banyak belanja di Bisnis center.
    3. Lingkungan ( siswa SD dan Masyarakat ) mulai banyak yang belanja di Bisnis center.

    ReplyDelete
  22. NAMA : HARWADI
    NIM : P2CC09006
    MM UNSOED ANGK 25

    ALFAMART DAN INDOMART
    DALAM PERSAINGAN PASAR RITAIL


    PERSAINGAN bisnis ritel di Kebumen dan Jawa Tengah umumnya, terasa semakin ketat. Hampir semua lini pasar sudah dijadikan target para pelaku bisnis, baik yang sekelas hipermarket, pasar swalayan, maupun minimarket.
    Hipermarket mencoba bersaing di segmen atas. Kemudian pasar swalayan berusaha mempertahankan segmen menengah, setelah segmen atas diambil alih sang raksasa hipermarket. Sementara minimarket tidak mau kehilangan kesempatan dengan mencoba memanfaatkan segmen bawah sebagai target bisnisnya.

    Tempat kosong sepertinya tidak ada lagi dalam kamus para pengelola bisnis ritel. Semuanya adalah peluang, dan semuanya adalah persaingan. Yang ada dalam benak mereka hanya bersaing untuk menang.

    Oleh sebab itu, tidak perlu heran jika di satu lokasi ada sejumlah toko bersaing berebut pasar sama. Sebagai gambaran, di mana ada Alfa mart maka di lokasi yang berdekatan pasti ada Indomart atau sebaliknya. Demikian pula di mana ada Matahari maka di situ ada Ramayana.

    Hadirnya toko-toko eceran tersebut memang memudahkan masyarakat perkotaan dalam memenuhi kebutuhan barang-barang rumah tangga. Mereka bisa mendapatkan semuanya di satu tempat atau lebih dikenal dengan istilah one stop shopping.
    Minimarket
    Dan itu pula yang menjadi salah satu alasan, mengapa belakangan ini minimarket menjamur di kota-kota kecamatan, bahkan hingga kawasan perumahan.

    Tujuan mereka berbelanja pun relatif sama. Konsumen pasar swalayan biasanya berbelanja untuk kebutuhan bulanan bahkan berbelanja untuk kebutuhan harian yang memang mendesak.

    Selain itu, fasilitas layanannya pun cenderung sama baik di Alfamart maupun Indomart, layanannya jauh lebih wah dibandingkan toko-toko ritail lainnya. Ruangan luas berpendingin, kelengkapan barang, arena bermain, dan pujasera, menjadi fasilitas utama yang ditawarkan untuk memikat konsumen.

    Minimarket dengan luas toko lebih besar dari toko kelontong biasa, memiliki kelebihan dalam menjual barang. Dengan persamaan itu, maka strategi bisnis yang diterapkannya pun relatif sama. Bagi konsumen bawah, masalah harga menjadi faktor utama, karena mereka memang sangat sensitif dalam soal ini.

    Oleh sebab itu, strategi diskon harga menjadi sangat penting. Program promosi bisa dilakukan dalam bentuk seperti membeli dua gratis satu, atau mendapatkan hadiah langsung bila membeli produk tertentu. Menurutnya, strategi semacam itu terbukti cukup ampuh untuk mempertahankan minimarket dari gelombang persaingan bisnis eceran di Indonesia. Bahkan pelan-pelan namun pasti, bisnis minimarket terus berkembang dan memperluas jaringan usahanya hingga ke pelosok.

    ReplyDelete
  23. NAMA : MARKUM
    NIM : P2CC09043
    MM UNSOED ANGK 25

    PKL KULINER ALUN-ALUN KEBUMEN
    MENGAIS ASA BERSAMA PUJASERA

    Di tengah-tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kebumen dengan ditandai berdirinya restoran-restoran siap saji dan rumah makan-rumah makan berskala besar, Pemerintah Kabupaten Kebumen mendirikan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) guna memberikan tempat kepada pedagang kaki lima (PKL) Kuliner agar bisa survive di antara persaingan bisnis kuliner. Puluhan bahkan ratusan PKL menempati lokasi di Jalan Sutoyo Kebumen sepanjang lebih kurang 300m menyajikan berbagai jenis makanan, siap memanjakan lidah masyarakat Kebumen seperti Kolak Lidah Buaya, Sari Kedelai aneka rasa, Es Buah, serta berbagai kudapan yang menyegarkan untuk memanjakan lidah penikmat kuliner.

    Kreatifitas masyarakat menciptakan aneka hidangan yang menggugah selera itu kini diwadahi dalam satu lokasi pusat jajan, yang terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Tak hanya murah dan sehat, berbagai hidangan di sini bebas dari bahan pengawet, pewarna, dan penyedap rasa.
    Kelezatan berbagai hidangan ini berasal dari kejelian para pedangang mengolah berbagai produk lokal yang lahir dari perut Bumi Kebumen.

    Banyaknya PKL kuliner yang menempati lokasi Pujasera menuntut kerja keras pelaku bisnis untuk merebut hati pengunjung dan memenangkan persaingan ini. Bisnis kuliner juga butuh proses yang panjang untuk eksis dan menjadi pilihan pelanggan. Bisnis kuliner bergantung pada rasa dan kepercayaan, oleh sebab itu tak ada ukuran seberapa besar kita harus memulai bisnis ini.

    Modal
    Urusan permodalan sebenarnya juga tidak selalu berupa uang. Hobi juga bisa dijadikan modal untuk usaha, keahlian memasak misalnya, skill dalam meramu bumbu akan menjadi salah satu kunci sukses bisnis kuliner. Jika memang modal harus berbentuk uang, Pemkab Kebumen menyediakan modal usaha melalui Dinas Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah maupun melalui lembaga-lembaga keungan non bank yang ada.

    Jenis Makanan
    Jenis makanan yang disajikan merupakan makanan yang sudah akrab dengan selera lidah masyarakat Kebumen dengan memberikan aneka rasa yang khas sehingga bisa membedakan rasa dari jenis makanan yang sama, misalnya kue lumpur dengan berbagai rasa seperti lumpur telor, lumpur daging, lumpur kelapa, lumpur kentang, lumpur pandan dilingkungan sekitar.

    Terus Menggali Potensi Diri
    Pedagang Kaki Lima Kuliner harus terus dan terus belajar dan jangan malu untuk bertanya sana sini bahkan kepada pakar sekalipun, misal ke tempat kursus menu-menu kuliner guna menemukan resep yang pas dan sesuai dengan selera orang banyak khususnya masyarakat Kebumen.


    Harga
    Untuk menarik calon pengunjung atau calon pembeli, maka PKL kuliner perlu membuat daftar harga sehingga calon pembeli bisa mengukur kemampuan kantong untuk menikmati makanan yang disajikan. Harga yang ditawarkan harus bisa terjangkau masyarakat secara umum, mengingat masyarakat Kebumen pada umumnya termasuk golongan masyarakat menengah ke bawah. Jika ini anda lakukan secara rutin maka akan membekas dan berkesan sekali dalam ingatan pelanggan.

    Manajemen Waktu
    Pengaturan waktu harus diperhitungkan sejak awal, seperti kapan saat belanja bahan baku makanan, menimbang dan meracik bahan baku, menyimpannya sebelum di olah bahkan sampai pada saat mengolahnya dan menyajikan makanan, tidak membutuhkan banyak waktu sehingga calon pembeli tidak terlalu lama menunggu. Ingat pemuasan hati pelanggan salah satunya adalah kecepatan dalam penyajian pesanan.

    Sample Makanan
    Menyertakan sample makanan diluar daripada yang telah dipesan merupakan promosi terselubung yang sangat bagus.

    Trend Terkini
    Perkembangan kuliner saat ini pesat sekali, jika menawarkan jenis makanan yang itu-itu saja tentu akan membuat bosan para pelanggan dan tidak mungkin pelanggan akan beralih kepada orang lain. Oleh karena itu jangan berhenti belajar dan berkreasi dengan menu-menu baru atau memadu padankan menu lama dengan menu baru.

    ReplyDelete
  24. Nama : RIFQY FEBRIAN
    NIM : P2CC09049


    MANAJEMEN SEBAGAI ALAT KEUNGGULAN BERSAING

    Persaingan dunia bisnis antar perusahaan milik pemerintah, asing maupun swasta dalam merebut pasar semakin ketat. Oleh karena itu, setiap perusahaan dituntut untuk terus memperkuat pondasi dasar persaingan agar terus mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan tersebut. Untuk memiliki pondasi persaingan yang kokoh, perusahaan membutuhkan sistem atau metode yang tepat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat tersebut. Salah satunya adalah dengan memiliki sistem manajerial yang mumpuni dan tepat guna bagi perusahaan yang dapat dijadikan sebagai alat keunggulan bersaing (competitive advantage) dalam usaha untuk mencapai tujuan, visi dan misi perusahaan. Untuk menciptakan manajerial yang mumpuni harus ada sinergi yang positif antar fungsi-fungsi manajemen seperti; manjemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen SDM dan manajemen keuangan, dimana fungsi-fungsi manajemen tak ubahnya seperti rantai makanan dalam siklus kehidupan, jika salah satu dari rantai makanan terputus akan mengganggu keseimbangan ekosistem kehidupan. Begitu halnya dengan sistem manajerial, bila salah satu fungsi mengalami kendala akan memberikan efek yang kurang baik / negatif terhadap fungsi-fungsi manajemen yang lain memepengaruhi dalam pencapaian tujuan, visi dan misi perusahaan. Sebagai contoh, dimana fungsi manajemen pemasaran sebagai ujung tombak atau garda depan sebuah sistem manjerial. Manajemen pemasaran sebagai radar untuk membaca situasi pasar ”bagaimana keadaan pasar?” dan ”apa yang diinginkan pasar?” yang kemudian diinformasikan ke fungsi manajemen produksi. Berdasar informasi-informasi tersebut diolah oleh bagian manajemen produksi dan dikomunikasikan dengan manajemen SDM dan manajemen keuangan yang berkaitan dengan masing-masing fungsi manajemen tersebut sehingga tercipta suatu produk yang nantinya dilemparkan ke pasar atau dikembalikan ke fungsi manajemen pemasaran untuk memberikan informasi mengenai produk kepada pasar. Dengan demikian sinergi yang baik antar fungsi-fungsi manajemen akan menciptakan sistem manajerial yang baik pula sehingga dapat menjadi pondasi sebagai alat keunggulan bersaing (competitive advantage) untuk menghadapi persaingan ke depan akan semakin berat dan ketat. Sejatinya pesaing bukan untuk dijadikan lawan yang harus kita kalahkan atau hancurkan, tetapi jadikan para pesaing menjadi motivator kita untuk menjadi lebih baik dan maju lagi. Oleh karena itu, Kita tidak merasa terbebani untuk meraih sebuah kemenangan, tetapi menjadi penyemangat kita untuk menghasilkan produk yang diminati dan menyentuh hati pasar.

    ReplyDelete
  25. NAMA : SUGITO
    NIM : P2CC09053 / MM25

    PERSAINGAN ADA DI MANA-MANA

    Semua makhluk hidup tidak bisa lepas dari persaingan termasuk binatangpun selalu bersaing dalam mencari atau memperebutkan makanan. Begitu juga dalam kehidupan manusia selalu berhadapan dengan persaingan. Sebelum memasuki kuliah di MM UNSOED di tes terlebih dahulu apakah bisa mampu bersaing dengan peserta/calon mahasiswa lain atau tidak, hanya peserta/calon mahasiswa lulus tes yang bisa kuliah di MM UNSOED seperti yang telah kita alami bersama. Demikian juga para dosenpun ikut bersaing bagaimana caranya agar para mahasiswanya bisa dengan mudah menyerap ilmu yang disampaikan sehingga para mahasiswa bisa lulus dengan nilai baik dan bisa menerapkan ilmunya sesuai dengan bidangnya. Para calon legislatif, calon bupati, calon gubernur sampai calon presidenpun selalu menghadapi persaingan. Mereka pasang iklan di jalan-jalan, di media massa atau media elektronik, mengobral janji-janji kepada masyarakat dan menyampaikan visi dan misinya apabila terpilih, bahkan sampai adu argumentasi satu dengan lainya. Semua itu dilakukan hanya untuk memenangkan persaingan agar bisa terpilih.

    Uraian diatas membuktikan bahwa "Persaingan itu sudah ada dimana-mana". Namun disini penulis hanya ingin menyampaikan persaingan dalam suatu perusahaan. Perusahaan didirikan adalah dengan tujuan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya agar kelangsungan hidup suatu perusahaan bisa terjaga. Banyak perusahaan besar namun tidak bisa tahan lama karena kalah bersaing dengan perusahaan lain. Perusahaan tersebut berhenti karena penanganan/adanya manajemen yang salah diantaranya tidak mendapatkan informasi yang akurat sehingga keliru dalam pengambilan keputusan penting atau kebijakan-kebijakan perusahaan yang strategis, atau perusahaan merasa sudah ada pada posisi aman sehingga mengabaikan kepuasan pelanggan dan tidak menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan kesalahan-kesalahan manajemen lainya yang menyebabkan kemunduran suatu perusahaan. Sebaliknya tidak sedikit pula perusahaan kecil namun mampu bertahan dan bersaing dengan perusahaan besar bahkan mampu mengalahkan/menggantikan posisinya sebagai perusahaan yang besar. Tentu hal ini tidak lepas dari penanganan/manajemen yang baik yaitu bahwa perusahaan tersebut benar-benar memahami dan mengakui bahwa "Persaingan sudah ada dimana-mana, persaingan bisa muncul setiap saat dan persaingan bisa datang begitu saja tanpa bisa diduga sebelumnya". Sebagai contoh pada tahun 1970 sampai 1980-an untuk berkomunikasi/mendapatkan informasi orang-orang banyak menggunakan surat/telegram yang dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman surat yang penyampaianya membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun apa yang terjadi sekarang? setelah adanya kemajuan teknologi ternyata diluar dugaan kita, saat ini kita bisa berkomunikasi dengan SMS, email, website seperti yang dilakukan kita sebagai mahasiswa MM UNSOED mengerjakan soal ujian bisa menggunakan webblog. Untuk itulah dalam menghadapi persaingan suatu perusahaan harus menggunakan manajemen yang baik, harus waspada dengan lingkungan yang penuh dengan kemajuan teknologi yang setiap saat bisa menggerogoti produk yang kita hasilkan. Sehingga kita perlu mencari produk pendamping yang bisa dipersiapkan sebagai pengganti produk inti/usaha inti apabila produk inti sudah kalah bersaing atau produk inti sudah jenuh sehingga tidak laku lagi dipasaran sehingga kita bisa memenangkan persaingan dengan produk yang baru sebagai pengganti produk inti/usaha inti tadi.

    ReplyDelete
  26. Purwanto
    NIM : P2CC09055

    ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS UNTUK MENGHADAPI PERSAINGAN

    Pengertian Lingkungan bisnis
    Dalam merumuskan strategi terlebih dahulu harus melakukan analisis lingkungan dengan maksud untuk menyesuaikan dengan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Sebelum membicarakan segala sesuatu mengenai lingkungan bisnis, maka hendaklah dimrngerti terlebih dahulu beberapa istilah, sebagai berikut:
    Lingkungan (eksternal), adalah faktor-faktor yang berada diluar jangkauan perusahaan yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman.
    Analisis : Penelusuran peluang atau ancaman sampai kepangkalnya.
    Analisis lingkungan bisnis: suatu proses yang digunakan para perencana strategi untuk memantau lingkungan bisnis dalam menentukan peluang atau ancaman.
    Mengapa Lingkungan Bisnis perlu dianalisis?
    1. Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangkan sistem pemecahan sedini mungkin terhadap faktor-faktor lingkungan yang dianggap mengancam tujuan perusahaan (early warning system).
    2. Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan yang akan diperoleh lebih efektif.
    3. Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan bisnis terhadap perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai informasi dari lingkungan memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.
    Bagaimanakah analisis Lingkungan Bisnis itu dilakuakan?
    Proses analisis lingkungan dilakukan oleh perencana strategi dengan urutan sbb:
    1. Menganalisis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan yang dapat dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi potensial yang akan datang.
    2. Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap perumusan strategi.
    3. Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan datang terhadap lingkungan bisnis.
    Komponen analisis lingkungan bisnis:
    a. Scanning : mengidentifikasi petunjuk awal dari perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis.
    b. Monitoring : Mendeteksi arti melalui observasi terus menerus atas perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis.
    c. Forcasting : Mengembangkan proyeksi atas hasil yang diantisipasi berdasarkan perubahan dan kecenderungan yang dimonitor.
    d. Assesing : Menentukan waktu dan pentingnya perubahan dan kecenderungan lingkungan bisnis untuk strategi perusahaan dan manajemennya.
    Faktor Lingkungan Bisnis
    I. Lingkungan Mikro (lingkungan industri), adalah para pelaku yang secara langsung berkaitan dengan lingkungan yang mempengaruhi perusahaan. Lingkungan Mikro ini terdiri dari:
    a. Pelanggan
    Para manajer harus dapat mengantisipasi perubahan perilaku konsumen, karena konsumen (pembeli) mempunyai kekuatan tawar menawar, terutama pembeli yang melakukan pembelian dalam jumlah besar. Pembeli cenderung melakukan pembelian secara selektif, apalagi pembeli mempunyai informasi yang lengakap tentang permintaan, harga pasar dan harga pemasok, sehingga posisi tawar menawar pembeli semakin kuat. Oleh karena itu perusahaan harus mampu memperbaiki posisi strateginya. Disamping itu ada pula pembeli yang tidak begitu sensitif terhadap harga, karena yang lebih penting bagi mereka adanya atribut dari produk yang diinginkan.
    To be continue...

    ReplyDelete
  27. TUGAS 4 BUSINEES MANAGEMENT MR. AGUNG PRAPTAPA
    NAMA : AGUS SUYANTO
    NIM : P2CC 09 009
    ANGKATAN : MM 25

    MANAGEMENT UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN

    Dalam perjalanan sejarah manusia persaingan sehat dalam kehidupan adalah hal yang wajar dan barang siapa yang mampu mengubah pola kehidupan untuk selalu mencari cara yang handal dalam mengatur organisasinya dalam mengahadapi persaingan itulah pemenangnya baik itu dalam konteks pribadi atau secara organisasi yang bersama-sama para anggotanya mau diajak bergerak kea rah masa depan yang lebih baik.
    Berbicara masalah cara, pola, teknik mengatur sesuatu dalam oranisasi tidak lepas dari apa yang disebut management yang merupakan bentuk secara komplek untuk mempengaruhi organisasi tersebut dalam mengarahkan tujuan kemana yang akan dicapai. Dari sinilah penulis melihat dalam salah satu cara untuk memenangkan persaingan melalui management yaitu menggunakan system menejemen mutu ISO 9001 : 2008.
    Dalam SMM ISO 9001:2008 dengan falsafah dasar “ Tulislah apa yang dikerjakan dan kerjakanlah apa yang ditulis” dari sini kita akan terbiasa untuk selalu mencatat kegiatan kita sehari-hari maupun sebuah tujuan yang dalam jangka panjang sekalipun, yang berarti pula kita akan selalu mengevaluasi tindakan kita itu dalam kurun waktu tertentu sampai mana kita melangkah dan harus kemana lagi yang akan kita jalani, secara prosedur kita akan mengevaluasi tindakan tindakan kita itu sesuai dengan hasil rekaman/catatan yang sudah kita kerjakan demikian juga akan kita arahkan kemana suatu organisasi sesuai dengan tujuan yang telah kita rencanakan / atau kita tulis dalam rangka mencapai tujuan.
    Pada periode tertentu kita akan melaksanakan tugas evaluasi dalam pelaksanaan Sistem Menejemen Mutu ISO 9001 : 2008 ini dengan apa yang disebut dengan Internal audit dan Eksternal Audit, dimana Internal audit dilaksanakan oleh Auditor dari dalam organisasi itu sendiri sedangkan Ekternal audit akan dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi ISO Internasional dalam rangka pengakuan secara internasional dengan diberikannya sertifikat ISO Internasional. Di saat inilah kita bisa mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan benarkah sesuai harapan sebuah organisasi / menejemen yang antara lain mengevaluasi antara input proses dan outputnya sehingga kita dapat pula mengetahui keberhasilan yang ada yang otomatis harus mengarah persaingan sehat untuk mencapai keunggulan-keunggulan produk yang mengahsilkan output yang bias bersaing di masayarakat dan lebih dari itu diharapkan masyarakat mau mengakui hasil produk kitan yang telah mengguunakan SMM ISO 9001:2008.
    Persaingan didunia bisnis tidak bisa dielakan lagi demikian pula kita harus bisa mengatur strategi untuk bias memenangkan persaingan itu, dalam SMM juga kita diajak untuk untuk merencanakan (plan) apa yang akan jadi tujuan organisasi dengan melihat perkembangan dunia secara regional maupun global kita diharapkan merencanakan tujuan yang unggul baik dari sisi menejemen maupun produk yang akan dihasilkan, setelah kita rencanakan kita kerjakan (do) apa yang mnjadi rencana terbaik kita itu, dan setelah kurun tertentu missal dalam satu semester kita chek hasil produk apa sesuai dengan rencana atau perlu juga di chek proses yang kita kerjakan sudah sesuai prosedur atau ada ketidak sesuaian dari prosesnya akan kita benahi dengan yang lebih baik sesuai rencana yang selanjutnya kita sudah bias Action yang selalu meningkat adari masa ke masa. Dengan demikian baik dari rencana input proses dan output diharapkan melalui sistem menejemen mutu ISO 9001 : 2008 kita mampu bersaing sehingga kita juga dengan menejemn ini mampu memenangkan persaingan.
    Sumber :
    Nasution, M.N. ( 2001 ):” Menejemen Mutu Terpadu”, Jakarta, PT Ghalia Indonesia
    Gasperz, Vincent (2003): “ ISO 9001 : 2000 And Continual Quality Improvement”, Jakarta PT Gramedia Pustaka

    Salam hormat saya pada Mr. Agung Praptapa.

