Saturday, October 2, 2010

Tugas 1 BM MM Angkatan 27: Management Book Review


Silakan pilih sebuah buku manajemen, baca, dan berikan review singkat dalam 1 atau 2 halaman. Publikasikan di sini sebagai comment. Paling lambat dikumpulkan sehari sebelum kuliah Business dan Management berikutnya.

Format pelaporan sbb:
Judul Buku:
Nama Mahasiswa:
NIM:
Hasil Review:

Terimakasih, selamat bekerja.

AP

90 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Buku yang terdiri dari 50 tips transformasi untuk menggapai hidup gemilang, sukses dan bahagia ini memberikan inspirasi dasar dan sederhana bagaimana agar hidup kita menjadi lebih baik lagi, berapapun usia kita dan apapun profesi kita saat ini, tak ada kata terlambat. Yang paling menggelitik diri saya pribadi adalah ternyata hal hal dasar dan sederhana tersebut banyak yang belum saya lakukan. Nah, setelah membaca buku ini, saya pu bertekat untuk merubah diri saya dan keluarga saya untuk melangkah ke tingkat keberhasilan berikutnya, “go the next level”. Di bagian awal dibicarakan bagaimana setiap jiwa harus merumuskan tujuan hidup misi dan visinya. Di buku dengan jumlah halaman 250 halaman ini juga diungkapkan bagaimana kita harus bangkit dari kegagalan dan kejenuhan hidup dengan lebih mengenali diri dan percaya diri bahwa segala sesuatu pasti dapat kita lakukan dan kita semua sebenarnya adalah seorang pemenang. Juga diungkapkan betapa pentingnya menyalurkan energy positif setiap waktu dalam diri kita juga kepada orang lain, karena energy positif akan menularkan hal positif pada diri kita juga orang lain di sekitar kita, begitu juga sebaliknya. Hal penting lain adalah bagaimana agar kita tetap memberikan tenaga dan pikiran kita lebih dan lebih di setiap waktu dalam pekerjaan, karena hanya itulah otomatis kita juga akan mendapatkan sesuatu yang lebih dibanding orang lain yang hanya mencurahkan tenaga dan pikirannya setengah saja. Kita juga harus bersyukur dalam menghadapi masalah karena dengan masalah itulah kita akan menjadi dewasa. Di dalam buku ini juga disinggung betapa pentingnya sebuah pilihan, kenapa? Karena apa yang kita pilih saat ini tentunya akan kita rasakan di masa depan, dan apa yang kita rasakan dan alami saat ini dapat dipastikan merupakan pilihan-pilihan kita di masa lalu. Keberhasilan seseorang ternyata juga ditentukan seberapa besar soft skill (tingkah laku/attitude) yang dimiliki. Kesuksesan 80% ditentukan oleh soft skill dan 20% ditentukan oleh hard skill. Seseorang yang sukses bukanlah karena dilahirkan namun sukses adalah karena dibentuk khususnya diri kita pribadi yang membentuknya, dan kesuksesan tidak datang menghampiri kita, namun kitalah yang harus menghampiri kesuksesan itu. Kesimpulan yang bisa saya petik disini adalah betapa pentingnya transformasi diri pada diri kita, dan faktor keinginan dari diri kitalah yang menentukan dimulainya transformasi ke arah kesuksesan, kemudian komitmen dan kegigihan. Kapan transformasi itu diperlukan? Mulailah saat ini juga apapun kondisi anda saat ini, karena semakin cepat, kesuksesan lebih akan melekat pada diri anda.

    ReplyDelete
  4. Manajemen Pelayanan Publik Yang Prima
    (Manajemen Pelayanan Prima : Biro Orpeg SETDA Prop Jateng)

    Makhmudah
    NIM. P2CC10026
    MM Angkatan 27

    Manajemen Pelayanan Publik Yang Prima
    Adalah suatu proses penerapan ilmu dan seni untuk menyusun rencana, mengimplementasikan rencana, mengkoordinasikan dan menyelesaikan kegiatan2 pelayanan demi tercapainya tujuan pelayanan yang prima yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

    Dasar :
    1. UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
    2. UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik

    Dalam mengimplkementasikan manajemen pelayanan prima, agar pemerintah dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, harus memperhatikan 8 sendi tata laksana pelayanan yang mencakup : Kesederhanaan, Kejelasan dan Kepastiaan, Keamanan, Keterbukaan, Efisiensi, Ekonomis, Keadilan yang merata dan Ketepatan waktu.

    Untuk meningkatkan kualitas layanan yang menuju ke layanan prima, faktor manusia mendapat perhatian utama khususnya yang menyangkut perilakunya.
    Perilaku yang mengarah ke Pelayanan Prima
    1. Self Esteem (harga diri)
    2. Exceed Exception (melampaui yang diharapkan)
    3. Recovery ( Pembenahan)
    4. Vision (visi)
    5. Improve (peningkatan)
    6. Care (perhatian)
    7. Empower ( pemberdayaan)

    ReplyDelete
  5. Judul Buku: OUR ICEBERG IS MELTING (JOHN KOTTER DAN HOLGER RATHBERGER
    Nama Mahasiswa: DIANITA PRIHANDINI
    NIM: P2CC10023
    Hasil Review:

    Buku ini tidak sengaja saya pilih, kebetulan anak saya lagi seneng-senengnya dengan tokoh Pororo Penguin, dan pada saat saya ke toko buku, anak saya menunjuk buku ini karena ada gambar penguinnya.

    Tokoh sentral buku ini adalah Fred (well, Fred adalah seorang penguin dan memiliki kopor). Koloni Fred tinggal di sebuah gunung es yang mereka yakini sudah sangat aman, hingga pada suatu saat muncullah informasi yang menggelisahkan Fred bahwa GUNUNG ES MENCAIR DAN AKAN SEGERA MELELEH.

    Inilah inti dari buku manajemen ini bahwa permasalahan yang dihadapi adalah tantangan bagi Fred (Manajer yang akan berubah) untuk menghadapi perubahan (gunung es mencair) di tengah koloni yang merasa sangat aman dan yakin bahwa gunung es tidak akan mencair (orang-orang yang tidak mau berubah dan mempersiapkan diri untuk perubahan). Kopor yang dimiliki Fred adalah perwujudan dari pengamatan, gagasan dan kesimpulan Fred yang artinya adalah pemikiran si Manajer.

    Di dalam buku ini, untuk memecahkan suatu masalah, ada beberapa langkah yang dideskripsikan dalam beberapa cerita :

    1.Ketahui inti masalah
    KOLONI PENGUIN YANG TERBIASA HIDUP DI GUNUNG ES TIBA-TIBA HARUS MENGHADAPI BAHWA GUNUNG ES AKAN SEGERA MENCAIR.
    2.Buatlah model atau simulasi bagaimana masalah itu dapat terjadi dan ciptakan perasaan mendesak (untuk mengetahui penyebab dan dampaknya)
    FRED MENGISI BOTOL KACA DENGAN AIR ES DAN MENDIAMKANNYA SEMALAMAN DAN BOTOL ITU PECAH BERKEPING-KEPING
    3.Ketahuilah bahwa anda tidak bekerja sendiri, maksimalkan kekuatan tim anda, dengan menggabungkan potensi dan kelebihan masing-masing personilnya (ingat anda adalah manajer). Jika anda belum punya tim, buatlah!
    FRED MEMBENTUK TIM DENGAN KELEBIHAN MASING-MASING
    Membentuk tim adalah untuk memandu perubahan yang diperlukan.
    4.Samakan persepsi untuk mencapai visi yang jelas.
    FRED MENGADAKAN MEETING DAN DISKUSI UNTUK MENCARI VISI BARU DAN MENEMUKAN SOLUSI YAITU PENGUIN HARUS HIDUP MENGEMBARA UNTUK BERTAHAN
    5.Mengkomunikasikan visi baru kepada komunitas.
    TIM MENSOSIALISASIKAN VISI BARU KEPADA KOLONI BAHWA GAYA HIDUP BARU UNTUK BERTAHAN HIDUP ADALAH MENGEMBARA BUKAN DIAM DI TEMPAT.
    6.Jangan lupa pasti ada tantangan dan hambatan, maju terus.
    BANYAK TANTANGAN, PRO KONTRA DI KALANGAN KOLONI PENGUIN
    7.Tidak berhenti sampai visi baru dilaksanakan
    TIM TIDAK MENYERAH, TIM MENUNJUK TIM PENGINTAI UNTUK MENCARI TEMPAT BARU YANG KAYA DENGAN SUMBER MAKANAN DAN MELAKUKAN KEPINDAHAN.
    8.Memastikan bahwa perubahan tidak dapat diatasi dengan sikap keras kepala dan tradisi yang sukar dilenyapkan layaknya GUNUNG ES.
    KOLONI TIDAK BERHENTI SAMPAI MEREKA MENEMUKAN BAHWA MEREKA HARUS BERUBAH UNTUK BERTAHAN HIDUP DAN MENEMUKAN TEMPAT-TEMPAT BARU UNTUK TINGGAL.

    Dari penggambaran cerita Fred si Penguin di atas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa untuk menciptakan perubahan terdapat delapan proses :

    1.Ciptakan perasaan mendesak mengapa perubahan perlu dilakukan
    2.Tetapkan Tim
    3.Kembangkan visi dan strategi perubahan
    4.Komunikasikan untuk mencapai pemahaman dan mengalah untuk menang
    5.Berikan wewenang kepada orang lain untuk bertindak
    6.Hasilkan kemenangan jangka pendek
    7.Jangan mudah berhenti
    8.Ciptakan budaya baru

    Jangan lupa sertakan pemikiran dan perasaan dalam menciptakan perubahan.

    Kumpulkan data dan buat analisa, tampilkan informasi secara logis untuk mengubah pemikiran orang lain, dan jangan lupa cara pikir kita juga harus dirubah.

    Ciptakan pengalaman yang mengejutkan, pengalaman dapat merubah apa yang dirasakan orang lain tentang sebuah situasi sedangkan perubahan dalam perasaan bisa berakhir pada sebuah sikap yang diinginkan. Tentu saja bisa dimulai dari perasaan kita sendiri kan?

    Saya kira demikian yang bisa saya tangkap dalam buku ini. Pendeskripsian dalam buku ini sangat membantu dalam memahami langkah-langkah yang bisa kita lakukan dalam menciptakan perubahan dan kesuksesan.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  6. @Dianita: Luar biasa, thanks sharingnya.

    ReplyDelete
  7. belajar cerdas
    Dwi Wijayanti
    P2CC10021

    Dalam buku ini digambarkan bagian-bagian dari otak dan fungsinya dalam kehidupan manusia. Buku ini bukanlah buku kedokteran yang membangkitkan keingintahuan namun dengan lugas dan menarik menjabarkan fungsi-fungsi otak khususnya pada pembelajaran manusia. Seperti lobus frontal sebagai pengendali ucapan, mengurutkan ide-ide, perencanaan serta tentang kepribadian manusia. Lobus parietal yang menerima dan mengolah informasi indrawi dari tubuh. Lobus temporal yang berkaitan erat dengan emosi, memori, pendengaran dan bahasa. Serebelum sebagai pengkoordinasi dan kesimbangan yang penting dalam proses belajar mengajar. Dan lain-lainnya.
    “Membentuk”, mengembangkan, merawat dan menggunakan otak dengan baik merupakan cara kita bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang terbesar pada manusia. Karena otak bukanlah sebuah aset dari Tuhan yang dengan begitu saja membuat beberapa manusia menjadi genius, seperti halnya juga Einstein.
    Banyak hal yang mempengaruhi otak manusia baik ketika masih dalam kandungan yang berupa janin ataupun sesudah berada diluar kandungan. Membutuhkan bantuan orang lain ataupun manusia itu sendiri. Semua dijelaskan dengan contoh-contoh nyata.
    1. Makanan yang cerdas, maksud dari kalimat tersebut adalah makanan yang kita makan bukan saja menyehatkan tapi juga harus mencerdaskan otak. Makanan yang merangsang otak kita untuk mengembangkan jaringan –jaringan saraf yang ada bukan malah merusak otak dengan memakan makanan “sampah”.

    Contohnya mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak omega-3, misalnya ikan dan ASI -lemak yang akan melancarkan komunikasi diantara neuron,hingga mudah mengingat, membuat belajar efektif, dan makin cerdas mengatasi masalah, menghambat pembentukan gumpalan darah-, antioksidan, pada buah-buahan dan sayur-sayuran-meningkatkan kemampuan otak dan mengembalikan ingatan-, multivitamin dan mineral yang cukup-merawat otak dan mencegah depresi-.

    Seperti saat dalam kandungan ibu selain makanan lahir yang mencerdaskan ada juga makanan rohani atau batin yang mempengaruhi bayi. Tentang emosi, perbuatan dan perkataan si ibu yang tertangkap mata dan telinga anak saat melihat, merasa, serta mendengar.

    2. “ Gerakan adalah pintu menuju pembelajaran” tulis Paul E. Dennison. Ketika kita bergerak dengan halus dan teratur, otak diaktifkan secara penuh dan integrasi terjadi, menginternalisasikannya dan memadatkannya dalam jaringan saraf otak. Gerakan yang mengikat pikiran, sederhananya mewujudkan apa yang ada dipikiran dalam kata-kata atau tulisan atau hanya sekedar melakukan gerakan sedehana saat jeda ketika membaca.

    Ilmuan saraf, Fred Gage dan rekan-rekannya menemukan bahwa otak tikus yang tinggal di kandang dengan mainan fisik memiliki 20% sel otak tersusun lebih banyak dari pada otak tikus yang tinggal di kandang tanpa mainan fisik.

    3. Pengayaan lingkungan dengan segala masalahnya membantu otak berkembang maksimal untuk mencari solusi pemecahannya.

    Kasus Temple Grandin, seorang anak autis yang jika merasa tertolak dari masyarakat ia akan mengamuk. (Pada awalnya ia dibantu oleh seorang pengasuh yang keras, memaksa ia untuk berlatih fisik dan belajar yang diulang-ulang.) Ia belajar untuk menghindari stimulus tersebut -yang menyebabkan rasa sakit pada sistem saraf yang terlalu sensitife-dengan berimajinasi tentang gambaran tempat-tempat yang jauh. Membantunya tenang, berkonsentrasi dan berhubungan dengan orang lain. Ia telah menyusun kembali jaringan listrik otaknya yang tidak dimilikinya waktu kecil untuk mengendalikan perilakunya.

    Manusia merupakan makhluk sosial yang berakal ketika ia menyadari bahwa kesalahan dalam dirinya dapat diperbaiki dengan mengetahui tentang diri sendiri serta bantuan orang lain yang memahami kekurangan kita. Pemecahan masalah-masalah dalam diri dan masyarakat yang membuat otak kita berfikir keras tidak hanya membuat jaringan-jaringan sel saraf baru yang menjadikan ilmu itu kekal namun memperbaiki tingkah laku dengan lebih bijaksana.

    ReplyDelete
  8. Judul buku : Better negotiators, pengarang Richard A.luaecke dan James G Patterson
    Nama mahasiswa : Mohamad Fakih
    Nim : P2CC10001
    Hasil :
    Secara umum negosiasi dibagi menjadi dua yaitu tipe win-lose atau win-win, sungguh penting untuk memahami perbedaan antara keduanya karena masing-masing tipe membutuhkan sikap dan serangkain taktik yang berbeda.
    Dibuku ini juga dijelaskan bagaimana kita ketika menjadi seorang pembeli atau menjualkan barang, ketika kita sedang menjual gagasan atau menyelesaikan masalah yang melibatkan orang lain, untuk itu kita membutuhkan keahlian khusus yang dinamakan negosiasi, negosiasi sendiri adalah cara untuk mendapatkan bagian yang fair , apakah itu ketika kita menjual proposal pada atasan, menyelesaikan persoalan gaji, membeli properti atau ketika kita membeli mobil baru.
    Kebanyakan orang merasa sulit saat melalukan negosiasi, buku ini mengajak kita belajar untuk memecahkan trik dan taktik baru dalam memenangkan negosiasi. Dan menjadi orang pintar dan lihai saja tidak cukup jika negosiasi tidak memberikan hasil sebagaimana yang kita harapkan dan inginkan.

    ReplyDelete
  9. Judul Buku : Manajemen Publik (Pengarang; Drs.Hessel Nogi S. Tangkilisan, M.Si.)
    Nama : FARDHIAN FARADHIAN
    NIM : P2CC10003
    Hasil review :

    Konsep desentralisasi dan otonomi daerah dilihat dari perspektif organisasi dan manajemen yang lebih menekankan pada aspek efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas. Tujuan dan sasaran dari kebijakan otonomi daerah,adalah:
    1. Efisiensi dan efektifitas pemberian pelayanan kepada masyarakat
    2. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah
    3. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik dan pelaksanaan pembangunan
    4. Peningkatan efektifitas pelaksanaan koordinasi serta pengawasan pembangunan.
    Dalam organisasi Pemerintahan daerah diperlukan sumber daya manusia untuk menjalankan organisasi supaya dapat mencapai tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien. Perlunya sumber daya manusia dikelola dengan baik karena manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi. Pendidikan dan Pelatihan merupakan upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia, terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia. Sedangkan manajemen sumber daya manusia adalah seni dalam merencanakan, mengorganisasikan,mengarahkan dan mengawasi kegiatan-kegiatan sumber daya manusia dalam rangka mencapai tujuan organisasi
    Pada manajemen public berpengaruh terhadap organisasi-organisasi public untuk lebih kearah penerapan good governance dan civil society yang dapat didefinisikan sebagai proses penyelenggaraan ke pemerintahan yang bersih, transparan ,akuntabel,dan dilaksanakan tanpa kekerasan dan sesuai dengan konstitusi yang ada. Dan memiliki relevansi tinggi sesuai dengan karateristik yang dimiliki oleh organisasi public, yaitu kepemimpinan, struktur organisasi, dan sumber daya manusianya.
    Aplikasinya pada manajemen di birokrasi public, dapat menciptakan teknik-teknik untuk memberikan jalan keluar bagi institusi atau organisasi untuk beradaptasi kembali terhadap perubahan dan tantanan lingkungan melalui pencarian isu atau factor strategis dengan menggunakan teknik-teknik manajemen agar kemajuan organisasi dapat dipertahankan dan kinerjanya semakain optimal.
    Kegunaan praktis yang diperoleh dari aplikasi teknik-teknik yang dikembangkan manajemen seperti: pengembangan strategi yang efektif, memeprjelas arah masa depan, menciptakan prioritas, membuat keputusan saat ini dengan mempertimbangkan konsekuensi yang akan datang, memperbaiaki kinerja institusi, menangani kondisi lingkungan yang cepat berubah.
    Jadi manajemen dengan teknik strategiknya memberikan gambaran kepada birokrat mengenai mengambil keputusan bagaimana suatu organisasi public dapat digerakkan untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi yang diembannya dengan secara efisien supaya tidak berbelit-belit dan mengelola secara efektif factor-faktor strateis yang ada.

    ReplyDelete
  10. Judul Buku: Pengantar Manajemen Perkreditan
    Nama : AGNES FITRIA
    NIM : P2CC10017
    Hasil Review:
    Buku yang di hasilkan oleh Irham Fahmi dan Yovi Lavianti Hadi ini mampu menjadi salah satu referensi dan dasar pijakan saya dalam melihat persoalan manajemen perkreditan secara lebih dalam dan spesifik dalam dunia kerja saya yang berada di micro banking.
    Dalam buku ini di tuliskan bahwa manajemen memiliki 4 fungsi yaitu :
    1.Bagian Personalia (human resource), yang mengurusi administrasi perusahaan adalah berhubungan juga dengan kredit.
    2.Bagian Produksi (production), memiliki hubungan dengan kredit pada saat pemesanan barang dan menghitung kapan saat tepat memesan barang, karena pesanan barang harus seiring dengan habisnya barang yang ada di gudang serta terjualnya barang lama hingga menyebabkan bagian produksi memesan barang baru.
    3.Bagian Keuangan (finance), kita sudah bisa memahamianya dengan jelas karena semua data-data keuangan termasuk pembelian dan penjualan secara kredit akan masuk dan harus diproses serta diidentifikasi dengan jelas.
    4.Bagian Marketing (pemasaran), harus paham benar tentang bagaimana menjual barang secara promosi dan menagih penjualan dengan cara angsuran.
    Keempat fungsi ini saling terkait dalam mendukung kinerja suatu perusahaan. Jika kita menempatkan pemahaman kredit hanya untuk fungsi keuangan saja maka itu adalah pemahaman yang keliru, karena setiap fungsi dalam manajemen memiliki hubungan dengan kredit. Dalam kredit itu sendiri mencakup unsur kepercayaan, waktu, risiko, prestasi, adanya kreditur, dan adanya debitur. Kepercayaan disini memiliki hubungan yang kuat dalam keputusan pencairan kredit.
    Perbankan sering kali disebut sebagai mediatory, yaitu pihak yang menghubungkan mereka yang kelebihan dana dengan mereka yang kekurangan atau membutuhkan dana. Sehingga dengan begitu perbankan bisa saja memperbesar angka penyaluran kredit pada sektor tertentu,misalnya sektor bisnis konsumtif dengan angka persentase yang lebih besar dari sektor bisnis lain seperti produksi dan perdagangan, yang otomatis nantinya akan berdampak pada meningkatnya sektor bisnis konsumtif, begitu pula sebaliknya. Namun demikian, pihak perbankan tidak akan gegabah untuk merealisasikan setiap permohonan pengajuan kredit yang masuk atau yang datang dari masyarakat, dalam memutuskan pemberian kredit atau melakukan pencairan dana melalui kredit, ada beberapa hal yang harus dipikirkan oleh kreditur maupun oleh debitur yang dikenal dengan prinsip 5C, yaitu :
    1.Character (Karakteristik)
    2.Capacity (Kemampuan)
    3.Capital (Modal)
    4.Collateral (Jaminan)
    5.Condition of Economy (Kondisi Perekonominam)
    Kajian 5C ini secara umum dapat dijadikan patokan penilaian untuk merealisasikan pemberian atau pencairan kredit tersebut. Walaupun pada prinsipnya faktor 5C ini tidak mutlak.
    Dalam buki ini, keputusan pemberian kredit baik dalam bentuk besar dan kecil juga bisa dipengaruhi dari wilayah wewenang seorang komite kredit. Seorang direksi sebuah perbankan biasanya sering mendelegasikan keputusan wewenang pencairan kredit kepada para pejabat bank yang ada di lingkungannya, tidak terkecuali para kepala kantor cabang, serta komote kredit yang ada di suatu perbankan. Dengan begitu kita dapat memahami dengan baik bahwa wewenang dan maksimalitas pemberian kredit sangat dipengaruhi oleh posisi seorang pejabat perbankan di mana dia ditempatkan dan juga maksimalitas wawasan yang dimilikinya. Menurut saya, kedua hal ini memberikan dan membentuk suatu manajemen yang terukur secara sistematis dalam setiap keputusan yang dilahirkan seperti besar kecilnya plafond kredit yang akan diberikan.
    Demikian yang dapat saya jabarkan dari ringkasan buku ini. Semoga bermanfaat ^_^

    ReplyDelete
  11. SATU

    Judul Buku : The Carrot Principle
    Nama Mahasiswa : Woro Yuliyastiningrum (Yuli)
    NIM : P2CC10028

    "The Carrot Principle"
    oleh Adrian Gostick & Chester Elton
    Penulis Bestseller 'The 24-Carrot Manager' dan 'A Carrot a Day'

    Beri Anak Buah Anda WORTEL, bukan CAMBUK !
    Itu adalah bodycopy dari buku ini yang membuat saya tertarik untuk membacanya.
    Apa sebenarnya 'wortel' yang dibicarakan dalam buku ini?

    The Carrot Principle mengungkapkan bahwa karakter utama sebagian besar manager sukses adalah sering memberikan penghargaan yang efektif kepada para bawahan mereka.
    Berdasarkan studi kasus dari beberapa perusahaan besar seperti Goodyear, Walt Disney World, DHL, dan Pepsi Bottling Group, penulis memperlihatkan bagaimana manager yang hebat memimpin dengan ‘wortel’ bukan dengan ‘cambuk’, dalam meningkatkan Produktivitas, Keterlibatan, Retensi dan Kepuasan pelanggan.

    Berdasarkan riset yg dilakukan penulis berkolaborasi dengan HealthStream Research di AS dan Kanada pada thn 2005, faktanya adalah 79% karyawan yang berhenti bekerja menyebutkan bahwa kurangnya apresiasi merupakan alasan mereka keluar. Oleh karena itu, dibutuhkanlah ‘akselerator’ berupa ‘carrot/wortel’ yang merupakan sebuah tindakan sederhana tetapi transformatif dari seorang pemimpin utk mengungkapkan penghargaan kepada seseorang dengan cara yang bermakna dan berkesan.

    Apa itu Carrot/Wortel ?
    Oxford English Dictionary mendefinisikannya sebagai ‘sesuatu yang memancing sebagai alat persuasi’. Dalam bisnis, terkadang carrot/wortel digunakan untuk memberi inspirasi dan memotivasi seorang karyawan. Uang bukanlah imbalan yang kuat seperti yang dipandang banyak orang. Walaupun bayaran dan bonus bisa menarik dan mempertahankan karyawan, namun tidak akan bisa menjadi iming-iming yang baik karena bisa dilupakan dengan mudah. Tetapi bagaimana dengan imbalan yang bisa digunakan dan berharga? Kemungkinannya adalah, beberapa tahun kemudian kita masih menyimpannya dan mengingat penghargaan itu dalam benak kita.

    .....

    ReplyDelete
  12. DUA

    Judul Buku : The Carrot Principle
    Nama Mahasiswa : Woro Yuliyastiningrum (Yuli)
    NIM : P2CC10028

    .....

    Studi kasus lain dari kolaborasi penulis dan HealthStream Research adalah bahwa karakter utama dari manajemen yang benar-benar efektif adalah kemampuan seorang manager untuk menghargai bakat dan kontribusi para karyawan dengan cara yang bermakna. Selain itu dengan penghargaan yang dipandang efektif, manager dapat mengurangi tingkat keluar-masuk (turnover) karyawan, dan mencapai hasil bisnis yang meningkat. Sehingga para manager dapat lebih dapat dipandang oleh para karyawannya sebagai sosok yang kuat dalam Empat Dasar Kepemimpinan, yaitu :
    - Goal Setting (Penentuan Tujuan),
    - Communication (Komunikasi),
    - Trust (Kepercayaan), dan
    - Accountability (Akuntabilitas).
    Dengan kata lain, ketika penghargaan diaplikasikan ke dalam Empat Dasar Manajemen yang baik, ia menjadi akselerator bagi kinerja dan keterlibatan karyawan.