    ReplyDelete
  28. b. Pemasok
    Pemasok juga mempunyai kekuatan tawar menawar terhadap pelaku industri, karena pemasok merupakan ancaman serius yang perlu diperhitungkan. Untuk itu perusahaan perlu membina hubungan yang erat. Pemasok yang kuat dapat menekan laba industri yang dapat mengimbangi dengan kenaikan harganya. Pemasok ini akan bertambah kuat apabila para pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan, tidak menghadapi produk pengganti, produk pemasok merupakan input yang penting bagi hasil produk industri. Hal ini merupakan pelanggan yang penting bagi pemasok dan pemsok menghadapi integrasi kedepan dari pemakai. Kekuatan pemasok dapat dikendalikan oleh suatu perusahaan besar (misalnya perusahaan kelompok konglomerat) sehingga semua persedian pemasok dicaplok oleh perusahaan tersebut.
    c. Pesaing
    Persaingan terjadi karena suatu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat adanya peluang untuk memperbaiki posisi. Strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan-tindakan ofensif atau defensif guna menciptakan posisi yang aman (Defendable Position) terhadap kekutan-kekuatan pesaing. Ada tiga faktor penting yang perlu diperhatikan mengenai persaingan, yaitu:
    1. Masuk dan keluarnya pesaing
    2. Ancaman produk atau jasa pengganti
    3. Kemungkinan terjadinya perubahan dalam strategi pesaing.
    d. Publik (masyarakat)
    Publik sering mengisukan suatu produk atau suatu perusahaan atau suatu merek, sehingga amat mempengaruhi permintaan barang tersebut. Isu publik ini kadang-kadang tajam dibandingkan dengan ancaman lainnya. Isu ini bisa saja dilansir secara sengaja oleh kelompok tertentu yang memang menginginkan kehancuran atau bisa saja secara tidak sengaja. Oleh karena itu perusahaan harus waspada terhadap isu-isu masyarakat ini.
    Lingkungan Makro (Lingkungan Umum)
    Lingkungan makro adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi opersional perusahaan.
    a. Faktor Ekonomi, yang perlu dianalisis adalah:
    1. Siklus ekonomi : depresi, resesi, kebangkitan (recovery) dan kemakmuran (prosperity).
    2. Gejala Inflasi dan deflasi: jika inflasi sangat tinggi maka pengendalian gaji dan harga semakin berat.
    3. Kebijakan Moneter:perubahan tingkat suku bunga, devaluasi dan sebagainya.
    4. Neraca Pembayaran:surplus atau defisit dalam hubungannya terhadap perdagangan luar negeri. Hal ini mengganggu atau memberikan peluang.
    b. Faktor Demografi, terdiri dari:
    1. perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan, misal pada daerah yang jumlah penduduknya menurun, tentu akan memindahkan usahanya ke daerah yang penduduknya tumbuh.
    2. Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk sesuai perubahan umurnya.
    3. Distribusi pendapatan.
    4. Tingkat pengangguran.
    C. Faktor Geografi
    Faktor geografi juga penting diamati oleh perencana strategi untuk menentukan peluang dan ancaman perusahaan, terutama dalam menentukan penambahan lokasi baru bagi perluasan perusahaan.
    d. Faktor Teknologi
    Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan perusahaan, karena perubahan teknologi dapat memberi peluang besar (meningkatkan hasil/tujuan) atau bisa mengancam kedudukan perusahaan. Bahkan perubahan teknologi dapat menjadi malapetaka bagi tenaga kerja, karena akan menggeser mereka dan bertambahnya pengangguran. Dan juga perubahan teknologi akan mempengaruhi daur hidup produk, misalnya dengan munculnya mesin fotocopy maka pasar kertas stensil mengalami penurunan drastis.
    e. Faktor Pemerintah
    Perubahan-perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai bentuk peraturan dapat merupakan peluang dan dapat pula menjadi ancaman/hambatan bagi perusahaan.
    f. Faktor Sosial
    Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan masyarakat, khususnya pelanggan dan karyawan.
    g. Faktor Politik: Kekuatan politik dan perbedaan idiologi menciptakan keamanan yang mendukung berkembangnya perusahaan.

    Purwanto/P2CC09055
    Thanks, referensi:www.blogcatalog.com/anakciremai/

    ReplyDelete
  29. Nama : Satryo Triadhytomo
    NIM : P2CC09044

    Pentingnya manajemen dalam memenangkan persaingan akan digambarkan sebagai berikut :
    Suatu perusahaan yang melakukan persaingan tanpa manajemen konsep atau dengan cara apapun itu akan terlihat dalam jangka panjang, dengan tidak ada nya manajemen suatu perusahaan biasanya hanya untuk jangka pendek saja untuk beberapa bulan akan naik income nya namun akan terus merosot terus hingga tahun berikutnya hingga bangkrut Cost lebih besar dari Income (tidak efisien) dan target tidak tercapai kalaupun tercapai selalu boros (tidak efektif), hal ini karena tidak adanya strategi membuat customer selalu setia atau loyal kepada kita, dikarenakan produk yang dihasilkan hanya untuk mengejar setoran (short term) dan tidak memenuhi kualitas (offspec) apa yang diinginkan customer, sehingga customer akan kecewa dan meninggalkan produknya.
    Sedangkan apabila menggunakan pendekatan manajemen maka perusahaan tidak hanya memikirkan jangka pendek saja namun jangka panjang (Planning) dan bagaimana dari visi misi dan planinng itu dapat ter deploy ke seluruh pekerja (Culture) sehingga arah perusahaan sesuai apa yang diingikan perusahaan,

    sebuah perusahaan atau manajemen akan selalu berusaha apa yang diinginkan customer terpenuhi (Customer focus) sehingga customer selalu loyal dan tidak meninggalkan produk yang dihasilkan (creatif) karena selalu up to date (trend pasar) dan sesuai keinginan customer, apabila perusahaan sudah memiliki pelanggan yang loyal maka akan mempermudah untuk melakukan penetrasi ke area yang lain untuk merebut pasar, namun dengan tidak melupakan kondisi perusahaan (strength, weaknesses, opportunity and threat), dan bagaimana manajaemen yang baik itu mampu mengubah setiap weaknesses menjadi strength, threat menjadi opportunity. Kalau semua sudah sesuai dengan kondisi diatas maka akan terciptalah (virotus circle), dimana profit naik – gaji dan bonus naik – karyawan senang – kerja naik – produksi naik dan efisien – produk kompetitif – customer beli – profit naik dan selalu berulang. Karena ini lah akhir yang diinginkan apabila kita menggunakan manajemen dalam memenangkan persaingan
    Sebagai contoh penerapan dalam konsep manajemen sebagai way of life bisa melihat kepada kutipan wawancara “Warrent Buffett “ diinternet sedangkan ini adalah nasihatnya untuk anak muda :
    Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :
    Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
    Hiduplah secara sederhana.
    Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
    Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.
    Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan;
    gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
    Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri.
    Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya

    ReplyDelete
  30. lanjutan

    Nama : Satryo Triadhytomo
    NIM : P2CC09044

    contoh orang menerapkan manajemen sebagai gaya hidupnya
    Berikut ini adalah wawancara yang pernah Warrent Buffett lakukan dengan CNBC (diharapkan bisa sebagai inpirasi dan motivasi ).

    Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :
    Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.
    Pesan : Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [ Encourage your children to invest ]
    Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.
    Pesan : Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [ Encourage your children to start some kind of business ]
    Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu.Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu. Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.
    Pesan : Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [ Don’t buy more than what you “really need” and encourage your children to do and think the same ]
    Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.
    Pesan : Jadilah apa adanya. [ You are what you are ]
    Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.
    Pesan : Berhematlah [ Always think how you can accomplish things economically ]
    Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan.Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu. Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.
    Pesan : Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [ Assign the right people to the right jobs ]

    Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.
    Pesan : Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [ Set goals and make sure people focus on them ]
    Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas.
    Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.
    Pesan : Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [ Don’t try to show off, just be your self and do what you enjoy doing ]
    Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu.Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit.
    Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.
    Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

    ReplyDelete
  31. Nama : Arso Jatinityooso
    NIM. P2CC09008
    MM25UNSOED

    MANAJEMEN TEAM WORK UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN INSTITUSI PENDIDIKAN

    Pengantar
    Tercapainya tujuan-tujuan suatu organisasi adalah peranan team work (kerjasama tim/ team) sangatlah penting dan perlunya dibangun team work yang solid dan manajemen pendidikan kita menghendaki sekolah akan memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolaan institusinya, pengambilan keputusan akan dilakukan secara partisipatif, pendekatan profesionalisme lebih diutamakan ketimbang birokratik, meningkatkan manajemen yang lebih efesien, serta lebih mengutamakan team work disamping itu juga budaya kerjasama antar fungsi-fungsi dan antar individu dalam sekolah merupakan kebiasaan hidup sehari-hari warga sekolah.
    Manajemen Team Work
    Manajemen merupakan sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melaui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
    Team work adalah sebagai kumpulan individu untuk mencapai tujuan dan merupakan pondasi dari kesuksesan dan team work yang solid menjadi beban semakin ringan dan hasilnya dicapai optimal karena sangat besar kontribusi tercapainya target dari suatu institusi pendidikan. Team work sering tidak disukai karena masing-masing anggota ingin menjadi ketua tidak mau dibawahi meskipun tidak layak baginya dan tidak mau memberikat sedikit ilmu dan pengalaman yang ia miliki demi suksesnya suatu organisasi.
    Suatu institusi pendidikan mana yang tidak menggunakan team work dan bagaimana efektif penggunaan team work berdampak menentukan atas kerja operasional instutusi dalam menentukan team work yang efektif : ukuran kelompok tidak lebih dari 10 orang, jika jumlah anggota besar dalam sub-sub tim; ketrampilan penunjang mempunyai tiga skill yaitu skiil teknik, problem solving, interpersonal dan bila tim memperlihatkan tampilan yang kurang bagus maka perlu diupayakan peningkatannya; tujuan umum dan khusus adalah visi suatu organisasi yang bermakna didambakan oleh para anggota sedangkan tujuan khusus diterjemahkan kedalam tujuan-tujuan kinerja yang spesifik, dapat diukur dan realistis yang akan memberi energi untuk mengarahkan tim menviapkan kinerja tinggi; dan pendekatan umum (Common approach) adalah membuat batasan dan menyepakati pendekatan yang hendak ditempuh suatu tim memberi jaminan bahwa tim adalah terpadu dalam cara-cara mencapai tujuan akhir.
    Hambatan menjadi Team Work Efektif adalah sebagai berikut:
    Lemahnya rasa pengarahan bila para anggota tidak yakin akan tujuan dan pendekatan yang telah ditetapkan ditambah lagi dengan kepemimpinan yang lemah, semakin dekatlah kegagalan.
    Perseteruan menjadi energi terbuang percuma bila para anggota team work menggunakan waktunya untuk cekcok dan menyerang anggota team yang lain.
    Lalai tanggung jawab dengan memperlihatkan kurangnya komitmen dalam team, melakukan manuver anggota lain diminta melakukan pekerjaan dirinya atau menyalahkan manajemen atas kegagalan individu.
    Kurang kepercayaan dengan timbulnya kurang integritas dan ketidak percayaan anggota yang lain.
    Kesejangan ketrampilan jika para anggota team memiliki masalah komunikasi, konflik tidak terpecahkan, dan keputusan tidak pernah dibuat.
    Kurang dukungan eksternal suatu team work sulit eksis untuk bisa mewujudkan potensi team seperti dana, orang, dan peralatan.

    ReplyDelete
  32. Nama : Arso Jatinityooso
    NIM. P2CC09008
    MM25UNSOED

    Mengatasi Hambatan Membangun Team Work Efektif yaitu :
    Merumuskan tujuan yang jelas, team akan memahami tujuan-tujuan mereka dan mereka percaya bahwa tujuan-tujuan mereka itu dapat diwujudkan hasil-hasil yang bermanfaat.
    Mendorong team meraih kemenangan-kemenangan kecil dengan mengidentifikasi dan menetapkan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, dengan tujuan kecil dicapai keberhasilan team diperkuat dan akan meningkat kepercayaan terbangun maka akan melahirkan kesuksesan.
    Merasa saling percaya, apabila kepercaan hilang membutuhkan waktu yang lama untuk membangun kembali dan dapat dengan mudah dirusak dan bagaimana menciptakan iklim saling percaya dengan mendapatkan informasi dengan menjelaskan keputusan manajemen dan memberikan balikan yang akurat, menciptakan keterbukaan dimana anggota tim bebas membahas problem.
    Menilai kerja team dan individu, semua team merasa bangga ketika team sukses dan malu ketika team gagal maka perlu ukuran-ukuran penilaian kinerja yang didasarkan kinerja professional yang didasarkan pada keseluruan kinerja team seberapa besar kontribusi individual terhadap team worknya.
    Memberikan dukungan eksternal yang diperlukan untuk mencapai tujuan adalah tanggung jawab manajer untuk memperlancar dan memotivasi team.
    Memberikan pelatihan membangun team yang menyangkut pemecahan masalah, komunikasi, pemecahan konflik dan proses kelompok bila diperlukan outsorching.
    Kesimpulan
    Dengan dimilikinya team work yang tangguh maka apapun yang telah direncanakan akan semakin mudah direalisasikan dan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan yaitu :
    Manfaat kerja team adalah meningkatkan produktifitas kerja, penggunaan sumber daya efisien, pemecahan masalah lebih tepat, perbaikan mutu produk, tumbuhnya inovasi dan pengambilan keputusan lebih berkualitas.
    Team work yang efektif mempunyai ciri-ciri yaitu tujuan jelas, iklim tidak formal, tiap anggota terdorong berperan aktif, mampu menjadi pendengar, merasa nyaman, keputusan diambil secara konsensus, keterbukaan, kejelasan peran, kepemimpinan dalam kebersamaan, team mengadakan hubungan dengan pihak luar, anggota team mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda dan setiap team secara periodik melakukan self assessment.

    ReplyDelete
  33. Nama : Siti Saminatus Sangadah
    NIM : P2CC09036
    MM Angkatan 25

    Manajemen untuk Memenangkan Persaingan

    di era globalisasi sekarang ini dimana persaingan di semua sektor semakin ketat, maka pelaku bisnis harus mampu menyikapi dengan cermat dan mempunyai cara untuk memenangkan persaingan agar perusahaan yang dikelola tetap eksis, sebab kita sadari bersama bahwa perusahaan yang dulu kelihatan hebat ternyata sekarang sudah menjadi biasa-biasa saja, untuk itu pelaku bisnis harus mempunyai keunggulan manajemen perusahaan untuk mengelola bisnis dengan ketajaman daya saing yang harus dibangun secara sistematis.
    Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan agar perusahaan tetap eksis yang akhirnya dapat memenangkan persaingan antara lain :
    - Menjaga produk agar tetap bermutu
    - Pengiriman barang tepat waktu
    - Layanan cepat
    - Purna jual memuaskan
    - Harga berani bersaing
    Disamping hal tersebut di atas perlu kita ketahui bahwa kecepatan perubahan diluar harus diimbangi dengan kesiapan manusia, sistem, manajemen, kepemimpinan serta informasi yang tepat dan cepat. Bisnis tidak dapat hanya mengandalkan lobi atau hoky tanpa didukung keandalan produk, disamping itu juga kita harus menyadari perubahan internal perusahaan untuk mengimbangi dan mengatasi persaingan juga tuntutan pasar yang berubah dengan cepat dibeberapa sektor bisnis.
    Pola pikir karyawan dan manajemen harus selaras dengan kebutuhan perubahan sehingga mentalitas dan motivasi mereka mempunyai produktifitas kerja yang tinggi, mereka bekerja bukan diukur oleh jam kerja melainkan oleh output yang harus mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  34. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    DI BIDANG PELAYANAN KESEHATAN
    Oleh : SAMUEL ZACHARIAS
    NIM : P2CC09017

    Ketika saya masih sekolah SMP, bahkan sampai menjadi mahasiswa kedokteran, saya selalu berusaha memenangkan persaingan dengan mencatat dengan cermat nilai-nilai para pesaing saya, Setiap kali saya berada pada posisi kalah, saya selalu melakukan analisa, apa yang salah dengan diri saya. Dan pada kesempatan berikutnya, saya tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Analisa kedua adalah analisa kelemahan para pesaing saya, misalnya saya punya teman yang sangat kuat dalam menghafal. Dia pasti jago dalam ujian essay. Sayang, tulisannya jelek. Maka saya mensiasati dengan tulisan yang “indah”. Saya pikir, pasti guru/dosen lebih suka dengan tulisan saya yang bobotnya sama, tetapi lebih enak dibaca. Dan kenyataannya memang demikian.
    Itu hanya sekedar cerita masa lalu. Kini saya sudah memasuki dunia “nyata”. Tetapi persoalannya ternyata tetap memiliki kesamaan : perlu strategi untuk memenangkan persaingan. Saya sering berpikir, yang penting adalah saya memberikan pelayanan terbaik, tidak peduli dengan para pesaing saya. Buat apa saya membebani dengan pikiran-pikiran yang melelahkan itu. Namun ternyata saya tidak dapat melarikan diri dari “persaingan” itu. Karena itu ajakan Mr. Agung Praptapa untuk memikirkan “Manajemen untuk memenangkan persaingan” adalah penting.
    Ada banyak teori, termasuk yang telah ditulis dengan begitu lengkap dan bagusnya oleh kawan-kawan MM 25 yang telah dipostingkan sebelum saya. Namun saya ingin berpikir dan bertindak sesederhana mungkin. Saya ingin kembali kepada salah satu kata kunci yang pernah saya dengar di Penataran P4 jaman dahulu (jadul), yaitu “tenggang rasa”. Atau dengan kalimat yang lebih panjang : “Apa yang kamu ingin orang lain lakukan padamu, lakukanlah kepada orang lain”.
    Jadi pertanyaan pertama adalah “Apa saja kebutuhan para klien saya?” dan pertanyaan kedua “Apa yang dapat saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka secara optimal?”, maksudnya dengan menggunakan semua sumber daya yang saya miliki.
    Kelihatannya sangat sederhana, namun pada kenyataannya para “pesaing” sudah gugur pada kesederhanaan ini. Ingat suatu kalimat sindiran : “Kalau dapat dipersulit, kenapa dipermudah??”. Jadi sebagian pesaing sudah dapat dikalahkan dengan kesederhanaan cara berpikir ini, tentunya jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan konsekuen.
    Untuk para pesaing lain, yang “terhormat”, yang tetap menjunjung tinggi rasa “kemanusiaan yang adil dan beradap”, sebenarnya saya merasa tidak perlu memenangkan persaingan, karena tujuannya sudah sama. Mungkin justru dengan tidak ngoyo, energi tidak banyak terbuang untuk berpikir macam-macam, justru fokus untuk membahagiakan orang lain, yang ujung-ujungnya ternyata sudah memenangkan persaingan.
    Tidak selalu saya sesederhana ini, tetapi kali ini saya ingin mengangkat kesederhanaan sebagai salah satu kunci kemenangan yang penting, walaupun tetap sederhana.