    Seorang manager tidak tidak perlu bersusah payah setiap kali memberikan penghargaan. Berikut ini adalah empat bentuk dasar penghargaan yang menjadi budaya penghargaan yang sehat :
    - Penghargaan harian, bentuknya sering kali berbiaya ringan, tetapi selalu memberi arti lebih bagi penghargaan. Contohnya berupa tepukan ringan di punggung, ucapan yg ditulis tangan, makan bersama tim, dan cara-cara lain dimana kita secara teratur memberi pujian dan mengungkapkan terimakasih kpd karyawan.
    - Penghargaan untuk prestasi luar biasa, ketika karyawan telah melaksanakan tugas yang melebihi tanggung jawabnya, mereka pantas mendapatkan tanggapan yang lebih formal dari perusahaan.
    - Penghargaan terhadap karier, beberapa perusahaan menyediakan program formal utk menghargai karyawan di hari dimana dia mulai diterima bekerja. Cara ini yang paling jarang digunakan.
    - Acara Perayaan, perayaan ini dapat menjadi ungkapan terimakasih atas kesuksesan tim atau pencapaian hasil yang luar biasa.

    Kesimpulannya, manager yang hebat terlahir ketika penghargaan ditambahkan ke dalam ciri lain kepemimpinan. Itulah Carrot Principle ! Sebuah konsep yang sederhana, namun selalu berlaku setiap saat. Buku ini dapat membawa kita, karyawan dan perusahaan kearah kesuksesan dan prestasi terus menerus dengan menerapkan Carrot Principle dalam pekerjaan sehari-hari, atau bisa juga diterapkan dalam kehidupan pribadi kita.

    Semoga Bermanfaat :)

    ReplyDelete
  13. wuih.....pada hebat-hebat ya nulisnya.....ayo lainnya bangkit!.......move.......!!!!

    AP

    ReplyDelete
  14. Nama Mahasiswa : Fajar Windiyasari
    P2CC10004


    Judul buku : WHO MOVED MY CHEESE ?
    (Spencer Johnson, M.D.)



    Buku tentang cara cerdas menyiasati perubahan dalam hidup & pekerjaan

    Buku ini bercerita tentang 4 tokoh imajiner yang merupakan bagian dari diri kita
    1. si tikus sniff (endus)
    mampu mencium adanya perubahan dengan
    cepat
    2. si tikus scurry (lacak)
    yang segera mengambil tindaka
    3. si kurcaci hem (kaku)
    yang menolak & mengingkari adanya
    perubahan karena takut perubahan akan
    menghasilkan sesuatu yang buruk
    4. si kurcaci haw (aman)
    yang baru mencoba beradaptasi jika ia
    melihat perubahan mendatangkan sesuatu
    yang lebih baik
    Keempat tokoh tersebut berlarian di dalam labirin mencari cheese.

    Cheese disini adalah perumpamaan akan hal yang kita inginkan di dalam hidup , baik pekerjaan, hubungan baik, uang, pengakuan, atau bahkan kegiatan seperti lari pagi atau golf.

    Labirin mewakili tempat dimana kita menghabiskan waktu untuk mendapat apa yang kita inginkan. Bisa jadi perusahaan tempat kita bekerja, lingkungan masyarakat tempat kita tinggal, atau hubungan baik yang telah kita bina hingga saat ini.

    Diceritakan keempat tokoh tersebut telah menemukan cheese yang berlimpah disuatu station cheese.
    Namun lama kelamaan persediaan cheese mulai menipis dan habis.
    *PERUBAHAN SELALU TERJADI* (Mereka selalu memindahkan cheese)

    Perubahan tersebut hanya dirasakan oleh sniff & scurry. Karena mereka selalu mengendus, melacak, mencakar daerah sekitar cheese station, sehingga melihat adakah perubahan yang terjadi dibanding kemarin?
    *ANTISIPASI PERUBAHAN, PERHATIKAN PERUBAHAN* (Bersiaplah jika cheese dipindahkan, Ciumlah cheese sesering mungkin sehingga tahu kapan mulai membusuk)

    Sementara hem & haw terlena oleh berlimpahnya cheese, tidak memperhatikan perubahan yang terjadi. Saat cheese habis mereka terkejut dan mengingkari hal tersebut. Memerlukan waktu lama untuk untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Karena bagi hem & haw cheese sangat berarti.

    Lain halnya dengan Sniff & scurry yang segera bertindak masuk ke dalam labirin untuk mencari cheese baru. Hingga ahirnya mereka kembali menemukan cheese station baru.
    *SESUAIKAN DIRI DENGAN CEPAT* (Semakin cepat anda melupakan cheese lama semakin cepat anda menemukan cheese baru)


    Sementara hem bersikukuh untuk tetap bertahan ditempat, walaupun tanpa cheese. Karena rasa takut akan kegagalan dan kesulitan jika harus mencari cheese yang baru.
    Tidak demikian dengan haw, walaupun terlambat, dia ahirnya bergerak memasuki labirin. Menyingkirkan rasa takutnya sendiri, mencari cheese baru. Haw berpikir kesempatan untuk menemukan cheese baru adalah jika dia mau masuk ke dalam labirin, daripada hanya menunggu di tempat.
    *BERUBAH* (Bergerak bersama cheese)

    Perjuangan berliku haw tidak membuatnya menyerah.
    Ahirnya haw berhasil menemukan station cheese baru beserta cheese dengan rasa yang lebih baik, yang belum pernah dia rasa sebelumnya.
    *NIKMATI PERUBAHAN* (Nikmati petualangan dan nikmati rasa cheese baru)

    Kini haw telah berhasil menemukan station cheese baru, dia tidak terlena. Haw selalu memeriksa keadaan cheesenya, sehingga jika ada perubahan yang terjadi tidak akan mengejutkannya.
    Haw masih sering menjelajahi labirin dan daerah baru, sehingga dia tetap tahu apa yang terjadi disekitarnya.
    Lebih aman jika mengetahui pilihan yang ada didepan daripada mengunci diri dalam zona kenyamanannya sendiri.
    *BERSIAPLAH BERUBAH DENGAN CEPAT DAN NIKMATILAH LAGI DAN LAGI* (mereka tetap memindahkan cheese)

    Kesimpulan:
    Perubahan selalu terjadi.
    Akan lebih baik jika kita bertindak sederhana menghadapi perubahan.
    Seperti dua ekor tikus dalam cerita tersebut lebih bisa menghadapi perubahan yang terjadi.
    Karena mereka tidak memperumit permasalahan.
    Sedangkan kedua otak canggih dan emosi manusiawi para kurcaci mempersulit keadaan yang ada. Bukan karena tikus lebih pintar dari manusia. Kita semua tahu bahwa manusia lebih pintar dari tikus.

    ReplyDelete
  15. Judul Buku : FOCUS / Masa Depan Perusahaan Anda ditentukan Oleh Fokus (versi Indonesia)
    Focus: The Future of Your Company Depends on It
    Pengarang : Al Ries dan Hermawan Kertajaya
    Nama Mahasiswa : Rochmad Kasir Nugroho
    NIM : P2CC10013
    Hasil Review:

    Bagian satu :

    What's the secret to a company's continued growth and
    prosperity? Internationally known marketing expert Al Ries has
    the answer : “focus”
    His commonsense approach to business management is founded on the premise that long-lasting success depends on focusing on core products and eschewing the temptation to diversify into unrelated enterprises. (www.bukukita.com)
    Matahari merupakan sumber energi yang sangat kuat, dan selalu menyinari bumi dengan jutaan kilowatt energi. Dan kitapun hanya perlu topi kecil ataupun sunscreen untuk mandi matahari dengan hanya mendapatkan sedikit resiko membahayakan.
    Sinar laser yang hanya seberkas kecil merupakan sumber energi yang lemah, yang hanya memerlukan beberapa kilowatt energi dan bisa difokuskan menjadi sebuah pancaran cahaya kecil yang mampu digunakan untuk memotong baja ataupun untuk pengobatan (kanker misalnya).
    Ini sama dengan sebuah perusahaan. Ketika sebuah perusahaan menjadi tidak fokus, maka perusahaan akan menjadi kehilangan kekuatannya. Perusahaan itu akan menjadi seperti matahar, yang menyebarkan energinya ke terlalu banyak produk dan terlalu banyak pasar.
    Perusahaan-perusahaan di Amerika berkembang pesat karena didorong adanya satu kata, yaitu “pertumbuhan”.
    Manajemen selalu menginginkan peningkatan dalam hal penjualan dan laba tahunan bahkan pada saat perusahaan tersebut dalam keadaan tidak menunjukkan adanya pertumbuhan. Jadi untuk memenuhi target tersebut pihak perusahaan menawarkan lebih banyak variasi dan selera, atau bahkan berani mencoba memasuki pasar lain. Dan yang ekstrim lagi dengan mendapatkan perusahaan atau produk dari perusahaan lain. Dapat juga dengan mengadakan joint ventures. Apakah itu yang dinamakan perluasan lini produk atau diversifikasi yang bertujuan untuk pertumbuhan. Itulah yang menyebabkan suatu perusahaan menjadi tidak fokus lagi.
    Sebagai contoh perusahaan yang terguncang karena tidak fokus adalah “Xerox”. Perusahaan tersebut melakukan diversifikasi ke jasa keuangan dengan nama “The Xerox Financial Machine” dan mempunyai berbagai macam anak perusahaan yang bergerak diberbagai bidang, seperti asuransi pertanggungjawaban kecelakaan dan properti, reksadana, investasi dan asuransi jiwa. Pada saat “The Xerox Financial Machine” mengalami masalah besar, perusahaan harus menanggung kerugian yang sangat besar dan mengumumkan pengunduran diri secara total dari bidang usaha tersebut. “
    1. IBM membeli Rolm dan kemudian menjualnya kembali tidak lama kemudian
    2. Coca cola membeli Columbia Picture lalu menjualnya kembali 7 tahun kemudian
    Dan masih banyak perusahaan yang terguncang karena melakukan diversifikasi tersebut.
    Tidak hanya dengan diversifikasi saja perusahan bisa terguncang dan bahkan resiko terburuk bisa bangkrut. Adanya perluasan lini produksi. Hal itupun dapat menyebabkan suatu perusahaan dapat kehilangan fokus. Ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah perusahaan melakukan upaya perluasan lini produksi :
    1. Distribusi
    2. Manufaktur
    3. Pemasaran
    4. Daur hidup pelanggan
    5. Geografi
    6. Penetapan harga
    Confusius : “orang yang mengejar dua kelinci, tidak akan mendapatkan satu pun”
    Globalisasi
    Hal lain yang mendorong adanya ketidak fokusan adalah “Globalisasi”. Banyak perusahaan yang memanfaatkan era ini dengan memanfaatkan globalisasi dunia usaha secara cepat, hal ini pun turut menyebabkan ketidakfokusan beberapa perusahaan yang memahami sebab akibat jangka panjang dari suatu dunia usaha yang didasarkan pada perdagangan pasar bebas.

    ReplyDelete
  16. Judul Buku : FOCUS / Masa Depan Perusahaan Anda ditentukan Oleh Fokus (versi Indonesia)
    Pengarang : Al Ries dan Hermawan Kertajaya
    Nama Mahasiswa : Rochmad Kasir Nugroho
    NIM : P2CC10013
    Bagian dua :

    Pembagian Diri sebagai kekuatan pendorong
    Dunia usaha bisa dipandang seperti lautan kategori yang terus membagi diri. Sebuah kategori muncul sebagai suatu kesatuan tunggal yang biasanya didominasi oleh sebuah perusahaan. Sebagai misalnya ; dahulu bir adalah bir, sekarang kita mempunyai kategori bir domestik dan bir impor, bir biasa dan bir ringan, draft beer dan dry beer.
    Tanda-tanda yang mendukung dari perusahaan
    Sebenarnya masalah yang sama bisa ditemukan di semua negara. Tingginya beban biaya menghasilkan perusahaan-perusahaan yang sangat tidak fokus untuk bersaing di pasar global, ini biasa terjadi di negara berkembang. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan “merger” . tetapi pada kenyataannya ada dua merger yaitu, merger yang baik dan merger yang buruk.
    Dorongan terhadap terciptanya produk yang berkualitas dengan mempertaruhkan perusahaan bukan merupakan kunci keberhasilan. Tidak ada alasan mengapa sebuah perusahaan tidak harus mengembangkan kualitas tertinggi untuk setiap produk yang mereka jual, tetapi mengembangkan suatu persepsi kualitas adalah dua hal yang berbeda.
    Perusahaan yang fokus dapat memperbaiki sebuah persepsi kualitas perusahaan dengan empat cara terpisah :
    1. Efek Specialis
    2. Efek Kepemimpinan
    3. Efek Harga
    4. Efek Nama
    Jika perusahaan mempunyai fokus, maka akan bisa meningkatkan keefektifan strategi dengan sekali lagi memanfaatkan fokus tersebut. Tanamkan satu kata atau konsep dalam benak pelanggan. Sebagai contoh : Domimo’s pizza menggunakan “Home-delivery dalam 30 menit, dijamin” dan mereka mampu menguasai 45% pasaer pizza home-delivery.
    Fokus bukan merupakan fenomena jangka pendek. Sebuah fokus akan bertahan dalam jangka waktu yang lama.
    Cepat atau lambat suatu strategi perusahaan pasti akan terpengaruh oleh perubahan teknologi, sosial hingga trend. Oleh karena itu diharapkan perusahaan mampu menyesuaikan dengan perubahan tersebut.
    Untuk menciptakan sebuah fokus pada perusahaan, berikut ada enam prinsip :
    1. Fokuskan pada wilayah produk yang umum
    2. Pilih atribut tunggal terhadap segmen
    3. Ciptakan perbedaan yang jelas antara merk-merk yang ada
    4. Ciptakan nama merk yang berbeda
    5. Luncurkan merk baru hanya pada saat bisa menciptakan kategori yang baru
    6. Tetap pertahankan merk pada level puncak.

    Kesimpulan :
    Menunjukkan mengapa perusahaan mesti berfokus pada produk inti dan menghindarkan dari hal-hal yang tak berkaitan dan menghabiskan energi perusahaan. Banyak bukti-bukti di berbagai industri menunjukkan bahwa yang menjadi pemenang adalah perusahaan yang sangat fokus. Sebab itu dalam situasi bisnis yang semakin meningkatkan persaingannya dan semakin mengglobal, masa depan berpihak pada perusahaan yang bisa mempersempit fokus dalam upaya untuk mendominasi industri dimana mereka berada.

    ReplyDelete
  17. Judul Buku : Go the Next Level
    Pengarang : Men Jung
    Terbitan : Gramedia Pustaka 2010.
    Nama : Muhajir
    NIM : P2CC10011
    Resume : Lihat paling atas,
    maaf kepotong identitasnya :)
    Semua memang punya bakat terpendam dalam menulis

    ReplyDelete
  18. Tugas : 1
    Pengantar Bisnis dan Management


    Judul Buku : Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah ( MPMBS )
    Nama : Suradi
    NIM : P2CC10005


    Hasil Review :

    Pengertian dari MPMBS adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan mutu sekolah.
    Dari pengertian tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa dalam MPMBS pengelolaan sekolah dilakukan secara otonomi dan pengambilan keputusan dalam rangka mencapai sasaran mutu sekolah dilakukan secara partisipatif. Otonomi dapat diartikan sebagai kewenangan sekolah untuk mengatur dan mengurus kepentingan warga sekolah menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi warga sekolah. Pengambilan keputusan partisipatif adalah suatu cara untuk mengambil keputusan melalui penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik, dimana warga sekolah ( guru, siswa, karyawan, orang tua, tokoh masyarakat ) terlibat secara langsung dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian warga sekolah mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil keputusan tersebut.
    Untuk dapat menerapkan MPMBS, langkah – langkah yang ditempuh sekolah adalah sebagai berikut :
    1. Mensosialisasikan konsep MPMBS ke seluruh warga sekolah.
    2. Melaksanakan analisis terhadap situasi sasaran ( output / hasil KBM ).
    3. Merumuskan sasaran yang didahului oleh visi, misi dan tujuan.
    4. Melakukan analisis SWOT ( Strength, Weaknes, Opportunity and Threat ), yaitu analisis untuk mengetahui kelemahan / kelebihan dari masing – amsing faktor . Jika dari hasil analisis terdapat kelemahan, maka dicari langkah – langkah pemecahan masalah.
    5. Menyusun rencana peningkatan mutu secara terbuka ( melibatkan semua warga sekolah ).
    6. Melaksanakan rencana peningkatan mutu.
    7. Melaksanakan evaluasi.
    8. Merumuskan sasaran mutu baru ( sasaran berikutnya ) melalui program evaluasi.




    Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adaya MPMBS maka :
    1. Sekolah akan memiliki wewenang lebih besar dalam mengelola lembaganya.
    2. Pengambilan keputusan akan dilaksanakan secara partisipatif.
    3. Sekolah akan lebih luwes dalam mengelola lembaganya.
    4. Pendekatan profesionalisme akan lebih diutamakan ketimbang pendekatan birokratik.
    5. Pengelolaan sekolah yang dulunya sentralistik akan menjadi desentralistik.
    6. Perubahan sekolah akan lebih didorong oleh motivasi diri sekolah, dari pada diatur dari luar sekolah.
    7. Pengelolaan sekolah dilakukan secara team work, karena sekolah mengutamakan pemberdayaan.
    8. Informasi akan terbagi ke semua kelompok / warga sekolah.
    9. Peranan pusat dan unit–unit di atasnya ( Kandep, Kanwil, Depdiknas ) hanya sebagai pendukung dan fasilitas.

    ReplyDelete
  19. Judul buku : Manajemen Adinistrasi Ruah Sakit
    Pengarang : Tjandra Yoga Aditama
    Terbitan : Universitas Indonesia 2003
    Nama : Sri Lestari
    NIM : P2CC10012

    Bayangkan sebuah Rumah Sakit tanpa seorang Manager yang handal/suatu manajemen yang memadai karena sebuah Rumah Sakit bukan hanya untuk menyediakan pelayanan pasien saja, akan tetapi mempunyai tugas untuk melakukan pendidikan dan pelatihan bagi para pegawainya. Rumah sakit juga perlu melakukan penelitian dibidang kedokteran dan kesehatan, serta mempunyai tanggung jawab dalam program pencegahan penyakit dan penyuluhan kesehatan bagi populasi disekitarnya.
    Seorang manager di Rumah Sakit dituntut mempunyai pengetahuan yang bersifat ganda, yaitu pengetahuan dibidang kesehatan dan pengetahuan dibidang manajerial.Ini berhubungan dengan tantangan yang dihadapi di dalam Rumah sakit.
    Rumah sakit dikenal sebagai institusi yang padat karya, juga padat modal, padat tekhnologi dan padat masalah. Disamping hal tersebut mereka yang terlibat dalam kegiatan manajerial dapat berasal dari sumber ganda yang yaitu kalangan medik maupun kalangan non medik. Juga tenaga yang kerja di rumah sakit memang amat beragam, baik jenis pekerjaan maupun latar belakang pendidikan, serta status sosial ekonomi. Seorang Direktur Rumah Sakit harus bisa mengatur, dari tukang sapu sampai super spesialis, dari montir sampai profesor.

    Menurut Griffith (1987) menyatakan bahwa seorang Manajer di Rumah Sakit mempunyai 2 fungsi:
    1. Fungsi Klinik
    Menjamin mutu pelayanan yang baik,Produk pelayanan harus dapat memuaskan pasien dan juga memuaskan dokter yang meminta tindakan terhadap pasien, untuk itu diperlukan tenaga yang terampil, sarana dan prasarana yang baik, serta sistem monitoring berkala yang memadai.
    2. Fungsi Managemen
    Meliputi upaya manajemen kebutuhan pasien,pengelolaan karyawan,pengelolaan anggaran serta perencanaan pengembangan.

    Menurut Sjaff (1995)
    Tenaga manajer di Rumah Sakit memiliki tingkat keunikan tersendiri.
    1. Tenaga manajerial Rumah Sakit harus berperan ganda, yaitu menjaga mutu pelayanan pasien dan juga sekaligus melayani para pemberi jasa di Rumah Sakit.
    2. Pengetahuan yang diperlukan bersifat ganda pula yang meliputi pengetahuan kesehatan dan pengetahuan lain yang diluar bidang kesehatan.

    Kepemimpinan Rumah sakit harus bervisi maju, kreativ, dan inovatif. Sumber daya manusia harus profesional dan sepenuhnya terlibat (Comitted) dalam upaya terus menerus menyempurnakan seluruh proses dan outcome, serta sepenuhnya menghayati dan melembagakan falsafal pendekatan pada pasien dan komunitas. Rumah Sakit harus memperdayakan SDM Kesehatan secara efisien, dan efektif, dengan tetap meningkatkan mutu pelayanan.

    Dalam RS manajemen perubahan adalah suatu tantangan, artinya tidak mudah dilakukan, tetapi juga merupakan suatu keharusan agar organisasi RS dapat terus berkembang karena itu memang dipelukan perjuangan untuk terus melakukan manajemen perubahan di Rumah Sakit.

    ReplyDelete
  20. Maaf ada kesalahan penulisan Judul buku

    Judul Buku : Manajemen Administrasi Rumah Sakit
    Pengarang : Tjandra Yoga Aditama Edisi Kedua
    Terbitan : Universitas Indonesia 2003
    Nama : Sri Lestari
    NIM : P2CC10012

    ReplyDelete
  21. Judul buku : Team-oriented Problem Solving
    Pengarang : Vincent Gaspersz
    Terbitan : PT. Gramedia Pustaka Utama 2007
    Nama : Edi Suroyo
    NIM : P2CC10002
    Guna mencapai kemajuan dan mendapat kesuksesan dalam melakukan sesuatu kegiatan kita harus menetapkan target kinerja yang tinggi, kemudian menciptakan upaya inovasi yang kreatif untuk mencapai tujuannya, dan ketika menghadapi masalah dalam proses tesebut, kita perlu mencari akar permasalahan dan sekaligus mencari solusinya.
    Masalah yang sering terjadi bersumber dari 7 elemen :
    1. Manpower (tenaga kerja)
    2. Machines (mesin dan peralatan)
    3. Methods (metode kerja)
    4. Materials (bahan baku dan bahan penolong)
    5. Media berkaitan tempat dan waktu kerja
    6. Motivation (motivasi)
    7. Maney (keuangan)
    Sedangkan langkah –lanngkah solusi masalah yang efektif menurut Vincent Gaspersz, memecahkan masalah kompleks dalam dunia industri, menggunakan pendekatan USE PDS Understand quality improvement need (memahami kebutuhan perbaikan/peningkatan kwalitas State the quality problem (menytakan tentang kwalitas) Evaluate the root cause (mengevaluasi akar penyebab) Plan the solution (merencanakan solusi masalah) Do or implement the solution (menerapkan solusi terhadap masalah) Studi the solution (mempelajari hasil dari solusi) Act to standardize the solution (bertindak untuk menstandardisasikan solusi masalah) untuk kemudian dalam organisasi bisnis dan industri yang kemudian diimplementasikan dalam TOPS (Team Oriented Problem Solving). Pendekatan tersebut merupakan metode solusi yang rasional, efisien dan efektif, dengan menggunakan pandagan.

    ReplyDelete
  22. Nama : Azis Anantya Nindita
    Nim : P2CC10022
    Program study : Magister Manajemen
    Angkatan : 27

    MANAJEMEN PERKANTORAN MODERN

    Pengertian manajemen perkantoran dapat dirumuskan sebagai rangkaian kegiatan : Perencanaan, pengorganisasian, Penggerakan serta pengawasan dan pengendalian pekerjaan perkantoran. Secara Substansional jelas dalam hal ini yang di “ manage “ adalah seluruh unsur perkantoran, termasuk : keuangan, system, prosedur dan metodenya serta informasi yang berkaitan.
    Perkantoran modern memiliki cirri-ciri memiliki bangunan dan tata ruang yang baik, menggunakan alat dan perlengkapan termasuk mebeler yang tepat, para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya berdisiplin, professional dan kantor modern juga menerapkan tata laksana yang demokratis, efektif, efisien, produktif, berkeadilan, mempunyai pola piker sesuai dengan tuntunan zaman serta perlakuan yang manusiawi.
    Disamping cirri-ciri perkantoran modern diatas, perkantoran modern juga mempunyai prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut :
    1.Manajer kantor harus merencanakan pekerjaan apa yang harus
    Dikerjakan dan bagaimana, kapan dan dimana harus dikerjakan, dan
    Oleh siapa harus dikerjakan.
    2.Manajer kantor harus memahami perencanaan kantor dan organisasi
    Serta pengembangannya. Dengan mengkoordinasikan upaya-upaya
    Semua pegawai, mesin-mesin, dan informasi untuk memformulasikan
    Jadwal kerja yang sesuai dengan perencanaan.
    3.Prosedur dan system operasi yang tepat, praktek penyimpanan arsip,
    Metode untuk melaksanakan rencana, pengukuran, standard an tata letak untuk melaksanakan pekerjaan harus dikembangkan secara efektif.
    4.Manajer kantor harus bias menseleksi, melatih, memotifasi,
    Mengkompensasi dan meningkatkan pegawai untuk mempertahankan
    Minat terhadap organisasi pada tingkat yang optimal.

    Tidak jarang setiap kali mendengar perkataan perkantoran modern terbayang sesuatu bangunan kantor yang megah, bahkan gedung-gedung pencakar langit. Perkantoran modern juga sering digambarkan kantor yang segala kegiatannya serba dikomputerkan / computerized. Perubahan besar memang telah terjadi dalam lingkungan perkantoran, seperti perkembangan system informasi manajemen / SIM, dengan dukungan pemprosesan data elektronik / electronic data processing computer, namun dipihak lain kenyataan masih banyak kantor-kantor pemerintahan belum masuk ke tahap dukungan computer, terutama di kota-kota kecil atau di daerah-daerah terpencil.

    Berbagai keuntungan dapat diperoleh apabila seluruh kegiatan dilakukan dengan system computer, khususnya keuntungan dalam hal kecepatan, kecermatan, kehandalan, keterkinian komunikasi dan pemprosesan data. Akan tetapi dalam hal ini sangat sukar kalau harus mengembangkan perkantoran dilakukan secara serempak atau simultan, hal ini dekarenakan factor biaya sering menjadi bahan pertimbangan dalam hal modernisasi perkantoran.

    ReplyDelete
  23. Judul buku : Manajemen Personalia
    Pengarang : M. Manulang dkk
    Terbitan : Gajah Mada University Press 2008
    Nama : Edi Suroyo
    NIM : P2CC10002
    Cara bagaimana memberikan fasilitas untuk perkembangan pegawai dan rasa partisipasi pegawai di dalam suatu organisasi, hal ini perlu dikaji dan dipelajari. Dengan harapan akan direalisir “production mined” dan people minded” dengan demikian dapat berdaya guna dan berhasil guna dan adanya kegairahan kerja dari para tenaga kerja
    Para karyawan yang bisa bekerja mandiri dan belajar dengan cepat adalah dambaan lembaga manapun. Mereka adalah ibarat anak panah yang akan melesat ke depan untuk memajukan lembaga tersebut. Mereka adalah kekayaan lembaga yang sangat berharga.
    Tetapi kenyataan tidak semua lembaga bisa mendapatkan karyawan yang bisa bekerja mandiri dan belajar dengan cepat. Sekaligus sudah melewati saringan yang berlapis, tetap saja ada karyawan yang baru bisa bekerja kalau ada perintah, tetap saja ada karyawan yang tidak mau belajar demi memperlancar pekerjaanya. Karyawan seperti ini, biasanya merepotkan bagi personalia atau departemen of human resourseces devolepment, maka perlu adanya perencanaan tenaga kerja dengan mengadakan inventarisasi tenaga kerja dengan cara :
    a.Jumlah tenaga kerja yang ada,
    b.kwalifikasi masing-masing tenaga kerja,
    c.lama bekerja, pendidikan dan pengetahuan,
    d.potensi dan bakat, minat atau perhatian.
    Dengan adanya data di atas akan berguna sebagai dasar dalam pengambilan keputusan untuk :
    1.Promosi,
    2.program latihan,
    3.mutasi
    kebutuhan menyusun inventarisasi data tenaga kerja yang kemudadian dapat digunakan sebagai bahan dalam berbagi pengambilan keputusan, maka sangat penting untuk dilakukan inventarisasi tenaga kerja di suatu lembaga.