    ReplyDelete
  35. MANAJEMEN YANG TEPAT UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    LARAS KALISTYARINI / P2CC09051
    MM ANGKATAN 25
    Perekonomian saat ini semakin berkembang, hal ini dapat dilihat dari kenaikan kredit pada perbankan. Adanya penurunan suku bunga kredit, yang semakin berpihak pada pengusaha mikro dan kecil. Tetapi kemudahan pengambilan kredit yang tidak disertai strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha, akan merugikan pengusaha mikro dan kecil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memulai sebuah bisnis :
    1. Keunikan dan spesialisasi produk.
    Bisnis senantiasa berkaitan dengan produk yang akan dijual. Keunikan produk akan sangat menentukan daya jual di pasaran. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah spesialisasi produk dan diferensiasi produk, terutama bila Anda berhadapan dengan “pemain lama”. Hal ini akan menghindarkan Anda dari persaingan terbuka yang dapat menghancurkan bisnis Anda lebih dini. Harga yang kompetitif juga menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan.
    2. Lokasi usaha
    Pemilihan lokasi yang tepat sangat menentukan nasib sebuah usaha. Tidak jarang, pemilihan lokasi yang kurang tepat menjadi penyebab kerugian bisnis. Hindari membuka usaha yang terlalu berdekatan dengan pesaing yang kuat. Adanya parkir yang luas juga dipertimabangkan oleh konsumen untuk mendatangi sebuah tempat.
    3. Temukan ceruk pasar yang diabaikan.
    Jangan hanya mengamati para pesaing, tetapi mulailah mencari ceruk pasar yang masih diabaikan atau belum terlayani dengan baik. Sebagai contoh, adanya butik yang dikhususkan untuk wanita yang bertubuh besar, yang kadang diabaikan oleh produsen pakaian jadi.
    . 4. Pelayanan kepada pelanggan.
    Pada dasarnya, setiap orang senang dilayani. Itulah sebabnya, factor pelayanan terhadap pelanggan harus mendapatkan perhatian serius. Jadikan “pelayanan” sebagai nilai tambah dalam bisnis Anda.

    Dari beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah usaha, ada sebuah cerita mengenai keberhasilan seorang wanita yang berhasil mengembangkan usahanya, dengan membuat sebuah keunikan pada produk yang dibuat serta pelayanan yang baik kepada pelanggannya.
    Sri Rezeki atau biasa disapa Jackie, mulai membuka usaha diawal tahun 2008, dengan modal sekitar Rp 300 ribu rupiah. Produk yang dibuat adalah celana panjang yang dipasarkan dengan nama The Pants, keunikan dari celana ini adalah dapat digunakan dalam berbagai macam acara seperti acara resmi, santai, maupun olahraga. Melihat penjualannya yang bagus, kemudian pada bulan April menciptakan CIKE ( singkatan dari Cuci-Pake) yang terbuat dari bahan sprei yang sangat kuat meski dipakai berapa lamapun, tas ini dikonsep seperti kantung plastic/kresek, produk inibanyak dipesan untuk acara seminar, kantor, pelatihan, dan lainnya.
    Setelah dikenal luas Jackie menciptakan TUNIC, yaitu blus panjang yang melebihi panggul yang konsepnya menyerupai pakaian pada zaman kekaisaran Romawi, dan dikonsep agar tidak terlihat seperti busana muslimah/gamis kebanyakan, sehingga wanita yang tidak berkerudung juga cantik saat mengenakannya. Target market adalah wanita berusia sekitar 25-40 tahun.
    Setiap bulan Jackie dipastikan meluncurkan koleksi baru, ini dilakukan untuk menjaga pelanggan. Untuk satu desain, jumlah yang dibuat tidak banyak, ini dilakukan untuk menjaga keorisinalitas produk.
    Jackie juga memiliki memiliki galeri TUNIC yang ada dirumahnya, untuk pelanggan diluar Jakarta biasanya melihat produk dari dari facebooknya. Selain itu juga memiliki costumer retention, yaitu penyimpanan data konsumen yang sudah berbelanja padanya. Ini dimaksudkan agar dapat menginformasikan kepada pelanggan megenai event yang diikuti dan produk terbaru. Dari segi bisnis efeknya sangat bagus karena ini bias menarik pelanggan untuk tetaployal. Jika mereka tidak datang dan membeli minimal mereka tetapingat TUNIC. Target yang dibuat kedepan adalah memasukan pakaian anak dan pria pada koleksinya, tetapi untuk pakaian pria dikhususkan pada celana panjang.
    Sumber : NOVA, No. 1125/XXII, tanggal 14-20 September 2009 dan Renungan Siang Agustus 2009

    ReplyDelete
  36. MANAGEMENT UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    SUHARTO GIRI SANTOSO
    NIM : P2CC09010

    Ekonomi nasional sedang mengalami transformasi yang pesat dan sering menghancurkan. Ada dua kekuatan yang melatarbelakangi perubahan perubahan secara dramatis.
    Yang pertama adalah globalisasi, pertumbuhan perdagangan global dan persaingan internasional yang eksplosif. Sekarang ini tidak ada negara yang dapat tetap terisolasi dari ekonomi dunia. Jika negara itu menutup pasarnya dari persaingan asing, maka penduduknya akan membayar lebih mahal untuk barang berkualitas lebih rendah. Tetapi jika negara itu membuka pasarnya, ia akan menghadapi persaingan ketat dan banyak usaha domestiknya akan menderita.
    Kekuatan yang lain adalah perkembangan teknologi. Dalam dekade sekarang ini terjadi kemajuan luar biasa dalam ketersediaan informasi dan kecepatan komunikasi, bahan-bahan baru, kemajuan biogenetika dan obat-obatan, keajaiban elektronik.
    Paradoksnya adalah globalisasi dan kemajuan teknologi membuka banyak peluang baru bahkan mereka mengancam status quo.
    Perusahaan-perusahaan beroperasi dalam pasar yang mengikuti teori Darwin, yaitu prinsip seleksi alamiah yang mengarah pada “ yang terkuat yang bertahan”. Keberhasilan pasar diraih oleh perusahaan yang paling cocok dengan persyaratan lingkungan saat ini. Berbagai individu, bisnis, kota dan bahkan seluruh negara harus menemukan bagaimana mereka dapat menghasilkan nilai yang dapat dipasarkan (marketable value) yaitu barang dan jasa yang orang mau beli.
    Proses pemasaran dapat diterapkan lebih dari sekedar pemasaran barang dan jasa. Segala sesuatu dapat dipasarkan, termasuk ide, kejadian, organisasi, tempat dan kepribadian. Namun penting untuk ditekankan bahwa pemasaran tidak dimulai dengan suatu produk atau penawaran, tetapi dengan suatu pencarian peluang di pasar.
    Menurut Philip Kotler : pemasaran adalah salah satu bidang paling dinamis dalam arena manajemen. Ada beberapa pemikiran yang ia rangkum untuk dapat memenangkan persaingan, yaitu:
    1. Kualitas, nilai dan kepuasan pelanggan.
    Beragam motivasi untuk membeli suatu produk (kemudahan, status, gaya, keistimewaan, pelayanan , dll) memainkan peran yang kuat kapanpun dan dimanapun mereka berada. Para pelanggan berperan penting dalam memutuskan untuk membeli sesuatu barang.
    2. Membangun dan memelihara hubungan .
    Perusahaan sekarang berusaha untuk menciptakan pelanggan seumur hidup. Mereka membuat database pelanggan yang berisi demografi pelanggan, gaya hidup, tingkat respon pada berbagai propaganda pemasaran, transaksi-transaksi lampau dan menyesuaikan penawaran mereka untuk menghasilkan pelanggan yang puas atau senang yang akan terus setia pada perusahaan/produk.
    3. Pengelolaan proses bisnis dan pengintegrasian fungsi-fungsi bisnis.
    Perusahaan-perusahaan sekarang pengubah pemikiran mereka dari mengelola serangkaian departemen-departemen semi independent, masing-masing dengan logika sendiri, menjadi mengelola satu set proses bisnis fundamental, yang semuanya mempengaruhi pelayanan dan kepuasan pelanggan.
    4. Pemikiran global dan perencanaan pasar local.
    Perusahaan-perusahaan semakin mengejar pasar di luar perbatasan mereka. Saat mereka memasuki pasar-pasar ini, mereka harus membuang asumsi-asumsi tradisional mereka tentang perilaku pasar dan mengadaptasi penawaran mereka pada persyaratan budaya negara-negara lain. Perusahaan menempatkan kekuasaan pengambil keputusan disetiap local yang lebih mereka kenal kondisi ekonomi, politik, hukum dan social setempat. Perusahaan harus berpikir global tetapi berencana dan bertindak local.
    5. Pembangunan persekutuan dan jaringan strategis.
    Saat perusahaan mengglobal, mereka menyadari bahwa bagaimanapun besarnya mereka, mereka kekurangan jumlah sumber daya dan persyaratan untuk berhasil. Dengan melihat jaringan pasokan lengkap untuk menghasilkan nilai, mereka menyadari perlunya kemitraan dengan organisasi-organisasi lain.

    ReplyDelete
  37. SUHARTO GIRI SANTOSO
    NIM: P2CC09010
    lanjutan........
    6. Pemasaran langsung dan online
    Revolusi informasi dan komunikasi akan mengubah sifat pembelian dan penjualan. Orang-orang dimana saja dapat mengakses interner dan homepage perusahaan-perusahaan untuk melihat penawaran dan memesan barang-barang. Melalui pelayanan online mereka dapat memberikan dan menerima saran tentang produk dan jasa, berhubungan dengan pemakai lain, menentukan harga, melakukan pemesanan dan pengiriman pesanan. Hasil kemajuan teknologi database, perusahaan dapat melakukan pemesanan langsung dan kurang bergantung pada perantara grosir dan pengecer. Dibalik ini, sekarang pembelian dilakukan secara otomatis melalui pertukaran data elektronik antar perusahaan. Kecenderungan ini mengarah pada efisiensi pembelian da penjualan yang lebih besar.
    7. Pemasaran jasa.
    Karena jasa tidak berwujud, mudah lenyap (perishable), bervariasi dan tidak terpisahkan, maka jasa memberi tambahan tantangan yang tidak ditemukan dalam pemasaran barang berwujud. Pemasar semakan mengembangkan berbagai strategi untuk perusahaan jasa yang menjual asuransi, perangkat lunak, jasa konsultasi dan jasa-jasa lain.
    8. Industri teknologi tinggi.
    Banyak pertumbuhan ekonomi dikarenakan kebangkitan perusahaan-perusahaan teknologi tinggi, yang berbeda dari perusahaan tradisional. Perusahaan berteknologi tinggiharus menguasai seni memasarkan usaha mereka pada masyarakat keuangan dan bias meyakinkan pelanggan untuk menerima produk baru mereka.
    9. Etika pemasaran.
    Masyarakat pada umumnya warpada terhadap iklan dan pendekatan penjualan yang menyimpang atau berbohong tentang manfaat produk atau yang memanipulasi orang agar membeli tergesa-gesa. Pasar sangat rentan terhadap penyalahgunaan oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa bersalah dan ingin untung dengan mengorbankan orang lain. Pemasar terutama, harus memegang standar yang tinggi dalam mempraktekkan keahlian mereka.

    PETER DRUCKER : Pemasaran adalah hal yang begitu mendasar sehingga tidak dapat dipandang sebagai fungsi yang terpisah. Pemasaran adalah keseluruhan bisnis yang dilihat dari hasil akhirnya, yaitu dari sudut pandang pelanggan. Keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh produsen melainkan oleh pelanggan.

    RAY COREY : pemasaran mencakup semua kegiatan perusahaan untuk beradaptasi dengan ligkungannya secara kreatif dan menguntugkan.

    ReplyDelete
  38. Nama : Widia
    Nim : P2CC09040

    BLUE OCEAN STRATEGI
    DALAM MANAJEMEN PERBANKAN SYARIAH

    Perbankan syariah adalah sebuah wajah baru yang muncul secara ajaib dalam dunia manajemen perbankan di Indonesia.Dalam dunia perbankan yang langsung bersentuhan dengan strategi moneter yang diputuskan pemerintah, perbankan syariah menjadi sebuah benda asing yang mengalir dalam urat darah sistem perbankan nasional kita.
    Perbankan syariah yang berbasis pada sistem bagi hasil secara logika tidak bisa bersentuhan langsung dengan tingkat BI rate yang dipatok oleh Bank Indonesia. Dengan sistem bagi hasil dalam perhitungan landing (kredit) maupun funding (deposito/ tabungan), bank syariah berbisnis menggunakan tingkat imbal bagi hasil dari mitra yang menggunakan dana dari bank syariah.
    Namun kondisi ini tidak bisa berlaku begitu saja mengingat pola pikir masyarakat kita yang beranggapan bahwa bank syariah adalah bank konvensional dengan istilah Arab yang asing di telinga. Bunga di bank konvensional adalah margin murabahah pada bank syariah dan bagi hasil yang dipatok oleh bank syariah adalah prosentase keuntungan fix yang wajib disetorkan nasabah kepada bank syariah. Atau dengan bahasa gampangnya bank syariah adalah bank konvensional dengan istilah-sitilah Arab.
    Sikap apatis dan skeptis dari masyarakat membuat bank syariah hanya mampu mencuil pangsa pasar perbankan Nasional sebesar 2% dibandingkan dengan pangsa pasar bank konvensional. Meskipun sudah bergerak selama belasan tahun, pangsa pasar bank syariah kita tak juga berkembang naik seperti tetangga sebelah Malaysia yang memiliki pangsa pasar bank syariah jauh diatas kita meski Malaysia memulai pengenalan bank syariah belum begitu lama.
    Menghadapi kondisi yang sangat runyam ini, diperlukan strategi khusus untuk pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Kesalahpahaman bahwa bank syariah akan melunaskan pembiayaan (kredit) jika nasabah macet, atau bank syariah adalah lembaga sosial yang tidak boleh menarik agunan nasabah untuk dijual sebagai pelunasan, adalah kerumitan lain yang dihadapi para pelaku perbankan syariah. Belum lagi sosialisasi yang setengah hati dari Bank Indonesia membuat bank syariah tetap menjadi barang asing yang disikapi penuh kecurigaan oleh masyarakat.
    Dengan medan pertempuran tanpa peluang ini, bank syariah mencoba terus bergerak dengan hanya berbekal sistem yang ditawarkan adalah transparan dan lebih berkeadilan. Bagi hasil deposito dan tabungan akan bergerak sesuai dengan tingkat perolehan laba yang diperoleh perusahaan. Bank syariah tidak pandang bulu melayani dengan segenap hati; semua kalangan dari segala suku dan agama. Bank syariah tidak banyak mengumbar jargon tapi terus bergerak pelan tapi pasti. Mengutamakan kejujuran dan persaudaraan.
    Bank syariah tidak bisa masuk dalam medan pertempuran penuh darah. Jika dibenturkan dengan tingkat suku bunga bank konvensional, bank syariah akan selalu kalah bersaing . Jika dibandingkan dengan luas cakupan jaringan layanan kantor, bank syariah selalu kalah dengan bank konvensional. Bank syariah tidak bisa masuk dalam arena persaingan dengan perbankan syariah, sehingga satu-satunya jalan yang bisa dilakukan oleh bank syariah adalah HARUS MENCIPTAKAN PASAR TANPA PESAING DAN BIARKAN KOMPETISI TAK LAGI RELEVAN.
    TO BE CONTINUE

    ReplyDelete
  39. LANJUTAN

    Nama : Widia
    Nim : P2CC09040

    Bank Muamalat lewat tangan dingin sang Maestro Riawan Amin memutuskan merangkul Bank Central Asia yang nota bene adalah bank konvensional terbesar dengan jaringan ATM terluas, bersinergi lewat ATM share yang dapat diambil di seluruh ATM BCA se Indonesia. Tidaklah mungkin bagi bank kecil sekelas Bank Muamalat Indonesia bersaing head to head dengan Bank Central Asia. Jadi KOMPETISI TAK LAGI RELEVAN.
    Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, adalah bank dengan skala mikro yang menawarkan layanan kekeluargaan dengan tingkat kehati-hatian tetap menggunakan standar prudential banking dari Bank Indosesia. BPRS terus bergerak dan tumbuh pelan tapi pasti. BPR Syariah di skala gress root tak pernah dapat bersaing dengan Danamon Simpan Pinjam, Mega Mitra Syariah, atau bank-bank lain yang memiliki modal besar dan jaringan amat luas yang meringsek pasaran kelas menengah ke bawah meski aturan BI menyebutkan bank umum tidak boleh menyasar pasaran mikro kecuali menggunakan Linkage Program.
    Bank Syariah bergerak di dunia kapitalisme yang menuhankan keuntungan materi sebesar-besarnya. Bank syariah tidak bakal bisa bersaing kecuali MENCIPTAKAN ruang pasar tanpa pesaing seperti diajarkan oleh blue ocean strategi. Bank syariah harus menciptakan pasar yang belum ada pesaingnya; Dalam bank syariah, Bapak, Ibu, uang tidak bisa beranak uang sehingga harus diputar dalam proses produksi sehingga menghasilkan laba, yang harus dibagi secara adil dan transparan antara pemilik dana dan pelaku usaha, sehingga tingkat bagi hasil pembiayaan (kredit) maupun deposito atau tabungan seharusnya naik turun mengikuti hasil riil yang diterima pelaku usaha.
    Bank syariah harus menjadikan kompetisi menjadi tidak relevan, karena jika berkompetisi bank syariah akan selalu kalah bersaing. Rangkul pesaing sebagai tolak ukur kemajuan sehingga tidak perlu ada pertempuran dengan sesama pelaku usaha baik usaha perbankan syariah maupun perbankan konvensional.
    Menciptakan dan menangkap peluang baru. Dalam perbankan syariah diperbolehkan melaukan usaha gadai secara syariah karena realita di masyarakat kebutuhan akan gadai barang tergolong cukup tinggi. Bank syariah mampu tampil mewakili kebutuhan baru akan produk gadai yang nyata-nyata dibutuhkan dalam masyarakat.
    Bank syariah harus memadukan keseluruhan sistem, berkeadilan, persaudaraan, kejujuran, tranparansi, akurasi dan etos kerja serta semangat agama sebagai RAHMAT BAGI SELURUH ALAM. Tidak terjebak dalam pemahaman agama yang sempit dan radikal serta menjaga segala bentuk oprasi usaha menggunakan semangat kerja cerdas dan iklas sehingga terhindar dari bentuk-bentuk inevisiensi biaya karena karakter pekerjanya yang gemar melakukan pemborosan di setiap bidang kerja.
    Dengan kata lain, bank syariah pas menggunakan blue ocean strategi sebagai alternatif pengembangan usaha.

    ReplyDelete
  40. NAMA : MUNFARID
    NIM : P2CC09021
    MM UNSOED ANGK 25

    PENTINGNYA MANAJEMEN DALAM MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Dalam dunia bisnis persaingan adalah hal yang sangat wajar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabnya adalah dengan adanya persaingan sesama pelaku bisnis akan menyebabkan perusahaan semakin hidup dan merasakan adanya tantangan yang harus dihadapi agar bisnisnya semakin maju dan survive.

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perusahaan genteng dian :
    1. Penentuan lokasi perusahaan dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.
    2. Operasional perusahaan yang meliputi : Pemilihan bahan baku tanah liat, Proses pencetakan genteng,Proses pengeringan genteng mentah.Proses pembakaran danProses penjualan.
    1. Penentuan Lokasi Perusahaan dan Fasilitas yang dibutuhkan.
    Lokasi perusahaan genteng seharusnya berada ditepi jalan besar yang dapat dilalui kendaraan besar yang nantinya kendaraan besar tersebut akan dijadikan alat transportasi yang efektif dan efisien. Perusahaan genteng banyak membutuhkan mobil untuk mendukung operasiolalnya. Sangatlah susah apabila kendaraan yang dipakai tidak sesuai, karena hal ini menjadikan biaya operasional yang semakin tinggi dan tidak efektif.
    Kendala yang sering dihadapi disini yaitu kerusakan jalan masuk yang otomatis membutuhkan dana ekstra untuk perbaikan yang terus menerus.
    Untuk mengatasi hal ini harus dimanaj agar akses jalan tidak terlalu menyedot dana perbaikan tetapi perusahaannya juga tetap tidak terganggu operasionalnya karena masalah jalan tersebut.
    Selain dari lokasi masih ada fasilitas lain diantaranya bangunan, rak pengering, penampan genteng, mesin press dan gudang penyimpanan.
    Kendala yang dihadapi disini adalah bila kwalitas yang dipakai adalah rendah, hal ini bias mengganggu operasional perusahaan dan menyebabkan penurunan produksi atau hasil.
    Untuk mengatasi hal ini perlu dirumuskan dengan baik sebelum pengadaan fasilitas agar efektif dan efisien,
    2. Operasional Perusahaan.
    Dalam pengoperasiannya perusahaan genteng melaksanakan kegiatan-kegiatan pemilihan bahan baku, pencetakan,peengeringan, pembakaran dan penjualan. Yang harus diperhatikan disini adalah kualitas barang dan kualitas pekerjanya. Selain itu pengelolaan keuangan juga harus dilaksanakan dengan baik.
    Pada prosees pemilihan bahan baku, pencetakan, pengeringan dan pembakaran ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah : Kualitas dan kuantitas barang yang dihasilkan danSDM yang melakukan proses.
    a. Kualitas dan kuantitas barang yang dihasilkan.
    Karena perusahaan genteng menjual produk barang, maka jumlah barang yang dihasilkan dan kwalitas barang tersebut menjadi ukuran perusahaan berhasil atau merugi. Baik jumlah maupun kualitas tidak bisa dipisahkan karena penjualan berdasarkan hal itu.seandainya jumlahnya banyak tetapi kwalitasnya rendah maka nilai penjualannya akan rendah dan otomatis perolehan omset menurun. Dan juga walau kualitasnya baik namun jumlahnya yang baik hanya sedikit maka otomatiss hasilnyapun menurun, karena keterpautan harga yang kualitasnya tinggi tidak terjadi perbedaan harga yang mencolok.

    b. SDM yang melakukan proses.
    SDM sangat dibutuhkan dalam jumlah yang besar untuk perusahaan ini, karena kebanyakan prosesnya adalah manual. Produk yang dihasilkan dari perusahaan ini agak unik yaitu butuh sentuhan keindahan dan kehati-hatian dalam pengerjaan karena sekaali terjadi kesalahan maka hilanglah modal biaya yang telah dikeluarkaan untuk proses sebelumnya.
    SDM disini tidak dituntut kepandaian tertentu namun dibutuhkan konsistensi daalam mengerjakan pekerjaannya. Keterampilannya mudah dipelajari dan hanya satu masalah/bagian pekerjaan jadi mudah dikuasai.