    ReplyDelete
  24. Judul Buku : Yes or No, Panduan Membuat
    Keputusan Yang Lebih Baik
    Nama : R. Okinanto Kurnia Prawira
    NIM : P2CC10019

    Keputusan.
    Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada banyak pilihan yang menuntut kita untuk mengambil suatu keputusan. Mulai dari pilihan kecil seperti memutuskan jalan mana yang akan kita ambil di persimpangan hingga pilihan besar seperti membuat keputusan terhadap suatu permasalahan di lingkungan kerja.

    Berangkat dari hal itu saya memilih buku ”Yes or No” Panduan Membuat Keputusan Yang Lebih Baik, karangan Spencer Johnson, M.D. untuk saya review karena saya yakin akan sangat bermanfaat bagi kita semua.

    Kita selalu berpikir bahwa kita harus membuat keputusan yang terbaik, padahal kita tidak selalu membuat keputusan terbaik, oleh karena itu, agar segala sesuatu menjadi lebih baik, kita hanya perlu membuat keputusan yang lebih baik.

    Untuk memulai membuat keputusan yang lebih baik, langkah awal yang harus kita ambil adalah berhenti melakukan apapun yang sedang kita kerjakan, dalam artian kita berhenti melanjutkan keputusan yang buruk. Seringkali kita sudah merasa nyaman dengan keputusan yang telah kita buat padahal hasil dari keputusan tersebut tidak berkembang, kita sudah terlanjur merasa aman dengan keputusan tersebut.


    Ketika kita tidak mengetahui bagaimana mengatakan “Ya” untuk keputusan yang lebih baik, maka katakanlah “Tidak” untuk keputusan yang buruk dan berhenti melakukan hal-hal yang tidak berjalan.

    Keinginan dan kebutuhan.
    Kita juga harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan dalam membuat suatu keputusan. Sebagai contoh, roti dan selai, roti adalah hal yang sesungguhnya kita butuhkan, sedangkan selai hanyalah suatu keinginan kita agar roti itu jadi lebih enak, tetapi pada dasarnya yang mengandung manfaat mutlak adalah kebutuhan akan roti tersebut. Maka dari itu kenali dan fokus pada kebutuhan nyata kita sehingga kita akan dengan cepat dapat menilai benar atau tidaknya sebuah keputusan spesifik akan mendukung atau mengurangi semua hal yang kita butuhkan.

    Informasi.
    Dalam pengambilan keputusan diperlukan informasi, untuk mendapatkan informasi maka perhatikanlah lebih banyak. Semakin banyak informasi yang kita dapat sangatlah baik, tapi kita jangan sampai terjebak dengan sekumpulan informasi yang pada akhirnya memperlambat kita dalam mengambil keputusan. Disinilah sekali lagi kita harus memilah keinginan dan kebutuhan akan informasi. Informasi yg baik dalam pengambilan keputusan adalah informasi yang kita butuhkan, bukan informasi yang kita inginkan.

    Diceritakan oleh penulis, suatu waktu Henry Ford harus memilih satu manajer nasional, tiga orang diundang untuk makan malam, dan setelah makan malam Henry Ford langsung bisa memutuskan siapa yang akan ditunjuk dikarenakan hanya kandidat yang ditunjuk tersebut yang mencicipi makanan sebelum memberinya garam.

    ReplyDelete
  25. Buku : Muhammad Saw The Super Leader Super Manager
    Nama : Rizki Aji Hertantyo
    NIM : P2CC10010
    Hasil Review :
    Buku yang saya resensi ini berjudul Muhammad Saw The Super Leader Super Manager. Buku ini ditulis oleh salah seorang muallaf keturunan etnis tionghua dan merupakan motivator sukses bernama Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. buku yang mengundang banyak pujian dari berbagai tokoh nasional ini pantas dinikmati bagi kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Dalam buku ini banyak memaparkan tentang sosok Nabi Muhammad dengan tagline belajar kearifan leadership dan manajemen dari suri tauladan terbaik dalam self development, bisnis dan kewirausahaan, kehidupan rumah tangga, dakwah, tatanan sosial dan politik, sistem hukum, pendidikan, dan strategi militer.
    Bagi saya, buku ini wajib dibaca oleh setiap kaum muslimin, sebab buku ini mengulas sisi Nabi kebanggan kaum muslimin diseluruh penjuru dunia dalam pengkajian yang lebih komprehensif. Substansi buku ini juga adakalanya mengkomparasikan dengan teori-teori barat serta mencitrakan bahwasanya sosok Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah panutan dalam berbagai bidang. Seperti pada halaman 23-24 ketika penulis buku ini menghubungkan teori yang dibawakan oleh Stephen Covey dalam The 8th Habit From Effectiveness to Greatness tentang empat fungsi kepemimpinan hasil pengkajian Stephen Covey yakni sebagai perintis (pathfinding), penyelaras (aligning), pemberdaya (empowering), dan panutan (modeling). Kesemua fungsi kepemimpinan itu dijelaskan oleh penulis buku ini telah dimiliki secara sempurna oleh sosok Muhammad Sang Panutan.
    Buku ini juga memberikan gagasan istimewa, bahwasanya jangan sampai citra Muhammad sebagai sosok kebanggan kaum muslimin hanya berada pada masjid dan mushalla saja, dan malu untuk membawa ajaran-ajaran Muhammad dalam standard operating procedure (sop), pasar-pasar uang, lantai bursa, ataupun corporate culture , padahal hampir sebagian besarnya adalah kaum muslimin para perumus-perumus dan pemimpin tersebut.
    Dalam buku ini penulis memberikan pemaparan istimewa disaat mencitrakan seorang Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, penulis menuliskan dalam halaman 13 sebuah pesan yang pantas untuk direnungkan. “Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia luar biasa, namun bukan tidak mungkin untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak kesuksesannya yang multidimensi. Salah seorang guru leadership menyatakan bahwa pemimpin yang baik memberikan inspirasi. Itulah yang membedakan pemimpin dengan yang bukan.”

    --bersambung dibawah karena keterbatasan--

    ReplyDelete
  26. Luar biasa teman semua, ayo yang lain lebih dahsyat lagi... jangan tunda smp H-1 tugasnya agar bisa kita baca semua...

    ReplyDelete
  27. Judul Buku: Panduan Manajemen Sekolah
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jendral Pendidikan dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum 1999

    Nama Mahasiswa: Bambang Yuniarto
    NIM: P2CC10024
    Hasil Review:

    Kepemimpinan kepala sekolah merupakan suatu cara atau usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa, dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja/berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Ada beberapa tipe-tipe kepemimpinan di sekolah. Menurut beberapa ahli tipe dasar kepemimpinan adalah (a) otoriter,(b) demokratis, dan (c) laissez-faire. Dari tiga tipe dasar kepemimpinan itu timbul tipe kepemimpinan lain, misalnya tipe instruktif, konstruktif, partisipatif, dan delegatif. Kepemimpinan itu situasional, artinya suatu tipe kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lain. Dengan demikian seorang kepala sekolah harus dapat memehami situasi yang terjadi di sekolah, sehingga dapat menerapkan tipe kepemimpinan yang efektif.

    Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :
    a.kepribadian yang kuat
    b.memehami tujuan pendidikan dengan baik
    c.pengetahuan yang luas
    d.ketrampilan professional
    1)ketrampilan teknis
    2)ketrampilan hubungan kemanusiaan
    3)ketrampilan konseptual

    Prinsip-prinsip kepemimpinan yang perlu dipahami dan dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya yaitu :
    a)Konstruktif
    b)Kreatif
    c)Partisipatif
    d)Kooperatif
    e)Delegatif
    f)Intergratif
    g)Rasional dan obyektif
    h)Pragmatis
    i)Keteladanan
    j)Adaptabel dan fleksibel
    Gaya kepemimpinan yang harus diterapkan kepala sekolah sangat tergantung kepada situasi dan kondisi staf yang dipimpinnya.
    Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan baik dan motivasi kerja juga baik, maka gaya kepemimpinan delegatif paling efektif. Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan kerja yang baik, tetapi motivasi kerjanya kurang, maka gaya kepemimpinan partisipatif paling efektif. Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan yang kurang baik, tetapi memiliki motivasi yang baik, maka gaya kepemimpinan konsultatif paling efektif. Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan yang kurang baik dan motivasi kerja juga kurang baik, maka gaya kepemimpinan instruktif paling efektif.
    Kepala sekolah di samping sebagai pemimpin juga harus berfungsi sebagai manajer di sekolah. Antara kepemimpinan dan manajerial tidak dapat dipisahkan. Kepemimpinan akan menjiwai manajer dalam melaksanakan tugasnya. Tugas kepala sekolah sering dirumuskan sebagai EMASLIM, yaitu educator (pendidik), manager, administrator, supervisor, leader (pemimpin), innovator (pencipta), dan motivator (pendorong). Dalam melaksanakan ketujuh tugas itulah kepemimpinan akan diterapkan. Dengan kata lain, kepemimpinan harus terpadu dalam pelaksanaan ketujuh tugas tersebut.

    Terakhir hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kepemimpinan kepala sekolah yaitu filosofi ; ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani. Artinya pemimpin harus dapat memberi contoh dalam berbuat sesuatu, pemimpin harus selalu membangkitkan semangat seluruh staf untuk mengajukan gagasan kemudian memujudkannya, serta mendorong dan mendukung setiap staf untuk tampil menunjukkan kemampuannya.

    ReplyDelete
  28. Judul Buku: Panduan Manajemen Sekolah
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jendral Pendidikan dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum 1999

    Nama Mahasiswa: Bambang Yuniarto
    NIM: P2CC10024
    Hasil Review:

    Kepemimpinan kepala sekolah merupakan suatu cara atau usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa, dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja/berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    Ada beberapa tipe-tipe kepemimpinan di sekolah. Menurut beberapa ahli tipe dasar kepemimpinan adalah (a) otoriter,(b) demokratis, dan (c) laissez-faire. Dari tiga tipe dasar kepemimpinan itu timbul tipe kepemimpinan lain, misalnya tipe instruktif, konstruktif, partisipatif, dan delegatif. Kepemimpinan itu situasional, artinya suatu tipe kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lain. Dengan demikian seorang kepala sekolah harus dapat memehami situasi yang terjadi di sekolah, sehingga dapat menerapkan tipe kepemimpinan yang efektif.
    Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :
    a. kepribadian yang kuat
    b. memehami tujuan pendidikan dengan baik
    c. pengetahuan yang luas
    d. ketrampilan professional
    Prinsip-prinsip kepemimpinan yang perlu dipahami dan dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya yaitu : Konstruktif, Kreatif, Partisipatif, Kooperatif, Delegatif, Intergratif, Rasional dan obyektif, Pragmatis, Keteladanan, Adaptabel dan fleksibel
    Gaya kepemimpinan yang harus diterapkan kepala sekolah sangat tergantung kepada situasi dan kondisi staf yang dipimpinnya.
    Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan baik dan motivasi kerja juga baik, maka gaya kepemimpinan delegatif paling efektif. Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan kerja yang baik, tetapi motivasi kerjanya kurang, maka gaya kepemimpinan partisipatif paling efektif. Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan yang kurang baik, tetapi memiliki motivasi yang baik, maka gaya kepemimpinan konsultatif paling efektif. Jika menghadapi staf yang memiliki kemampuan yang kurang baik dan motivasi kerja juga kurang baik, maka gaya kepemimpinan instruktif paling efektif.
    Kepala sekolah di samping sebagai pemimpin juga harus berfungsi sebagai manajer di sekolah. Kepemimpinan akan menjiwai manajer dalam melaksanakan tugasnya. Tugas kepala sekolah sering dirumuskan sebagai EMASLIM, yaitu educator (pendidik), manager, administrator, supervisor, leader (pemimpin), innovator (pencipta), dan motivator (pendorong). Dalam melaksanakan ketujuh tugas itulah kepemimpinan akan diterapkan. Dengan kata lain, kepemimpinan harus terpadu dalam pelaksanaan ketujuh tugas tersebut.
    Terakhir hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kepemimpinan kepala sekolah yaitu filosofi ; ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani. Artinya pemimpin harus dapat memberi contoh dalam berbuat sesuatu, pemimpin harus selalu membangkitkan semangat seluruh staf untuk mengajukan gagasan kemudian memujudkannya, serta mendorong dan mendukung setiap staf untuk tampil menunjukkan kemampuannya.

    ReplyDelete
  29. ----sambungan Rizki Aji, Super Leader Super Manager-----

    Penulis melanjutkan pemaparannya dengan perkataan, “Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam disamping meninggalkan teladan yang bisa kita copy-paste juga meninggalkan banyak inspirasi dan kebijaksanaan (wisdom) tentang banyak hal. Tugas kitalah mengembangkan inspirasi tersebut sesuai dengan dimensi waktu dan ruang, serta dalam radius kekhalifahan yang kita emban.”
    Buku setebal 325 halaman ini mengajak pembacanya untuk menelusuri lebih dalam sosok Muhammad secara objektif dengan metodologi yang apik. Penulisnya mengumpulkan banyak dalil-dalil ilmiah dengan derajat kesahihan secara valid dan menghubungkannya dengan teori-teori yang dikemukakan oleh barat. Buku ini juga mencerdaskan, sebab membuka pintu berfikir kita tentang sosok-sosok muslim lain yang ternyata menjadi seorang pionir dalam berbagai ilmu pengetahuan. Seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Khaldun yang telah mengenal dan meletakkan lebih dahulu konsep-konsep perekonomian serta perdagangan dibandingkan Adam Smiith, namun subjektifitas barat dalam menilai muslim yang penuh dengan rasa tendensius menjadikan Adam Smith justru peletak utama. Barulah ketika Ibnu Khaldun dikenal luas dan karyanya diterjemahkan baik itu Muqaddimah maupun Al Umraan kedalam berbagai bahasa. Dunia baru mengetahui eksistensi dan kapabilitasnya.
    Buku ini menggagas sistem manajemen berdasarkan dimensi spiritual namun menggugah relung-relung kesadaran dan emosional. Buku ini juga meluruskan beberapa kesalahan-kesalahan sejarah seputar diri Muhammad dan keluarganya sebagaimana dihembuskan oleh barat dan anti islam. Dalam kajian manajemen, buku ini mengajak kita untuk memahami arti penting nilai-nilai attitude dan passion dalam mencapai sebuah tujuan dengan rumusan-rumusan cermat. Sebagaimana Muhammad melakukan rumusan ketika menjalankan sebuah kepemimpinan yang beliau emban selama hidup hingga wafatnya.
    Tak ada gading yang tak retak, dengan bahasa mengalir dan membuat kita ingin mengikuti halaman per-halamannya. Buku ini juga tak terlepas dari beberapa kesalah kecil dibandingkan dengan manfaatnya. Kesalahan tersbut adalah soal ketelitian dalam penulisan seperti banyaknya kata “yang” atau “dan” digunakan dalam satu kalimat sehingga menjadi kalimat kurang efektif, kekeliruan memberikan spasi, dan kosakata-kosakata yang kurang hurufnya. Kesalahan tersebut merupakan kesalahan teknis. Tapi bisa jadi bagi sebagian orang, kesalahan tersebut dapat mengusik kenyamanan membaca sekalipun tak merusak esensi buku ini.
    Semoga sedikit resensi ini dapat memberikan manfaat dan memotivasi kita untuk memberi ruang pada sisi agama dalam hidup dan kehidupan kita. Sekian.

    ReplyDelete
  30. Judul Buku: Panduan Manajemen Sekolah
    Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jendral Pendidikan dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum 1999

    Nama Mahasiswa: Bambang Yuniarto
    NIM: P2CC10024
    Hasil Review:

    Kepemimpinan kepala sekolah merupakan suatu cara atau usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa, dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja/berperan serta guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    Ada beberapa tipe-tipe kepemimpinan di sekolah : otoriter, demokratis, dan laissez-faire. Dari tiga tipe dasar kepemimpinan itu timbul tipe kepemimpinan lain, misalnya tipe instruktif, konstruktif, partisipatif, dan delegatif. Kepemimpinan itu situasional, artinya suatu tipe kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lain.
    Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :
    a. kepribadian yang kuat
    b. memehami tujuan pendidikan dengan baik
    c. pengetahuan yang luas
    d. ketrampilan professional
    Prinsip-prinsip kepemimpinan yang perlu dipahami dan dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya yaitu : Konstruktif, Kreatif, Partisipatif, Kooperatif, Delegatif, Intergratif, Rasional dan obyektif, Pragmatis, Keteladanan, Adaptabel dan fleksibel
    Gaya kepemimpinan yang harus diterapkan kepala sekolah sangat tergantung kepada situasi dan kondisi staf yang dipimpinnya.
    Kepala sekolah di samping sebagai pemimpin juga harus berfungsi sebagai manajer di sekolah. Kepemimpinan akan menjiwai manajer dalam melaksanakan tugasnya. Tugas kepala sekolah sering dirumuskan sebagai EMASLIM, yaitu educator (pendidik), manager, administrator, supervisor, leader (pemimpin), innovator (pencipta), dan motivator (pendorong). Dalam melaksanakan ketujuh tugas itulah kepemimpinan akan diterapkan. Dengan kata lain, kepemimpinan harus terpadu dalam pelaksanaan ketujuh tugas tersebut.
    Terakhir hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kepemimpinan kepala sekolah yaitu filosofi ; ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani. Artinya pemimpin harus dapat memberi contoh dalam berbuat sesuatu, pemimpin harus selalu membangkitkan semangat seluruh staf untuk mengajukan gagasan kemudian memujudkannya, serta mendorong dan mendukung setiap staf untuk tampil menunjukkan kemampuannya.

    ReplyDelete
  31. Judul Buku: Pokok Pokok Manajemen Modern
    Pengarang : Eugend J. Benge
    Nama Mahasiswa:Mochamad Ansori
    NIM: P2CC10009
    Hasil Review:
    EVOLUSI MANAJEMEN
    Manajemen sudah ada sejak berabad-abad yang lampau,sejak manusia berkumpul dalam suatu komunitas,disitulah muncul prinsip-prinsip manajemen.
    Semua proyek yang menonjol memerlukan perencanaan dan pengarahan tidak peduli kapan proyek itu dilaksanakan.
    Raja Sulaiman membangun KEMISAH YAHWE pada abad ke 10.bahkan berabad-abad sebelumnya di Mesir,Raja Firaun mendirikan Piramida-Piramida sebagai makam pribadi mereka.Bahkan Amerika Serikat mendaratkan orang di Bulan pada tahun 1969,semua proyek ini membutuhkan Manajer dann Manajemen.
    Walaupun begitu, jelaslah bahwa jenis Manajemen yang diperlukan untuk membangun Kemiisah Tahwe pada jaman Sulaiman sangat berlainan dengan manajemen yang membantu meluncurkan orang ke Bulan.tetapi kedua proyek itu mempunyai kesamaan unsure-unsur tertentu,Yaitu:
    -Ditetapkan sasaran utama dan beberapa sasaran sekunder atau sub sasaran
    -Ditentukan berbagai prosedur untuk melaksanakannya.
    -Mengorganisir sumber daya manusia dan materi yang diperlukan
    -Pengarahan para pekerja dari semua tingkat dalam seluruh kegiatan
    -Koordinasi semua usaha tentang waktu dan tempat.
    -Diadakan pengendalian untuk menjamin agar semua unsure diselesaikan pada waktu dan tempat yang direncanakan.
    Selama ber abad-abad satu orang dipuncak membuat semua keputusan yang penting,perintahnya harus dituruti dan terkutuklah barang siapa yang tidak mematuhinya.Manajemen ini disebut sebagai Manajemen Autoriter.
    Nanajemen Autoriter ini berlangsung sampai Abad ke 19,bahkan setelah Feodalismepunah punah dan setelah masuk Revolusi Industri.
    LIMA TAHAP EVOLUSI MANAJEMEN
    1.Manajemen Autoriter
    2.Manajemen Saintifik (ilmiah)
    3.Manajemen Hubungan Manusia.
    4.Manajemen berorientasi hasil.
    5.Manajemen tanggung jawab social.

    ReplyDelete
  32. TUGAS I PENGANTAR BISNIS DAN MANAGEMENT
    JUDUL BUKU: Manajemen Pembiayaan Mudharabah Di Bsnk Syariah
    PENULIS : Dr. Muhammad, M.Ag
    PENERBIT : PT RAJAGRAFINDO PERKASA

    NAMA : ANGGIT WIBISONO
    NIM : P2CC10014

    HASIL REVIEW:


    Pada saat ini ekonomi syariah terus mengalami peningkatan.Hal ini dapat terlihat dari berbagai perbankkan yang sudah mengenal perbankkan syariah maupun bisnis syariah lainnya yang sudah menjadi pilihan bagi pelaku bisnis,hal ini dikarenakan bank syariah memiliki core product pembiayaan berupa bagi hasil yang dikembangkan dalam produk pembiayaan musyarakah dan mudharabah.
    Kontrak Mudharabah adalah kontrak menanggung untung dan rugi antara pemilik dana (bank/principals) dengan nasabah (agents).
    Dalam kontrak hubungan bisnis ini perlu adanya keterbukaan antara kedua belah pihak baik dalam untung maupun rugi bisnis yang dijalankan.
    Tujuan pendirian pebankkan syariah pada umumnya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan aplikasi dari prinsip Islam ke dalam transaksi keuangan, perbankkan dan bisnis terkait lainnya.
    Prinsip Utama di dalamnya adalah dilarangnya riba (bunga) dalam berbagai bentuk transaksi, menjalankan bisnis yang sah menurut syariah dan memberikan Zakat, zakat dalam hal ini untuk pengganti bunga yang digunakan untuk instrumen bagi hasil/profit sharing (Arifin,1999:29).
    Buku ini menjelaskan bahwa profit shaaring dalam perbankan syariah didasarkan terutama pada konsep mudharabah dimana bank syariah berfungsi sebagai mitra baik bagi nasabah penabung maupun bagi nasabah pengguna dana. Sehingga didasarkan atas bagi hasil, maka keuntungan yang diperoleh nasabah tidak selalu sama besarnya dari waktu ke waktu.
    Besar kecilnya keuntungan bagi hasil dipengaruhi oleh salah satu faktor, yaitu dari prosentase aktual dana yang di investasikan, jumlah dana yang diinvestasikan dan nisbah yang disepakati pada awal perjanjian.
    Dalam buku ini menjelaskan bahwa sistem pembiayaan syariah juga memungkinkan memunculkan suatu risiko pembiayaan oleh karenanya buku ini sangat baik dibaca untuk berbagai kalangan agar nantinya mengerti perbankan syariah itu seperti apa,karena meurut saya perbankan syariah sangat baik, karena di dalam pembiayaannya bersifat terbuka,dan kemungkinan risiko memang ada, biasanya risiko itu muncul dari pihak nasabah yang tidak jujur.
    Dalam buku ini juga menjelaskan bagaimana cara untuk meminimalisir risiko pembiayaan di bank syariah,antara lain dengan mempertimbangkan aspek adverse selection pelaku usaha berikut proyek yang akan dibiayai dan selain itu melakukan screening terhadap berbagai masalah yang timbul.
    Setelah membaca buku ini saya semakin yakin kalau nantinya pembiayaan syariah akan memberikan kemajuan di bidang perekonomian masyarakat, hal ini diperlihatkan dengan ketentuan syariah yang tidak menjerat masyarakat pada tingkat bunga yang tinggi.
    Dengan manajemen pembiayaan mudharabah di bank-bank syariah diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia.

    ReplyDelete
  33. Judul Buku: Pokok Pokok Manajemen Modern
    Pengarang : Eugend J. Benge
    Nama Mahasiswa:Mochamad Ansori
    NIM: P2CC10009
    Hasil Review:
    EVOLUSI MANAJEMEN
    Manajemen sudah ada sejak berabad-abad yang lampau,sejak manusia berkumpul dalam suatu komunitas,disitulah muncul prinsip-prinsip manajemen.
    Semua proyek yang menonjol memerlukan perencanaan dan pengarahan tidak peduli kapan proyek itu dilaksanakan.
    Raja Sulaiman membangun KEMISAH YAHWE pada abad ke 10.bahkan berabad-abad sebelumnya di Mesir,Raja Firaun mendirikan Piramida-Piramida sebagai makam pribadi mereka.Bahkan Amerika Serikat mendaratkan orang di Bulan pada tahun 1969,semua proyek ini membutuhkan Manajer dann Manajemen.
    Walaupun begitu, jelaslah bahwa jenis Manajemen yang diperlukan untuk membangun Kemiisah Tahwe pada jaman Sulaiman sangat berlainan dengan manajemen yang membantu meluncurkan orang ke Bulan.tetapi kedua proyek itu mempunyai kesamaan unsure-unsur tertentu,Yaitu:
    -Ditetapkan sasaran utama dan beberapa sasaran sekunder atau sub sasaran
    -Ditentukan berbagai prosedur untuk melaksanakannya.
    -Mengorganisir sumber daya manusia dan materi yang diperlukan
    -Pengarahan para pekerja dari semua tingkat dalam seluruh kegiatan
    -Koordinasi semua usaha tentang waktu dan tempat.
    -Diadakan pengendalian untuk menjamin agar semua unsure diselesaikan pada waktu dan tempat yang direncanakan.
    Selama ber abad-abad satu orang dipuncak membuat semua keputusan yang penting,perintahnya harus dituruti dan terkutuklah barang siapa yang tidak mematuhinya.Manajemen ini disebut sebagai Manajemen Autoriter.
    Nanajemen Autoriter ini berlangsung sampai Abad ke 19,bahkan setelah Feodalismepunah punah dan setelah masuk Revolusi Industri.
    LIMA TAHAP EVOLUSI MANAJEMEN
    1.Manajemen Autoriter
    2.Manajemen Saintifik (ilmiah)
    3.Manajemen Hubungan Manusia.
    4.Manajemen berorientasi hasil.
    5.Manajemen tanggung jawab social.

    ReplyDelete
  34. Ayo semangat.... :) Semua luar biasa tulisannya

    ReplyDelete
  35. MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN
    Admini angkatan ke 27
    Nim P2CC10039

    Resiko dapat di definisikan sebagai volatilitas outcome yang umumnya berupa nilai dari suatu aktiva (kekayaan) atau pasiva (hutang) suatu usaha.
    Manajemen Resiko adalah desain prosedur serta implementasi prosedur untuk mengendalikan resiko. Manajemen resiko itu muncul sebagai jawaban terhadap semakin meningkatkan Resiko (volatilitas) pasar uang global sebagai akibat dari inovasi teknologi karena tekhnologi akan merubah dalam 2 bidang yaitu

    1. Peralatan Fisik( Computer)
    2. Teori keuangan(finance Theory)

    Contoh hal yang mudah yang dulu mengirim uang lewat wesel sekarang cukup hanya pakai kartu ATM , perdagangan Global 24 jam dan system manajemen online.
    Peraturan Bank Indonesia No. 5/8 mengidenntifikasikan menjadi 8 Resiko antara lain:
    Resiko Kredit, Resiko Pasar, Resiko Hukum(legal), Resiko Likwiditas, Resiko Operasional , Resiko Strategik, Resiko Kepatuhan, Resiko Kepatuhan(compliance).

    1. Resiko Kredit
    Resiko kerugian yang dikaitkan dengan kemungkinan kegagalan klien membayar kewajibanya atau dimana debitur tidak bisa melunasi hutangnya.

    2. Resiko Pasar
    Resiko kerugian pada naik turunya posisi Neraca yang muncul akibat pergerakan di pasar Modal. Resiko ini merupakan resiko gabungan yang terbentuk akibat dari perubahan suku bunga, niali tukar serta harga pasar saham, maupun ekuitas dan komoditas.

    3. Resiko Likuiditas.
    Resiko Likuiditas terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Resiko Likuiditas Asset (asset Liquidity risk) dan Resiko likuiditas pendanaan (funding liquidity risk)

    4.Resiko Operasional.
    Resiko Operasional adalah resiko kerugian sebagai akibat dari tindakan manusia, proses infrastruktur yang mempunyai dampak operasional Bank.

    Kesimpulannya adalah kesalahan tidak adanya system pemisahaan tugas antara front office (bagian trading) dan bak office (operasional).


    5.Resiko Hukum.

    Resiko Hukum adalah resiko yang timbul dari potensi terjadinya pelanggaran kontrak, kasus pengadilan atau kebijakan yang salah yang dapat menyebabkan pengaruh negative terhadap kondisi keuangan maupun operasional Bank.

    6. Resiko Reputasi

    Resiko reputasi adalah resiko kerusakan potensial sebagai akibat opini negative public terhadap kegiatan bank sehingga bank mengalami penurunan jumlah nasabah/menimbulkan biaya besar karena gugatan pengadilan atau penurunan pendapatan bank.

    7. Resiko strategic(strategic risk)

    Resiko strtegik adalah resiko yang disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategic bank yang tidak tepat , pengambilan keputusan yang tidak tepat,kurang reponsif bank terhadap perubahan eksternal.

    8. Resiko kepatuhan(Compliance risk)

    Resiko kepatuhan merupakan resiko yang disebabkan bank tidak memanuhi atau tidak melaksanakan peraturan undang-undang dan ketentuan lain yang berlaku.
    Contoh : pemenuhan KPMM, PPAP, BMPK, PDN(posisi devisa neto), RKAT.

    ReplyDelete
  36. . TUGAS I PENGANTAR BISNIS DAN MANAGEMENT
    JUDUL BUKU: Manajemen Pembiayaan Mudharabah Di Bsnk Syariah
    PENULIS : Dr. Muhammad, M.Ag
    PENERBIT : PT RAJAGRAFINDO PERKASA
    NAMA : ANGGIT WIBISONO
    NIM : P2CC10014
    HASIL REVIEW:
    (bagian I)
    Pada saat ini ekonomi syariah terus mengalami peningkatan.Hal ini dapat terlihat dari berbagai perbankkan yang sudah mengenal perbankkan syariah maupun bisnis syariah lainnya yang sudah menjadi pilihan bagi pelaku bisnis,peningkatan ini dikarenakan bank syariah memiliki core product pembiayaan berupa bagi hasil yang dikembangkan dalam produk pembiayaan musyarakah dan mudharabah.Kontrak Mudharabah adalah kontrak menanggung untung dan rugi antara pemilik dana (bank/principals) dengan nasabah (agents).Dalam kontrak mudharabah hubungan bisnis ini perlu adanya keterbukaan antara kedua belah pihak baik dalam untung maupun rugi bisnis yang dijalankan.Tujuan pendirian perbankkan syariah pada umumnya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan aplikasi dari prinsip Islam ke dalam transaksi keuangan, perbankkan dan bisnis terkait lainnya.Prinsip Utama di dalamnya adalah dilarangnya riba (bunga) dalam berbagai bentuk transaksi, menjalankan bisnis yang sah menurut syariah dan memberikan Zakat, zakat dalam hal ini untuk pengganti bunga yang digunakan untuk instrumen bagi hasil/profit sharing (Arifin,1999:29). Kontrak mudharabah sangat cocok diterapkan di negara arab, karena kesederhanaan orang arab dalam berekonomi dan bertransaksi, hal ini terlihat dari komunitas masyarakatnya kecil,homogen dan bermata pencaharian pertanian,perdagangan tradisional dimana teknologi masih bersifat manual.Apakah kontrak mudharabah ini cocok untuk masyarakat Indonesia?.Masyarakat indonesia kita kenal masih bersifat boros,percaya tahayul,hipokritis,suka meniru, suka menggerutu dan budaya kerja yang masih rendah,hal seperti inilah yang tidak mendukung berjalannya kontrak mudharabah. Walaupun nantiya berjalan, akan tetapi hasilnya kurang maksimal dan terdapat penyimpangan informasi. Penulis di buku ini menjelaskan apabila kontrak mudharabah ingin berhasil diterapkan dan dijalankan di Indonesia maka masyarakat harus memiliki sikap, tingkah laku dan mental yang positif pula seperti disiplin,produktif, kemauan untuk berubah, rasional,jujur dan transparan. Hal ini juga harus ditunjang dengan berbagai aspek, baik dari rukun kontrak mudharabah, hal hal yang harus disepakati, rukun mudharabah,saksi dan jaminan, ketentuan hukum penyaluran dana, dokumentasi dan lain-lain. Dan sekarang inilah masyarakat indonesia sudah mulai mengenal adanya perekonomian syariah. Bagi mayarakat Indonesia perekonomian dengan basis syariah ini sangat menguntungkan. Bisnis pada bank syariah memang merupakan bisnis yang berisiko karena bagi risiko (risk- sharing) merupakan dasar utama dari semua transaksi keuangan islam. Oleh karena itu untuk memperkecil risiko, bank syariah berusaha keras memperkecil risiko dengan melakukan diversifikasi risiko, yaitu dengan mengalokasikan dana pembiayaan kepada jenis-jenis pembiayaan yang memberikan kepastian pembayaran.

    ReplyDelete
  37. TUGAS I PENGANTAR BISNIS DAN MANAGEMENT
    JUDUL BUKU: Manajemen Pembiayaan Mudharabah Di Bsnk Syariah
    PENULIS : Dr. Muhammad, M.Ag
    PENERBIT : PT RAJAGRAFINDO PERKASA
    NAMA : ANGGIT WIBISONO
    NIM : P2CC10014
    HASIL REVIEW:
    (bagian 2)
    Menurut Hafiduddin (2004) salah satu pakar ekonomi islam, menerangkan transaksi bisnis yang menggunakan skim mudharabah jika dijalankan harus memenuhi 3 syarat yaitu: (1) akad bagi hasil harus jelas, yaitu menyangkut usaha yang digarap serta keuntungan dan kerugian yang akan ditanggung bersama. Dalam hal ini tidak boleh menjanjikan keuntungan yang pasti dimuka, namun dibolehkan adanya perkiraan keuntungan. (2) objek usaha harus jelas dan transparan. Tidak ada unsur penipuan (gharar), dan atau tidak boleh spekulasi dan (3) harus ada pengawasan. Langkah ini dilakukan untuk memantau jalannya usaha agar bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan dapat terdeteksi sejak dini. Sehinnga dengan ini pelaku bisnis bisa memperkirakan return yang tinggi dan memperkecil risiko. Buku ini menurut saya sangat baik dibaca tidak hanya untuk kalangan berpendidikan akan tetapi berguna untuk masyarakat luas lainnya yang ingin mengetahui apa si pembiayaan perbankan syariah itu?. Saya setelah membaca buku ini, saya dapat mengetahui sistem pembiayaan perekonomian syariah, baik dari tenor pembiayaan dan perbedaan dari pembiayaan lembaga keuangan lainnya. Dengan adanya perekonomian syariah masyarakat tidak terlalu dibebankan pada bunga yang tinggi, karena syariah tidak menganjurkan riba. Mari bersama-sama setelah buku ini kita baca, mudah-mudahan dapat mengantarkan kita belajar untuk memanfaatkan ekonomi syariah dengan kontrak mudharabah yang dapat dijalankan dengan baik di Indonesia sehingga kita bisa menuju gerbang kesuksesan semua.amin

    ReplyDelete
  38. TUGAS I PENGANTAR BISNIS DAN MANAGEMENT
    JUDUL BUKU : THE POWER OF KEPEPET
    PENULIS : JAYA SETIABUDI
    PENERBIT : GRAMEDIA
    NAMA ; ABDUL KARIM
    NIM : P2CC10038

    Dalam kehidupan kita seringkali kita dihinggapi rasa takut gagal dalam bisnis. Namun disisi lain sebenarnya kita punya potensi yang sangat luar biasa. Misalnya dalam kondisi kepepet dikejar anjing kita dapat melompati pagar setinggi 2 m atau lebih. Padahal pada kondisi biasa kita tidak bisa walau hanya 1.5 m. Dalam buku ini banyak membahas bagaimana kiat sukses dengan cara menciptakan kondisi yang kepepet.

    Ada 2 sebab yang membuat orang tak tergerak untuk berubah, yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Banyak orang mengikuti seminar tentang motivasi, mereka di tempat seminar semangat namun setelah sampai di rumah mereka dihantam kemalasan. Apa jadinya ? mereka tetap diam di tempat.
    Contoh kedua apabila seorang salesman ditawari apabila memenuhi target akan mendapat bonus jalan-jalan ke luar negeri. Namun setelah berjalan berbulan-bulan tidak tercapai. Si manajer bertanya apakah bonusnya kurang? Salesman menjawab "tidak", malah salesman minta waktu 1 bulan lagi untuk bisa sesuai dengan target. Sampai 1 bulan tak kunjung memenuhi target. Akhirnya manajer memberi pilihan apabila tidak memenuhi target akan DIPECAT atau JALAN-JALAN KE LUAR NEGERI bila tidak memenuhi target. Akhirnya salesman berfikir kalau dipecat nanti anak istri makan apa ? dengan kekuatan KEPEPET itulah salesman dapat memenuhi target yang sesuai dengan keinginan manajer. KONDISI KEPEPET ADALAH MOTIVASI TERBESAR DI DUNIA.

    Ada beberapa trik untuk bisa berhasil dalam bisnis :
    1. Menginderakan impian, impikanlah sebuah keinginan karena dengan mengimpikan maka otak akan bekerja untuk bisa memenuhi impian.
    2. Menentukan target dulu baru rencana, patikan target yang ingin kita capai baru kita rencana untuk mencapai target. Batasi dengan waktu yang jelas untuk mencapai target.
    3. Action, action, action dan action. Lakukan rencana-rencana yang telah dibuat.

    Saya sangat tertarik dengan buku ini, karena banyak hal yang kita temui sehari-hari yang sadar maupun tidak sadar ketidakberhasilan yang kita alami adalah bukan karena ketidakmampuan kita tapi karena ketidak adanya rasa kepepet.
    "Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan" (General Colin Powell)

    ReplyDelete
  39. PROBLEMATIKA PENGENDALIAN (control problem)
    dalam buku:the art of controling people
    Pengarang:Agung Praptapa
    Nama Mahasiswa:Mochamad Ansori
    NIM :P2CC10009
    Hasil Reviw
    Organisasi mestinya akan berjalan dengan baik apabila telah diterapkan sistem kontrol yang baik pula, hasil yang kurang memuaskan terjadi bila sistem kontrol tidak berjalan dengan baik,hal ini yang disebut sebagai Problematika kontrol.Problematika kontrol akan muncul apabila terjadi sesuatu yang disebut sebagai:
    1.Lack of direction
    dmana para karyawan tidak bisa memahami dengan baik apa yang diinginkan oleh pimpinan
    atau pimpinannya sendiri yang tidak mampu menjelaskan dengan baik apa yang ingin dicapai organisasi.dengan kata lain terjadi kekurangan arahan.
    2.Lack of motivation
    dalam hal ini orang-orang dalam organisasi memahami apa yang diinginkan pimpinan tapi mereka merasa apapun yang mereka kerjakan toh tidak banyak memberikan keuntungan pada dirinya jadi tidak mau mengerjakan keinginan pimpinan.
    3.Lack of competence/personal limitation
    keadaan ini terjadi karena adanya keterbatasan kemampuan dari orang-orang yang ada didalam organisasi,mereka memahami apa yang diinginkan pimpinan,mereka juga mau bekerja keras tapi sayang mereka tidak mampu mengerjakan tugas tersebut dengan baik karena keterbatasan kemampuan mereka.
    Jadi kalau kita tidak bisa mengatasi problematika kontrol maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang baik dan yang kita maui.

    ReplyDelete
  40. Judul Buku : Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual “ESQ”(Emotional Spiritual Quotient)
    Penerbit : ARGA Publishing, Best seller-cetakan ke-46 Juli 2009
    Nama Mahasiswa : Ummi Mukaromah
    NIM : P2CC10031 (angkatan 27)

    Saat pertama kali usai mendengar tugas review buku management, terlintas di pikiran saya untuk me-review buku yang dapat menjadikan saya sebagai manager yang dapat membuat lebih baik pada semua pihak. Dan setelah di akhir perkuliahan dibacakan syair seorang biksu yang ingin mengubah dunia tetapi ternyata tiada mudah mengubah dunia, sehingga akhirnya muncul fenomena berpikir bahwa untuk mengubah dunia dimulai dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Untuk dapat benar-benar mengubah dunia maka langsung terlintas akan mengerjakan tugas me-review buku ini. Sengaja saya out of the box dari tugas saya sehari-hari sebagai guru di sekolah dasar, untuk membuat inovasi managerial dengan kolaborasi IQ,EQ dan SQ secara integral.
    Buku ini ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian pendiri ESQ Leadership Center, buku ini menjawab bagaimana cara untuk bisa selalu eksis secara individu, organisasi/perusahaan, maupun dalam berhubungan kepada Tuhan YME. Dengan dasar-dasar yang fitrah sebagai manusia,
    Setiap manusia yang hidup mempunyai tujuan hidup dan ingin mencapai/mewujudkannya. Untuk mewujudkan tujuan hidup terkadang bersinggungan dengan tujuan hidup orang lain atau bahkan berbenturan. Tujuan hidup ini dapat berupa terpenuhinya kebutuhan hidup dan terwujudnya cita-cita, baik cita-cita jangka pendek atau cita-cita jangka panjang, baik secara mikro untuk idividu maupun secara makro pada suatu organisasi/perusahaan. Dalam pencapaiannya sangatlah dibutuhkan IQ (kecerdasan intelektual), EQ (kecerdasan emosi) dan ESQ (kecerdasan spiritual).
    Seorang manager untuk diri sendiri atau untuk suatu perusahaan yang telah dapat menggabungkangkan IQ,EQ dan SQ akan dapat dengan mudah dalam mewujudkan tujuan. Hal ini telah tertulis di buku ini dengan berbagai perumpamaan, sejarah, cerita, cara, uraian sebab akibat, penerapan rumus, prinsip Islam dan Al Qur’an dll menuju kolaborasi IQ, EQ dan SQ secara apik.
    Untuk mendapatkan kolaborasi secara apik tersebut dengan jalan adanya penyadaran terhadap siapa diri kita atau lahirnya kesadaran diri yang diistilahkan dengan Zero Mind Process (ZMP) lalu membangun mental kita dengan enam prinsip : 1. star principle, 2. angel principle, 3. leadership principle, 4. learning principle,5. vision principle, 6. well organized principle. Berikutnya penetapan misi (mission statement), pembangunan karakter (character building), pengendalian diri (self control), sinergi (pengendalian diri), langkah total (total action).
    Inilah review saya, karena saya setuju mengubah dunia sangatlah berawal dari berubahnya diri sendiri. Diri sendiri yang penuh kesadaran, pembiasaan berkarakter, berkomitmen, berkolaborasi dan totalitas serta berpedoman pada yang hak. Dengan selalu menyatukan/mengintegrasikan IQ,EQ dan SQ.
    Mari menjadi diri/individu yang selalu mengintegrasikan IQ.EQ dan SQ sehingga terbangun karakter bangsa yang bagus dan terwujud bangsa yang indah.
    Marilah sukses bersama ESQ dan membangun bangsa kita tercinta ini mulai saat ini.

    ReplyDelete
  41. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Robert, “ Kita bersekolah untuk belajar bekerja keras guna mendapatkan uang. Akan tetapi orang perlu mengendalikan masa depan financial mereka sendiri”. Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan: orang-orang lain mencari pekerjaan. Memiliki ide atau produk hebat, tetapi hanya akan sukses kalau kamu mempunyai jaringan untuk member tahu orang tentangnya dan jaringan distrinbusi untuk menjualnya. Ada 4 macam orang dalam dunia bisnis dan perbedaan inti mereka atau istilahnya CAHSFLOW Quadrant.
    4 Macam itu antara lain :
    1. E (employee) : karyawan
    2. S (Self-employee) : orang yang bekerja sendiri/small business owner(pengusaha kecil).
    3. B (business owner : pengusaha, pemilik bisnis
    4. I (investor) : pemodal

    Perusahaan bisnis jaringan yang baik bukan mendidik anda menjadi wiraniaga yang lebih baik bagi produk atau system mereka, akan tetapi pendidikan yang baik adalah program pendidikan bisnis yang mengubah hidup yaitu pendidikan yang cukup kuat untuk mengubah ulat sutera menjadi kupu-kupu terbaik). Beberapa mata pelajaran bisnis kehidupan nyata yang penting yang diajarkan oleh perusahaan pemasaran jaringan adalah :
    1. Sikap terhadap kesuksesan
    2. Keahlian memimpin.
    3. Keahlian berkomunikasi
    4. Keahlian manusia
    5. Mengatasi ketakutan pribadi, keraguan, & tidak percaya diri
    6. Mengatasi rasa takut terhadap penolakan.
    7. Keahlian manajemen uang
    8. Keahlian berinvestasi
    9. Keahlian pertanggungjawaban
    10. Keahlian manajemen waktu
    11. Penentuan tujuan/cita-cita
    12. Sistematisasi.

    Pendidikan yang dapat mengubah hidup dapat digambarkan dalam bentuk tetrahedron, yang berarti polihidron empat bidang, yaitu :
    1. Fisik
    2. Mental
    3. Spiritual
    4. Emosional


    Kurva belajar
    Banyak orang berbicara tentang kurva belajar , seperti tampak pada gambar grafik naik (semakin lama waktu yang digunakan ,pengalaman akan semakin meningkat, akan tetapi sifat kurva belajar alamiah seperti anak burung meninggalkan sarang dan belajar terbang (dimana akan mengalami penurunan untuk selanjutnya akan terbang lebih tinggi) .
    Beberapa nilai penting dari pelatihan pemasaran jaringan adalah:
    a. Mendorong anda untuk meninggalkan sarang bukannya menjadi karyawan yang setia.
    b. Mempunyai program untuk menopang anda selama masa ketakutan, ketidakpastian dan kekecewaaan.
    c. Mempunyai mentor yang telah menempuh perjalanan sendiri dan mendorong anda mengikutinya.
    d. Tidak akan membuat anda tidak lulus seperti di sekolah atau memecat anda seperti yang dilakukan dalam bisnis

    ReplyDelete
  42. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Pendidikan yang dapat mengubah hidup dapat digambarkan dalam bentuk tetrahedron, yang berarti polihidron empat bidang, yaitu :
    1. Fisik
    2. Mental
    3. Spiritual
    4. Emosional
    Kurva belajar
    Banyak orang berbicara tentang kurva belajar , seperti tampak pada gambar grafik naik (semakin lama waktu yang digunakan ,pengalaman akan semakin meningkat, akan tetapi sifat kurva belajar alamiah seperti anak burung meninggalkan sarang dan belajar terbang (dimana akan mengalami penurunan untuk selanjutnya akan terbang lebih tinggi) .
    Beberapa nilai penting dari pelatihan pemasaran jaringan adalah:
    a. Mendorong anda untuk meninggalkan sarang bukannya menjadi karyawan yang setia.
    b. Mempunyai program untuk menopang anda selama masa ketakutan, ketidakpastian dan kekecewaaan.
    c. Mempunyai mentor yang telah menempuh perjalanan sendiri dan mendorong anda mengikutinya.
    d. Tidak akan membuat anda tidak lulus seperti di sekolah atau memecat anda seperti yang dilakukan dalam bisnis
    Mengapa Impian itu penting !
    Pentingnya impian dapat dijelaskan sebagai berikut: “ Menjadi kaya dan sanggup membeli rumah besar tidak penting, yang penting adalah berjuang, belajar, melakukan yang terbaik untuk mengembangkan kekuatan pribadi agar sanggup membeli rumah besar. Yang penting kamu akan menjadi siapa dalam proses sanggup membeli rumah besar. Orang yang memimpikan impian kecil akan terus menjalani hidup sebagai orang kecil.”
    Ada 5 macam pemimpi:
    1. Pemimpi yang bermimpi di masa lampau.
    2. Pemimpi yang hanya memimpikan impian kecil.
    3. Pemimpi yang telah mencapai impian mereka dan belum menentukan impian baru.
    4. Pemimpi yang mempunyai impian besar tetapi tidak mempunyai rencana bagaimana mencapainya.
    5. Pemimpi yang mempunyai impian besar, mencapai impian itu, dan terus mempunyai Impian yang lebih besar.

    ReplyDelete
  43. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Berapakah Nilai sebuah jaringan?
    Robert Metcalf adalah salah seorang yang dikenal sebagai pencipta ether-net, merumuskan Hukum Metcalf : “ Nilai Ekonomis sebuah Jaringan = Jumlah Pengguna2 “
    Cara Nilai Anda Menentukan Realitas Anda.
    Dalam melaksanakan pekerjaan nilai inti dari pribadi sesorang akan menentukan apakah ia berada dikuadran E, S, B atau I. Karena 95% orang mengalami kegagalan akan tetapi sulit untuk berpindah kuadran sedangkan yang 5% orang mampu untuk bangkit dan berpindah kekuadran yang lain.
    Nilai Kepemimpinan.
    Beberapa pemimpin bisnis terbaik berbicara… berbicara untuk menginspirasi orang lain agar mengemukaan kehebatan pribadi mereka sendiri. Banyak diantara mereka menceriterakan kisah mereka mulai dari nol dan akhirnya menjadi kaya-raya melampui impian mereka.
    Seorang pemimpin selalu berbicara dari jiwanya dan menyentuh jiwa orang lain dan perkataannya sering kali dikenang dalam sejarah. Ada beberapa contoh antara lain:
    • “ Jangan tanyakan apa yang dapat dilakukan Negara untuk anda….” John Kennedy.
    • “ Penakut tidak pernah bisa baik “ Gandhi.
    • “ Saya memiliki impian….” Martin Luther King.
    Bisnis Pemasaran Jaringan akan terus tumbuh dikarenakan:
    1. Orang menginginkan kebebasan.
    2. Orang ingin menjadi kaya.
    3. Portofolio pension pribadi akan dihapuskan.
    4. Lebih banyak orang akan sadar.
    5. Kesadaran dunia.
    6. Kebangkrutan mungkin tidak pernah datang.

    ReplyDelete
  44. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Robert, “ Kita bersekolah untuk belajar bekerja keras guna mendapatkan uang. Akan tetapi orang perlu mengendalikan masa depan financial mereka sendiri”. Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan: orang-orang lain mencari pekerjaan. Memiliki ide atau produk hebat, tetapi hanya akan sukses kalau kamu mempunyai jaringan untuk member tahu orang tentangnya dan jaringan distrinbusi untuk menjualnya. Ada 4 macam orang dalam dunia bisnis dan perbedaan inti mereka atau istilahnya CAHSFLOW Quadrant, 4 Macam itu antara lain :
    1. E (employee) : karyawan
    2. S (Self-employee) : orang yang bekerja sendiri/small business owner(pengusaha kecil).
    3. B (business owner : pengusaha, pemilik bisnis
    4. I (investor) : pemodal
    Perusahaan bisnis jaringan yang baik bukan mendidik anda menjadi wiraniaga yang lebih baik bagi produk atau system mereka, akan tetapi pendidikan yang baik adalah program pendidikan bisnis yang mengubah hidup yaitu pendidikan yang cukup kuat untuk mengubah ulat sutera menjadi kupu-kupu terbaik). Beberapa mata pelajaran bisnis kehidupan nyata yang penting yang diajarkan oleh perusahaan pemasaran jaringan adalah :
    1. Sikap terhadap kesuksesan
    2. Keahlian memimpin.
    3. Keahlian berkomunikasi
    4. Keahlian manusia
    5. Mengatasi ketakutan pribadi, keraguan, & tidak percaya diri
    6. Mengatasi rasa takut terhadap penolakan.
    7. Keahlian manajemen uang
    8. Keahlian berinvestasi
    9. Keahlian pertanggungjawaban
    10. Keahlian manajemen waktu
    11. Penentuan tujuan/cita-cita
    12. Sistematisasi.

    Pendidikan yang dapat mengubah hidup dapat digambarkan dalam bentuk tetrahedron, yang berarti polihidron empat bidang, yaitu :
    1. Fisik
    2. Mental
    3. Spiritual
    4. Emosional

    Kurva belajar
    Banyak orang berbicara tentang kurva belajar , seperti tampak pada gambar grafik naik (semakin lama waktu yang digunakan ,pengalaman akan semakin meningkat, akan tetapi sifat kurva belajar alamiah seperti anak burung meninggalkan sarang dan belajar terbang (dimana akan mengalami penurunan untuk selanjutnya akan terbang lebih tinggi) .
    Beberapa nilai penting dari pelatihan pemasaran jaringan adalah:
    a. Mendorong anda untuk meninggalkan sarang bukannya menjadi karyawan yang setia.
    b. Mempunyai program untuk menopang anda selama masa ketakutan, ketidakpastian dan kekecewaaan.
    c. Mempunyai mentor yang telah menempuh perjalanan sendiri dan mendorong anda mengikutinya.
    d. Tidak akan membuat anda tidak lulus seperti di sekolah atau memecat anda seperti yang dilakukan dalam bisnis

    ReplyDelete
  45. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Robert, “ Kita bersekolah untuk belajar bekerja keras guna mendapatkan uang. Akan tetapi orang perlu mengendalikan masa depan financial mereka sendiri”. Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan: orang-orang lain mencari pekerjaan. Memiliki ide atau produk hebat, tetapi hanya akan sukses kalau kamu mempunyai jaringan untuk member tahu orang tentangnya dan jaringan distrinbusi untuk menjualnya. Ada 4 macam orang dalam dunia bisnis dan perbedaan inti mereka atau istilahnya CAHSFLOW Quadrant.
    4 Macam itu antara lain :
    1. E (employee) : karyawan
    2. S (Self-employee) : orang yang bekerja sendiri/small business owner(pengusaha kecil).
    3. B (business owner : pengusaha, pemilik bisnis
    4. I (investor) : pemodal
    Perusahaan bisnis jaringan yang baik bukan mendidik anda menjadi wiraniaga yang lebih baik bagi produk atau system mereka, akan tetapi pendidikan yang baik adalah program pendidikan bisnis yang mengubah hidup yaitu pendidikan yang cukup kuat untuk mengubah ulat sutera menjadi kupu-kupu terbaik). Beberapa mata pelajaran bisnis kehidupan nyata yang penting yang diajarkan oleh perusahaan pemasaran jaringan adalah :
    1. Sikap terhadap kesuksesan
    2. Keahlian memimpin.
    3. Keahlian berkomunikasi
    4. Keahlian manusia
    5. Mengatasi ketakutan pribadi, keraguan, & tidak percaya diri
    6. Mengatasi rasa takut terhadap penolakan.
    7. Keahlian manajemen uang
    8. Keahlian berinvestasi
    9. Keahlian pertanggungjawaban
    10. Keahlian manajemen waktu
    11. Penentuan tujuan/cita-cita
    12. Sistematisasi.