    ReplyDelete
  41. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Oleh : EDI HARTONO, NIM . P2CC09015

    Sebagai salah satu lembaga kesehatan yang memasuki era baru, Departemen kesehatan harus mempersiapkan diri untuk bisa menghadapi tantangan yang lebih berat yang ada di depan, karena mau tidak mau, suka tidak suka tantangan itupasti ada. Untuk bisa menghadapi tantangan tersebut Departemen kesehatan hendaknya mempunyai strategi yang tepat untuk bisa “memenangkan persaingan” dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari sehat. Adanya remunerasi di lingkungan Departemen kesehatan kita jadikan sebagai sebuah tantangan untuk lebih meningkatkan kinerja, dan bisa memberikan pelayanan yang prima dan dengan cara yang profesional kepada masyarakat pencari kesehatan.
    Untuk mengahadapinya mempersiapkan diri secara dini dan maksimal mutlak harus dilakukan, karena kalau tidak mempersiapkan diri pasti kita akan shock, dalam menghadapi tantangan dan tuntutan serta perubahan yang terjadi di masyarakat, untuk menunjang kinerja yang bisa mengahasilkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, diperlukan sumber daya yang tangguh dengan pola pikir yang cerdas. Serta mindset dari para pegawai kesehatan yang telah berubah. Hal-hal yang perlu dipersiapkan diantaranya:
    Pertama, Departemen kesehatan dituntut untuk mempunyai sumber daya manusia yang unggul, tenaga yang bekerja di lingkungan departemen kesehatan mulai cleaning service, security sampai pucuk pimpinan Departemen Kesehatan adalah sumber daya yang betul–betul unggul dan bekerja secara profesional dengan landasan bekerja sebagai ibadah, bekerja sebagai rahmat, dan bekerja sebagai amanah, sehingga motifasi dalam bekerja tidak tergantung pada besar kecilnya materi yang diterima.
    Kedua, Diperlukan analisis kekuatan dan kekurangan yang ada di Departemen kesehatan yang berasal dari komparasi dengan lembaga atau kementerian yang lain, Kalau selama ini mungkin kita berpikiran bahwa mempunyai staf yang rata–rata berpendidikan sarjana sudah merasa sebagai sebuah kekuatan, padahal belum tentu menjadi sebuah kekuatan bila dibandingkan dengan lembaga atau kementerian lain yang mempunyai tenaga–tenaga professional yang rata-rata berpendidikan Master. Seperti yang dikatakan oleh Sun Tzu 400 tahun sebelum Masehi “bahwa kekuatan dan kelemahan itu relatif terhadappesaing kita”. Lebih parah lagi apabila kita berpikiran dan hanya dengan melihat lamanya orang berkecimpung di 
    Departemen kesehatan sudah dianggap sebagai sebuah kekuatan padahal sumber daya tersebut tidak mempunyai visi dan misi pemikiran yang jelas dalam bekerja dan untuk menghadapi perubahan. Supaya memiliki kekuatan yang hebat Departemen kesehatan dalam menghadapi tantangan yang semakin berat dan untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat pencari sehat. Meningkatkan tingkat pendidikan pegawai yang ada di lingkungan Departemen kesehatan mutlak diperlukan, dan yang terpenting semua pegawai yang ada di lingkungan Departemen kesehatan bukan hanya mempunyai pendidikan yang tinggi tetapi juga harus lebih bisa menyadari tugas dan pungsinya, apalah artinya seorang master atau bahkan seorang doctor sekalipun, kalau dia tidak membumi dalam menjalankan tugas dan pungsinya, Para pimpinan Departemen kesehatan harus mampu mendorong para pegawainya untuk bisa lebih meningkatkan tarap pendidikannya.

    ReplyDelete
  42. lanjutan..
    Ketiga, pamanpaatan teknologi informasi pada saat ini sudah tidak bisa ditawar lagi, untuk memberikan pelayanan yang cepat epektif cermat dan efisien. Kalau selama ini pemanpaatan teknologi belum begitu optimal, kita masih menjadi user bagi teknologi sederhana seperti halnya mesin ketik, atau computer sebatas untuk menulis putusan atau BAP saja, ini diperlukan pemikiran dan pandangan yang jauh kedepan, sekali kita bisa mengetik menggunakan komputer, harusnya kita semakin sadar bahwa “kotak pintar” itu sebenarnya bisa di manpaatkan untuk berbagai macam keperluan bukan hanya mengolah data sebatas hasil mengetik saja, tetapi juga bisa kita gunakan untuk menambah wawasan dengan cara mencari informasi di internet yang kita perlukan untuk menunjang
    kinerja dan khazanah keilmuan kita, dan untuk berkomunikasi dengan dunia luar (email dan yang lainnya). Dan memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. (Melalui alamat website) Pemanpaatan teknologi informasi ini mutlak diperlukan untuk lebih bisa mancapai hasil kinerja yang maksimal dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat yang memerlukan inpormasi, pemanpaatan teknologi informasi ini telah mulai bisa kita jalankan sekalipun belum begitu maksimal, ini bisa kita bisa lihat sekarang ini semua Departemen kesehatan khususnya yang berada di lingkungan Departemen kesehatan RI telah mempunyai website sendiri walau belum semua memaksimalkannya, sekalipun demikian kita patut bersyukur dengan adanya instruksi pemanpaatan teknologi informasi dari Badilag (bahkan sampai sempat dilombakan), menjadi sebuah dorongan sekaligus tantangan bagi insan-insankesehatan, sekarang ini
    
    informasi tentang Kesehatan dari mulai profil, sampai dengan penyakit dan yang lain-lain sudah bisa dilihat dengan mudah dan cepat di internet,
    Keempat, untuk mencapai kinerja yang sesuai dengan harapan dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Kita perlu menyadari bahwa keadaan masyarakat saat ini sebagai pihak pencari keadilan sudah mengalami perubahan yang dahsyat, bukan lagi sebagai masyarakat yang terbelenggu dari dari dunia luar, bukan lagi masyarakat yang “gelap” dari informasi seperti dulu, ini disebabkan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang dengan mudah didapatkan mulai dari perkotaan sampai ke pelosok perkampungan informasi mudah didapatkan sekarang ini. Oleh sebab itu sekecil apapun kesalahan yang kita lakukan akan berdampak luas di masyarakat. Mereka akan dengan mudah mempengaruhi lingkungannya dan lebih jauh lagi mereka
    akan balik menuntut atas ketidakpuasan yang mereka terima. Untuk menyikapi penomena tersebut tentunya kita sebagai orang yang berkecimpung di dunia kesehatan harus mempunyai etos kerja dan kesadaran yang dimulai dari hati kita untuk bisa mengabdikan diri dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Mulai Prima dalam proses pelayanan, yaitu pelayanan yang penuh keramahan, prima dalam waktu, yaitu proses pelayanan yang cepat dan mudah, dan prima dalam biaya yaitu dengan biaya yang seringan mungkin.
    Pelayan yang prima bisa dicapai hanya dengan kesadaran kita akan tugas dan pungsi, kemudian dengan cara bekerja sebagai satu tim, sehingga akan lebih mencapai hasil yang maksimal dalam melayani masyarakat. Kita sudah tidak bisa bersantai-santai lagi dalam melayani masyarakat pencari keadilan karena mereka sudah merupakan masyarakat yang well educated yang kritis dalam melihat satu permasalahan.

    ReplyDelete
  43. lanjutan

    Terakhir, kita semua sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus merubah mindset yang selama ini telah terbentuk dalam pikiran kita, dulu pegawai negeri sipil merasa sebagai kelompok yang ekslusif di masyarakat, sehingga banyak terjadi bukannya PNS yang melayani masyarakat, tetapi banyak PNS terutama kalangan pejabat dulu merasa dirinyalah yang harus dilayani oleh bawahannya atau bahkan oleh masyarakat, kita seharusnya bersipat profesional dan mampu meniru mereka yang bekerja di swasta, yang selalu menempatkan konsumen sebagai “the real boss”. Sebagai pegawai negeri diperlukan kesadaran yang penuh akan tugas, kita tidak cukup hanya dengan datang tepat waktu saja, sekalipun kedisiplinan adalah modal utama dalam mencapai suatu tujuan, tetapi harus disertai dengan memberikan pelayanan 
    yang ikhlas kepada masyarakat yang membutuhkan, kita juga harus sadar bahwa selama ini gaji yang kita terima adalah berasal dari masyarakat, dulu di Indonesia perusahaan penerbangan Simpati Air mempunyai cara unik untuk meningkatkan kinerja para karyawannya supaya lebih serius dalam memberikan pelayanan kepada penumpang, yaitu dengan cara menuliskan kalimat “gaji ini berasal dari para penumpang” dalam amplop gaji para karyawan setiap bulannya. Ini semua bertujuan untuk lebih giat dalam melayani customer
    daripada melayani atasannya. Ini bisa kita jadikan sebagai bahan pembelajaran bagi kita sebagai pegawai negeri sipil bahwa tugas kita adalah melayani masyarakat, bukan hanya melayani atasan apalagi kalau kita merasa ingin dilayani oleh masyarakat, karena gaji kita berasal dari masyarakat.
    Mudah-mudahan dengan segala kesungguhan hati kita dalam menjalankan tugas, lembaga kesehatan di Indonesia khususnya Departemen kesehatan menjadi sebuah lembaga yang dapat “memenangkan persaingan” dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dan dapat menyelamatkan diri dari ganasnya hantaman badai KKN yang dapat meruntuhkan semua sendi-sendi lembaga kesehatan yang akan berujung kepada tidak berdirinya supremasi hokum di negeri tercinta kita ini. Amin.
    (EDI HARTONO, NIM. P2CC09015/GASAL 2009 MM 25)

    ReplyDelete
  44. Oleh Pamularsih
    Nim P2CC09038

    BERSAING DENGAN MANAGEMEN SEDERHANA

    Judul yang saya buat sangat tidak menarik. Mungkin orang akan mengabaikan tulisan saya. Padahal ada hal yang sangat menarik di dalam artikel saya ini. Cobalah telusuri satu per satu kalimatnya.
    Saya ambil judul “ BERSAING DENGAN MANAGEMEN SEDERHANA”. Artinya, dalam mengatur perusahaan, sekolah, kantor dan unit kerja yang lain herndaknya dibuat secara falit agar tercipta suatu hasil kerja yang baik, berkwalitas, dan menghasilkan sesuatu yang produktif. Namun yang saya terapkan disini cukup dengan bentuk yang sederhana.
    Penerapan managemen yang terlalu berbelit mengakibatkan kegagalan yang signifikan dengan tujuan yang ingin di capai. Contoh nyata yang bisa kita lihat, kepemilikan KTP yang dikelola oleh kelurahan dan kecamatan dengan managemen yang dianggap rumit oleh sebagian masyarakat dan pelayanan yang kurang cepat dari petugas kecamatan itu sendiri, mengakibatkan sebagian masyarakat yang menganggap sulit birokarasi itu cenderung untuk memilih tidak memiliki KTP. Kegagalan pelayanan di dalam masyrakat seperti ini saya prediksi adalah sebab managemen yang terlalu sulit.
    Kadang orang beranggapan bahwa dengan managemen yang sulit itu, perusahaan, kantor, dan instansi lain merasa bahwa kebijakan yang diambil sudah sangat bagus. Orang tidak menengok kembali siapa yang menjadi obyek dari managemen tersebut. Disinilah letak ketidak berhasilan dari aturan – aturan yang belaku.
    Dengan melihat pengalaman yang seperti itu (salah satu contohnya), tentunya masih banyak lagi di tempat lain, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa managemen yang di terapkan oleh petinggi kantor, perusahan, atau yang lainnya yang modelnya sama, akan mengalami kendala yang berarti untuk majunya perusahaan tersebut.
    Saya mencoba untuk menerapkan “ MANAGEMEN SEDERHANA” pada instansi yang saya pimpin. Mungkin cerita saya ini tidak disukai banyak orang. Karena kadang harus mengorbankan kedudukan karena tidak dianggap sebagai pemimpin dalam kantor saya. Namun yang saya alami adalah ketentraman bekerja, semagat kerja teman – teman saya menjadi lebih bagus, dan hasil yang lebih baik dibanding dengan yang sebelumnya, kepemimpina pada umumnya. Maaf saya tidak pernah menyebut teman – teman saya dengan sebutan anak buah, karena buat saya itu tidak penting dan akan membuat jarak yang nyata sehingga saya akan sulit untuk mengtur dan mengkordinasi mereka dengan enak.
    Managemen adalah suatu dari yang belum ada menjadi ada. Managemen sangat identik dengan aturan – aturan. Yang kita atur adalah manusia yang mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Ilahi Robbi. Hal ini yang menjadi kunci utama saya untuk menerapkan managemen sederhana dalam mengatur instansi saya.
    Mudahnya koordinasi dengan teman – teman itulah yang menbuat teman – teman saya menjadi lebih semangat kerja, berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya dan senang untuk berlama- lama tinggal di kantor ( walau tanpa uang lembur) karena merasa tanggung jawabnya terhadap pekerjaannya harus diselesaikan hari ini, sebab esok ada pekerjaan lain yang harus di selesaikan.

    ReplyDelete
  45. Oleh Pamularsih
    Nim P2CC09038

    Lanjutan,,

    Tidak tertarikkah pembaca dengan metode yang saya terapkan di instansi saya? Sangat mudah caranya. Kunci utama adalah, tanamkan kepada mereka bahwa instansi ini adalah tanggungjawab kita semua ( tim work). Jadi di dalamnya tidak ada orang yang dianggap paling bertanggung jawab. Semua ikut bertanggung jawab secara penuh atas keberhasilan instansi ini. Penugasan yang sesuai dengan kemampuan, keinginan, dan keahlian pun menjadi hal yang perlu untuk dipertimbangkan secara matang agar pekerjaan yang dibebankan kepada orang tersebut dapat selesai pada waktunya dan membuahkan hasil yang maksimal.
    Dengan tidak adanya jarak antara atasan dan bawahan dalam kantor kami, maka untuk kontrol pencapaian target yang menjadi tanggung jawab kita sangat dengan mudah dapat dilakukan. Dengan bertanya secara sederhana sudah bisa terjawab semua hal yang perlu kita control, tanpa harus menghabiskan waktu dengan rapat , meeting, atau hal yang sejenis. Efisien waktu , tenaga dan biaya jelas sudah. Karena tanpa harus dengan pertemuan yang formal kita dapat memperoleh informasi yang maksimal dan sudah sekaligus sebagai control.
    Apa kendala dari semua model atau metode saya ini?
    Banyak memang. Tidak semua orang bisa dan mampu menerapkan metode saya ini karena masih banyak orang yang tidak mampu untuk menanggalkan jabatan dalam dunia kerjanya. Orang lebih cenderung selalu ingin di hormati sesuai dengan jabatannya. Dia lebih takut apabila sampai orang tidak menganggapnya sebagai pemimpin dalam suatu perusahaan atau instansi. Ketakutannya disebabkan karena beranggapan bahwa untuk memimpin karyawan sesuai dengan manageman dan tujuan yang akan dicapai lebih mudah dengan jabatan yang menempel dipundaknya. Padahal justru sebaliknya, kenyataannya tidak akan demikian. Dengan tidak menampakkan jabatannya orang akan merasa segan, lebih hormat, dan akan merasa tidak enak apabila tidak menjalankan aturan yang sudah disepakati barsama. Keberaniaan orang untuk mencoba gaya kepemimpinan seperti ini masih jarang dilakukan.
    Kembali pada hakekat manusia hidup di atas, bahwa pengahargaan pada seseorang karena hasil kerja, merasa dibutuhkan, dianggap mitra yang baik adalah lebih pada pendekatan manusiawi. Hal ini termasuk dalam rangkaian metode managemen sederhana yang saya lakukan itu. Sanjungan bahkan pemberian penghargaan yang tertuju pada orang yang berprestasi, menghasilkan sesuatu yang lebih baik atau menciptakan karya baru dalam dunia kerja sebagai innovasi dalam kinerja suatu instansi merupakan yang wajib diutamakan.

    ReplyDelete
  46. Oleh Pamularsih
    Nim P2CC09038

    Lanjutan,,

    Penghargaan yang diberikan, nilainya tidaklah terlalu berarti disbanding dengan hasil yang sudah dicapai atau prestasi yang diraihnya. Tetapi hal ini sangatlah dibutuhkan sebab orang menjadi merasa sangat dihargai, dibutuhkan keberadaannya bahkan seolah terasa sangat penting adalah suatu metode tepat sebagai pendekatan yang mudah tetapi kadang orang tidak faham.
    Dari sekelumit cerita saya tadi memang jika dibandingkan dengan teori – teori yang sudah kita pelajari seperti tidak falit dan terkesan hanya main – main. Saya yakin hal yang kecil saya tulis ini tidaklah menarik untuk diangkat ke tingkat yang lebih tinggi. Namun untuk keberhasilannya saya berani mengungkap disini karena saya sudah mencobanya.
    Sebenarnya hal ini berawal dari sikap saya yang suka protes terhadap kebijakan yang saya anggap hanya menguntungkan sepihak saja. Dan setiap saya mengajukan usul untuk mengubah aturan itu ternyata meneger lebih menggunakan sikap otoriternya. Dengan pengalaman ini, dan saya selalu menerima perilaku yang tidak menyenangkan buat hati saya maka efek dari peristiwa itu adalah : yang paling sederhana adalah saya enggan usul sesuatu. Yang lain adalah saya merasa bosan dengan kerja yang tidak fariatif, dan saya merasa acuh tak acuh dengan mutu kerja saya toh sekalipun hasilnya lebih baik dari yang lain tetap tidak ada bedanya.
    Akhirnya, untuk mencapai keberhasilan dalam suatu instansi maka perlu menciptakan metode MANAGEMEN SEDERHANA yang dapat mencapai sesuatu menjadi tidak sederhana artinya mencapai keberhasilan yang lebih baik dan lebih sempurana. Dijelaskan oleh dosen kita MR Agung Praptapa bahwa tidak ada managemen yang paling benar dan paling baik. Tetapi bukan berarti bahwa dengan metode yang sederhana lalu menjadi tidak baik.
    Kita dapat menciptakan managemen sesuai yang kita maui ( luwes)dengan menyesuaikan keadaan lingkungan kerja kita, media yang akan dibentuk atau diatur, dan jangka waktu untuk mencapai target tersebut. Jangan lupa untuk memenet secara cermat, teliti, hati – hati dan gunakan pendekatan manusiawi. Sekalipun ini sederhana tetapi saya yakin apabila dikerjakan dengan cara yang professional akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
    Demikian tugas ini saya tulis dibatas akhir waktu dengan tujuan ingin mencari sensasi agar MR Agung Praptapa membaca dengan cermat. Mudah – mudahan dapat menjadi artikel yang bermanfaat. Tetapi saya mohon maaf yang seiklas – iklasnya karena keterlambatan pengiriman tugas saya.

    ReplyDelete
  47. BAMBANG WIDADI
    NIM P2CC09007
    PENINGKATAN MANAGERIAL DALAM UPAYA MEMENANGKAN PERSAINGAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN.

    Upaya Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Pertama Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upaya peningkatan kualitas sekolah melalui program Rintisan Sekolah Bertaraf Interbasional terus mendapatkan reaksi positip dari sekolah.
    Reaksi positip tersebut tampak pada upaya peningkatan 8 standar pendidikan :
    1. Standar Isi(Kurikulum)
    2. Standar Proses
    3. Standar Kelulusan(SKL)
    4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    5. Standar Sarana dan Prasarana
    6. Standar Pengelolaan Pendidikan
    7. Standar Pembiayaan
    8. Standar Penilaian
    Peningkatan 8 standar tersebut terus dikembangkan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia secara umum dan di sekolah kami SMP Negeri 3 Kebumen pada khususnya. Pengembangan dan peningkatan kedelapan standar tersebut bukan berarti tanpa hambatan, masih banyak persoalaan yang membelit optimalisasi program-program tersebut.
    Berkaitan dengan hambatan-hambatan yang ada perlu kiranya didorong upaya pengembangan sekolah guna peningkatan dari delapan aspek tersebut. Dorongan yang dimaksud adalah adanya peningkatan KEMAMPUAN MANAJERIAL SEKOLAH dan dukungan DANA dalam pelaksanaan kegiatan.
    Oleh karena itu sekolah kami berupaya ikut "berkompetisi" dengan mengajukan program startegis kepada pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami berasumsi peningkatan kemampuan manajerial sekolah dan dukungan dana tersebut akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menuntaskan program Dikdas 9 tahun yang lebih baik.
    Mencermati data dari IPM Kabupaten Kebumen 18,39% masyarakat kebumen saat ini yang hanya tamat SMP, lebih menggugah sekolah kami untuk segera melangkah melaksanakan peningkatan kedelapan standar aspek pendidikan di atas agaknya mampu kami tingkatan untuk dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (SLTA)

    ReplyDelete
  48. BAMBANG WIDADI lanjutan ...
    P2CC09007
    Dengan adanya peningkatan kamampuan manajerial dan dukungan dana dari Direktoral Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dirjen MANDIDASMEN, SMP 3 akan melangkah sesuai dengan garis-garis yang telah ditetapkan melalui peningkatan delapan aspek standar pendidikan.
    1. Standar Kelulusan (SKL) : peningkatan rata-rata 0,1 setiap matapelajaran, perbaikan peringkat UN tingkat Kabupaten dan Jawa Tengah. Peraihan kejuaraan tingakat Provinsi dan Nasional
    2. Standar Kurikulum : Mengembangkan kurikulum SNP+X, dengan pengembangan jalinan sekolah di luar negeri (sister school)
    3. Standar Proses : mengembangkan komunikasi multi arah (siswa-siswa, guru-siswa, guru-guru) dengan optimalisasi ICT (Hotspot area). kualitas proses pembelajaran tidak lagi ditentukan "lamanya jam tatap muka"
    4. Standar Pendidik dan Kependidikan : mendorong guru untuk meningkatan kapasitas melalui pelatihan dan studu lanjut.
    5. Standar Sarana dan Prasarana : melengkapi kelas dengan LCD Projector, dan sarana lain berstandar Internasional
    6. Standar Manajemen : Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah yang demokratis, transparan,dan akuntabel dengan upaya meraih sertifikat ISO.
    7. Standar Pembiayaan : pengembangan pembiayaan secara berangsur-angsur mencapai Rp.600.000/siswa/bulan melalui dana masyarkat dan bantuan pemerintah.
    8. Standar Penilaian : mengikuti penilaian Internasional ICAS
    dengan upaya-upaya tersebut kami berharap mampu memenangkan persaingan di tingkat Nasional dan Internasional.

    ReplyDelete
  49. from : Frida Eriyantono
    NIM : P2CC09057
    " Managemen untuk Memenangkan Persaingan "
    Tiada yang tidak mungkin dalam hidup ini,semua serba mungkin apabila kita mau berusaha dan berdoa.Untuk itu dalam suatu usaha harus selalu mempertimbangkan banyak hal,antara lain 1. Sumber Daya Manusia
    2. Sarana dan Prasarana
    3. Regulasi baik lokal maupun nasional
    Untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah karena harus memanage dengan baik.
    Maka untuk memenangkan persaingan diperlukan suatu sistem analisa yaitu analisa SWOT :
    - Strength (kekuatan)
    - Weakness (kelemahan)
    - Opportunity (peluang)
    - Treath (ancaman)
    Hal tersebut harus kita ketahui dan harus dimanage dengan baik untuk memenangkan persaingan yang kita inginkan.
    Untuk mencapai hal tersebut perlu didukung Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan teknologi yang sesuai,sehingga akan tercapai kemenangan dalam persaingan yang makin ketat saat ini.

    ReplyDelete
  50. Widyastuti Farida
    P2CC09045

    Manajemen dan Memenangkan Persaingan

    Di dalam dunia bisnis persaingan tidak dapat dihindari, hal ini terjadi karena terkadang perusahaan atau seseorang terlalu fokus pada pesaing di depan dan samping yang berada dekat dalam jarak pandang sehingga melewatkan, mengabaikan pesaing yang terletak di luar jarak pandang. Kejadian ini seperti mengendarai kendaraan dengan melihat kaca spion bukan jalan di depan. Orientasinya lebih kepada masa lalu. Kalau jalan di depan mulus dan lurus mungkin selamat. Tapi kalau jalan di depan rusak atau tiba-tiba ada halangan atau tikungan pasti akan lebih banyak celakanya daripada selamat.
    Menurut Andy Groove, dalam bukunya yang berjudul “Only Paranoid Survive”, ada tiga hal yang dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan suatu usaha. Yang pertama, beliau melihat salah satu trend global yang sedang terjadi adalah perubahan produk yang cepat. Dalam hal ini konsumen akan cepat beralih kepada produk lain yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan nilai yang sesuai. Umur produk yang semakin singkat. Karena kemajuan teknologi ada barang-barang yang akan ditinggalkan pemakaiannya meskipun dulunya sangat laris dan populer. Tergantikan oleh barang-barang yang bisa saja benar-benar berbeda dari barang sebelumnya karena kebiasaan telah berubah. Hal ini dapat dilihat dari contoh produk sabun cuci muka. Dahulu, orang membeli sabun cuci muka biasa, tanpa melihat kandungan yang ada dalam produk tersebut, apakah sabun tersebut terdapat kandungan pemutihnya atau tidak. Mereka hanya berfikir asal sabun itu dapat membersihkan wajah saja. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, sekarang orang khususnya wanita lebih memilih untuk membeli sabun cuci muka yang mengandung whitening atau pemutih. Karena ada semacam tren bahwa putih itu cantik.
    Yang kedua hal yang menjadi ancaman bagi suatu usaha adalah faktor merasa cepat puas diri dalam mencapai kesuksesan. Apabila suatu perusahaan atau seseorang telah tercapai targetnya, maka lebih baik tidak merasa puas diri. Karena suatu kesuksesan sangat bergantung dari waktu. Akan sulit untuk dipertahankan bila lingkungan, situasi, kondisi berbeda maka formula kemenangan yang dulu unggul akan kehilangan relevansinya.
    Menurut Jagdish Sheth mendeskripsikan adanya tujuh penyakit yang menghancurkan perusahaan-perusahaan bagus. Pertama, the "cocoon" of denial. Orang menemukan, mengakui, menghitung, dan malah meninggalkannya. Kedua, the stigma of arrogance. Orang-orang arogan cenderung tidak mau belajar lagi. Untuk apa belajar lagi kalau keberhasilan sudah di genggaman? Kalau hari ini sudah berhasi besok pasti akan berhasil lagi, demikian pikir mereka. Pola pikir seperti ini menganggap belajar itu adalah hanya untuk anak-anak sekolahan. Setelah lulus tidak perlu belajar lagi. Jelas ini sangat keliru. Untuk terus menang dalam pertandingan bisnis dan kehidupan tak ada kata berhenti untuk belajar. Karena kalau berhenti belajar akibat yang pasti adalah kalah. Ketiga, comfort zone. Orang lebih senang berdiam diri bila sudah memasuki tahap mapan. Belajar menuntut perubahan. Perubahan pola pikir itu yang pasti. Terus berubah bukanlah hal yang nyaman untuk dilakukan apabila tidak terbiasa berubah. Keempat, masalah teritori (the territorial impulse). Orang merasa menguasai teritorinya sehingga orang lain tidak boleh masuk. Bantuan dari pihak luar dianggap sebagai tanda kelemahan. Padahal, menerima bantuan bukanlah tanda kelemahan. Justru orang besar di perusahaan besar bersedia menerima bantuan meskipun hanya sekedar saran atau kritikan. Mereka sadar bahwa di era informasi yang luar biasa perkembangannya ini kita tidak mungkin mampu menguasai semuanya sehingga perlu adanya pembagian tugas. Orang-orang yang memiliki kemampuan yang berbeda bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan bersama dengan cara meminimalkan kelemahan masing-masing.

    ReplyDelete
  51. Widyastuti Farida
    P2CC09045
    Part 2,

    Kelima, obsesi terhadap volume (the obsession of volume). Orang terobsesi memiliki sebanyak-banyaknya dan menguasai seluas-luasnya. Termasuk menguasai negara, pulau, dan dunia. "Jadi, larinya ke market share dan menjadi pelaku yang dominan di pasar. Padahal bukan pelaku dominan dari segi kekuasaan, tapi dari segi keuntungan yang akan menikmati kemenangan," katanya.
    Keenam, ketergantungan pada kompetensi yang sudah tidak cocok lagi dengan zaman (the curse of incumbency).
    Ketujuh, ada kecenderungan orang melihat pasar secara sempit (the threat of myopia). Padahal pasar itu sedemikian luas sehingga strategi yang diperlukan juga kadangkala tidak baku pada suatu pasar tertentu yang belum tentu dapat diterapkan pada pasar lainnya.
    Di dalam dunia bisnis persaingan tidak dapat dihindari, oleh karena itu sangat diperlukan strategi yang tepat agar dapat bertahan di tengah persaingan bisnis yang sangat ketat. Maka kenali diri Anda dengan baik, mengenal musuh Anda, dan mengenal tempat di mana kita bertarung agar dapat terus bersaing dengan sehat.

    ReplyDelete
  52. Nama : Nur Wakhidah
    P2CC09035/ 2009
    Menejemen Untuk Memenangkan Persaingan
    Pengelolaan TK Untuk Memenangkan Persaingan
    Sesuai dengan tujuannya pendidikan TK adalah untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, penetahuan, ketrampilandan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya dalam rangka memasuki sekolah dasar.
    Dalam kerangka ini pendididkan usia dini menjadi sangat setrategis, sebab jenjang ini adapah masa nyang baik untuk meletakkan dasar yang kokoh bagi perkembangan mental emosional anak, para ahli sering menyebut sebagai usia emas (Golden Age)
    Srsuai dengan tujuan pendidikan di TK banyak sekolah TK yang menyimpang dari aturan untuk memenangkan persaingan dengan mengajarkan membaca, menulis dan menghitung seperti di SD, untuk memperoleh siswa yang banyak dan kadang juga hal itu dilakukan karena perminaan wali anak didik dan ada pendapat atau penilaian masyarakat kalau TK tidak mengajarkan membaca, menuslis dan berhitung bukan TK yang berkualitas.
    Namun hal itu tidak menjadikan saya gentar dengan persaingan tersebut.Saya berusaha menjalankan tugas dengan benar sesuai kurikulum yang berlaku.Saya berusa mengedepankan bagaimana pengembangan sekolah harus direncanakan, dan melibatkan guru dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah, lalu bagaimana manajemen sekolah berperan dalam hal ini.
    Secara umum manajemen adalah proses mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fase utama yaitu:
     Perencanaan (Planing)
     Organisasi (Organizing)
     Memimpin (Leading)
     Mengendalikan (Controling)
    Dengan demikian manajemen adalah kegiatan yang berkesinambungan.
    Adapun manajemen pendidikan adalah: keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil materiil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
    Dengan tekad bulat saya berusaha mengelola TK dengan memanfaatkan semu personil material yang tersedia untuk memenangkan persaingan

    ReplyDelete
  53. Part 2
    Nama : Nur Wakhidah
    P2CC09035/ 2009Awalnya saya tidak percaya dengan keadaan TK tempat saya bekerja TK Dharmawanita Giwangretno dengan keadaannya yang sangat memprihatinkan, hanya ada gedung dan meja kursi saja saat itu tanpa ada alat permainan yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Dengan keadaan yang seperti itu saya berusaha dengan dorongan atau dukungan dari pengawas dan yayasan yang memimta saya untuk mengembangakn TK tersebut.
    Dengan melihat keadaan saya mengambil langkah :
     Berusaha pendekatan dengan wali murid dan membicarakan mengenai keadaan TK dan memberikan gambaran tentang pendidikan TK yang seharusnya dipenuhi. Dengan penambahan alat bermain bagi anak-anak.
     Pembenahan administrasi TK yang harus dipenuhi sesuai petunjuk aturan yang ada.
     Peningkatan mutu guru dengan mengikutsertakan guru untuk penataran dan seminar pendidikan anak usia dini.
     Melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum yang berlaku.
     Peningkatan kedisiplinan kepala dan guru sebagai contoh bagi anak didik.
     Menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar , yayasan dan dinas terkait untuk membantu pengembangan penyelenggaraan TK.
    Dengan lankah tersebut tahap demi tahap TK Dharmawanita Giwangretno mendapat kepercayaan dari masyarakat. Awal saya bekerja di TK tersebut siswnya hanya 20 saja, karena banyak anak yang masuk TK tetangga yang berdekatan. Namun setelah saya berusaha mengatur dan mengelola TK tersebut lama kelamaan TK tersebut mandapat kepercayaan yang baik dari masyarakat.Dibawah ini adalah daftar anak didik selama 10 tahun berjalan:
     2000-2001 sejumlah 44 siswa.
     2001-2002 sejumlah 43 siswa.
     2002-2003 sejumlah 41 siswa.
     2003-2004 sejumlah 45 siswa.
     2004-2005 sejumlah 34 siswa.
     2005-2006 sejumlah 52 siswa.
     2006-2007 sejumlah 28 siswa.
     2007-2008 sejumlah 30 siswa.
     2008-2009 sejumlah 33 siswa.
     2009-2010 sejumlah 35 siswa.
    Dan juga untuk TK tersebut termasuk TK yang terbaik di kecamatan khusus untuk TK naungan yayasan Dharmawanita.
    Pada tahun 2005 diadakan akreditasi sekolah, TK Dharmawanita Giwangretno mendapat nilai (A). Dari 19 TK satu kecamatan hanya TK Dharmawanita Giwangretno yang mendapat nilai (A). Itulah hasil Keberhasilan manajeman untuk memenangkan persaingan.
    Selamat Berjuang Dengan Manajemen Memenangkan Persaingan Semoga Sukses
    Literatur:
     Pengarahan Dirjen Mendikdasmen Pada Pembukaan Rakor Pembinaan TK.
     Data Siswa TK Dharma Wanita Giwangretno.

    ReplyDelete
  54. Nama : Mahmud Manaf
    NIM : P2CC09031

    MEMENANGKAN PERSAINGAN

    Mengelola suatu bisnis tidak hanya melulu diperlukan skill yang mumpuni, tapi juga diperlukan naluri dan tangan dingin agar bisnis yang dijalankan tetap eksis. Apalagi bila kita ingin agar bisnis yang dikembangkan menjadi rajanya, masih diperlukan seni manajemen yang pas.

    Produk yang dijual sama, harga sama, kualitas sama, para pesaing ada dimana-mana. Bagaimana kita bisa masuk dan memenangi persaingan? Memenangi persaingan disini kita artikan bahwa produk kita selalu menjadi pilihan utama konsumen, merajai pangsa pasar dan model pemasaran menjadi panutan para pesaing.

    Menurut orang Cina kuno, persaingan bisnis identik dengan medan peperangan, untuk memenangkan peperangan ada beberapa hal yang harus dipahami. Yakni, mengetahui kekuatan sendiri dan kekuatan lawan, memahami kelemahan sendiri dan keunggulan lawan, mengenal medan pertempuran serta menggunakan siasat yang tepat.

    Manajer, sebagai seorang panglima perang bisnis tentu ingin memenangi persaingan. Beberapa tips yang bisa dijalankan untuk menang dalam persaingan bisnis.

    1. POSISIONING
    Buatlah produk kita mudah diingat oleh konsumen, maksudnya bila konsumen melihat sesuatu atau membutuhkan sesuatu, dipikiran pertama konsumen adalah produk kita. Contoh, produk extra joss memposisioningkan sebagai minuman penambah stamina. Begitu gencarnya mereka mempromosikan diri sebagai minuman penambah stamina, sehingga setiap lelaki terutama pekerja keras dan olah ragawan bila ingin kuat minum extra joss.

    2. MENDEKAT KONSUMEN
    Usahakan, outlet-outlet produk kita terletak ditempat-tempat yang strategis. Mudah dicari dan terjangkau oleh konsumen. Bila produk yang dijual adalah jasa keuangan, bukalah outlet dipusat perekonomian. Misalnya, di pasar, di mall, di lingkungan perguruan tinggi, di lingkungan perkantoran pemerintah dan juga di pemukiman penduduk (perumahan).

    3. SETIAP KARYAWAN ADALAH PEMASAR
    Apabila kita hendak mengurus suatu keperluan di kantor pemerintah yang belum pernah kita kenal sebelumnya, kita merasa setiap orang yang keseharian ada di lingkungan tersebut adalah pegawainya. Bila perlu informasi, kita anggap mereka tahu dan dapat membantu apa yang diperlukan kita.
    Demikian juga, setiap karyawan di lingkugan unit bisnis kita, harus memahami benar informasi-informasi tentang produk yang dijual. Jangan sampai permintaan informasi oleh konsumen tidak bisa dipenuhi dengan maksimal.
    Harus dipahami bahwa tugas pemasaran bukan hanya menjadi tanggungjawab bagian Pemasaran tapi tugas setiap individu organisasi.

    4. MENGINGATKAN KONSUMEN (PELANGGAN)
    Tidak mudah untuk mempunyai konsumen yang loyal kepada produk kita, mereka akan mudah melupakan kita apalagi bila banyak produk sejenis yang ditawarkan di luar. Oleh sebab itu, jangan bosan-bosan untuk selalu mengingatkan konsumen akan keberadaan produk kita. Bisa dengan iklan, menyebar brosur secara rutin, ataupun mengingatkan lewat sms.

    5. TEPATI JANJI
    Di depan rumah, ada penjual rokok dengan gerobak dorong. Selain rokok dia juga menjual produk lain. Setahu saya, dia mulai berjualan dari jam 5 sore hingga jam 2 pagi. Jadi bila tengah malam perlu rokok saya tidak khawatir karena saya yakin di depan rumah tersedia.
    Demikian juga outlet kita, jam kerjanya harus jelas. Tidak boleh tutup semaunya sendiri. Apa yang kita tawarkan dan janjikan harus penuhi. Jangan sampai konsumen kecewa karena hal-hal yang sepele.

    6. PELAYANAN PRIMA
    Yang membuat produk kita lebih unggul dari yang lain ada pada layanannya. Pelayanan prima yang berkesan dan memuaskan pelanggan akan menciptakan pelanggan loyal. Dari pelanggan loyal inilah kita dapat menyebarkan informasi secara gratis dan tepat sasaran.

    ReplyDelete
  55. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    DISEKTOR PERBANKAN MELALUI
    IMPLEMENTASI KEUNGGULAN TEKNOLOGI INFORMASI
    (Isa Anshory – Nim P2CC09013/2009- MM 25)

    Industri perbankan Indonesia masih belum pulih sepenuhnya akibat hantaman krisis ekonomi sejak pertengahan tahun 1997/1998 DAN 2007/2008. Berbagai indikator perbankan seperti Loan to Deposit Ratio (LDR) masih cukup tinggi dan struktur dana pihak ketiga masih didominasi oleh dana jangka pendek seperti giro dan tabungan, hal tersebut menunjukkan bahwa perbankan belum dapat menjalankan fungsi utamanya dalam sistem perekonomian, yaitu fungsi intermediasi.

    PROFIL PERSAINGAN USAHA DALAM INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA
    Perbankan mulai menunjukkan peningkatan kinerjanya dari posisi keterpurukan selama krisis ekonomi. Dalam rangka penyehatan serta pemulihan industri perbankan nasional, BI telah mengambil beberapa kebijakan diantaranya adalah implementasi prinsip manajemen resiko (sesuai dengan Bassel Accord), Know Your Customer Principles, Kepemilikan Tunggal pada Perbankan Indonesia dan lain-lain yang secara keseluruhan dirangkai dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API).
    API tersebut diharapkan menjadi blue print sekaligus acuan bagi struktur industri perbankan Indonesia mendorong bank (terutama bank menengah-kecil) untuk melakukan merjer/akuisisi yang dapat meningkatkan efisiensi sekaligus penguatan konsolidasi perbankan, namun di sisi lain dapat mengakibatkan terjadinya pemusatan konsentrasi pangsa pasar pada sekelompok bank tertentu.
    Selain isu yang terkait dengan struktur pasar, juga terdapat isu persaingan usaha lain dalam industri perbankan yang dapat teridentifikasi. Beberapa isu tersebut antara lain interaksi dan koordinasi yang sangat kuat antar bank dalam menjalankan kegiatan operasionalnya seperti standardisasi penetapan suku bunga, risk based pricing, struktur biaya, kebijakan kerjasama termasuk juga adalah program marketing dan promosi. Sebagai bagian dari sistem perbankan, maka interaksi dan koordinasi dalam kegiatan operasional bank sebagai pelaku usaha adalah suatu konsekwensi yang wajar. Sehingga secara operasional pola usaha bank relatif sama, yang membedakan adalah dalam hal skala usaha dan kecanggihan teknologi informasi serta jasa yang diberikan kepada para nasabahnya.