    ReplyDelete
  46. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Pendidikan yang dapat mengubah hidup dapat digambarkan dalam bentuk tetrahedron, yang berarti polihidron empat bidang, yaitu :
    1. Fisik
    2. Mental
    3. Spiritual
    4. Emosional

    Kurva belajar
    Banyak orang berbicara tentang kurva belajar , seperti tampak pada gambar grafik naik (semakin lama waktu yang digunakan ,pengalaman akan semakin meningkat, akan tetapi sifat kurva belajar alamiah seperti anak burung meninggalkan sarang dan belajar terbang (dimana akan mengalami penurunan untuk selanjutnya akan terbang lebih tinggi) .
    Beberapa nilai penting dari pelatihan pemasaran jaringan adalah:
    a. Mendorong anda untuk meninggalkan sarang bukannya menjadi karyawan yang setia.
    b. Mempunyai program untuk menopang anda selama masa ketakutan, ketidakpastian dan kekecewaaan.
    c. Mempunyai mentor yang telah menempuh perjalanan sendiri dan mendorong anda mengikutinya.
    d. Tidak akan membuat anda tidak lulus seperti di sekolah atau memecat anda seperti yang dilakukan dalam bisnis

    Mengapa Impian itu penting !
    Pentingnya impian dapat dijelaskan sebagai berikut: “ Menjadi kaya dan sanggup membeli rumah besar tidak penting, yang penting adalah berjuang, belajar, melakukan yang terbaik untuk mengembangkan kekuatan pribadi agar sanggup membeli rumah besar. Yang penting kamu akan menjadi siapa dalam proses sanggup membeli rumah besar. Orang yang memimpikan impian kecil akan terus menjalani hidup sebagai orang kecil.”
    Ada 5 macam pemimpi:
    1. Pemimpi yang bermimpi di masa lampau.
    2. Pemimpi yang hanya memimpikan impian kecil.
    3. Pemimpi yang telah mencapai impian mereka dan belum menentukan impian baru.
    4. Pemimpi yang mempunyai impian besar tetapi tidak mempunyai rencana bagaimana mencapainya.
    5. Pemimpi yang mempunyai impian besar, mencapai impian itu, dan terus mempunyai Impian yang lebih besar.

    ReplyDelete
  47. Nama : Sugeng Witono
    Angkatan 27
    NIM : P2CC10016
    Judul Buku : The Business School For Helping People Who Like Helping People
    (Delapan Nilai Tersembunyi dari Bisnis Pemasaran Jaringan, Selain Memperoleh Uang)
    Pengarang : Robert T.Kiyosaki & Sharon L.Lechter, CPA
    Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

    Berapakah Nilai sebuah jaringan?
    Robert Metcalf adalah salah seorang yang dikenal sebagai pencipta ether-net, merumuskan Hukum Metcalf : “ Nilai Ekonomis sebuah Jaringan = Jumlah Pengguna 2 (pangkat 2) “

    Cara Nilai Anda Menentukan Realitas Anda.
    Dalam melaksanakan pekerjaan nilai inti dari pribadi sesorang akan menentukan apakah ia berada dikuadran E, S, B atau I. Karena 95% orang mengalami kegagalan akan tetapi sulit untuk berpindah kuadran sedangkan yang 5% orang mampu untuk bangkit dan berpindah kekuadran yang lain.
    Nilai Kepemimpinan.
    Beberapa pemimpin bisnis terbaik berbicara… berbicara untuk menginspirasi orang lain agar mengemukaan kehebatan pribadi mereka sendiri. Banyak diantara mereka menceriterakan kisah mereka mulai dari nol dan akhirnya menjadi kaya-raya melampui impian mereka.
    Seorang pemimpin selalu berbicara dari jiwanya dan menyentuh jiwa orang lain dan perkataannya sering kali dikenang dalam sejarah. Ada beberapa contoh antara lain:
    • “ Jangan tanyakan apa yang dapat dilakukan Negara untuk anda….” John Kennedy.
    • “ Penakut tidak pernah bisa baik “ Gandhi.
    • “ Saya memiliki impian….” Martin Luther King.
    Bisnis Pemasaran Jaringan akan terus tumbuh dikarenakan:
    1. Orang menginginkan kebebasan.
    2. Orang ingin menjadi kaya.
    3. Portofolio pension pribadi akan dihapuskan.
    4. Lebih banyak orang akan sadar.
    5. Kesadaran dunia.
    6. Kebangkrutan mungkin tidak pernah datang.

    ReplyDelete
  48. Nama : Fitriyati Irviana
    NIM : P2CC10035
    Angkatan : 27
    Judul Buku : Emotional Spiritual Quotient
    Saya tertarik untuk membahas ilmu manajemen dari bab Leadership Principle yang saya cuplik dari Emotional Spiritual Quotient karangan Ary Ginanjar Agustian, terbitan Arga Publishing pada tahun 2001. Karena pada dasarnya, ilmu manajemen merupakan terapan ilmu kepemimpinan, dimana kepemimpinan adalah tentang how to influence the people. Saat seseorang telah dapat dipengaruhi, maka disitulah manajemen sumber daya menusia bekerja. Pemimpin sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Terlepas dari jabatan formal dalam kehidupan nyata disadari atau tidak, perkataan, perbuatan, dan semua tingkah laku dapat mempengaruhi orang dilingkungan sekitar, terutama bagi orang yang tidak memiliki prinsip hidup. Sudah banyak contoh kepemimpinan di dunia ini. Seperti Ronald Reagen, Soekarno, Winston Churchill, Kaisar Hirohito, atau Yosef Broz Tito. Semua pemimpin ini dapat memberi pengaruh pada zamannya, namun sisa pengaruhnya dapat hilang dilekang zaman. Mari kita ambil contoh pemimpin umat muslim yaitu Nabi besar Muhammad SAW, yang berdasarkan hasil analisis survey Michael Harts adalah contoh seorang pemimpin yang pengaruhnya besar hingga kini dan memegang peranan penting dalam mengubah sejarah dunia. Berhasil memanajemen dalam hal agama maupun kehidupan duniawi. Ada lima tahap kepemimpinan, yaitu ; pemimpin yang dicintai, pemimpin yang dipercaya, pembimbing, pemimpin yang berkepribadian, dan pemimpin abadi. Hanya Nabi Muhammad yang dapat mencapai puncak tahap kepemimpinan sebagai pemimpin yang abadi. Pemimpin dapat dicintai oleh pengikutnya jika seseorang tersebut dapat menunjukkan rasa cintanya tanpa dibuat-buat, terlihat dalam sosok sang nabi yang adil, bijaksana dan mudah bergaul. Ia mampu menunjukkan kepedulian social dengan ketulusan hatinya, dan mampu memupuk hubungan baik dengan para sahabat dan lingkungannya. Tahap kedua yaitu pemimpin yang dipercaya. Seseorang yang memiliki integritas tinggi adalah orang yang dengan penuh keberanian serta berusaha tanpa kenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang ia cita-citakan. Cita-cita yang dimilikinya mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten dengan langkahnya. Integritas akan membuat seseorang dipercaya, dan kepercayaan itu akan menciptakan pengikut. Dimana kemudian terciptalah sebuah kelompok yang memiliki kesamaan tujuan. Tahap ketiga ialah pembimbing. Pemimpin yang berhasil bukan diukur dari luas atau tidak kekuasaannya, namun lebih kepada kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. Seorang pemimpin dapat dikatakan gagal apabila tidak berhasil memiliki penerus. Pada tahap inilah puncak loyalitas terbentuk. Tahap keempat yaitu pemimpin yang berkepribadian. Pada dasarnya seseorang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, karena tidak akan ada pemimpin yang berhasil memimpin orang lain sebelum ia berhasil memimpin dirinya sendiri, pemimpin harus mampu menjelajahi dirinya sendiri, mengenal siapa ia sebenarnya, sebelum ia memimpin keluar, ia harus lebih dulu memimpin kedalam. Tahap terakhir yaitu pemimpin abadi. Belum ada satupun manusia yang berhasil mencapai tahap terakhir ini kecuali Nabi Muhammad SAW. Saat ini memang ada pemimpin yang sudah dicintai, dipercaya, dan juga pembimbing yang baik, namun apabila terbukti atau dirasakan tidak lagi sesuai dengan hati nurani manusia, umumnya pengaruhnya berhenti pada suatu masa saja. Sisat ajaran Nabi Muhammad SAW adalah intelektual dan spiritual. Prinsipnya adalah mengarahkan kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Metode ini adalah metode terbaik yang pernah ada dimuka bumi, khususnya dibidang kepemimpinan dan akhlak.

    ReplyDelete
  49. Nama : Fitriyati Irviana
    NIM : P2CC10035
    Angkatan : 27
    Judul Buku : Emotional Spiritual Quotient
    Saya tertarik untuk membahas ilmu manajemen dari bab Leadership Principle yang saya cuplik dari Emotional Spiritual Quotient karangan Ary Ginanjar Agustian, terbitan Arga Publishing pada tahun 2001. Karena pada dasarnya, ilmu manajemen merupakan terapan ilmu kepemimpinan, dimana kepemimpinan adalah tentang how to influence the people. Saat seseorang telah dapat dipengaruhi, maka disitulah manajemen sumber daya menusia bekerja. Pemimpin sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Terlepas dari jabatan formal dalam kehidupan nyata disadari atau tidak, perkataan, perbuatan, dan semua tingkah laku dapat mempengaruhi orang dilingkungan sekitar, terutama bagi orang yang tidak memiliki prinsip hidup. Sudah banyak contoh kepemimpinan di dunia ini. Seperti Ronald Reagen, Soekarno, Winston Churchill, Kaisar Hirohito, atau Yosef Broz Tito. Semua pemimpin ini dapat memberi pengaruh pada zamannya, namun sisa pengaruhnya dapat hilang dilekang zaman. Mari kita ambil contoh pemimpin umat muslim yaitu Nabi besar Muhammad SAW, yang berdasarkan hasil analisis survey Michael Harts adalah contoh seorang pemimpin yang pengaruhnya besar hingga kini dan memegang peranan penting dalam mengubah sejarah dunia. Berhasil memanajemen dalam hal agama maupun kehidupan duniawi. Ada lima tahap kepemimpinan, yaitu ; pemimpin yang dicintai, pemimpin yang dipercaya, pembimbing, pemimpin yang berkepribadian, dan pemimpin abadi. Hanya Nabi Muhammad yang dapat mencapai puncak tahap kepemimpinan sebagai pemimpin yang abadi. Pemimpin dapat dicintai oleh pengikutnya jika seseorang tersebut dapat menunjukkan rasa cintanya tanpa dibuat-buat, terlihat dalam sosok sang nabi yang adil, bijaksana dan mudah bergaul. Ia mampu menunjukkan kepedulian social dengan ketulusan hatinya, dan mampu memupuk hubungan baik dengan para sahabat dan lingkungannya. Tahap kedua yaitu pemimpin yang dipercaya. Seseorang yang memiliki integritas tinggi adalah orang yang dengan penuh keberanian serta berusaha tanpa kenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang ia cita-citakan. Cita-cita yang dimilikinya mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten dengan langkahnya. Integritas akan membuat seseorang dipercaya, dan kepercayaan itu akan menciptakan pengikut. Dimana kemudian terciptalah sebuah kelompok yang memiliki kesamaan tujuan. Tahap ketiga ialah pembimbing. Pemimpin yang berhasil bukan diukur dari luas atau tidak kekuasaannya, namun lebih kepada kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. Seorang pemimpin dapat dikatakan gagal apabila tidak berhasil memiliki penerus. Pada tahap inilah puncak loyalitas terbentuk. Tahap keempat yaitu pemimpin yang berkepribadian. Pada dasarnya seseorang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, karena tidak akan ada pemimpin yang berhasil memimpin orang lain sebelum ia berhasil memimpin dirinya sendiri, pemimpin harus mampu menjelajahi dirinya sendiri, mengenal siapa ia sebenarnya, sebelum ia memimpin keluar, ia harus lebih dulu memimpin kedalam. Tahap terakhir yaitu pemimpin abadi. Belum ada satupun manusia yang berhasil mencapai tahap terakhir ini kecuali Nabi Muhammad SAW. Saat ini memang ada pemimpin yang sudah dicintai, dipercaya, dan juga pembimbing yang baik, namun apabila terbukti atau dirasakan tidak lagi sesuai dengan hati nurani manusia, umumnya pengaruhnya berhenti pada suatu masa saja. Sisat ajaran Nabi Muhammad SAW adalah intelektual dan spiritual. Prinsipnya adalah mengarahkan kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Metode ini adalah metode terbaik yang pernah ada dimuka bumi, khususnya dibidang kepemimpinan dan akhlak.

    ReplyDelete
  50. Nama : Fitriyati Irviana
    NIM : P2CC10035
    Angkatan : 27
    Judul Buku : Emotional Spiritual Quotient
    Saya tertarik untuk membahas ilmu manajemen dari bab Leadership Principle yang saya cuplik dari Emotional Spiritual Quotient karangan Ary Ginanjar Agustian, terbitan Arga Publishing pada tahun 2001. Karena pada dasarnya, ilmu manajemen merupakan terapan ilmu kepemimpinan, dimana kepemimpinan adalah tentang how to influence the people. Saat seseorang telah dapat dipengaruhi, maka disitulah manajemen sumber daya menusia bekerja. Pemimpin sejati adalah seseorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Terlepas dari jabatan formal dalam kehidupan nyata disadari atau tidak, perkataan, perbuatan, dan semua tingkah laku dapat mempengaruhi orang dilingkungan sekitar, terutama bagi orang yang tidak memiliki prinsip hidup. Sudah banyak contoh kepemimpinan di dunia ini. Seperti Ronald Reagen, Soekarno, Winston Churchill, Kaisar Hirohito, atau Yosef Broz Tito. Semua pemimpin ini dapat memberi pengaruh pada zamannya, namun sisa pengaruhnya dapat hilang dilekang zaman. Mari kita ambil contoh pemimpin umat muslim yaitu Nabi besar Muhammad SAW, yang berdasarkan hasil analisis survey Michael Harts adalah contoh seorang pemimpin yang pengaruhnya besar hingga kini dan memegang peranan penting dalam mengubah sejarah dunia. Berhasil memanajemen dalam hal agama maupun kehidupan duniawi. Ada lima tahap kepemimpinan, yaitu ; pemimpin yang dicintai, pemimpin yang dipercaya, pembimbing, pemimpin yang berkepribadian, dan pemimpin abadi. Hanya Nabi Muhammad yang dapat mencapai puncak tahap kepemimpinan sebagai pemimpin yang abadi. Pemimpin dapat dicintai oleh pengikutnya jika seseorang tersebut dapat menunjukkan rasa cintanya tanpa dibuat-buat, terlihat dalam sosok sang nabi yang adil, bijaksana dan mudah bergaul. Ia mampu menunjukkan kepedulian social dengan ketulusan hatinya, dan mampu memupuk hubungan baik dengan para sahabat dan lingkungannya. Tahap kedua yaitu pemimpin yang dipercaya. Seseorang yang memiliki integritas tinggi adalah orang yang dengan penuh keberanian serta berusaha tanpa kenal putus asa untuk dapat mencapai apa yang ia cita-citakan. Cita-cita yang dimilikinya mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten dengan langkahnya. Integritas akan membuat seseorang dipercaya, dan kepercayaan itu akan menciptakan pengikut. Dimana kemudian terciptalah sebuah kelompok yang memiliki kesamaan tujuan. Tahap ketiga ialah pembimbing. Pemimpin yang berhasil bukan diukur dari luas atau tidak kekuasaannya, namun lebih kepada kemampuannya memberikan motivasi dan kekuatan kepada orang lain. Seorang pemimpin dapat dikatakan gagal apabila tidak berhasil memiliki penerus. Pada tahap inilah puncak loyalitas terbentuk. Tahap keempat yaitu pemimpin yang berkepribadian. Pada dasarnya seseorang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, karena tidak akan ada pemimpin yang berhasil memimpin orang lain sebelum ia berhasil memimpin dirinya sendiri, pemimpin harus mampu menjelajahi dirinya sendiri, mengenal siapa ia sebenarnya, sebelum ia memimpin keluar, ia harus lebih dulu memimpin kedalam. Tahap terakhir yaitu pemimpin abadi. Belum ada satupun manusia yang berhasil mencapai tahap terakhir ini kecuali Nabi Muhammad SAW. Saat ini memang ada pemimpin yang sudah dicintai, dipercaya, dan juga pembimbing yang baik, namun apabila terbukti atau dirasakan tidak lagi sesuai dengan hati nurani manusia, umumnya pengaruhnya berhenti pada suatu masa saja. Sisat ajaran Nabi Muhammad SAW adalah intelektual dan spiritual. Prinsipnya adalah mengarahkan kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Metode ini adalah metode terbaik yang pernah ada dimuka bumi, khususnya dibidang kepemimpinan dan akhlak.

    ReplyDelete
  51. waduh...udah ada yg me-review buku esq...
    hehehe...kalah cepat...

    ReplyDelete
  52. Judul buku : The Welch Way
    Pengarang : Jeffrey A. Krames
    Jack Welch adalah pria berusia 45 tahun yang menjadi CEO ke delapan dan termuda dalan sejarah General Electic. Dalam kepemimpinannya, Welch berusaha merubah General Electric menjadi perusahaan dunia yang paling kompetitif. Untuk itu dia harus melakukan revolusi. Ketika awal memimpin, perusahaan di Amerika tengah dilanda kesulitan. Kompetisi global yang baru dan kondisi ekonomi yang buruk telah mengubah permainan. Formalitas dan persetujuan serta birokrasilah yang menentukan keadaan.
    Revolusi dicanangkannya dengan mengibarkan bendera perang terhadap cara kerja lama di General Electric. Kemudian menciptakan ulang perusahaan ini dari pucuk sampai akar. Pada Gebrakan awal dia memperbaiki, menutup dan melego ratusan bisnis, menghapus lapisan-lapisan managemen dan mengubah gaya birokrasi perusahaan. Hanya segelintir orang yang paham mengapa dia melakukan itu. General Electrik sudah dianggap sebagai salah satu pabrikan terbesar di dunia. Jadi mengapa harus memperbaiki yang tidak rusak?. Sebuah pandangan yang sangat berbeda dengan apa yang dilihat Jack Welch. Dia melihat sebuah perusahaan yang tengah tenggelam karena strukturnya sendiri, pertumbuhan bisnis yang tidak cukup cepat dan budaya yang hanya menyediakan sedikit ruang bagi gagasan baru dan inovasi.
    Buku ini tidak berfokus pada strategi pengembangan tertentu dari revolusi Welch, tetapi lebih pada kekuatan perilaku dan budaya dibalik strategi tersebut. Berikut adalah 24 point penting dari Jack Welch yang kemudian dinamakan The Welch Way :
    1. Memimpin. Baginya pemimpin sejati adalah orang yang dapat mengungkapkan visi dan mampu membuat orang lain melaksanakannya.
    2. Kurangi Formalitas.
    3. Hancurkan Birokrasi. Yang perlu dilakukan adalah dengan menyederhanakan, menyingkirkan kompleksitas dan formalitas sehingga organisasi lebih responsive dan gesit.
    4. Hadapi realitas. Dengan menyadari bahwa keadaan tidak akan membaik dengan sendirinya atau mengakui realitas, maka orang akan meluncurkan strategi dan inisiatif untuk memperbaiki keadaan.
    5. Sederhanakan Keadaan.
    6. Lihat Perubahan sebagai peluang.
    7. Memimpin dengan memompa semangat orang lain.
    8. Menentang tradisi. Segala Sesuatu bergerak dengan langkah yang cepat. Sikap yang tidak mau berubah dalam menjawab tantangan baru adalah langkah yang paling riskan. Seperti yang dikatakannya ”kendalikan nasibmu jika tidak, maka orang lain yang akan melakukannya”.
    9. Buat intelektualitas yang menentukan. Welch merubah GE menjadi learning organization atau organisasi pembelajaran dimana organisasi dan intelektualitas mengungguli tradisi dan hirarki.
    10. “Menerkamlah” setiap hari. Hal ini mengandung pengertian untuk bergerak lebih cepat dibandingkan dengan pesaing, untuk memenangkan bisnis.
    11. Utamakan nilai.
    12. Kurangi pengelolaan. Welch tidak menginginkan perusahaan dipenuhi dengan perijinan, birokrasi dan lain sebaginya. Maka dia mendorong orang untuk berpikir dan memberikan kontribusi pada organisasi.
    13. Libatkan semua orang.
    14. Tulis Ulang agenda anda.Karena perubahan berjalan terus, maka tidak tepat jika agenda seseorang berjalan tanpa tantangan. Walaupun hanya sehari.
    15. Kerjakan dengan cepat. masukkan kecepatan dalan setia aktivitas/proses.
    16. Tanamkan rasa percaya diri.
    17. Tetapkan rentang sasaran. Cara yang disarankan Welch sebagai berikut: jangkau yang tidak terjangkau; lupakan angka decimal; jangan menghukun diri sendiri atau orang lain karena tidak berhasil mencapai rentang sasaran.
    18. Singkirkan pembatas. Jika organisasi tanpa pembatas maka informasi dan gagasan baru akan mengalir dengan mudah.
    19. Ungkapkan visi.
    20. Dapatkan gagasan yang baik dari mana saja
    21. Sulut orang lain agar berprestasi.
    22. Kualitas adalah tugas anda.
    23. Perubahan tidak akan pernah berakhir. Ini perlu dipahami oleh semua karyawan supaya setiap saat organisasi dalam kondisi siap menghadapi perubahan.
    24. Bersenang-senanglah.
    RACHMAT SJUKURI
    NIM : P2CC10030

    ReplyDelete
  53. TUGAS PBM
    Dikerjakan oleh : ST ZULAIHAH
    Nim : P2CC10008
    Mahasiswa MM angkatan ke 27

    PROSES PERENCANAAN

    Setelah saya membaca buku MANAJEMEN edisi 2 karangan, T.HANI HANDOKO, dosen fakultas ekonomi UGM, tentang proses perencanaan, maka saya semakin paham tentang apa itu perencanaan. Setiap orang hidup punya rencana, baik yang jangka panjang, maupun jangka pendek. Perencanaan itu sangat penting, sebab dengan perencanaan yang matang, maka akan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Karena saya seorang pendidik, maka ini juga tepat sekali apabila diterapkan di sekolah, jadi tidak Cuma diperusahaan-perusahaan saja.
    Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa. perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi di waktu yang akan datang dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
    Salah satu aspek penting perencanaan adalah pembuatan keputusan(decision making)Keputusan-keputusan harus dibuat pada berbagai tahap dalam proses perencanaan.
    Empat Tahap Dasar Perencanaan :
    1.Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan organisasi, kelompok kerja atau suatu sekolah.
    2.Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan(perusahan pendidikan, yaitu sekolah) sekarang dari tujuan yang hendak dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan,adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang.
    3.mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi atau sekolah dalam mencapai tujuan.
    4.mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik(paling memuaskan)diantara berbagai alternatif.
    Alasan-Alasan Perlunya Perencanaan
    Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan.
    Perencanaan dilakukan untuk mencapai1)”protective benefist” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan 2) “positive benefist” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi atau sekolah.
    Perencanaan mempunyai banyak manfaat, antara lain :
    1.Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
    2.Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama.
    3.Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
    4.Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
    5.Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
    6.Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi.
    7.Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
    8.Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
    9.Menghemat waktu, usaha dan dana.
    Perencanaan juga mempunyai beberapa kelemahan,diantaranya:
    1.Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata.
    2.Perencanaan cenderung menunda kegiatan.
    3.Perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi.
    4.Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual dan penanganan setiap masalah pada saat masalah itu terjadi.
    5.Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.
    Setelah saya pahami ini semua, perencanaan mempunyai manfaat dan kelemahan, meskipun perencanaan mempunyai kelemahan-kelemahan, tapi manfaat-manfaat yang didapat dari perencanaan jauh lebih banyak. Oleh karena itu, perencanaan tidak hanya seharusnya dilakukan, tetapi harus dilakukan.