    ReplyDelete
  56. lANJUTAN
    (Isa Anshory - NIM P2CC09013/2009 MM25)
    KONSEP PERSAINGAN USAHA DALAM INDUSTRI PERBANKAN
    Sudah menjadi kesepahaman umum bahwa industri perbankan memiliki karakteristik yang berbeda dibanding industri lainnya. Dengan demikian, berbeda dari kondisi industri pada umumnya, persaingan yang terlalu ketat (overcompetition) dalam industri perbankan akan memaksa bank untuk mengambil excessive risk (terutama dalam persaingan untk pasar kredit dan deposito). Hal tersebut dapat menjurus kepada ketidakstabilan sistem keuangan (Broecker 1990, Rhiordan 1993, Besanko dan Thankor 1993). Hal tersebut sudah diuji secara empiris oleh Matutes and Vives (2000) dimana kesimpulannya adalah persaingan yang ketat dalam pasar deposit akan mengakibatkan excessive risk taking oleh bank, walaupun sudah terdapat mekanisme penjaminan simpanan. Akibatnya adalah muncul kesan bahwa terdapat trade off antara kestabilan dan persaingan dalam industri perbankan (Toolsema, 2004).
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah mempengaruhi perkembangan ilmu ekonomi, sejalan dengan trilogi revolusi, yaitu pertanian, industri dan terakhir revolusi informasi yang disulut oleh tiga trend makro (digitasi, mobilitas modal dan liberalisasi), salah satunya dampak dari revolusi informasi adalah munculnya konsep Ekonomi Baru atau The New Economy, di mana dalam konsep ini aset tak berwujud menjadi bagian yang sangat penting, diantaranya adalah properti intelektual, SDM unggul, merek/brand dan jejaring/network.
    Dampak penerapan Ekonomi Baru ditandai dengan tingginya penetrasi penggunaan IT(Information Technology) dalam proses transaksi bisnis, sehingga konsep tersebut berkembang menjadi Digital Economy, selain itu pengaruh pemanfaatan jaringan teknologi berupa jaringan komputer dan internet diseluruh dunia, serta jaringan fisik antar negara dalam era keterbukaan dan globalisasi, telah melahirkan konsep Network Economy, konsep inilah akhirnya melahirkan suatu konsep yang disebut Knowledge Economy, yaitu ekonomi yang senantiasa dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki termasuk kalangan perbankan.
    Dengan perubahan paradigma itu, Ekonomi Baru telah menggeser fokus sumber daya manusia di suatu bank, dari pekerja fisik di era industri, menjadi ”pekerja pengetahuan” di era informasi. Persaingan di era ekonomi baru telah berubah secara signifikan, yaitu dari berlomba untuk mendapatkan teknologi yang terbaik untuk menghasilkan lebih banyak, lebih efisien dan lebih murah dalam hal produksi fisik, menjadi berlomba dalam mencari cara untuk memanfaatkan sebaik-baiknya pengetahuan dan informasi yang telah dimiliki secara lebih efisien dari yang dilakukan oleh para pesaingnya.
    Semakin baik bank dalam memanfaatkan pengetahuan dan informasi yang dimilikinya, maka semakin baik pula kemampuan bank tersebut untuk memenangkan persaingan. Persaingan antar bank merupakan hal yang wajar terjadi, karena suatu produk yang ditawarkan oleh satu bank sangat dimungkinkan ditawarkan pula oleh bank lain, dengan tipe dan karakteristik yang relatif sama. Namun sumberdaya dan kapabilitas antar bank sangat berbeda, satu dengan yang lainnya.
    BERSAMBUNG KE HAL 3

    ReplyDelete
  57. lanjutan 3/3
    (Isa Anshory-NIM P2CC09013/2009 MM25)
    Michael Porter (1985) dalam teori manajemennya memperkenalkan “Five Force” yaitu lima kekuatan yang menjadi ancaman dalam persaingan;
    1. Ancaman pertama datang dari pesaing yang menawarkan produk atau jasa dengan karakteristik yang relatif sama bahkan telah cukup lama menjadi kompetitor.
    2. Ancaman kedua datang dari pesaing baru yang juga menawarkan produk atau jasa yang relatif sama. Dalam era globalisasi informasi, pesaing baru bukan hanya bank yang secara fisik datang dari lingkungan geografis lokal, tapi datang dari negara lain, yang dengan kekuatan teknologinya mampu menawarkan produk atau jasa melalui jalur komunikasi semacam internet.
    3. Ancaman ke tiga datang dari bank yang dengan kemampuan sumberdaya dan kapabilitasnya, mampu menawarkan produk atau jasa subtitusi, yang memiliki nilai manfaat yang lebih baik dari produk atau jasa yang dihasilkan bank.
    4. Ancaman ke empat datang dari rekanan yang merupakan supplier (pemasok) yang memberikan produk dan jasa serupa.
    5. Ancaman berikutnya berasal dari para nasabah sendiri, karena nasabah memiliki kekuatan yang lebih besar dalam menentukan produk-produk mana yang akan dipilihnya, belum lagi tuntutan nasabah untuk menuntut pelayanan yang prima dan uniq sebagai konsekuensi logis dari konsep Customers Satisfaction (Kepuasan Pelanggan).
    Kesimpulan
    Untuk membangun kemampuan bank agar dapat bersaing dan memenangkan persaingan dalam era manajemen modern, kalangan perbankan senantiasa harus selalu mencari cara-cara untuk memperbaiki produktivitas dan efisiensi dalam infrastruktur bank, mulai dari front-office sampai back-office, hingga implementasi konsep Business-nya dengan menggunakan Teknologi Informasi mengingat dari sisi manajemen secara operasional satu dengan lainnya hampir sama sesuai dengan regulasi dari otoritas perbankan atau Bank Indonesia.
    REFERENSI
    Besanko. D. and V. Thakor. (1993). Relationship banking, DepositInsurance and Bank Portfolio
    Choice. Capital Market and FinancialIntermediation.Cambridge:CambridgeUniversity Press.
    Berger, A.N. and T.H. Hannan. (1992). The Price ConcentrationRelationship in Banking. Reviewof Economics and Statistics 71 (2).291-299.
    Komisi Pengawas Persaingan Usaha.(2004). Kajian Industri danPerdagangan Sektor Perbankan.
    Bank Indonesia berbagai Kebijakan (PBI dan SE BI)

    ReplyDelete
  58. Manajemen untuk Memenangkan Persaingan


    Dengan adanya himbauan bahwa pertumbuhan bank syariah sebesar 5% sampai dengan 2010 maka bank umum banyak membuka unit usaha syariah (UUS). Hal ini mengakibatkan usaha di bidang perbankan syariah semakin banyak persaingannya. Apabila sebuah perbankan syariah tidak dikelola dengan manjemen yang tepat maka kelangsungan bisnis usaha tersebut akan mengalami penurunan.
    Semakin banyak persaingan tersebut tidaklah berarti menghambat program pertumbuhan perbankan syariah. Artinya kita bisa menggunakan pendekatan manajemen yang tepat untuk bersaing di bidang pengelolaan bisnis perbankan syariah. Seperti pada buku Blue Ocean Strategy bahwa pesaing bukanlah menjadi musuh, tetapi menjadi suatu pengisi keragaman akan kekurangan kita. Sebagai contoh bahwa dengan dibukanya unit usaha perbankan syariah yang bisa melempar pembiayaan dengan angsuran yang lebih murah dari pada perbankan syariah berbasis Bank Perkreditan Rakyat Syariah(BPRS), namun dalam hal ini tidak menjadikan BPRS merasa tersaingi dengan adanya unit usaha syariah baru. BPRS bisa mencari celah baru untuk membidik pangsa pasarnya yaitu dengan segmentasi pola usaha kerjasama Chanelling dengan bank umum syariah sehingga akan BPRS dapat melempar dengan harga jual bank umum syariah namun BPRS masih juga mendapat keuntungan fee chanelling.
    Dengan manjemen yang tepat persaingan yang ada bukanlah menjadi kompetitor yang akan menghambat jalannya sebuah usaha, dengan pola pendekatan yang tepat membuat kompetitor menjadi bagian terbentuknya kerjasama yang akan memenangkan persaingan.
    Kunci utamanya dalam pengelolaan menurut buku Blue Ocean Strategy tersebut tidaklah ada benang merah bahwa perbedaan menjadi kemunduran, dengan adanya ragam perbedaan memotivasi kita untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

    Nama : Lina Krisnawati
    NIM : P2CC09041
    MM angkatan 25

    ReplyDelete
  59. Tugas IV Bisnis Manajemen Angkatan 25 MM Unsoed
    Nama : Nurochman Agus Hartono
    NIM : P2CC09003

    MANAJEMEN DIRI UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN DI TEMPAT KERJA
    Persaingan di tempat kerja adalah sesuatu yang sangat wajar, karena di sana kita tidak melakukan segala sesuatunya sendirian ada orang-orang lain yang juga harus mengerjakan tugas yang sama dengan kita.Kalaupun kita berkata bahwa kita sudah membentuk suatu tim kerja yang sangat bagus sehingga tidak mungkin terjadi persaingan, akan selalu ada kompetitor yang lain. Selama kita menyikapinya secara positif, persaingan justru akan menolong kita untuk memunculkan puncak potensi yang kita miliki, karena tujuan persaingan adalah untuk menuntut kita memunculkan kreativitas, keahlian dan potensi terpendam yang selama ini belum tergali. Berikut adalah tips memenangkan persaingan di tempat kerja :
    1. Mempunyai Karakter
    Untuk menjadi pemenang kita harus mempunyai prinsip yang kuat, berani mengatakan tidak bila itu salah menurut kita dan harus menerima kesalahan bila itu ketidakmampuan kita, jangan pernah menggantungkan kemenangan kita pada orang lain. Berkarakter? ya itu kata yg tepat, jika orang bisa menjelaskan dengan tegas dan cepat tentang profil kita berarti kita sudah mempunyai ciri khas atau berkarakter kuat.
    2. Nothing Is Imposible
    “Tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini, semua itu di anugerahkan Tuhan biar kita bisa menjadi Kuat” teruslah berusaha dan berpikir, jangan pernah putus asa pasti ada jalan keluar, asal ada keyakinan bahwa Tuhan itu memang berada di hati kita.
    3. Tomorrow Is Mistery
    Jangan pernah berpikir negatif tentang apa yang akan terjadi. karena hari esok adalah misteri, hanya Tuhan yang tahu, kenapa kita harus pusing memikirkannya yang harus kita lakukan adalah Everytime, we have chance to build your dream, kesuksesan dimulai dari impian dilakukan dengan kerja keras dan diharapkan dengan Keyakinan.
    4. Prioritas strategi
    Ambil waktu sejenak membuat rencana yang tepat sebelum Anda mengerjakan suatu proyek. Berpikir secara teknis dapat membangun `jaringan peta' yang tepat. Anda bisa memperhitungkan kendala yang akan dihadapi sehingga bisa mengatasinya. Rencana yang baik menyebabkan Anda tetap fokus sampai akhir tujuan.
    5. Jangan menunda-nunda
    Mengkhawatirkan pekerjaan tanpa bertindak tidak akan menyelesaikan pekerjaan Anda. Jangan tunda lagi untuk mengerjakan tugas-tugas anda. Langkah ini akan mengurangi stres di tempat kerja.
    6. Evaluasi
    Setelah dead line atau menyelesaikan suatu proyek yang cukup menguras otak buat evaluasi hasil kerja Anda itu. Faktor-faktor apa, jka ada, yang membuat Anda tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jika faktornya menyangkut kerja tim pikirkan bagaimana Anda akan mengkomunikasikan hal ini secara efektif dengan rekan kerja. Evaluasi akan membuat Anda lebih siap dalam menghadapi tantangan berikutnya.
    Sumber diambil dari tulisan Oktavianus Aditya-blogspot.com, tulisan Jafis di blog.jafis.net serta Menghadapi Persaingan Di Tempat Kerja oleh : Steven Agustinus dalam Artikel Motivasi & Cerita Motivasi di www.andriewongso.com

    ReplyDelete
  60. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN

    Oleh:
    Agus Prasetyo
    NIM. P2CC 09004

    Persaingan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan suatu perusahaan. Kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan yang bersangkutan, untuk menghadapi dan memenangkan persaingan yang semakin berat dan kompleks maka diperlukan adanya suatu strategi yang tepat (Agung, 2009), berikut beberapa definisi mengenai strategi bersaing ;
    1. Strategi bersaing adalah tindakan-tindakan ofensif dan defensif guna menciptakan posisi yang aman ( defenable position ) terhadap kelima kekuatan persaingan.
    2. Strategi bersaing adalah perpaduan dalam organisasi antar sumber daya internal dan kemampuan dengan peluang-peluang dan resiko yang diciptakan oleh lingkungan eksternalnya.
    Macam-macam strategi utama yang efektif untuk diimplementasikan berdasarkan pada situasi dan kondisi perusahaan menurut Umar (1999; 143) yaitu:
    1. Strategi Integrasi ( Integration Strategy )
    a. Forword Integration Strategy.
    Strategi ini menghendaki agar perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor atau pengecer mereka dan bila perlu mereka memilikinya. Tujuan strategi ini untuk dapat meningkatkan pengendalian atas penyalur atau penjual eceran dan bila perlu dengan memilikinya, hal ini dilakukan jika perusahaan mendapatkan banyak masalah dengan pendistribusian barang atau jasa sehingga mengganggu pada aspek produksi.
    b. Backward Integration Strategy
    Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan pengendalian atas bahan baku, terlebih apabila para pemasok ini telah menimbulkan permasalahan dengan jalannya perusahaan seperti terjadinya keterlambatan, masalah kwalitas, peningkatan biaya. Strategi ini dapat dilakukan apabila jumlah pemasok sedikit namun pesaing banyak, harga produk stabil dan pemasok mempunyai margin yang tinggi serta perusahaan mempunyai sunber daya yang mencukupi.
    c. Horizontal Integration Strategy
    Tujuan strategi ini adalah untuk mengontrol pesaingnya walaupun dengan cara memilikinya sehingga pengendalian terhadap pesaing dapat efektif dilakukan, hal ini dimungkinkan bila perusahaan dapat menjadi monopoli yang diijinkan oleh pemerintah, bersaing di industri yang berkembang, skala ekonomi meningkat dan sumber daya yang dimiliki perusahaan mampu berekspansi
    2. Strategy Intensif (Intensive Strategy )
    a. Market Penetration Strategy
    Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan market share bagi produk atau pelayanan yang ada sekarang pada pasar yang tersedia melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar, penetrasi pasar dilakukan dengan meningkatkan tenaga penjual, meningkatkan biaya iklan, meningkatkan item dari promosi penjualan dan atau meningkatkan usaha promosi lainnya. Hal ini dapat dilakukan dan akan efektif apabila pasar belum jenuh, pangsa pasar pesaing menurun dan adanya korelasi positif antara biaya 4 P (Product, Price, Promotion, Place ) dengan penjualan serta kemampuan untuk bersaing meningkat.
    b Market Development Strategy
    Tujuan dari strategi ini adalah untuk mengembangkan produk yang sudah ada untuk diperkenalkan ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru, hal ini dilakukan apabila produk yang ada sudah pada tahap jenuh, pesaing menawarkan produk sama dengan harga lebih murah serta perusahaan memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk yang berada pada situasi industri yang sedang tumbuh.


    Referensi:
    Agung, P. 2009. The Art of controlling People: Strategi Mengendalikan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

    Husein Umar. 1999. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Thesis Bisnis. Raja Grafindo Persada : Jakarta.

    ReplyDelete
  61. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    lanjutan
    Oleh:
    Agus Prasetyo
    NIM. P2CC 09004


    3. Strategi Diversifikasi ( Diversification Strategy )
    a. Consentric Diversification Strategy
    Strategi ini dilakukan dengan cara menambah produk dan jasa baru tapi saling berhubungan, tujuan strategi ini untuk membuat produk baru yang berhubungan untuk pasar yang sama dan hal ini dapat dilakukan jika bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat atau decline termasuk produk sendiri.
    b. Horizontal Diversification Strategy
    Strategi ini dilakukan dengan menambah produk dan jasa baru tetapi tidak saling berhubungan untuk ditawarkan pada konsumen yang ada sekarang sehingga tujuan nya adalah memuaskan pelanggan yang sama dimana produk yang baru akan mendukung produk yang lama dan produk lama dalam persaingan yang ketat, distribusi produk baru berjalan lancar dan musim penjualan relatif berbeda diantara produk baru dan lama.
    c. Conglomerate Diversification Strategy
    Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk atau jasa yang tidak saling berhubungan, jadi tujuan dari strategi ini untuk menambah produk baru yang tidak saling berhubungan untuk pasar yang berbeda, hal ini dapat dilakukan jika industri disektor ini mengalami kejenuhan dan perusahaan memiliki sumber daya untuk memasuki industri baru.
    4. Strategi Bertahan
    a. Joint Venture
    Strategi ini adalah strategi yang populer terjadi pada saat dua perusahaan atau lebih ingin membentuk firma atau konsorsium untuk tujuan kapitalisasi modal. Strategi ini dapat berkembang baik apabila dalam konsorsium ini mampu mengembangkan komunikasi dan jaringan dalam rangka meluaskan bisnisnya disamping untuk meminimalkan resiko, namun hambatan berupa transfer keahlian ataupun teknologi akan menjadi problem apabila perjanjian kerjasama yang dibuat tidak disepakati.
    b. Retrenchment Strategy
    Atau disebut sebagai turn around atau reorganisasi dirancang agar perusahaan mampu bertahan dalam pasar persaingannya, strategi ini dapat dilakukan dengan cara menjual aktiva seperti tanah dan gedung dalam rangka mendapatkan uang tunai yang diperlukan, penutupan pabrik yang produknya dianggap kuno, otomatisasi proses, pengurangan jumlah karyawan dan membuat sistem pengendalian yang ketat.
    c. Divestiture Strategy
    Strategi ini sering dilakukan dalam rangka penambahan modal dari suatu rencana investasi dan untuk menindaklanjuti strategi akuisisi yang telah diputuskan, jadi tujuan dari strategi ini adalah untuk menjual sebuah unit bisnis yang keberadaanya sudah tidak dapat dipertahankan, misal merugi terus menerus yang berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
    d. Liquidation Strategy
    Menjual seluruh aset yang dapat dihitung nilainya adalah pengertian likuidasi dan strategi ini merupakan sebuah pengakuan dari suatu kegagalan dan mungkin ini adalah pilihan yang sulit namun harus dilakukan daripada terus mendatangkan kerugian yang semakin besar.
    5. Strategi Kombinasi (Combination Strategy )
    Banyak perusahaan mengimplementasikan kombinasi dua atau lebih strategi secara simultan, akan tetapi hal ini akan beresiko apabila diimplementasikan terlalu jauh, strategi ini umum digunakan pada divisi-divisi yang berbeda dalam upaya mempertahankan kelangsungannya, perusahaan akan menggunakan suatu kombinasi beberapa strategi secara simultan untuk mempertahankan hidup, jadi situasi dan kondisi dilapangan yang menuntut penggunaan strategi yang sesuai oleh karenanya dapat saja menerapkan kombinasi dari macam strategi dan untuk itu para pengambil keputusan perlu mengumpulkan data selengkap mungkin sebelum mengambil suatu keputusan

    Referensi:
    Agung, P. 2009. The Art of controlling People: Strategi Mengendalikan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.

    Husein Umar. 1999. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Thesis Bisnis. Raja Grafindo Persada : Jakarta.

    ReplyDelete
  62. PENTINGNYA MANAJEMEN
    DALAM MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Oleh : Muhaimin,
    NIM : P2CC09056/2009 Gasal
    Manajemen dengan segala permasalahannya sebenarnya sudah lama dikenal orang,sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan informasi dewasa ini.Pemahaman tentang Organisasi dan manajemen perlu bagi seseorang analis,perancang,dan manajer mulai dari tingkat terendah sekalipun.
    Banyak definisi manajemen telah diketengahkan oleh para ahli yang dapat kita kaji dalam berbagai literature,yang perumusannya tergantung pada keyakinan dan pandangan para ahli masing-masing.Definisi yang paling sederhana,tetapi sekaligus paling klasik tentang manajemen adalah seperti yang dikemukakan oleh Sondang P.Siagian dalam bukunya Fungsi-fungsi Manajerial beliau mengatakan bahwa manajemen “adalah seni memperoleh hasil melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh orang lain “.Definisi tersebut memberi petunjuk bagi kita bahwa manajemen merupakan suatu objek yang dapat disoroti dari berbagai sudut pandang.
    Untuk itulah diperlukan orang-orang yang menjalankan manajemen untukmemenangkan persaingan ,misalnya dalam dunia usaha/bisnis dengan mengadakan :
    1. Diklat tentang kewirausahaan,pada kelompok-kelompok usaha kecil dan menengah agar tumbuh dan berkembang pusat-pusat produksi/industi di masyarakat.
    2. Mendekatkan dengan bank,tata cara berhubungan dengan Bank untuk aksesmodal.
    3. Pendampingan dalam menjalankan usaha seperti manajerial,administrasi,kwalitas produk,sampai penyaluran/penjualan secara kontinyu dan terus menerus agar kesinambungan usaha tidak terhenti/gulung tikar.

    Faktor yang sangat penting untuk memenangkan persaingan :
    • Mampu tidaknya kelompok manajerial dalam organisasi menjalankan fungsi-fungsi manajerial.
    • Tersedia tidaknya tenaga operasional yang matang secara teknis dan mempunyai ketrampilan yang sesuai dengan berbagai tuntutan tugas yang harus diselenggarakan.
    • Tersedia anggaran yang memadai untuk pembiayaan berbagai kegiatan yang telah ditetapkan untuk diselenggarakan.
    • Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang jenis,jumlah,dan mutunya sesuai dengan kebutuhan.
    • Mekanisme kerja yang tingkat formalisasinya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
    • Iklim kerja dalam organisasi yang mendorong terwujudnya kerja sama yang harmonis antara berbagai satuan kerja dalam organisasi.
    • Situasi lingkungan yang diharapkan mendudung pelaksanaan kegiatan operasional yang menjadi tanggung jawab organisasi.
    Sebagai contoh penerapan manajemen dalam memenangkan persaingan di tempat saya bekerja yaitu “Menambah jam belajar dan LKMU untuk meningkatkan nilai mata pelajaran UN di SMP Negeri I Kuwarasan”.
    Langkah yang dijalankan oleh Kepala Sekolah sebagai top manajer dan jajaran staf dilevel bawahnya sebagai kelompok manajerial ,guru mapel UN sebagai pelaksana diantaranya:
    Langkah Pertama :
    - mengadakan pre tes ,dengan soal-soal untuk menjajagi kemampuan siswa pada 4 mapel UN.
    Langkah Kedua :
    - menambah materi & latihan soal-soal dalam pertemuan tatap mukam( KBM ) selama 5 kali pertemuan.
    - mengadakan LKMU 1 ,
    Langkah Ketiga :
    - menambah materi ( KBM ) sesuai dengan kelompok peringkat nilai.Metode
    Langkah Keempat :
    - memberi materi dan melaksanakan LKMU ke dua sampai ke empat,diujicoba dengan tes yang diselenggarakan oleh MBMP Kabupaten.
    Setelah mengetahui hasilnya ternyata nilai mengalami kenaikan.Peringkat nilai UN
    se kabupaten Kebumen menempati rangking kisaran 10 sampai 12.Tingkat kelulusan tahun 2008 mencapai 99,8%.Harapan tahun ini 100%.Faktor-faktor untuk memenangkan persaingan diatas juga diterapkan.Rangking nilai sekabupaten merupakan bentuk kemenangan kompetisi atau kemenangan dalam persaingan .Terima kasih,semoga bermanfaat.

    Sumber: DAROJAT,Ojat , Sistim Informasi Manajemen dan Pengambilan Keputusan,Penerbit UT th 2003.

    ReplyDelete
  63. PERCAYA KEPADA DIRI SENDIRI

    Fahmi Aliansyha - P2CC09037

    Persaingan adalah suatu realitas yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusaia bahkan setiap makhluk yang hidup di alam ini, baik persaingan dalam terminologi ekstrim maupun lembut sekalipun. Karena itulah tugas dan keharusan semua makhluk dalam mempertahankan eksinstensi kehidupan yang mereka jalani.
    Banyak teori yang menawarkan tentang bagaimana kita menyikapi berbagai problematika sehingga kita bisa survive dalam persaingan yang kita hadapi. sayang mereka terlalu terpaku dan terpenjara dalam kekakuan aturan dan tidak bisa menginterpretasi makna substansi yang terkandung dalam tata aturan yang ditawarkan tersebut yang sering orang sebut dengan sebuah "teori" inilah menurut saya realitas permasalahan manajemen yang memerlukan pencerahan dengan menemukan solusi dan inovasi dalam mematahkan segala handicap yang ditemui.
    Percaya diri menurut saya adalah kunci mendasar dalam sepak terjang menyikapi berbagai permasalahan. Karena dengan sikap ini sebenarnya orang telah memenangkan setengah persaingan dalam sebuah pertempuran sebelum pertarungan itu dimulai.
    Dalam membangun kepercayaan diri tersebut sebuah kewajiban kita mengetahui strategi supaya benteng percaya diri benar-benar kokoh dan dibalik itu terdapat beragam pasukan solusi yang bukan hanya kuat dalam menyerang, tapi handal dalam mempertahankan segala konsep jatuh bangun dalam dunia persaingan.
    saya sepakat dengan "Seth Godin" yang terkenal dengan teori "purple cow-nya" yang fenomenal. Menurutnya 3 hal yang akan membuat kita memenangkan persaingan adalah 3 "U" :
    1. Unique (unik)
    Dalam konsep ini kita dituntut sabar untuk tampil berani percaya diri menampilkan sebuah perbedaan yang kita yakini. Cemoohan karena berbeda dari mayoritas cara berfikir orang awalnya semua itu akan kita dapatkan, dan lambat laun kita akan mendapatkan kepercayaan sebagai imbalan percaya diri yang kita yakini, dengan memenuhi syarat :
    2. Useful (bermanfaat)
    bahwa apa yang kita yakini dan percayai itu benar-benar dirasakan betul manfaatnya oleh orang sekitar (sebagai penikmat karya kita) bahkan lebih jauh sangat diperlukan bagi hajat keperluan setiap individu dimanapun orang itu berada. Dan yang harus diingat keperluan mereka terhadap karya kita itu bukan keperluan sesaat, artinya :
    3. Up Date (selalu baru)
    masyarakat sekitar memaknai dan merasakan bahwa apa yang kita hasilkan, setiap waktu senantiasa dibutuhkan. Sehingga dengan sedikit perbedaan kecil saja mereka menerimanya sebagai sesustu yang baru dan cepat diterima sekaligus bermanfaat, disamping tidak jemu untuk dinikmati. Dalam membangun konsep diatas, kita mesti memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
    a. Efisiensi : adalah manfaaat yang mereka dapatkan dari produk atau jasa lebih besar dari pengorbanan yang mereka keluarkan
    b. Mutu : bobot dan nilai. Bobot adalah kekuatan dan peranan pentingnya prodak/jasa, sementara nilai adalah kegunaan makna dan manfaat produk dan jasa.
    c. Pelayanan : Banyak hal yang bisa diartikan sebagai pelayanan, mulai dari keramahan, kedekatan, kemudahan dan bimbingan secara berkala dan kuntinu.
    d. Komitmen : taat pada asas, slogan, janji dari propaganda yang kita sampaikan kepada orang.

    ketiga konsep diatas bila meminjam konsep ilmu memenuhi kriteria prinsif dasar filsafat yang dapat dipertanggungjawabjan dalam konsep ontologi, epistimologi dan aksiologi sebuah teori.

    ReplyDelete
  64. Drajat Arumbi
    P2CC09048/2009 gasal
    Angkatan 25
    Pentingnya managemen dalam memenangkan persaingan
    Manajemen sangat di butuhkan di kehidupan sehari hari dalam berbagai misalkan perusahaan,rumah tangga,sosial bahkan dalamberpolitik.
    Ada empat halyang akan dipelajari yaitu menejemen keuangan,menejemen sumber daya manusia,menejemen pemasaran dan manajemen operasional.Keempat bidang itu ada dalam setiap organisasi atau oerusahaan
    Manajemen keuangan mempelajari kondisi keuangan yang ada,contohnya kita bisa mengetahui perbandingan utang kita dengan modal yang dimiliki,sehingga bisa digunakan untuk memprediksi investasi yang akan kita lakukan
    Manajemen Pemasaran, dapat kita ambil ilmu bagaimana kita bisa mengenalkan produk yang kita tawarkan agar diketahui,dipilih dn dipakai.Contoh bagaimana kita memberitahukan kepada pihak lain produk kita,apakah lewat iklan cetak/elektronik,bagaimana kemasannya,kegunaan dan keuntungan prduk kita,pangsa pasar yang kita bidik dan lain
    lain
    Manajemen sumber daya manusia mempelajari bagaimana kita mengatur tenaga kerja yang kita miliki,bagaimana menyelesaikan konflik,dan bagaimana kita dapat memotivasi kerja mereka
    Manajemen operasional mempelajari bagaiman prosesproduksi di buat,agar produkyang di hasilkan berkualitas tetapi efisien
    Dengan mempelajari keempat bidang manajemen di atas,kita dapat mengatasi permasalahan yang timbul,mendapatkan peluang yang ada,memprediksi masa depan ,dan mencapai tujuan kita walaupun dengan persaingan yang ada

    ReplyDelete
  65. EFI ERNI ASIH
    P2CC09029

    “Mendapatkan kepercayaan itu sulit tapi mempertahankan kepercayaan yang telah di dapat itu lebih sulit lagi”

    Semakin tingginya harapan masyarakat terhadap kesehatan membuat perusahaan penyedia jasa kesehatan mempunyai prospek yang cukup bagus. Hal ini menyebabkan perusahaan penyedia jasa kesehatan semakin menjamur dan semakin ketatnya tingkat persaingan di perusahaan penyedia jasa kesehatan. Untuk memenangkan persaingan di antara sekian banyak perusahaan penyedia jasa kesehatan maka perusahaan ini harus mempunyai keunggulan yang kompetitif dibandingkan dengan perusahaan penyedia jasa kesehatan lain.
    4 kunci dalam memenangkan persaingan:
    1. Efisiensi
    2. Mutu (quality)
    3. Pelayanan (service)
    4. Komitmen

    Berkembang atau tidaknya sebuah perusahaan jasa tergantung dari keberhasilan perusahaan tersebut menjual produk/jasanya kepada konsumen/pelanggan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan harus mengetahui apa dan bagaimana cara memenuhi dan memuaskan keinginan pelanggan/konsumen. Penyajian nilai yang unggul kapada pelanggan/konsumen akan emenjadi sumber keunggulan kompetitif bagi perusahaan penyedia jasa kesehatan.
    Semakin cerdasnya konsumen jasa kesehatan, membuat tingkat harapannya juga meningkat, porsi belanja yang dikeluarkan konsumen untuk jasa kesehatan semkain besar (Godman & Stano, 1993, dalam Sudirman, 2001).

    to be continue...

    ReplyDelete
  66. Nyambung lagi...

    EFI ERNI ASIH
    P2OO09029

    Parasuraman et al.(1990) kualitas jasa/pelayanan difokuskan menjadi 5 dimensi (ukuran), yaitu :
    1) Tangible (berwujud); meliputi penampilan fisik dari fasilitas, peralatan, karyawan dan alat-alat komunikasi.
    2) Realibility (keandalan); yakni kemampuan untuk melaksanakan jasa yang telah dijanjikan secara konsisten dan dapat diandalkan (akurat).
    3) Responsiveness (cepat tanggap); yaitu kemauan untuk membantu pelanggan (konsumen) dan menyediakan jasa/ pelayanan yang cepat dan tepat.
    4) Assurance (kepastian); mencakup pengetahuan dan keramah-tamahan para karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para staf, bebas dari bahaya, risiko atau keragu-raguan.
    5) Empaty (empati); meliputi pemahaman pemberian perhatian secara individual kepada pelanggan, kemudahan dalam melakukan komunikasi yang baik, dan memahami kebutuhan pelanggan.
    Kualitas memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan/konsumen. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan/konsumen untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan jasa. Dalam jangka panjang, ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan serta kebutuhan mereka.
    Dalam penawaran jasa, perusahaan penyedia jasa harus memeriksa jasa yang di hasilkan dan di bandingkan dengan pesaing penyedia jasa lain dan melaksanakannya sesuai dengan kualitas yang di tuntut oleh konsumen, dan perusahaan penyedia jasa juga harus mengedepankan kualitas yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan pesaingnya.
    Konsumen akan memilih penyedia jasa dengan membandingkan pelayanan yang dirasakan (perceived services) dengan yang di harapkan (expected services). Jika pelayanan yang dirasakan sama atau bahkan lebih baik dari yang di harapkan dan lebih baik jika di bandingkan dengan perusahaan penyedia jasa lainnya maka pelanggan/konsumen akan merasa puas. Mereka akan menggunakan kembali jasa tersebut dan memberitahukannya kepada orang lain, sehingga menjadi alat promosi yang efektif. Namun akan terjadi hal sebaliknya jika pelayanan yang di rasakan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka akan timbul suatu ketidakpuasan konsumen, rasa kepercayaan konsumen terhadap perusahaan penyedia jasa tersebut menjadi berkurang atau bahkan hilang, dengan demikian pendapatan perusahaan akan menurun dan akhirnya akan membahayakan kelangsungan dari perusahaan penyedia jasa tersebut. Oleh karena itu, perusahaan jasa harus dapat mengidentifikasikan keinginan konsumen dalam hal kualitas pelayanan secara umum maupun khusus.

    Referensi:
    Agus Hendroyono, Mutu Pelayanan Kesehatan & Service Recovery. http://www.lrckesehatan.net/upload/mutu%20pelayanan.pdf
    http//www.sudeska.net//kunci-memenangkan-persaingan-bisnis.html

    ReplyDelete
  67. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    OLEH: SLAMET SETIADI
    NIM: P2CC09001/2009

    Persaingan tidak dapat dilepaskan dari aktivitas kehidupan. Selama kita masih hidup maka kita akan selalu dihadapkan dengan persaingan. Sejak awal proses kejadian manusia didalam rahim-pun persaingan telah terjadi diantara berjuta-juta sperma dan hanya satu sperma saja yang mampu membuahi ovum (sel telur). Artinya janin tercipta dalam rahim justru dari bibit paling unggul karena ia telah bersaing sangat ketat dan akhirnya berhasil mengalahkan jutaan pesaing tersebut.
    Hikmahnya manusia telah dibekali potensi untuk menjadi yang terbaik. Bersaing pada hakekatnya adalah berjuang secara maksimal untuk mengungguli pihak-pihak lain, yang mungkin memiliki hasrat dan keinginan lebih tinggi, potensi lebih mantap, kekuatan fisik dan mental lebih prima, taktik dan strategi lebih jitu, dan berbagai faktor kelebihan lainnya dibandingkan dengan apa yang ada pada diri kita sendiri.
    Berikut akan saya sampaikan bagaimana Manajemen untuk memenangkan persaingan menurut Teori Kaizen yang telah terbukti sangat efektif dalam menghadapi persaingan di era global ini.
    Teori Kaizen
    Kaizen merupakan konsep dan filsafat orang Jepang yang juga mencakup cara bersikap, berpikir dan berperilaku. Secara harfiah Kaizen berarti ‘Perbaikan’- kata Kaizen merupakan kombinasi karakter huruf Jepang, dimana Kai – berarti perubahan, dan Zen berarti baik.
    Di Negara barat istilah Kaizen sebagai konsep Managemen yang digunakan dalam suatu organisasi perusahaan atau instansi untuk selalu mencapai perbaikan dari waktu ke waktu dan terus menerus. Konsep Kaizen itu diterima oleh Negara barat sehingga menciptakan kultur yang digabung dengan pelbagai keunggulan dan manfaat sehingga menciptakan kerja sama tim dan kekuatan individu pada sebagian manajemen barat.
    Dalam konsep Kaizen kemajuan yang diperoleh bukanlah suatu hasil dari lompatan besar kedepan, tetapi kemajuan yang diraih adalah berasal dari perubahan kecil tanpa henti dari sekian banyak inovasi pada proses produk dan pelayanan. Asumsi yang mendasari perubahan dalam Kaizen adalah bahwa kesempurnaan itu sebenarnya tidak ada. Artinya tidak ada kemajuan, produk, hubungan, system atau struktur yang bisa memenuhi ideal. Oleh karena itu selalu akan ada ruang untuk mengadakan peningkatan dengan cara mengurangi sisa/limbah. Usaha untuk lebih menghemat waktu, meningkatkan mutu pelayanan, meningkatkan keandalan dan lain-lain.
    Kalau dilihat dari sisi kepemimpinan, Kaizen artinya adalah memperkuat kohesi Tim, menyelaraskan motivasi, atau meningkatkan kompetensi.
    Konsep Kaizen selalu berusaha meningkatkan apa yang pernah dicapai, dan menganggap pasti ada hari lain, atau orang lain yang menemukan ruang untuk mengadakan perbaikan.

    ReplyDelete
  68. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    OLEH: SLAMET SETIADI
    NIM: P2CC09001/2009
    Lanjutan....
    ony Barnes mengemukakan bahwa Kaizen mengandung sepuluh prinsip sebagai berikut:
    1.Berfokus pada pelanggan
    Walaupun fokus utama kaizen adalah kualitas produk, akan tetapi tujuan terpentingnya adalah kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Dengan demikian yang akhirnya menerima pelbagai keuntungan dari instrument dan prinsip Kaizen adalah para pelanggan.
    2.Mengadakan peningkatan secara terus menerus
    Dalam Kaizen bukanlah hasil akhir dari suatu tugas, keberhasilan hanyalah satu langkah maju sebelum mengambil langkah maju berikutnya. Jadi, tidak ada hasil akhirnya; sebab standar, desain, dan biaya hari ini tidak akan memenuhi pelbagai kebutuhan pada masa yang akan datang.
    3.Mengakui masalah secara terbuka
    Dengan membangun kultur yang menghargai keterbukaan, dan tidak saling menyalahkan, para karyawan akan bersedia mengakui kesalahan, menunjukkan kelemahan dari prosesnya, dan secara terbuka mau meminta bantuan. Perusahaan dengan Kaizen keterbukaan menjadi kekuatan yang bisa mengendalikan dan mengatasi pelbagai masalah dengan cepat.
    4.Mempromosikan keterbukaan
    Organisasi dengan konsep Kaizen akan lebih mempromosikan keterbukaan, saling berbagi, fungsional-silang, dan menganggap kepemimpinan sebagai suatu hal yang biasa. Penerapan Ilmu Pengetahuan dalam organisasi tradisional dianggap sebagai kekuasaan pribadi. Sedang pada konsep Kaizen Ilmu pengetahuan merupakan hal yang saling dibagi antar anggota organisasi, dan hubungan-hubungan komunikasi yang mendukung merupakan efisiensi yang lebih besar. Hal itu akan meningkatkan kepuasan para pelaku organisasi itu sendiri, yang berpengaruh terhadap hasil produk yang meningkat.
    5.Menciptakan tim kerja
    Melalui kerjasama para karyawan dalam tim yang saling mendukung (Kerjasama antar tim, Tim Tahunan, Siklus Kaizen, dan tim fungsional-silang) memudahkan perusahaan memperoleh keuntungan dari jaringan kerja para karyawan.
    Dari kegiatan tersebut ada dua manfaat yang bisa diambil; pertama, pengaruh antar sesama teman (dan kepemimpinan) bisa memelihara disiplin untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun dibiarkan mengganggu keseimbangan di dalam tim dan keharmonisan antar tim. Kedua, Setiap orang diberi semangat untuk memanfaatkan pendidikan dan pelatihan guna memastikan bahwa kontribusi pribadi menambah nilai pada hasil-hasil tim.
    6.Memanajemen Proyek melalui tim fungsional-silang.
    Manfaat dari fungsional-silang sangat berharga bagi organisasi. Siklus produksi dan biaya-biaya tidak hanya berkurang secara signifikan akan tetapi juga berhasil mengotrol pemborosan (pemborosan material, waktu dan usaha) sampai tingkat tertentu.