    ReplyDelete
  54. NAMA: RINI SUMANTI
    NIM: P2CC10007
    MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH,oleh Nanang Fattah dan H. Mohammad Ali
    Setelah saya membaca buku Manajemen Berbasis Sekolah saya merasa mempunyai bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran menuju sekolah unggul dengan mengedepankan kemandirian serta meningkatkan kemampuan profesional saya sebagai pengajar.
    Dari buku ini pula saya dibekali dengan materi-materi mengenai konsep dasar Manajemen Berbasis Sekolah atau School Based Management (SBM), yang merupakan bentuk alternatatif model pengelolaan di bidang pendidikan yang ditandai adanya otonomi luas tingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi dan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.dengan adanya otonomi sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah. Dalam model MBS, sekolah dituntut memiliki akuntabilitas, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.
    Didalam konteks pendidikan, sekolah memiliki stakeholders (pihak yang berkepentingan), antara lain murid, guru, masyarakat, pemerintah, dunia usaha. Oleh karena itu, sekolah memerlukan pengelolaan (manajemen) yang akurat agar dapat memberikan hasil optimal, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang berkepentingan.Dalam hal ini kepala sekolah mempuyai kewenangan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan (quality continuous improvement). Dalam upaya perbaikan kinerja sekolah MBS memberikan kekuasan kepada Kepala Sekolah melalui partisipasi masyarakat yang mencakup guru, siswa,orang tua siswa,dan masyarakat. MBS mengubah sistem pengambilan keputusan dengan memindahkan otoritas dalam pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders) (Chapman, 1990).
    Kepala Sekolah adalah manajer pendidikan. Konsekuensinya kepala sekolah dituntut untuk bertanggung jawab atas seluruh komponen sekolah dan harus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mutu hasil belajar yang berorientasi kepada pemakai, baik internal (siswa) maupun eksternal (masyarakat), pemerintah maupun lembaga industri dan dunia kerja (stakeholders).
    Salah satu sasaran MBS adalah peningkatan mutu pendidikan sehingga sekolah memiliki keunggulan kompetitif. Faktor penting yang mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru. Upaya peningkatan mutu (kualitas) guru, merupakan upaya strategis yang harus dilakukan. Guru dapat dianggap bermutu jika guru yang memiliki kemampuan profesional dalam berbagai kapasitasnya sebagai pendidik, sehingga dapat menciptakan sekolah berpenampilan unggul merupakan alternatif baru dalam pendidikan yang menekankan kepada kemandirian dan kreatif sekolah yang memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan. Konsep ini dikemukakan oleh Edward (1979) (dalam Umaedi 2000) yang diperkenalkan oleh teori effective school,dimana konsep ini menekankan pentingnya pemimpin yang tangguh dalam mengelola sekolah
    Dari buku MBS yang telah saya baca dimana kita sebagai guru harus bisa bersaing untuk mendapapatkan murid dengan kualitas sehingga bisa menciptakan sekolah unggulan.
    Sekolah berpenampilan unggul menuntut adanya efisiensi dalam manajemen pendidikan yang dapat menciptakan sekolah yang efektif dalam menggunakan strategi peningkatan budaya mutu, pengembangan kesempatan belajar, memelihara kendali mutu, penggunaan kekuasaan, pengetahuan dan informasi secara efisien.
    Indikator utama yang dapat diwujudkan sekolah berpenampilan unggul adalah visi dan misi untuk meraih prestasi tinggi, komitmen kepala srkolah, guru dan siswa untuk berprestasi, program pengembangan staf sesuai dengan perkembangan iptek, adanya kendali mutu (quality control), adanya perbaikan mutu yang berkelanjutan serta komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua, siswa dan masyarakat.

    ReplyDelete
  55. NAMA: RINI SUMANTI
    NIM: P2CC10007
    MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH,oleh Nanang Fattah dan H. Mohammad Ali
    Setelah saya membaca buku Manajemen Berbasis Sekolah saya merasa mempunyai bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran menuju sekolah unggul dengan mengedepankan kemandirian serta meningkatkan kemampuan profesional saya sebagai pengajar.
    Dari buku ini pula saya dibekali dengan materi-materi mengenai konsep dasar Manajemen Berbasis Sekolah atau School Based Management (SBM), yang merupakan bentuk alternatatif model pengelolaan di bidang pendidikan yang ditandai adanya otonomi luas tingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi dan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.dengan adanya otonomi sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah. Dalam model MBS, sekolah dituntut memiliki akuntabilitas, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.
    Didalam konteks pendidikan, sekolah memiliki stakeholders (pihak yang berkepentingan), antara lain murid, guru, masyarakat, pemerintah, dunia usaha. Oleh karena itu, sekolah memerlukan pengelolaan (manajemen) yang akurat agar dapat memberikan hasil optimal, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang berkepentingan.Dalam hal ini kepala sekolah mempuyai kewenangan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan (quality continuous improvement). Dalam upaya perbaikan kinerja sekolah MBS memberikan kekuasan kepada Kepala Sekolah melalui partisipasi masyarakat yang mencakup guru, siswa,orang tua siswa,dan masyarakat. MBS mengubah sistem pengambilan keputusan dengan memindahkan otoritas dalam pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders) (Chapman, 1990).
    Kepala Sekolah adalah manajer pendidikan. Konsekuensinya kepala sekolah dituntut untuk bertanggung jawab atas seluruh komponen sekolah dan harus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mutu hasil belajar yang berorientasi kepada pemakai, baik internal (siswa) maupun eksternal (masyarakat), pemerintah maupun lembaga industri dan dunia kerja (stakeholders).
    Salah satu sasaran MBS adalah peningkatan mutu pendidikan sehingga sekolah memiliki keunggulan kompetitif. Faktor penting yang mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru. Upaya peningkatan mutu (kualitas) guru, merupakan upaya strategis yang harus dilakukan. Guru dapat dianggap bermutu jika guru yang memiliki kemampuan profesional dalam berbagai kapasitasnya sebagai pendidik, sehingga dapat menciptakan sekolah berpenampilan unggul merupakan alternatif baru dalam pendidikan yang menekankan kepada kemandirian dan kreatif sekolah yang memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan. Konsep ini dikemukakan oleh Edward (1979) (dalam Umaedi 2000) yang diperkenalkan oleh teori effective school,dimana konsep ini menekankan pentingnya pemimpin yang tangguh dalam mengelola sekolah
    Dari buku MBS yang telah saya baca dimana kita sebagai guru harus bisa bersaing untuk mendapapatkan murid dengan kualitas sehingga bisa menciptakan sekolah unggulan.
    Sekolah berpenampilan unggul menuntut adanya efisiensi dalam manajemen pendidikan yang dapat menciptakan sekolah yang efektif dalam menggunakan strategi peningkatan budaya mutu, pengembangan kesempatan belajar, memelihara kendali mutu, penggunaan kekuasaan, pengetahuan dan informasi secara efisien.

    ReplyDelete
  56. NAMA: RINI SUMANTI
    NIM: P2CC10007
    MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH,oleh Nanang Fattah dan H. Mohammad Ali
    Setelah saya membaca buku Manajemen Berbasis Sekolah saya merasa mempunyai bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran menuju sekolah unggul dengan mengedepankan kemandirian serta meningkatkan kemampuan profesional saya sebagai pengajar.
    Dari buku ini pula saya dibekali dengan materi-materi mengenai konsep dasar Manajemen Berbasis Sekolah atau School Based Management (SBM), yang merupakan bentuk alternatatif model pengelolaan di bidang pendidikan yang ditandai adanya otonomi luas tingkat sekolah, partisipasi masyarakat yang tinggi dan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.dengan adanya otonomi sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah. Dalam model MBS, sekolah dituntut memiliki akuntabilitas, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.
    Didalam konteks pendidikan, sekolah memiliki stakeholders (pihak yang berkepentingan), antara lain murid, guru, masyarakat, pemerintah, dunia usaha. Oleh karena itu, sekolah memerlukan pengelolaan (manajemen) yang akurat agar dapat memberikan hasil optimal, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang berkepentingan.Dalam hal ini kepala sekolah mempuyai kewenangan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan (quality continuous improvement). Dalam upaya perbaikan kinerja sekolah MBS memberikan kekuasan kepada Kepala Sekolah melalui partisipasi masyarakat yang mencakup guru, siswa,orang tua siswa,dan masyarakat. MBS mengubah sistem pengambilan keputusan dengan memindahkan otoritas dalam pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders) (Chapman, 1990).
    Kepala Sekolah adalah manajer pendidikan. Konsekuensinya kepala sekolah dituntut untuk bertanggung jawab atas seluruh komponen sekolah dan harus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mutu hasil belajar yang berorientasi kepada pemakai, baik internal (siswa) maupun eksternal (masyarakat), pemerintah maupun lembaga industri dan dunia kerja (stakeholders).
    Salah satu sasaran MBS adalah peningkatan mutu pendidikan sehingga sekolah memiliki keunggulan kompetitif. Faktor penting yang mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru. Upaya peningkatan mutu (kualitas) guru, merupakan upaya strategis yang harus dilakukan. Guru dapat dianggap bermutu jika guru yang memiliki kemampuan profesional dalam berbagai kapasitasnya sebagai pendidik, sehingga dapat menciptakan sekolah berpenampilan unggul merupakan alternatif baru dalam pendidikan yang menekankan kepada kemandirian dan kreatif sekolah yang memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan. Konsep ini dikemukakan oleh Edward (1979) (dalam Umaedi 2000) yang diperkenalkan oleh teori effective school,dimana konsep ini menekankan pentingnya pemimpin yang tangguh dalam mengelola sekolah
    Dari buku MBS yang telah saya baca dimana kita sebagai guru harus bisa bersaing untuk mendapapatkan murid dengan kualitas sehingga bisa menciptakan sekolah unggulan.
    Sekolah berpenampilan unggul menuntut adanya efisiensi dalam manajemen pendidikan yang dapat menciptakan sekolah yang efektif dalam menggunakan strategi peningkatan budaya mutu, pengembangan kesempatan belajar, memelihara kendali mutu, penggunaan kekuasaan, pengetahuan dan informasi secara efisien.

    ReplyDelete
  57. Judul Buku: GEMBA KAIZEN
    Pengarang: Masaaki Imai
    Nama Mahasiswa: Irfan Helmy
    NIM: P2CC10020

    Masaaki Imai adalah seorang teladan bisnis dari seluruh dunia, ia telah mengunggulkan konsep Kaizen. Dikenal sebagai salah satu pemimpin dalam gerakan kualitas, Mr. Imai adalah guru dan Kaizen konsultan Internasional serta ketua dari Kaizen Institute, yang memiliki banyak kantor di penjuru dunia. Dalam buku ini, Imai mengajak para manajer untuk menanggalkan apa yang pernah dipelajari dalam menerapkan teknologi yang makin canggih dalam menyelesaikan masalah sehari-hari dan mencoba menerapkan akal sehat berbiaya rendah sebagai solusinya.

    Gemba Kaizen merupakan kata dalam bahasa jepang, terdiri dari dua kata Gemba dan Kaizen. Gemba berarti tempat kerja yang sesungguhnya, di mana tindakan nyata dilaksanakan. Gemba diartikan sebagai tempat kerja, dimana produk diciptakan, dikembangkan dan dibuat. Semua bisnis memiliki tiga kegiatan utama yang berkaitan langsung dengan kegiatan menghasilkan keuntungan yaitu :mengembangkan, memproduksi dan menjual. Tanpa kegiatan ini, perusahaan tak aka nada, oleh karena itu dalam pengertian umum, Gemba berarti tempat dilaksanakan tiga kegiatan utama ini. Namun Gemba juga dapat diartikan sebagai tempat dimana jasa layanan disediakan.

    Kaizen berarti perbaikan yang berkesinambungan. Berbeda dengan rekayasa ulang (reengineering) dan penemuan (reinventing) perubahan menurut konsep Kaizen dilakukan tidak secara drastis, tetapi tahap demi tahap, dengan biaya yang rendah - karena tidak membutuhkan teknologi canggih maupun prosedur rumit atau peralatan mahal - tetapi memiliki dampak yang luarbiasa meningkatkan produktivitas.

    Pedoman utama dalam buku ini adalah Kaizen (perbaikan).Semua orang di dalam perusahaan harus bekerja sama dalam mematuhi tiga aturan dasar penerapan Kaizen di tempat kerja (Gemba) yatu

    1.Penataan
    Penataan atau 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Melalui 5R karyawan mempelajari dan mempraktekkan disiplin diri. Karyawan tanpa disiplin diri tidak mungkin menghasilkan produk maupun jasa layanan yang berkualitas bagi konsumen.
    Ketiadaan 5R di Gemba merupakan indikasi efisiensi rendah, pemborosan, disiplin pribadi yang parah, kualitas buruk, biaya tinggi dan banyak kesulitan dalam memenuhi target. Lima butir dari pemeliharaan tempat kerja ini (5R) ini merupakan kegiatan awal bagi perusahaan apa pun juga agar dapat dikenal dan dipandang sebagai perusahaan yang bertanggung jawab.

    2.Penghapusan Muda (pemborosan)
    Dalam bahasa jepang, muda berarti pemborosan. Segala macam kegiatan yang tidak menghasilkan nilai tambah adalah pemborosan. Orang-orang di Gemba hanya memiliki dua kemungkinan: apakah ia member nilai tambah, atau tidak menghasilkan nilai tambah, yang berarti pemborosan. Kaizen lebih menekankan penghapusan pemborosan daripada menambah investasi yang diharapkan akan member nilai tambah.

    3.Standarisasi
    Standar dapat dirumuskan sebagai cara terbaik dalam melaksanakan suatu tugas. Oleh karena produk atau jasa layanan tercipta sebagai hasil dari serangkaian proses, maka standar tertentu harus diterapkan dan dipatuhi pada setiap proses yang terlibat guna menjamin kualitas. Menjaga standar adalah cara untuk menjamin kualitas pada setiap proses dan mencegah terjadinya kesalahan yang berulang.

    Selai tiga aturan dasar Gemba Kaizen di atas, penulis juga membahas tentang penerapan TQM (Total Quality Management) Just In Time (JIT), Total Productive Maintenance (TPM), Manajemen Visual dan berbagai teknik Gemba Kaizen yang lain untuk meraih kualitas maksimum dalam produksi manufaktur maupun pelayanan konsumen.

    Buku ini juga dilengkapi dengan pengalaman penulis dalam memberikan konsultasi manajemen pada perusahan-perusahan besar, serta meceritakan bagaimana perusahan-perusahan tersebut dapat meningkatkan produktivitasnya dengan menerapkan teknik Gemba Kaizen

    ReplyDelete
  58. Judul Buku: GEMBA KAIZEN
    Pengarang: Masaaki Imai
    Nama Mahasiswa: Irfan Helmy
    NIM: P2CC10020

    Penulis mengatakan bahwa perusahaan yang paling berhasil tidak mendapatkan kesuksesannya dengan menghamburkan jutaan dolar untuk rekayasa ulang, dalam Gemba Kaizen, penulis membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan ini justru meraih sukses yang mencengangkan dengan melakukan hal-hal kecil secara jauh lebih baik. Imai juga menunjukkan bagaimana menerapkannya dalam biaya rendah.

    Banyak manfaat yang didapatkan dengan membaca buku ini,sekian, semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  59. Nama : Fitriyati Irviana
    NIM : P2CC10035
    Angkatan : 27
    Judul Buku : Manajemen Stratejik – konsep, kasus, dan implementasi. Karangan : Crown Dirgantoro, Grasindo 2001
    Strategi berasal dari bahasa Yunani yang berarti: kepemimpinan dalam ketentaraan. Pengertian ini berlaku selama perang, berkembang menjadi manajemen ketentaraan dalam rangka mengelola para tentara bagaimana melakukan mobilisasi dan mengomando pasukan dalam jumlah besar untuk mencapai tujuan.
    Istilah strategi kemudian diambil alih dunia usaha, khususnya manajemen, untuk menetapkan arah bagi “manajemen” atau sumber daya manusia dan bagaimana mengidentifikasi kondisi yang memeberikan keuntungan terbaik untuk membantu sebuah intuisi bisnis menang dalam persaingan. Dengan demikian, strategi selalu mengandung dua komponen, yakni future intention (tujuan jangka panjang) dan competitive advantage (keunggulan bersaing).
    Dalam praktik sehari-hari, sebuah lembaga bisnis kerap terperangkap dalam rutinitas. Akibatnya, lupa berpikir dan alpa menangkap setiap peluang yang ada. Bagaimana sebuah lembaga bisnis tetap awas dan selalu tanggap menangkap peluang.
    Berpikir stratejik punya beberapa elemen. Diantaranya ialah considerable factors atau factor yang menjadi bahan pertimbangan untuk proses berpikir secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi proses berpikir seperti; analisa lingkungan eksternal dan internal, serta penetapa visi, misi dan objectitive. Elemen selanjutnya adalah strategi itu sendiri.
    Elemen tadi kemudian di formulasikan, di implementasi, dan dikendalikan. Manajemen stratejik memiliki peran yang signifikan dalam membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Manajemen stratejik berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan tujuan perusahaan dan jalan yang hendak ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut kepada pemilik, eksekutif, karyawan, dan pihak lain yang berkepentingan. Manfaat yang paling utama adalah tendensi untuk menaikkan tingkat keuntungan perusahaan meskipun kenaikan keuntungan tidak secara otomatis dengan menerapkan manajemen stratejik.

    ReplyDelete
  60. Nama : Fitriyati Irviana
    NIM : P2CC10035
    Angkatan : 27
    Judul Buku : Manajemen Perubahan – Karangan : Prof. Dr. J. Winardi, SE. Kencana Prenada Media Group 2005.
    Sebagai manusia kita tentunya hidup di dunia yang penuh perubahan. Perubahan merupakan sesuatu hal yang pasti terjadi. Dengan demikian berarti bahwa manusia perlu senantiasa “berubah” sesuai dengan tuntutan perubahan itu sendiri. Perubahan yang dimaksud meliputi misalnya perubahan dalam prilaku, perubahan dalam system panilaian, perubahan dalam metode cara-cara bekerja, perubahan dalam peralatan yang digunakan, perubahan dalam cara berpikir, juga perubahan dalam bersikap.
    Manusia perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan dan tuntutan perubahan. Perubahan dapat terjadi secara evolusioner, tetapi dapat pula terjadi secara revolusioner. Perlu diingatkan bahwa tidak semua perubahan yang terjadi akan menimbulkan kondisi yang lebih baik, sehingga dalam hal demikian tentu perlu diupayakan agar bila dimungkinkan perubahan diarahkan kea rah yang lebih baik dibandingkan kondisi yang sebelumnya. Dengan demikian kita dapat mengatakan lagi bahwa perubahan senantiasa mengandung makna, beralihnya keadaan sebelumnya (the before condition) menjadi keadaan setelahnya (the after condition).
    Topic memanage perubahan merupakan sebuah topic, yang paling dekat dengan penguraian totalitas tugas seorang manajer. Hamper segala sesuatu yang dilakukan seorang manajer hingga tingkat tertentu berkaitan dengan implementasi perubahan. Memperkerjakan seorang karyawan baru (mengubah kelompok kerja), dan mengatur kembali titik-titik/pusat pekerjaan (mengubah arus pekerjaan) kesemuanya memerlukan pengetahuan tentang bagaimana cara memanage perubahan secara efektif. Boleh dikatakan hampir setiap kali seorang manajer mengambil suatu keputusan, maka keputusan tersebut menyangkut tipe perubahan tertentu. Perubahan merupakan fakta kehidupan pada semua organisasi (istilah perubahan keorganisasian atau organizational change, sering ditonjolkan dalam studi tentang perilaku keorganisasian). Perubahan pun dilakukan secara bertahap, mulai dari perubahan tingkat individu, kelompok, dan keorganisasian.
    Tidak semua perubahan dapat diterima. Ada pula sejumlah alasan mengapa individu-individu menentang perubahan. Para individu pada semua tingkat keorganisasian cenderung menentang perubahan. Teori-teori tentang organisasi dan perilaku keorganisasian, mengajarkan kita bahwa kepribadian, persepsi, pembelajaran, dan motivasi merupakan karakteristik-karakteristik dasar, individu-individu yang menyebabkan mereka cenderung menentang perubahan. Pada akhirnya dalam buku ini pula akan dibahas tentang manajemen konflik yang timbul akibat adanya perubahan.

    ReplyDelete
  61. Nama : Fitriyati Irviana
    NIM : P2CC10035
    Angkatan : 27
    Judul Buku : Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia – Karangan : Prof. Dr. Ir. TB. Sjafri Mangunprawira, et al. Ghalia Indonesia 2007.
    Dalam hal pendidikan, studi Politican and Economical Risk Consultancy (2001), menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke 12 dari 12 negara di Asia. Seperti diketahui, tingkat pendidikan SDM angkatan kerja di Indonesia didominasi oleh pendidikan dasar, yaitu sekitar 63%. Dalam hali ni Malaysia, Singapura, brunei, Thailand, dan Filipina lagi-lagi berada diatas kita. Kondisi demikian diperkuat dengan data dari laporan UNDP, United Nations Development Programme, dalam “Human Development Report 2005” tentang kualitas pembangunan manusia. Dari 117 negara, Indonesia berada pada tingkat ke-110. Sementara Singapura mencapai peringkat ke-25, Brunei Darussalam ke-33, Malaysia ke-61, Thailand ke-73, dan Filipina ke-84.
    Gambaran kondisi SDM Indonesia yang lemah tersebut diduga berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Pada tahun 2003, tingkat produktivitas kerja karyawan tenaga kerja Indonesia berada jauh dibawah negara-negara maju. Diperkirakan hanya sepertiganya saja. Dengan demikian, kondisi ini menambah deretan panjang permasalahan mutu SDM, yaitu betapa lemahnya daya saing dunia usaha kita di pasar global. Hal itu dibahas lebih lanjut dalam detail dari buku ini, dimana telah dianalisis masalah mutu SDM dan bagaimana mutu SDM seharusnya dikelola secara komprehensif. Intinya adalah kalau perusahaan berkeinginan kuat meningkatkan daya saingnya maka salah satu unsure penting yang perlu dimiliki adalah manajer dan karyawan yang professional.
    Dalam buku ini focus sentral perhatian adalah menganalisis lebih jauh pengaruh mutu SDM terhadap kinerja organisasi, khususnya di bidang bisnis dan bagaimana pendekatan mutu SDM yang perlu dilakukan. Dengan kata lain, buku ini menempatkan pentingnya mutu sumber daya manusia (SDM) sebagai unsure yang potensial dalam mencapai keberhasilan suatu tujuan organisasi itu sendiri. Manajemen mutu SDM dapat dipandang sebagai ilmu dan sekaligus juga seni mengenai mutu SDM seseorang. Memahami manajemen mutu SDM berarti mengetahui siapa, dalam apa, mengapa, dan bagaimana masalah mutu SDM karyawan dalam suatu organisasi secara optimum.

    ReplyDelete
  62. Judul Buku : SECRET OF CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT
    Nama : SAMSUL BAKHRI
    NIM : P2CC10037
    Review....
    Sebuah buku yang mampu membuka mata hati pembaca dan mampu membuat pembacanya menempatkan diri pada dua sisi, sebagai seorang produsen dan sekaligus sebagai seorang konsumen. Buku yang tediri dari 369 halaman ini menceritakan tentang bagaimana membangun dan menjalin hubungan yang sejati antara perusahaan dan pelanggan-pelanggan yang mereka layani. Buku yang membuat kita mengenal betul mengapa seorang pelanggan mengambil keputusan untuk berbisnis dengan perusahaan tertentu tidak dengan perusahaan yang lain, dan terus berbisnis dengannya selama bertahun-tahun.
    Buku ini tidak menceritakan tentang pemasaran hubungan melainkan tentang bagaimana menciptakan sebuah hubungan yang baik dengan pelanggan yang kita miliki dan pada akhirnya nanti memberikan keuntungan yang besar terhadap perusahaan, serta menciptakan sebuah loyalitas dan kepuasan terhadap perusahaan, baik melalui produk maupun pelayanan yang kita berikan. Bahwa tujuan marketing adalah untuk mencapai kepuasan jangka panjang pelanggan dan sukses jangka panjang perusahaan serta peningkatan nilai bagi pemegang saham sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang sejati dengan para pelanggannya.
    Ada banyak contoh dalam kehidupan kita, dimana kita terus kembali pada perusahaan yang sama, bukan hanya karena mereka menawarkan produk yang hebat dengan harga murah, tetapi lebih karena kita merasa disambut dengan baik ketika kita memasuki toko atau kita merasa nyaman berhubungan dengan staff toko/perusahaan tersebut.
    Menciptakan sebuah hubungan yang baik dan tulus terhadap pelanggan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Dalam buku ini saya secara pribadi diajarkan untuk menghormati pelanggan dan menganggap mereka sebagai teman lalu tanggap terhadap setiap kebutuhan mereka dan merespon kesetiaan mereka dengan baik. Focus dari pendekatan berbasis hubungan untuk bisnis ini adalah bagaimana kita memahami tentang apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan serta memandang pelanggan sebagai asset jangka panjang yang akan memberikan pemasukan yang terus menerus selama kebutuhan mereka dipuaskan. Bahwa mempertahankan pelanggan dapat dicapai melalui kepuasan pelanggan jangka panjang, berdasarkan penciptaan nilai bagi pelanggan dan ketika pelanggan merasa mereka menerima sesuatu yang bernilai mereka akan menganugerahi perusahaan dengan loyalitas.

    Sebuah loyalitas tercipta dari bukti emosi yang mentrasformasikan perilaku pembelian berulang menjadi suatu hubungan emosional antara pelanggan dengan perusahaan dan merupakan salah satu wujud hubungan yang sejati dengan pelanggan dan kunci sukses bagi banyak perusahaan terletak pada transformasi hubungan perilaku menjadi hubungan yang diwarnai oleh emosi positif semacam itu.
    Selain itu kunci sukses sebuah perusahaan untuk tetap mempertahankan pelanggannya hingga bertahun-tahun adalah dengan Service Quality, Satisfication and Loyality. 3 hal yang mampu mengubah segalanya bagi seorang marketing perusahaan. Bahwa puas saja tidak cukup bagi seorang pelanggan, tetapi dianggap menjadi bagian terpenting dari produk atau perusahaan itu merupakan hal yang cukup bagi seorang pelanggan…
    Hal yang tidak mudah untuk kita bangun dan harus dimulai dari awal dengan sebuah ketulusan, yaitu hubungan sejati dengan pelanggan dan itu diajarkan dalam buku ini.
    Dan ini pun berlaku bagi kita di dalam kehidupan nyata, bahwa sebuah ketulusan adalah kekuatan kuat dan besar yang mampu menggerakkan seseorang.

    ReplyDelete
  63. Judul Buku : MISSION INI POSSIBLE, "Spiritualitas Kerja Menggapai Cita"
    Pengarang : Misbahul Huda
    Nama Mahasiswa : TEJO PONCOYOGA, SP.
    NIM : P2CC10029
    Hasil Review: :

    Buku yang di tulis oleh Misbahul Huda, seorang Dirut PT. Temprina Group dan Dirut Adiprima Suiraprinata (Jawa Pos Group), sering juga bertindak sebagai motivator di berbagai pelatihan, adalah merupakan salah satu buku yang mengulas sebagian kecil dari ilmu manajemen itu sendiri, khususnya tentang motivasi dan bagaimana cara sukses untuk menggapai cita-cita.
    Mission ini possible, everything is possible if you believe in Allah. Semua cita dan misi bisa sangat mungkin tercapai, tidak ada misi yang tidak mungkin dicapai. Buku ini mengajak kita untuk selalu “hidup” menjalani hidup, dinamis menjalani kerja dan selalu tersenyum menghadapi pelbagai kesulitan.
    Bagian pertama buku ini menjelaskan beberapa hukum yang berlaku dalam kehidupan ini, untuk menggapai sukses. Yaitu :
    1. Hukum Mental
    Hukum ini berlaku obyektif berlaku bagi siapapun, immuntable karena berlaku sepanjang sejarah, eksak dan pasti.
    2. The Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik)
    Hukum yang dianggap paling penting dalam menjelaskan bagaimana kesuksesan maupun kegagalan terjadi. Pikiran bersifat magnestis dan mempunyai frekuensi. Ketika memikirkan suatu pikiran positif maka juga akan menarik hal-hal positif dari alam semesta untuk memihak kita. Begitu pula sebaliknya.
    3. The Law of Harvest (Hukum Tabur Tuai)
    Pikirkan dan kerjakan segala sesuatu dengan baik, maka segala sesuatu (semesta) akan mengikutinya. Kerja professional dirumuskan sebagai kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas dan kerja berkualitas agar hasil kerja tuntas. Memberikan kontribusi terbaik kepada perusahaan (giving the best) tanpa harus mengharap imbalan bonus, karena gaji dan bonus akan menyesuaikan dengan otomatis. Pemberi terbaik akan menjadi penerima terbaik.
    4. The Law of Mirror (Hukum Persesuaian)
    Dunia ini adalah cermin raksasa yang mencerminkan kembali siapa diri kita sebenarnya. Jika kita penuh kasih saying, ramah, suka menolong maka dunia akan sayang, ramah dan suka menolong kita. Demikian juga sebaliknya.
    5. The Law of Loupe (Hukum Fokus)
    Dengan fokus dalam bekerja maka akan membakar semangat dan antusiasme kerja yang bisa mengubah hal yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin. Hukum fokus ini menegaskan bahwa kita akan mendapat apa yang kita fokuskan, bukan apa yang kita inginkan. Karena itu kita harus menanamkan dan fokus pada hal-hal positif agar menarik hal-hal yang baik untuk menggapai target yang kita inginkan.
    6. The Law of Believe
    Tidak ada yang tidak realistis, jika kita yakin dan percaya bisa melakukannya. Kemampuan kita tak terbatas, satu-satunya yang membatasi kemampuan kita adalah pikiran kita sendiri.
    7. The Law of Expectation (Hukum Ekspektasi)
    Hukum ini mengatakan bahwa apapun yang kita harapkan, dengan segenap keyakinan akan menjadi ramalan yang menjadi kenyataan. Ekspektasi Anda akan menentukan sikap Anda, dan sikap Anda menyebabkan orang lain akan memperlakukan sesuai yang Anda pikirkan.