    ReplyDelete
  69. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    OLEH: SLAMET SETIADI
    NIM: P2CC09001/2009
    Lanjutan....
    Tony Barnes mengemukakan bahwa Kaizen mengandung sepuluh prinsip sebagai berikut:
    1.Berfokus pada pelanggan
    Walaupun fokus utama kaizen adalah kualitas produk, akan tetapi tujuan terpentingnya adalah kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Dengan demikian yang akhirnya menerima pelbagai keuntungan dari instrument dan prinsip Kaizen adalah para pelanggan.
    2.Mengadakan peningkatan secara terus menerus
    Dalam Kaizen bukanlah hasil akhir dari suatu tugas, keberhasilan hanyalah satu langkah maju sebelum mengambil langkah maju berikutnya. Jadi, tidak ada hasil akhirnya; sebab standar, desain, dan biaya hari ini tidak akan memenuhi pelbagai kebutuhan pada masa yang akan datang.
    3.Mengakui masalah secara terbuka
    Dengan membangun kultur yang menghargai keterbukaan, dan tidak saling menyalahkan, para karyawan akan bersedia mengakui kesalahan, menunjukkan kelemahan dari prosesnya, dan secara terbuka mau meminta bantuan. Perusahaan dengan Kaizen keterbukaan menjadi kekuatan yang bisa mengendalikan dan mengatasi pelbagai masalah dengan cepat.
    4.Mempromosikan keterbukaan
    Organisasi dengan konsep Kaizen akan lebih mempromosikan keterbukaan, saling berbagi, fungsional-silang, dan menganggap kepemimpinan sebagai suatu hal yang biasa. Penerapan Ilmu Pengetahuan dalam organisasi tradisional dianggap sebagai kekuasaan pribadi. Sedang pada konsep Kaizen Ilmu pengetahuan merupakan hal yang saling dibagi antar anggota organisasi, dan hubungan-hubungan komunikasi yang mendukung merupakan efisiensi yang lebih besar. Hal itu akan meningkatkan kepuasan para pelaku organisasi itu sendiri, yang berpengaruh terhadap hasil produk yang meningkat.
    5.Menciptakan tim kerja
    Melalui kerjasama para karyawan dalam tim yang saling mendukung (Kerjasama antar tim, Tim Tahunan, Siklus Kaizen, dan tim fungsional-silang) memudahkan perusahaan memperoleh keuntungan dari jaringan kerja para karyawan.
    Dari kegiatan tersebut ada dua manfaat yang bisa diambil; pertama, pengaruh antar sesama teman (dan kepemimpinan) bisa memelihara disiplin untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun dibiarkan mengganggu keseimbangan di dalam tim dan keharmonisan antar tim. Kedua, Setiap orang diberi semangat untuk memanfaatkan pendidikan dan pelatihan guna memastikan bahwa kontribusi pribadi menambah nilai pada hasil-hasil tim.

    ReplyDelete
  70. MANAJEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    OLEH: SLAMET SETIADI
    NIM: P2CC09001/2009
    Lanjutan...

    1.Memanajemen Proyek melalui tim fungsional-silang.
    Manfaat dari fungsional-silang sangat berharga bagi organisasi. Siklus produksi dan biaya-biaya tidak hanya berkurang secara signifikan akan tetapi juga berhasil mengotrol pemborosan (pemborosan material, waktu dan usaha) sampai tingkat tertentu.
    2.Memelihara proses hubungan yang benar.
    Proses dan hubungan dalam Kaizen lebih mementingkan hubungan antarmanusia akan dapat meningkatkan kepuasan karyawan. Hasilnya adalah investasi perusahaan cepat membuahkan hasil karena karyawan mempunyai loyalitas dan komitmen. Orang Jawa bilang Sopo Nandur Bakal Ngunduh yang artinya siapa yang menanam akan menuai. Dengan menanam investasi untuk perbaikan SDM dalam arti yang seluas-luasnya, maka organisasi atau perusahaan akan memetik manfaatnya.
    3.Mengembangkan disiplin pribadi.
    Disiplin pribadi yang tinggi merupakan etos kerja bagi penduduk Negara-negara dan bangsa maju. Jam Karet, Mbolosan, Sekarepe Dhewek, adalah suatu yang aneh bagi warga di Negara maju. Seperti halnya bangsa-bangsa maju, yang lain, orang Jepang mempunyai disiplin yang tinggi di temapt kerja. Hal itu merupakan sifat alamiah mereka. Etos kerja mereka menjadi budaya yang dibiasakan melalui pendidikan, agama, dan norma-norma sosial.
    4.Memberikan informasi kepada semua karyawan
    Informasi merupakan kebutuhan untuk menciptakan kultur berdasarkan ilmu pengetahuan. Dengan memanfaatkan saluran-saluran informasi yang benar, hambatan-hambatan dalam komunikasi bisa diminimalkan.
    5.Memberikan wewenang kepada setiap karyawan
    Melalui pelbagai pelatihan, dorongan semangat, tanggungjawab pengambilan keputusan, akses pada sumber-sumber data dan anggaran, timbal balik, rotasi pekerjaan, dan penghargaan, para karyawan akan memiliki kemampuan dan kekuatan yang nyata dalam menangani tugas mereka dan tujuan organisasi.

    Disamping teori kaizen tadi ada empat hal yang dapat digunakan dalam Manajemen untuk memenangkan persaingan;

    1. Efisiensi

    Sesuatu baru bisa dikatakan efisien apabila perbandingan antara Output dengan Input lebih besar dari satu (Output/Input > 1).
    Efisiensi berlaku pada kedua belah pihak; penjual (pebisnis) dan pembeli. Bila anda seorang pebisnis, efisiensi bagi pembeli (customer) anda adalah manfaat yang mereka dapatkan dari produk atau jasa yang mereka beli dari anda lebih besar ketimbang segala pengorbanan yang telah mereka keluarkan, termasuk uang.

    2. Mutu (Quality)
    Mutu produk/jasa mencakup dua hal, yakni bobot dan nilai. Bobot adalah kekuatan, peranan, dan pentingnya produk/jasa anda. Sementara nilai adalah kegunaan, makna, dan manfaat produk/jasa anda.
    Pada tahap awal pemasaran, mutu produk/jasa memang masih menjadi sesuatu yang abstrak (meraba). Tapi, bila di kemudian hari diketahui bahwa produk/jasa anda sangat bermutu, tentu akan sangat banyak yang merekomendasikan untuk membeli produk/jasa anda.

    3. Pelayanan (Service)

    Banyak hal yang bisa diartikan sebagai pelayanan. Mulai dari keramahan, kedekatan, keakraban, kemudahan distribusi, sampai kepada pembinaan dan pembimbingan secara berkala dan kontinyu.

    4. Komitmen

    Komitmen adalah ketaatan pada asas. Sebagai pebisnis, anda harus taat pada janji, slogan, dan propaganda (pemasaran) yang anda buat sebelumnya. Sebagaimana halnya efisiensi, komitmen tidak hanya berlaku antara anda dan customer anda. Komitmen juga berlaku antara anda dengan diri anda sendiri. Kedua komitmen ini akan semakin menguatkan positioning bisnis anda.


    DAFTAR PUSTAKA

    Rusdi dan Hidayat, 2008, Membuat Karyawan Bersedia ”Mati” Untuk Anda , Apa Susahnya Karyawan Menjadi Bos? PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia, Jakarta.

    Rukmana, Nana, 2008, 99 Ideas For Happy Leader, Zip Books, Bandung

    Praptapa, Agung, 2009, The Art of Controlling People, Strategi Mengendalikan Perusahaan, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

    ReplyDelete
  71. Nama: Taufik Widjatmoko
    NIM : P2CC09047

    MANAGEMEN UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN

    Dalam Buku SUCCESS @ WORK Karangan FREDDY LIONG terdapat suatu cerita yang menarik dengan judul dua persepsi yang isinya sebagai berikut :
    Disebuah keluarga sederhana , sang ayah mendadak sakit keras dan mendekati ajalnya menyadari hal itu, sang ayah segera memanggil kedua anak laki-lakinya yang sulung dan si bungsu.
    Sang ayahpun menyampaikan pesan terakhirnya kepada mereka : " anak-anaku ada dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepada kalian. Pesan ini sangat berguna bagi keberhasilan hidupmu", lanjut sang ayah. " pertama, jangan pernah menagih piutang kepada siapapun." ''kedua, jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung di siang hari."
    Walaupun kedua anaknya bingung dengan pesan si ayah, namun mereka berusaha mencerna dan menerima pesan tersebut. Akhirnya, sang ayah meninggal dunia. Kemudian si Sulung dan si Bungsu mulai merintis bisnis masing-masing untuk membangun kehidupan yang mandiri.
    Tidak terasa lima tahun telah berlalu sejak kematian sang ayah. Kondisi Bisnis si Bungsu sangat memprihatinkan dan terancam bangkrut. Namun sebaliknya, si Sulung sangat sukses dalam bisnisnya. Suatu hari sang ibupun mengunjungi si Bungsu untuk menanyakan perihal nasibnya: " Wahai Bungsu, mengapa nasibmu sedemikian malang?"
    Si Bungsupun menjawab : " ini karena saya menuruti dua pesan wasiat ayah.
    Pertama, saya dilarang menagih piutang kepada siapapun, sehingga banyak piutang yang tidak dibayar dan lama kelamaan habislah modal saya.
    Kedua, ayah melarang saya untuk kena sinar matahari secara langsung, itulah sebabnya pergi dan pulang dari toko, saya selalu naik Taksi karena saya hanya memeiliki sepeda motor, sehingga pengeluaran saya sangat besar."
    Kemudian berkunjunglah kerumah si Sulung.
    Kali ini suasana berubah seratus delapan puluh derajat. Si Sulung sangat makmur ekonominya, rumahnya besar dan mewah. Penasaran, sang ibupun menanyakan perihal nasibnya, " Wahai Sulung, mengapa nasibmu sedemikian beruntug?"
    Si Sulungpun menjawab : " ini karena saya menuruti dua pesan wasiat ayah."
    "Pertama, saya dilarang menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan utang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh.
    Kedua saya dilarang kena sinar Matahari secara langsung maka dengan hanya satu-satunya motor yang saya punyai , saya berangkat ke Toko pagi-pagi benar sebelum matahari terbit, dan pulang dari Toko larut malam setelah Matahari terbenam sehingga semua pelanggan saya tahu bahwa toko saya buka paling pagi dan tutup paling malam."
    Si Sulung dan si Bungsu menerima pesan wasiat yang sama namun masing-masing memiliki sudut pandang berbeda dan melakukannya dengan cara yang berbeda, sehingga mendapatkan hasil yang berbeda.

    Dari cerita diatas kita dapat mengambil kesimpulan dan belajar banyak tentang Managemen yaitu bahwa untuk bisa sukses dan memenangkan persaingan dalam Bisnis maupun dalam menekuni pekerjaan kita harus :

    1. Kita harus menerapkan disiplin yang tinggi
    2. Kita harus menerapkan etos kerja yang keras
    3. Kita harus memiliki Visi dan misi yang jelas
    4. Kita harus memeliki cara berpikir yang cerdas
    5 Kita harus selalu belajar, karena semakin kita belajar semakin banyak ilmu yang
    Kita peroleh
    6.Jangan pernah menyerah apabila kita mengalami kegagalan

    Si Sulung memiliki kecerdasan dalam mencerna wasiat ayahnya, tetapi si Bungsu tidak mempunyai cara berpikir yang cerdas sehingga menartikan dan memaknai wasiat ayahnya apa adanya.

    ReplyDelete
  72. KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Oleh : AHMAD FADLI / P2CC09042
    Setiap perusahaan memiliki kebijakan, sistem dan prosedur untuk mengontrol semua perilaku dan kinerja dari karyawan. Tetapi tidak jarang para karyawan merasa tidak suka saat para manajer mengontrol mereka dengan berbagai peraturan dan ukuran manajemen yang ada. Apakah konflik mind set ini boleh terus berlangsung, padahal perusahaan harus secara cerdas membangun etos kerja dengan merangkul semua kekuatan karyawan dan meningkatkan kinerja bisnis secara profesional.
    Manajemen sumber daya manusia di masa depan memerlukan pemimpin yang kreatif dan strategis; yang mampu memimpin organisasi dengan kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, serta mampu merangkul dan memotivasi setiap karyawan dengan sikap baik.
    Sikap Kepemimpinan yang mengabaikan hubungan harmonis yang saling merangkul antara karyawan dengan manajemen pasti akan mengalami persoalan-persoalan rumit dalam pengelolaan kekuatan sumber daya manusia menjadi energi sukses perusahaan. Oleh karena itu, di masa depan sangatlah penting seorang pemimpin sumber daya manusia untuk membangun kekuatan mind set positif dari seluruh karyawan, searah dengan visi dan nilai-nilai perusahaan, yang tidak sekadar terfokus pada rutinitas prosedural yang mengontrol perilaku dan kinerja karyawan. Tetapi, mampu membangkitkan motivasi karyawan untuk menyatu dengan tekad sukses perusahaan.
    Pemimpin sumber daya manusia harus mampu mengubah cara-cara kepemimpinan yang pasif menjadi lebih proaktif untuk membangun kekuatan sikap baik dan sikap proaktif dari semua karyawan dalam mewujudkan tekad sukses perusahaan.
    Kekuatan sikap baik dari para karyawan akan meningkatkan energi positif perusahaan dalam semua aspek kerja, seperti aspek pelayanan internal dan aspek pelayanan eksternal, serta mampu menciptakan strategi yang tepat dan sesuai dengan visi perusahaan.
    Kekuatan sikap baik karyawan harus menjadi inti dari strategi manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara total luar dan dalam.
    Sumber daya manusia yang merasa di kontrol secara berlebihan oleh perusahaan akan menyebabkan kegagalan perusahaan dalam memberikan pelayanan berkualitas tinggi ke internal organisasi dan ke eksternal, khususnya kepada pelanggan.
    Para karyawan yang merasa sangat di kontrol oleh pimpinannya pasti akan menunjukkan sikap yang kurang puas pada kepemimpinan yang ada, dan mungkin juga menjadi tidak loyal kepada perusahaan.
    Pemimpin sumber daya manusia harus mampu menunjukkan keahliannya dalam menyatukan persepsi karyawan dengan persepsi manajemen. Kekuatan sikap baik akan menciptakan perubahan besar dalam mind set setiap karyawan. Di mana, setiap orang akan menjadi pribadi-pribadi yang peduli kepada masa depan perusahaan. Dan, mau bekerja lebih kreatif, efektif, strategis, produktif, serta bekerja cerdas untuk membangun kinerja dan masa depan perusahaan yang lebih cemerlang. Oleh karenanya, dalam setiap sistem harus tertanam nilai-nilai, dasar-dasar filosofis dari nilai-nilai disadari bersama dan menjadi kepentingan bersama (rasa memiliki, sense of belonging, rasa handarbeni). Nilai luhur yang dibangun dalam sistem menejemen perusahaan hendaknya disusun bersama untuk bisa diaplikasikan bersama menjadi kesadaran internal seluruh karyawan/jajaran menenjemen.
    .....to be continued....

    ReplyDelete
  73. Bagian 2
    KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Oleh : AHMAD FADLI / P2CC09042
    NILAI LUHUR MANAJEMEN ADAT
    Nilai-nilai luhur banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai kearifan masyarakat. Kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat bisa secara mudah diaplikasikan dalam nilai dan sistem menejemen, karena kebiasaan para karyawan itu sudah terangkum dalam masyarakat rujukan. Dalam bahasa dan sastra Jawa banyak ilmu yang bisa dipelajari, dianataranya : filsafat Jawa, etika Jawa, kebatinan (olah batin), kejawen (ilmu ketuhanan Jawa), kawaskithan, kalantipan, kajiwan, kanuragan, guna kasantikan, pawukon, petung, palintangan, ramalan, jangka, pralambang, dan lain-lain.
    Ajaran Jawa yang ada dalam Tradisi [6], adat istiadat, upacara (ritus, ritual), pewayangan dan pedalangan (seni widya, seni ripta, seni sastra, seni pentas), peribahasa atau ‘ungkapan tradisional' dan lain-lain bisa menjadi sumber untuk melihat sumbangan Jawa dalam ilmu manajemen.
    Pertama, nilai-nilai filsafati yang ada dalam sêsanti ‘mamayu hayuning bawånå',  kemudian berkembang menjadi ‘mamayu hayuning nusa bangsa, mamayu hayuníng sasama'. Lesson learn sesanti Jawa mengandung makna agar ‘sadar kósmís', menjaga dan melestarikan lingkungan (echo systêm). Dalam ilmu manajemen kita mengenal istilah ”pembangunan berkelanjutan” (sustainable development).
    Kedua, dalam pewayangan dan pedalangan banyak ajaran yang berkaitan dengan manajemen. Dalam cerita Ramayana ada prinsip yang disebut ‘Astha Brata', (ajaran delapan) agar kita mempunyai watak hambêging : ‘kismå, tirtå, samirånå, samodrå, cåndrå, baskårå, dahånå lan kartikå'. Yang bermakna memiliki watak: loyal, kasíh, adíl, sabar, menerangi, azaz pemerataan.
    Ketiga, banyak nilai-nilai yang terbeberkan dalam naskah-naskah kuno, serat, manuskríp Jawa. Diantaranya ‘Åjå Dumèh' , lamun sira nduweni panguwasa aja ‘kumawasa', lamun sira duwe wewenang aja ‘sewenang-wenang'. Ajaran ini dalam implementasi menejemen menjadi Jobs description dan Jobs Direction. Sehingga ketika seseorang menduduki jabatan tertentu maka akan diliputi oleh nilai-nilai filosofis yang luhur.
    Keempat, peribahasa yang biasa digunakan dalam masyarakat pun banyak mengandung nilai-nilai filosofis menejemen. ’Ambeg parama arta’ - membuat skala priorotas, ’embat-embat celarat’ - bekerja dengan sangat hati-hati, ‘holopis kuntul baris’ - bahu membahu menyelesaikan pekerjaan secara bersama, menjadi konsep masyarakat untuk memenej pekerjaannya.

    ...to be continued....

    ReplyDelete
  74. Bagian 3
    KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Oleh : AHMAD FADLI / P2CC09042

    MEMENANGKAN PERSAINGAN
    Nilai-nilai adat bisa dijadikan pedoman yang membimbing dan acuan tanggung jawab kita kepada perusahaan, kepada satu sama lain, dan kepada pelanggan, pemasok, konsumen, dan pemerintah. Kita semua harus mematuhi hukum, bertindak dengan penuh integritas, dan jujur dalam segala hal, serta bertanggung jawab atas semua tindakan kita.
    Bertindak dengan penuh integritas, bersikap jujur, mematuhi hukum, mematuhi pedoman, dan bertanggung jawab. Integritas sangat penting bagi seluruh karyawan dan jajaran menejemen. Bersama nilai-nilai adat kita lainnya seperti kepemimpinan, kecintaan, akuntabilitas, kerja sama, keragaman, dan kualitas, integritas adalah pilar Tekad untuk Pertumbuhan (Manifesto for Growth). Integritas berarti melakukan hal yang benar. Dengan tindakan penuh integritas, secara positif kita mencerminkan citra dan reputasi perusahaan.
    Bagaimana memenangkan persaingan? Dalam peribahasa Jawa ada “Ajining diri dumunung aneng lathi, ajining raga ana ing busana” bisa menjadi “alat” untuk memenangkan persaingan. Semangat yang terkandung dalam peribahasa tersebut adalah bahwa kebiasaan berbusana menjadi acuan bagaimana seseorang menjadi ‘aji’ (dimuliakan). Implementasi peribahasa tersebut dalam menejemen sukses dijalankan oleh Manet Vision. Manet Vision, sebuah perusahaan butik yang melakukan penjualan online membuat tagline ”Tren terbaru busana Muslim, gamis, rajut, sangat spesial, hanya satu-satunya di Indonesia!” benar-benar berhasil memperagakan peribahasa Jawa untuk mempengaruhi konsumen. Bagaimana tagline tersebut bekerja, tidak lain karena kedekatan konsep marketing dengan adat dan kebiasaan masyarakat kebanyakan. Kedekatan inilah yang harus dibangun, baik internal maupun eksternal, untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
    Masih banyak konsep sosial yang tertuang dalam peribahasa dan menjadi adat kebiasaan untuk memenagkan persaingan. ”Sapa temen bakal tinemu” bisa memacu semangat karyawan, dan mengatasi lack of motivation dalam perusahaan. Peribahasa ini menginternal, dan menjadi kesadaran bersama dalam komunitas. ”Sapa rika sapa inyong” juga bisa diimplementasikan dalam konsep menejemen. Lack of Direction salah satunya disebabkan oleh ketidaktahuan diri karyawan untuk menempatkan diri. ”Aja dumeh” bisa menjadi upaya menjembatani komunikasi antara atasan dan bawahan. Makna yang terkandung dalam ”aja dumeh” mengajarkan keluhuran, kesabaran, keadilan dan saling pengertian. Sikap-sikap luhur yang mengacu kepada adat istiadat dan kearifan lokal bisa menjadi pemacu semangat untuk memenangkan persaingan.

    Referensi:
    1.Waringin, Tung Desem, Marketing Revolution, Gramedia 2008.
    2.Hardjono, Prof Mr, Tradisi Sosial, Fakultas Sosial Politik, UGM, 1965
    3.Praptapa, Agung. The Art of controlling people, Strategi Mengendalikan Perusahaan, Gramedia, 2009
    4.www.ninecorporatetrainer.com
    5.www.ki-demang.com

    ReplyDelete