    ReplyDelete
  64. LANJUTAN..
    Judul Buku : MISSION INI POSSIBLE, "Spiritualitas Kerja Menggapai Cita"
    Pengarang : Misbahul Huda
    Nama Mahasiswa : TEJO PONCOYOGA, SP.
    NIM : P2CC10029
    Hasil Review :
    Talking about succes is not talking about destiny, it is about journey
    Bagian kedua buku ini menjelaskan bahwa kesuksesan bukanlah semata berbicara tentang tujuan yang telah dicapai, tapi sebenarnya sedang berbicara tentang berapa kali seorang pernah gagal, lalu bangkit kembali dengan kegagalannya itu. Kenikmatan sukses itu bukan pada posisi atau kedudukan yang berhasil dicapainya, melainkan lebih pada tantangan dan hambatan yang berhasil di atasi pada masa-masa sulit.

    Bagian ketiga buku ini menjelaskan kiat-kiat untuk menjadi pribadi dan pemimpin yang sukses, diantaranya :
    1.Bicara hak, lakukan kewajiban, ketika seseorang melakukan kewajiban terbaiknya, secara otomatis dia akan menerima haknya dengan baik.
    2.Fokus pasti tembus. Reza M Syarif, menuturkan focus mempunyai 5 arti : F, Find your inner potential, potensi dari diri Anda dari dalam. O, Overcome the obstacle, atasi kesulitan terlebih dahulu. Setiap kesulitan bukan untuk ditinggalkan, tapi di atasi. C, Consentration one direction, konsentrasi pada satu arah. U, Unity and uniformity, kesatuan dan keseragaman. S, Silince condition, yaitu kondisi pikiran kita relaks dan waspada.
    3.Alon-alon gak klakon, tanamkan selalu etos kerja cepat, produktif dengan cara yang paling sederhana.
    4.Bejana waktu, meletakkan kewajiban-kewajiban dan permasalahan besar pada prioritas utama, baru diikuti urusan-urusan yang lebih kecil.
    5.Menembus kecepatan, seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu, merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Padahal selalu ada peluang untuk meningkatkan kinerja kita.
    6.Diary kegagalan , orang-orang yang gagal mengerjakan sesuatu jauh lebih baik dari pada orang yang tidak mencoba melakukan sesuatu. Ada dua manfaat kegagalan: pertama, jika kita gagal bisa belajar apa yang menyebabkan gagal tersebut. Kedua, kegagalan memberi kita peluang untuk mencoba pendekatan baru.
    7.Hindari kepala batu, tak ada salahnya pimpinan menerima masukan, kritikan bahkan mengaku salah untuk kemudian berubah pikiran.
    8.Pro aktif pro akal sehat, selalu menghadapi segala stimulasi baik yang positif maupun negatif, dengan respon yang positif.
    9.Kerja bergairah, antusiasme atau semangat yang besar adalah dasar dari semua kemajuan.
    10.Bekerja dengan hati dan intuisi, hati nurani pasti menyuarakan kebenaran dan kebaikan.
    11.Suskes mengantar suksesi, sukses sejati adalah jika mampu mengantarkan orang-orang disekitarnya mencapai sukses yang sama.

    Kesuksesan adalah milik semua orang yang mau selalu berubah, mulai melangkah dan bergerak maju menuju titik yang lebih baik. Bagi orang yang ingin selalu maju, tak ada istilah berhenti, karena diam berarti mati.

    ReplyDelete
  65. Judul Buku: SENI PERANG SUN ZI dan SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN. Filosofi dan Aplikasi
    Pengarang : Sujoko Efferin dan Bonnie Soeherman
    Nama Mahasiswa: Dwi Edy Kuncoro
    NIM: P2CC10034

    Buku ini mencoba untuk mengupas filosofi seni perang atau manajemen pasukan oleh Sun Zi, yang hidup di jaman pemerintahan Dinasti Zhou, dengan Sistem Pengendalian Manajemen modern , meskipun pengarang tidak menyuratkan begitu.
    “....seratus pertempuran seratus kemenangan. Namun puncak keahlian adalah jika dapat menundukan musuh tanpa bertempur. “
    Perang (war) adalah pergulatan untuk mencapai tujuan akhir yang dikehendaki, termasuk diplomasi, aliansi, memberi dan menerima, serta pertempuran. Pertempuran perang dengan bentrokan fisik di lapangan. Pertempuran adalah sebagian dari perang. Jelasnya yang terpenting adalah memenangkan perang. Saya jadi teringat game online travian dan baru tersadar kalau saya sudah cukup lama tidak menengok desa saya di game tersebut. Mungkin desa saya gulung tikar di serang desa-desa tetangga. Dan mungkin ada filsafat Sun Zi yang bisa diterapkan dalam game online tersebut. Mau mencoba? Silakan kunjungi di sini
    Sistem Pengandalian Manajemen (SPM) adalah alat yang digunakan dalam organisasi dan diimplementasikan secara terkoordinasi untuk menyelaraskan sikap dan perilaku setiap anggota organisasi dengan tujuan dan strategi organisasi sehingga tujuan organisasi tercapai dengan efektif. Adalah hal yang wajar , jikalau organisasi berisikan orang-orang yang mempunyai perbedaan kepentingan dan latar belakang. Dan hal ini menyebabkan berbagai konflik baik yang sifatnya fungsional, personal, maupun kultural. Dan ini memerlukan pengelolaan yang cerdas agar dapat mengatasi segala perbedaan yang ada untuk mencapai tujuan organisasi secara kolektif. Memastikan anggota-anggota sudah terkendali sebelum mengendalikan pihak luar adalah keputusan yang sangat bijak. Jadi fokus dari SPM adalah sumber daya manusia. Artinya seorang pimpinan memerlukan SPM untuk memastikan bawahannya berperilaku dan berkinerja sesuai tujuan organisasi .
    SPM bertujuan menghilangkan 3 masalah besar dalam hal pengendalian sumber daya manusia yaitu tidak mau, tidak tahu dan tidak mampu. Buku ini menjelaskan pengendalian dapat dilakukan melalui pengendalian hasil, pengendalian proses, dan pengendalian budaya.
    Implementasi Pengendalian Hasil memfokuskan pada hasil akhir dengan maksud agar bawahan terdorong untuk mengembangkan kreatifitasnya dengan cara-cara yang dianggap efektif. Hal ini bisa terwujud jika dilakukan perencanaan dimensi kerja, ukuran dan target kerja, dan menyediakan penghargaan atau hukuman sebelum melakukan aksi dari organisasi.
    Implementasi Pengendalian Proses berfokus pada metode/cara yang digunakan dengan maksud agar bawahan terdorong kepatuhannya dalam melaksanankan aktifitas yang membutuhkan standarisasi prosedur. Pengendalian proses dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu sistem komando dan pemisahan fungsi, prosedur adaptif, review ketat, sekuriti dan kerahasiaan, serta imbalan dan hukuman.
    Implementasi Pengendalian Budaya berfokus pada penciptaan budaya organisasi yang baik dan kuat yang mendorong bawahan untuk selalu konsisten pada tujuan organisasi. Beberapa metode yang digunakan adalah birokrasi formal, pendekatan individu, pelatihan khusus, simbolisasi budaya.

    ReplyDelete
  66. lanjutan.....
    Judul Buku: SENI PERANG SUN ZI dan SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN. Filosofi dan Aplikasi
    Pengarang : Sujoko Efferin dan Bonnie Soeherman
    Nama Mahasiswa: Dwi Edy Kuncoro
    NIM: P2CC10034


    Dengan metode pada 3 pengendalian tersebut diatas, SPM diharapkan dapat berjalan dengan baik. SPM yang baik mempunyai ciri-ciri : Berorientasi pada masa depan dan mengarah pada tujuan, Adaptif terhadap pengendalian baik internal maupun eksternal, Konsisten dengan strategi organisasi, Mempunya aturan dan prosedur yang baku tapi fleskibel, Dipahami seluruh pihak yang terlibat, Mempertimbangkan aspek kebutuhan manusia, Manfaat lbih besar dari beaya. Untuk mencapai SPM yang baik, seorang pimpinan harus memiliki meliputi kebijaksanaan, ketulusan, keberanian dan disiplin.
    Dan ketika saya coba tilik apakah desa dan pasukan saya di travian, ternyata desa dan pasukan saya tidak berkembang, diserang oleh pesaing dari desa lain. Karena saya tidak menerapkan SPM yang baik khususnya disiplin membuka travian.

    ReplyDelete
  67. Judul Buku: SETIAP MANAJER HARUS BACA BUKU INI!!
    Penulis: James Gwee
    Nama : Sukma Dwie Priardi
    NIM : P2C10032
    Uraian:
    “Insanity is when someone keeps doing the same thing and yet hopes for a different result”
    Albert Einstein

    CHANGE!! Perubahan!! Merupakan kata-kata magis yang sering di dengung-dengungkan, sering diperbincangkan, dan merupakan hal yang niscaya harus selalu dilakukan karena ditujukan untuk kebaikan bersama. Tapi di satu sisi, sungguh bahwa perubahan dengan berbagai strategi yang dilakukan banyak mendatangkan konflik dan keluhan dari mayoritas orang.
    Sebagaimana dinyatakan oleh Einstein, .... adalah GILA ketika seseorang terus melakukan hal yang sama dan belum juga mengharapkan sesuatu hal/hasil yang berbeda. Dan sayangnya, itu terjadi hampir pada sebagian besar orang!! Menjalankan rutinitas, melakukan hal-hal yang sama, dan melalui hari begitu saja dengan rutinitas tersebut tanpa memikirkan lebih lanjut untuk menghasilkan sesuatu yang “lebih” di kemudian hari. Atau harapan/keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang “lebih” itu sudah terfikirkan, namun hari-harinya tetap dilalui dengan rutinitas dan cara-cara yang sama.
    Terdapat alasan utama, kenapa perubahan menjadi hal yang “berat” untuk dilakukan. Penyebabnya adalah apa yang kita sebut sebagai “CONFORT ZONE“ (Zona Nyaman). Banyak orang dan organisasi terlalu nyaman dalam zona tersebut sehingga membuat mereka takut untuk keluar dari zona nyaman mereka. Hal-hal yang sering dikemukakan dan menjadi alasan orang ataupun organisasi enggan berubah adalah sebagai berikut:
    1. Yang lama sudah terbukti bagus
    Argumentasi utamanya adalah kenapa harus meninggalkan hal yang bagus dan terbukti berhasil dan beralih ke cara lain yang belum terbukti, atau malah berisiko menghasilkan sesuatu yang lebih jelek.
    2. Rasa Takut
    Ketika melakukan rutinitas, kita tentu sudah merasa hebat dan dengan mudah melakukan suatu pekerjaan. Rasa takut akan hasil yang tidak pasti, takut akan kemampuan dalam menjalankan perubahan, membuat mereka enggan untuk berubah.
    3. Rasa Curiga
    Rasa curiga terkait dengan agenda kepentingan dibalik perubahan yang akan dilakukan menjadi penghambat dilakukannya perubahan.
    4. Asosiasi Positif dan Negatif
    Asosiasi terhadap perubahan yang harus dirubah. Kita cenderung mengasosiasikan bahwa hal yang sudah berjalan dan terbukti berhasil adalah hal yang positif. Sedangkan cara baru risiko (perubahan) merupakan hal yang berbahaya dan berisiko tinggi.
    Perlu kita ubah asosiasi tersebut sehingga berbalik 180⁰. Hal-hal yang biasa kita lakukan, walaupun terbukti mendatangkan keberhasilan, adalah hal yang berbahaya untuk kita pertahankan, karena pesaing pasti akan melakukan langkah baru untuk mengantisipasi kita.

    ReplyDelete
  68. Lanjutan :

    Perubahan yang kita lakukan tentu harus dilakukan secara sistematis dan di-manage sedemikian rupa, supaya hambatan mental yang terjadi pada orang dan organisasi dapat diatasi dan tentunya semakin tinggi peluang keberhasilan kita dalam melakukan perubahan tersebut. Berikut 7 (tujuh) Langkah Mengelola Perubahan:
    1. Mengantisipasi Perubahan
    Menyatakan fakta dan akibat-akibat yang terjadi apabila tidak dilakukan perubahan, baik terhadap orang maupun perusahaan. Informasikan kasus-kasus bisnis yang ada dan lakukan contoh-contoh terkait perubahan, sehingga kita memahami dan memiliki mindset yang kuat untuk melakukan perubahan.
    2. Mengidentifikasi Perubahan
    Sempatkan diri sejenak untuk benar-benar memahami akar permasalahan, sehingga perubahan yang dapat dilakukan secara efisien dan tepat guna. Sangat penting untuk menetapkan strategi dan tujuan yang jelas atas masalah yang ada sehingga dapat mengidentifikasi, memilih, dan memprioritaskan perubahan yang akan dilakukan.
    3. Menjual Perubahan
    Tahap ini merupakan tahap yang penting untuk dilakukan. Dalam ilmu sales, perlu dilakukan teknik/cara/strategi menjual yang tepat sehingga customer dapat diyakinkan dan mau membeli produk kita. Demikian juga dengan perubahan, kita harus mampu menjual “produk” tersebut, sehingga orang yang kita ajak untuk berubah meyakini keunggulan “produk” tersebut dan mau “membelinya”.
    Kesalahan yang sering terjadi adalah perubahan dilakukan dengan instruksi. Dengan memberi instruksi kepada bawahan, bisa saja perubahan terjadi. Namun ketika tidak kita awasi dan kita lalai memantau, maka kebiasaan lama akan timbul kembali dan tentu, perubahan menjadi hal yang sulit dilakukan. Itu disebabkan karena perubahan yang sudah dilakukan sebelumnya, tidak dilakukan dengan hati dan keyakinan.
    4. Menggalang Sumber daya untuk perubahan
    Menggalang sumber daya sehingga kita memiliki cukup pendukung untuk melakukan perubahan. Kita lakukan dengan konsisten terhadap apa yang kita ucapkan, dan menunjukkan langkah perubahan sesegera mungkin setelah gerakan perubahan itu dimulai/dicanangkan. Bayangkan apabila anda memulai perubahan dengan kedisiplinan yang hendak anda tanamkan saat masuk kerja, tapi keesokan harinya anda terlambat masuk kerja. Tentu bawahan akan merasa muak dan kita kehilangan pendukung serta moment untuk melakukan perubahan.
    5. Mendobrak Zona Nyaman
    Dobrak zona nyaman dengan melakukan perubahan secara bertahap. Dapat juga dilakukan dengan mengambil risiko sementara waktu terkait dengan dampak perubahan yang dilakukan organisasi/bawahan kita.
    6. Memberikan Penghargaan
    Berikan penghargaan kepada orang yang telah berhasil melakukannya, dan berikan secepat mungkin setelah orang tersebut berhasil. Orang-orang yang bertipe WS (Wait and See) dan merupakan tipe yang mendominasi, tentu akan melihat dan bergerak untuk ikut melakukan perubahan.
    7. Belajar dari Pengalaman dan Tidak Berhenti Berubah
    Perubahan merupakan satu-satunya pilihan yang harus ditempuh supaya kita tidak terlindas oleh perubahan dan “mati”. Namun perubahan juga tidak selalu menjanjikan keberhasilan. Belajar dari pengalaman dan tidak berhenti berubah merupakan hal yang harus selalu dilakukan, baik apabila langkah kita telah mencapai keberhasilan ataupun menghantam batu karang kegagalan.

    “ I used to say, ‘I sure hope things will change.’ Then I learned that the only way things are going to change for me is when i change.”
    James Rohn

    ReplyDelete
  69. Judul Buku: Emotional Quality Management (Anthony Dio Martin)
    Nama Mahasiswa : Diana Nissa Octaviani
    NIM : P2CC10025

    Pemeliharaan Kualitas Emosi.
    BILA EMOSI MENGALAHKAN AKAL SEHAT
    Sebuah cerita menggemparkan pernah dimuat disebuah surat kabar daerah. Istri seorang pejabat tinggi daerah tersebut tertangkap segtelah mengutil pakaian di supermarket. Ini merupakan kejadian kesekian kalinya dan rupanya ini sudah menjadi rahasia umum daerah tersebut.

    Rupanya kebiasaan tersebut terkait dengan pengalaman masa kecilnya, dididik keras dan disiplin oleh ayah tirinya yang seorang tentara. Pendidikan kedisiplinan ini mlah dijadikannya ajang bermain ‘kucing kucingan’ dalam waktu makan dan tidurnya. Sejak ia menikmati keberhasilan ayahnya, menghindar untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, entah ketika bermain atau mengambil makanan di meja makan membuatnya keterusan hingga dewasa.

    APAKAH EMOSI ITU?
    Salah satu definisi terbaik diungkapkan oleh J.P. Du Preez, pengajar senior di Potchefsgtroom University, Sout Africa: ‘Emosi adalah reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitas emosi tekait dengan aktifitas kognitif (berfikir) sebagai hasil persepsi terhadap situasi, dengan kata lain emosi adalah hasil reaksi kognitif terhadap situasi spesifik’. Intisari dari definisi tersebut ialah:

    Emosi adalah reaksi tubuh menghadapi situasi spesifik. Jika sedih menangis, jika lucu kita tertawa. Namun reaksi fisik bukanlah petunjuk utama sebab ada orang karena bahagianya bisa menangis atau ada orang yang menceritakan kisah sedih sambil tersenyum.

    Emosi adalah hasil persepsi terhadap situasi. Jika kita mempersepsikan kondisi jalanan macet sebagai akibat supir bis angkutan umum ugal ugalan maka kita akan marah, tetapi bila kita menerimanya sebagai hal yang biasa, kita aikan lebih tenang.

    Emosi adalah hasil reaksi kognitif (berpikir). Jika target market semakin dekat, kita mungkin akan gagal. Lalu kita mulai cemas dan mencari market dengan lebih tekun. Jika uang tabungan semakin tipis, khawatir akan kehabisan uang, lalu kita mulai berhemat.

    Jadi menjurut Du Preez, emosi terkait dengan tiga aspek: persepsi, pengalaman, dan berfikir.

    KAJIAN EMOSI DARI ANATOMI SYARAF EMOSI
    Informasi dari luar atau dari Pancaindra masuk ke Thalamus (pengatur informasi) dikirim ke Cortex (pusat berfikir manusia), yang kemudian disimpan di Amygdala (tempat memory manusia). Kadang kadang informasi dari luar dikirim langsung ke Amygalda tanpa melalui Cortex, sehingga reaksi yang timbul sulit di prediksi (Francis Miller, Dealing With Feeling, New Statesman, 06/27/97, Vol.126 Issue 4340, p.31)

    BISAKAH EMOSI DIKENDALIKAN?
    Dari kajian anatomi syaraf dan psikoneurologis terlihat bahwa emosi yang terjadi di Amygdala dapat difilter melalui Cortex. Dengan memahami proses tersebut kita bisa mengendalikan emosi dalam tiga tahap. Pertama, kita harus berhati hati terhadap persepsi yang kita terima melalui pancaindra. Kedua, berhenti sejenak dan berilah waktu untuk Cortex memikirkan apa yang telah terjadi. Ketiga, biarkan Cortex menganalisa lebih lanjut stimulus yang masuk ke dalam otak.

    Emosi (disebut juga aspek afektif) bersama dua aspek lainnya yaitu kognitif (daya pikir) dan konatif (psikomotorik) merupakan aspek yang berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Ketiganya merupakan penentu sikap, merupakan predisposisi perilkau manusia.

    Kekuatan emosi berpengaruh besar pada perilaku, ini dapat dibuktikan pada kegagalan para Salesman, kegagalan mereka tidak disebabkan oleh ketidakpahaman mengenai produk yang dijual, tetapi lebih disebabkan oleh faktor faktor emosi seperti malu, gengsi atau takut.

    ReplyDelete
  70. Lanjutan....
    Karena besarnya pengaruh emosi terhadap pembentukan perilaku dan keberhasilan seseorang, sudah sepantasnya aspek emosi mendapat tempat yang lebih penting. Saat ini tengah berkembang berbagai program dan jasa yang menggunakan pengertian emosi. Konsep emotional merketing, contohnya menekankan keberhasilan penggunaan emosi untuk kegiatan kampanye perilaku membeli. Ungkapan populer saat ini yaitu: “EMOTION IS POWER, YOU’VE GOT TO BELIEVE THAT”

    ReplyDelete
  71. Judul Buku : BRINGING OUT THE BEST IN PEOPLE
    Pengarang : ALAN LOY MCGINNIS
    Nama Mahasiswa : JOKO SUHARTO
    NIM : P2CC10018
    Hasil Review :
    Buku yang saya review ini adalah pemberian atasan saya dulu ketika saya masih bekerja di bank umum. Buku setebal 199 halaman ini menyoroti bagaimana menggali yang terbaik dari diri orang lain dengan cara menumbuhkan motivasi, memupuk semangat dan akhirnya dapat memetik hasil yang terbaik.
    Dalam situasi dan kondisi tertentu kita semua sebenarnya adalah seorang motivator; yaitu ketika kita menasihati anak, istri/suami kita, ketika membujuk teman untuk menurunkan berat badan demi kesehatannya, atau ketika mencoba menarik seseorang ke jalan yang benar. Untuk mencari rahasia pemotivasian, penulis buku ini telah mempelajari kehidupan pemimpin-pemimpin besar dalam sejarah, organisasi-organisasi paling efektif dan hasil studi para psikolog terkemuka.
    Dari kajian penulis ternyata ada beberapa prinsip tertentu yang sama-sama digunakan oleh para motivator yang baik dan prinsip atau dalil tersebut dapat diterapkan ke dalam kehidupan dan pekerjaan kita. Menurut penulis ada duabelas dalil / rumusan untuk menggali yang terbaik dari diri orang lain yaitu :
    1.Harapkanlah hal yang terbaik dari orang-orang yang anda pimpin
    2.Pelajarilah secara mendalam apa yang dibutuhkan orang
    3.Menerapkan standar keunggulan yang tinggi
    4.Ciptakanlah suasana dimana kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal
    5.Jika anda mengharapkan seseorang untuk melakukan apa yang anda inginkan, maka tumpangkanlah rencananya yang mengarah ke tujuan itu
    6.Pakailah keteladanan untuk merangsang keberhasilan
    7.Kenalilah dan berilah pujian kepada prestasi
    8.Pergunakanlah perpaduan antara penguatan penguatan yang positif dan penguatan yang negatif
    9.Sesekali ciptakanlah hasrat untuk bersaing
    10.Upayakanlah kerjasama
    11.Upayakanlah agar di dalam kelompok ada peluang untuk melawan
    12.Usahakanlah agar motivasi anda tetap tinggi
    Keduabelas rumusan atau pedoman tersebut sebenarnya sederhana dan dapat dikuasai oleh siapapun asal saja memiliki keinginan untuk menginspirasi orang lain. Harus diakui bahwa untuk mengubah kebiasaan dalam berhubungan dengan orang lain adalah sesuatu yang sulit dan penguasaan akan ketrampilan memotivasi membutuhkan kerja keras. Tetapi dengan cukup ketekunan, siapapun bisa dalam memotivasi karena motivator bukan dilahirkan – mereka diciptakan. Dan ini, bukanlah sesuatu yang harus dipelajari di bangku sekolah, tapi dari pengalaman hidup
    Dalam buku yang terdiri dari empat belas bagian ini masing – masing bagian dapat dijumpai contoh kasus dari pengalaman hidup penulis, pemimpin – pemimpin besar dalam sejarah maupun organisasi – organisasi yang efektif.
    Bagian pertama buku ini membahas psikologi dari motivasi, yaitu pentingnya semangat dan hebatnya sebuah motivasi yang dapat menggerakkan orang lain, yang dicontohkan dengan pidato Winston Churhill yang dapat menggugah heroisme rakyat Inggris untuk berperang membela negaranya.
    Keberhasilan seseorang dalam hal keuangan lebih ditentukan oleh kemampuan dalam memimpin orang lain; ketimbang oleh kerja keras dan pengetahuan yang dimilikinya. Banyak orang berotak cemerlang yang karirnya menanjak pesat karena pengetahuan sedemikian canggih yang dimilikinya. Tetapi begitu mereka tiba pada suatu titik dimana keberhasilannya sangat bergantung pada suatu usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak lain, maka mereka pun mulai melempem. Hal ini semata-mata disebabkan karena mereka tidak menguasai seni menggandakan diri. Ada psikolog industri yang mengatakan bahwa kenaikan karir seseorang, pada tingkat karyawan rendahan 90 persen ditentukan oleh pengetahuan teknis. Pada tingkat penyelia 50 persen ditentukan oleh pengetahuan teknis dan 50 persen lagi oleh hubungan antar manusia. Pada tingkat eksekutif, 20 persen ditentukan oleh pengetahuan teknis dan 80 persen oleh hubungan antar manusia. Kita bisa melihat bagaimana ketrampilan yang dibutuhkan itu berubah ketika seseorang naik ke jenjang yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  72. Judul Buku : BRINGING OUT THE BEST IN PEOPLE
    Pengarang : ALAN LOY MCGINNIS
    Nama Mahasiswa : JOKO SUHARTO
    NIM : P2CC10018
    Hasil Review :
    Buku yang saya review ini adalah pemberian atasan saya dulu ketika saya masih bekerja di bank umum. Buku setebal 199 halaman ini menyoroti bagaimana menggali yang terbaik dari diri orang lain dengan cara menumbuhkan motivasi, memupuk semangat dan akhirnya dapat memetik hasil yang terbaik.
    Dalam situasi dan kondisi tertentu kita semua sebenarnya adalah seorang motivator; yaitu ketika kita menasihati anak, istri/suami kita, ketika membujuk teman untuk menurunkan berat badan demi kesehatannya, atau ketika mencoba menarik seseorang ke jalan yang benar. Untuk mencari rahasia pemotivasian, penulis buku ini telah mempelajari kehidupan pemimpin-pemimpin besar dalam sejarah, organisasi-organisasi paling efektif dan hasil studi para psikolog terkemuka.
    Dari kajian penulis ternyata ada beberapa prinsip tertentu yang sama-sama digunakan oleh para motivator yang baik dan prinsip atau dalil tersebut dapat diterapkan ke dalam kehidupan dan pekerjaan kita. Menurut penulis ada duabelas dalil / rumusan untuk menggali yang terbaik dari diri orang lain yaitu :
    1.Harapkanlah hal yang terbaik dari orang-orang yang anda pimpin
    2.Pelajarilah secara mendalam apa yang dibutuhkan orang
    3.Menerapkan standar keunggulan yang tinggi
    4.Ciptakanlah suasana dimana kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal
    5.Jika anda mengharapkan seseorang untuk melakukan apa yang anda inginkan, maka tumpangkanlah rencananya yang mengarah ke tujuan itu
    6.Pakailah keteladanan untuk merangsang keberhasilan
    7.Kenalilah dan berilah pujian kepada prestasi
    8.Pergunakanlah perpaduan antara penguatan penguatan yang positif dan penguatan yang negatif
    9.Sesekali ciptakanlah hasrat untuk bersaing
    10.Upayakanlah kerjasama
    11.Upayakanlah agar di dalam kelompok ada peluang untuk melawan
    12.Usahakanlah agar motivasi anda tetap tinggi
    Keduabelas rumusan atau pedoman tersebut sebenarnya sederhana dan dapat dikuasai oleh siapapun asal saja memiliki keinginan untuk menginspirasi orang lain. Harus diakui bahwa untuk mengubah kebiasaan dalam berhubungan dengan orang lain adalah sesuatu yang sulit dan penguasaan akan ketrampilan memotivasi membutuhkan kerja keras. Tetapi dengan cukup ketekunan, siapapun bisa dalam memotivasi karena motivator bukan dilahirkan – mereka diciptakan. Dan ini, bukanlah sesuatu yang harus dipelajari di bangku sekolah, tapi dari pengalaman hidup
    Dalam buku yang terdiri dari empat belas bagian ini masing – masing bagian dapat dijumpai contoh kasus dari pengalaman hidup penulis, pemimpin – pemimpin besar dalam sejarah maupun organisasi – organisasi yang efektif.
    Bagian pertama buku ini membahas psikologi dari motivasi, yaitu pentingnya semangat dan hebatnya sebuah motivasi yang dapat menggerakkan orang lain, yang dicontohkan dengan pidato Winston Churhill yang dapat menggugah heroisme rakyat Inggris untuk berperang membela negaranya.

    ReplyDelete
  73. Keberhasilan seseorang dalam hal keuangan lebih ditentukan oleh kemampuan dalam memimpin orang lain; ketimbang oleh kerja keras dan pengetahuan yang dimilikinya. Banyak orang berotak cemerlang yang karirnya menanjak pesat karena pengetahuan sedemikian canggih yang dimilikinya. Tetapi begitu mereka tiba pada suatu titik dimana keberhasilannya sangat bergantung pada suatu usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak lain, maka mereka pun mulai melempem. Hal ini semata-mata disebabkan karena mereka tidak menguasai seni menggandakan diri. Ada psikolog industri yang mengatakan bahwa kenaikan karir seseorang, pada tingkat karyawan rendahan 90 persen ditentukan oleh pengetahuan teknis. Pada tingkat penyelia 50 persen ditentukan oleh pengetahuan teknis dan 50 persen lagi oleh hubungan antar manusia. Pada tingkat eksekutif, 20 persen ditentukan oleh pengetahuan teknis dan 80 persen oleh hubungan antar manusia. Kita bisa melihat bagaimana ketrampilan yang dibutuhkan itu berubah ketika seseorang naik ke jenjang yang lebih tinggi.
    Bagian kedua sampai dengan keempatbelas dari buku ini menjelaskan bagaimana keduabelas dalil atau rumusan diatas dapat diterapkan.
    Dalil Pertama “ Harapkanlah hal yang terbaik dari orang-orang yang anda pimpin” adalah dengan cara: percaya akan itikad baik orang lain, memusatkan perhatian tehadap kekuatan ketimbang kelemahan, menemukan bakat-bakat terpendam dari orang yang kita pimpin, menciptakan iklim untuk bertumbuh, memperbesar hasrat untuk berhasil dan meningkatkan kapasitas untuk merentangkan kemampuan.
    Selanjutnya Dalil Kedua “ Pelajarilah secara mendalam apa yang dibutuhkan orang”didasari oleh fakta bahwa lain orang lain pula kebutuhannya dan kebutuhan tersebut bisa berubah ubah.dari waktu ke waktu.
    Dalil Ketiga “Menetapkan Standar Keunggulan yang tinggi “ dimaksudkan bahwa setelah kita dapat menggali yang terbaik dari orang lain dengan cara memperlakukan mereka dengan sikap yang positif dan penuh dorongan, mengembangkan bakat yang pada mereka dan melangkah berdasarkan kebutuhan dan hasrat mereka saat ini, hal ini belumlah cukup untuk seorang pemimpin/motivator, karena pada umumnya seorang pemimpin yang berhasil membangkitkan motivasi adalah seorang pemimpin yang menuntut standar keunggulan yang tinggi. Untuk mencapai standar keunggulan yang tinggi maka seorang pemimpin harus mampu bertindak tegas, mampu mengarahkan, menegur dengan baik, disiplin, mampu menciptakan semangat dan dorongan dari tantangan, menciptakan daya motivasi dari cita-cita yang diperjuangkan dan pengharapan yang realistis.
    Dalil Keempat “ Ciptakanlah Suasana Dimana Kegagalan Bukanlah Sesuatu Yang Fatal “ adalah bagaimana menyikapi / menangani kegagalan secara kreatif. Kita harus memandang suatu kegagalan bukanlah akhir dari hidup dan bersifat abadi tetapi yang penting bagaimana kegagalan tersebut menjadi cambuk untuk keberhasilan di kemudian hari dengan tetap menjaga semangat dan antusiasme.

    ReplyDelete
  74. Dalil Kelima “ Jika Anda Mengharapkan Seseorang Untuk Melakukan Apa Yang Anda Inginkan, Maka Tumpangkanlah Rencananya Yang Mengarah Ke Tujuan Itu “ adalah bagaimana menanamkan dorongan di dalam diri, yang dicontohkan bahwa” memberikan dorongan belajar kepada anak adalah jauh lebih penting daripada memberikan pelajaran. Seorang ayah yang selalu mendorong dan membesarkan hati anak-anaknya dalam mengejar sasaran setinggi mungkin , dan yang bisa melakukan motivasi sesuai dengan cita anak-anaknya, maka hal itu di kemudian hari akan memberikan arti yang sangat penting bagi kehidupan anak-anaknya. Cara lain menanamkan dorongan dalam diri adalah : menginspirasikan perubahan, menanamkan suatu pengaruh tanpa intimidasi, prinsip konsistensi dalam mencapai sasaran, pentingnya kekuatan dari mimpi .
    Dali Keenam “ Pakailah Keteladanan Untuk Merangsang Keberhasilan “ seperti pendapat EDMUND BURKE “ Manusia berguru pada keteladanan dan mereka tak berguru pada yang lain’ adalah menanamkan dorongan dan motivasi pada diri dari kisah dan kiat sukses orang lain. Bila para pemimpin membeberkan kisah orang – orang berhasil kepada kita, maka itu bukan hanya dengan maksud untuk menanamkan nilai-nilai tertentu, tapi juga untuk meyakinkan bahwa jika mereka bisa meraih sesuatu maka kita pun pasti bisa.
    Dalil ketujuh dalam menggali yang terbaik dalam diri orang lain adalah “ Kenalilah dan Berilah Pujian Pada Prestasi “ seperti kata C.C. COLTON “ Pujian adalah cambuk bagi jiwa orang terhormat “. Seni memberikan pujian – yang dikenal sebagai penguatan yang positif dalam istilah psikologi, adalah suatu ketrampilan penting yang harus dikuasai oleh eksekutif dan pendidik. Ada beberapa saran dalam mengutarakan penghargaan dan memuji terhadap anak buah dan anak didik, yaitu :
    1. Berikanlah pujian di depan umum
    2. Pergunakan setiap keberhasilan sebagai dalih untuk membuat perayaan
    3. Pergunakan cara-cara tertentu untuk lebih memberikan bobot terhadap pujian anda
    4. Buatlah penghargaan atau pujian secara tertulis
    5. Usahakanlah memberikan ucapan terima kasih secara lebih terinci
    Dalil nomor delapan dalam menggali yang terbaik dari diri orang lain adalah “ Pergunakanlah Perpaduan antara Penguatan Yang Positif dan Penguatan Yang Negatif “ yang bisa dicontohkan seperti kata PEARL S. BUCK “ Ada ibu yang mencium dan ada ibu yang menghardik, tapi kasih itu tetap sama, dan sebagian besar ibu adalah ibu yang mencium sekaligus menghardik. Ada para pemimpin dan pemikir positif yang berpendapat bahwa pujian adalah satu-satunya cara untuk membuat orang menjadi baik dan rajin, Tapi sebenarnya pujian adalah hanya salah satu cara untuk memotivasi orang. Dan faktanya kita perlu memberikan cambuk/teguran/punishment apabila bawahan kita melakukan kesalahan. Artinya kita harus mampu menerapkan kapan saatnya kita memuji dan saatnya menegur.

    ReplyDelete
  75. Dalil kesembilan adalah “ Sesekali Ciptakanlah Hasrat Untuk Bersaing” Naluri untuk bersaing kelihatannya merupakan pembawaan kita sejak lahir, dan kalau itu tak ada maka dunia rasanya kurang menyenangkan. Dalam suatu organisasi penjualan hal ini merupakan cara motivasi yang penting sehingga siapa yang target penjualan tertinggi mendapat hadiah/ insentif.
    Dalil nomor sepuluh adalah “ Upayakanlah Kerjasama “. Karena manusia adalah makhluk sosial maka setiap manusia pasti membutuhkan yang lainnya dan di situlah terjadi interaksi. Demkian juga dalam suatu organisasi/ perusahaan, interaksi antar anggota/ pegawai semestinya menciptakan kesetiaan dan kerjasama yang baik. Kerjasama tersebut akan terjadi apabila seseorang mempunyai kebutuhan untuk berada dan bergabung dalam kelompok.
    Dalil nomor sebelas adalah “ Upayakanlah Agar Di Dalam Kelompok Ada Upaya Untuk Melawan “. Dalam suatu organisasi/ kelompok pasti ada perusuh. Ada yang berpendapat bahwa satu-satunya cara untuk menghilangkan perusuh adalah dengan cara menghilangkan atau mengganti mereka. Tapi sebenarnya kita tak akan pernah bisa bebas dari kehadiran perusuh di mana pun juga. Maka kita harus bisa menangani konflik yang terjadi karena adanya perusuh dan perbedaan pendapat yang terjadi sepanjang konflik yang terjadi bisa kita manage dengan baik.
    Dalil terakhir / nomor duabelas adalah “ Usahakanlah Agar Motivasi Anda Tetap Tinggi “. Dalil terakhir ini adalah penting untuk motivator / pemimpin, pendidik, pemikir atau siapa yang merasa bertanggung jawab untuk menggali hal-hal terbaik dari diri orang lain. Bagaimana mungkin, kita memotivasi orang lain, sementari motivasi diri kita sendiri tidak terjaga. Syarat – syarat umum yang mesti dimiliki pemimpin / motivator adalah : pemotivator adalah pemimpi yang bisa mengubah mimpi menjadi kata-kata / kenyataan, berkharisma, berkepribadian, mampu menangani konflik, mempunyai kekuatan dan antusiasme,
    Apabila kita dapat menggali hal-hal terbaik dari diri orang lain sehingga tumbuh motivasinya, semangatnya dan memetik hasil terbaik, maka hal tersebut merupakan kebanggaan dan suka cita yang luar biasa dalam hidup kita dan kita merasa bahwa hidap kita berguna untuk orang lain.

    ReplyDelete
  76. review nya bagus-bagus..good job friends. semoga bisa memperkaya wawasan dn wacana kita ttng management..
    ayo, sprtinya msh ada yg belum upload tugas...semangat..!!!

    ReplyDelete
  77. Judul Buku : THE IMPOSIBLE BREAKTROUGH
    Nama Mahasiswa : UJANG YANYAN MULYANA
    Nim : -

    Hasil Review :

    Anda jangan pernah sesekali berpikir bahwa kemustahilan yang ada dalam hidup anda sebelumnya akan menjadi kemustahilan.
    Tidak ada sesuatu yang berharga yg dapat dicapai tanpa kemauan untuk memulai semangat meneruskan, dan kegigihan untuk menyelesaikan.

    MELANGKAH UNTUK MENEROBOS KEMUSTAHILAN

    Secara umum 99% waktu manusia, berada dalam tiga posisi. Posisi pertama adalah posisi berdiri, posisi kedua adalah posisi duduk, dan posisi ketiga adalah posisi tidu. Mereka menghabiskan waktu dalam hidupnya dan melakukan aktivitas hidup.

    Dari ketiga posisi tersebut, kita pasti ada dalam situasi. Melakukan sesuatu yang berguna, atau hanya buang-buang waktu saja. Saat berdiri , ada orang yang memilih membersihkan jendela kamar. Namun ada juga orang yang memilih untuk berdiri di depan jendela, untuk menunggu seorang gadis yang akan lewat di depan rumahnya. Saat duduk, ada orang yang memilih untuk nongkrong sambil mendengarkan musik kesukaannya. Begitu juga pada saat tidur. Lebih banyak orang memilih tidur daripada melakukan hal-hal yang lain.

    Terbuka dengan kemustahilan di sekitar kita
    Menyadari kemustahilan di kehidupan kita
    Kemustahilan apa yang bisa dilakukan
    - Bermimpilah
    - Lihat potensi dan kemampuan anda (percaya diri, kompetensi, kemampuan)
    - Siapa orang-orang yang bisa membantu
    - Buat rencana besar dan langkah-langkah kecil
    - Saat kendala datang

    Cukup sekian dulu Mr. Agung, Mohon maaf saya masih belajar, inipun dibantu oleh teman. Semoga kejujuran ini membawa saya kebaikan dan banyak belajar dengan Mr. Agung

    ReplyDelete
  78. TUGAS TERSTUKTUR
    MATA KULIAH : PENGANTAR BISNIS DAN MANAJEMEN
    Dosen : Bpk. Agung Praptapa. Drs.,M.M
    Materi Tugas : Summary report Buku Pengantar Manajemen
    Pengarang Dr. H.B. Siswanto, M.Si
    Oleh : Eli Tusnaeli
    NIM : P2CC10015
    PPS UNSOED : Program Studi Magister Manajemen Angkatan Ke- 27
    Tahun 2010

    Bepijak pada keprihatinan penulis terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat yang menganggap bahwa manajemen merupakan suatu konsep yang sangat sederhana yang sering dirangkaikan pada permasalahan tertentu. Buku ini menekankan pada pendekatan filosofi manajemen itu sendiri baik dari sisi ontology, epistemology maupun aksiologi-nya. Selain itu pula dalam buku ini terdapat dua hal yang mendasar yakni manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, sebagai suatu ilmu, manajemen merupakan akumulasi pengetahuan yang telah disitematisasikan menjadi satu kesatuan yang terpadu sehingga menjadi pegangan dasar dalam melakukan tindakan ilmiah sedangkan manajemen sebagai suatu seni merupakan suatu keahlian, kemampuan, kemahiran, serta keterampilan dalam aplikasi prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efisien dan efektif.

    Pada bab pertama membahas konsep dasar manajemen pembahasan drincikan mulai dari batasan manajemen, filsafat manajemen, ilmu dan seni manajemen, pentingnya tujuan dalam manajemen, pengertian dan keterkaitan antara manajemen, manajer dan kepemimpinan, keterampilan dan peran manajer dan yang terakhir tentang proses manajemen. Sebagai pembuka, bab ini cukup jelas memberi gambaran konsep dasar manajemen sebelum melanjutkan ke bab-bab berikutnya. Dalam bab ini mulai dari pengertian manajemen yang kemudian dijelaskan dengan memberikan beberapa batasan oleh ahli manajemen dunia yakni :

    ReplyDelete
  79. 1. John D millet yang menurutnya manajemen itu adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan.
    2. James A.F. Stoner dan Charles Wankel memberikan batasan yakni bahwasannya manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapai tujuan organisasi.
    3. Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard membatasi manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untukmencapai tujuan organisasi.

    Bab kedua membahas Perkembangan Konsep Manajemen, dalam bab ini berisikan mahzab-mahzab atau aliran manajemen, ada tiga mahzab manajemen yang mengikuti perkembangannya, yang pertama mahzab klasik yang terbagi atas dua cabang yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
    Manajemen ilmiah ini dikembangkan oleh Robert Owen, Charles Babbage, Frederick W. Taylor, Henry L. Gantt dan pasangan Gilberth. Pada dasarnya manajemen ilmiah timbul disebabkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas. Kontribusi manajemen ilmiah sangat besar artinya bagi dunia kini. Hal ini ditunjukkan bahwa metode manajemen ilmiah dapat diaplikasikan pada berbagai aktivitas organisasi di samping organisasi manufakturing. Sedangkan Teori Organisasi Klasik yang dikembangkan oleh Henry Fayol timbul krena adanya dampak dari adanya organisasi yang kompleks. Fayol berpendapat bahwa praktik manajemen yang baik memiliki suatu pola tertentu yang dapat diidentifikasikan dan dianalisis. Simpulan bab pertama adalah manajemen dapat diajarkan, asalkan prinsip yang mendasarinya dipahami dan teori umum mengenai manajemen dirumuskan. Dengan kata lain menjadi seorang manajer bukan karena pembawaan, tetapi pelatihan dan pengalaman memberikan andil yang besar.

    ReplyDelete
  80. Mahzab Perilaku, munculnya mahzab perilaku disebabkan para manajer menemukan bahwa dengan pendekatan klasik, efisiensi produksi dan keselarasan kerja yang sempurna tidak dapat diwujudkan. Seringkali para bawahan kurang mengikuti pola perilaku yang rasional dalam mengoperasikan pekerjaannya. Tidak dapat dipungkiri sampai sekarang bahwa para ilmuwan perilaku memberikan kontribusi yang besar bagi pemahaman kita akan motivasi antarindividu, perilaku kelompok, hubungan antarpribadi di tempat kerja serta arti pentingnya pekerjaan bagi tiap individu sehingga manajer menjadi lebih peka pada bawahan.
    Mahzab Ilmu Manajemen terlahir karena dilatarbelakangi oleh lahirnya riset operasi (Operation Research/ OR) yang dibentuk oleh pemerintah inggris untuk menghadapi sejumlah permasalahan baru yang rumit dalam peperangan yang harus segera dipecahkannya pada permulaan perang dunia ke-2. Terdapat dua mahzab yang terintegrasi, yaitu pendekatan sistem (system approach) dan pendekatan kontingensi (contingency approach). Pendekatan sistem memandang bahwa organisasi sebagai sebuah sistem yang terpadu, dengan maksud tertentu yang dikembangkan oleh para manajer yang berusaha untuk menerapkan konsep-konsep dari mahzab-mahzab utama ke dalam situasi yang nyata.

    Dalam bab ke-3 perencanaan (Planning), perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia (human resources) dan sumber daya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan.. Karakteristik Perencanaan:.
    1. Menyangkut masa yang akan datang;
    2. Terdapat suatu elemen identifikasi pribadi atau organisasi;

    Batasan perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta serta membuat dan menggunakan dugaan mengenai masa yang akan datang, menggambarkan dan

    ReplyDelete
  81. merumuskan aktivitas yang diusulkan dan dianggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan.
    Rencana dibagi menjadi dua jenis utama yaitu
    1. Rencana strategis
    2. Rencana operasional yang meliputi:
    a. rencana sekali pakai, terdiri atas :
    b. rencana tetap, terdiri atas :

    Bab yang ke-4 pengorganisasian, adalah sesuatu hal yang penting dalam manajemen, organisasi sendiri dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk merealisasikan tujuan bersama. elemen pengorganisasian :
    1. Sekelompok orang,
    2. Interaksi dan kerja sama, serta
    3. Tujuan bersama.
    Gareth Morgan dan Stephen P. Robin mengemukakan bahwa organisasi seringkali dikonsepkan dengan cara yang berbeda . cara tersebut anatara lain sebagai berikut.
    1. Kesatuan rasional dalam mengejar tujuan
    2. Koalisi dari para pendukung (constituency) yang kuat
    3. Sistem terbuka
    4. Sistem yang memproduksi arti
    5. Sistem yang digabungkan secara longgar
    6. Sistem politik
    7. Alat dominasi
    8. Unit pemrosesan informasi
    9. Penjara Psikis
    10. Kontrak social
    Simpulan dari bab ini Berdasarkan deskripsi tentang organisasi di atas, pengorganisasian adalah pembagian kerja yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kesatuan pekerjaan, penetapan hubungan antarpekerjaan yang efektif di antara mereka dan

    ReplyDelete
  82. pemberian lingkungan dan fasilitas pekerjaan yang wajar sehingga mereka bekerja secara efisien. Pengorganisasian juga dapat didefinisikan sebagai suatun pekerjaan membagi tugas, mendelegasikan otoritas dan menetapkan aktivitas yang hendak dilakukan oleh manajer pada seluruh hierarki organisasi.

    Bab ke-5 Komunikasi adalah proses penyampaian informasi atau pengertian dari pengiriman pesan kepada penerima dengan menggunakan tanda atau simbol yang sama, baik bersifat oral maupun bukan oral. Komunikasi yang efektif harus memenuhi kriteria sebagai berikut
    1. Menarik perhatian komunikan.
    2. Antara komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti dengan merancang pesan supaya menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama
    3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan.
    4. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan

    Bab yang ke-6 motivasi, menurut Bernard Berelson dan Gary A. Steiner dalam Machrony mendefiniskan motivasi sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan (moves) dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.
    Motivasi dapat dirumuskan sebagai berikut.
    1. Setiap perasaan atau kehendak dan keinginan yang sangat mempengaruhi kemauan individu sehingga individu tersebut didorong untuk berperilaku dan bertindak.
    2. Pengaruh kekuatan yang menimbulkan perilaku individu.
    3. Setiap tindakan atau kejadian yang menyebabkan berubahnya perilaku seseorang.

    ReplyDelete
  83. 4. Proses dalam yang menentukan gerakan atau perilaku individu kepada tujuan (goal).

    Pada bab ke-7 pengendalian (corrective action).
    Robert J. Mokler memberikan batasan pengendalian yang menekankan elemen esensial proses pengendalian dalam beberapa langkah. Batasan yang diajukan meliputi hal yang berikut. Pengendalian manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar kinerja dengan sasaran perencanaan, mendesain system umpan balik informasi, membandingkan kinerja actual dengan standar yang telah ditetapkan, menentukan apakah terdapat penyimpangan dan mengukur signifikasi penyimpangan tersebut dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan yang sedang digunakan sedapat mungkin secara lebih efisien dan efektif guna mencapai sasaran perusahaan.

    Bab ke-8 kepemimpinan, kepemimpinan menurut Ralph M. Stogdill adalah kepemimpinan manajerial sebagai proses pengarahan yang mempengaruhi aktivitas yang dihubungkan dengan tugas dari para anggota kelompok. Berdasarkan tiga implikasi penting yang perlu mendapat perhatian.
    1. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain atau bawahan.
    2. Kepemimpinan mencakup distribusi otoritas yang tidak mungkin seimbang di antara manajer dan bawahan.
    3. Di samping secara legal mampu memberikan para bawahan berupa perintah atau pengarahan, manajer juga dapat mempengaruhi bawahan dengan berbagi sifat kepemimpinannya.

    Bab ke-9 Delegasi wewenang adalah pelimpahan atau pemberian otoritas dan tanggung jawab dari pimpinan atau kesatuan organisasi kepada seseorang atau kesatuan organisasi lain untuk melakukan aktivitas tertentu. Pada dasarnya, baik

    ReplyDelete
  84. pemimpin yang sukses maupun yang efektif dalam kepemimpinannya, perlu mendelegasikan wewenang kepada bawahannya.

    Teori kepemimpinan situasional adalah teori kepemimpinan yang didasarkan pada hubungan kurva linear di antara perilaku tugas, perilaku hubungan dan kematangan.
    Dalam organisasi yang tidak kalah pentingnya adalah sebuah Pengambilan Keputusan, hal ini dijabarkan pada bab yang kesembilan, pengambilan keputusan merupakan suatu pendekatan yang sistematis terhadap permasalahan yang dihadapi. Pendekatan tersebut menyangkut pengetahuan mengenai esensi atas permasalahan yang dihadapi, pengumpulan fakta dan data yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, analisis permasalahan dengan menggunakan fakta dan data, mencari alternative yang paling rasional dan penilaian atas keluaran yang dicapai.

    Bab yang ke-10 manajemen terpadu mutu terpadu yang mempunyai pengertian bahwasannya suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.
    Prinsip utama manajemen mutu terpadu adalah:
    1. Kepuasan pelanggan.
    2. Menaruh rasa hormat terhadap setiap orang.
    3. Manajemen berdasarkan fakta.
    4. Perbaikan berkesinambungan.

    ReplyDelete
  85. TUGAS TERSTUKTUR


    MATA KULIAH : PENGANTAR BISNIS DAN MANAJEMEN

    Dosen : Bpk. Agung Praptapa. Drs.,M.M

    Materi Tugas : Summary report Buku Pengantar Manajemen
    Pengarang Dr. H.B. Siswanto, M.Si

    Oleh : Eli Tusnaeli

    NIM : P2CC10015

    PPS UNSOED : Program Studi Magister Manajemen
    Angkatan Ke- 27 Tahun 2010


    SCHOOL OF BUSSINES AND MANAGEMENT
    MM BUILDING – KAMPUS KARANGWANGKAL
    JL DR. SOEPARNO – PURWOKERTO 53123
    Phone : ( 0281 ) 640924, 628623, 628624
    Fax : 0281 – 640924
    Fax : 0281 – 640924
    Email : mm@unsoed.ac.id
    UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
    ( UNSOED ) PURWOKERTO

    ReplyDelete
  86. Tugas berikutnya apa ya kemarin? Area Management ya..?

    ReplyDelete
  87. Judul Buku : Bekerja Dengan Hati Nurani
    Pengarang : Akh. Muwafik Shaleh, S.Sos., M.Sc.
    Penerbit : Erlangga
    Hal : viii + 290
    Harga : 46.000

    Tugas Mata Pengantar Bisnis dan Managemen
    Pengampu : Dr. Agung Paptapa, M.Sc.
    Oleh : Ade Rusman
    NIM : P2CC10027

    Menjadi Spiritual Worker

    Spiritual worker atau bekerja dengan semangat atas dasar nilai-nilai spiritual (ketuhanan). Apapun aktivitasnya, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan yang lebih luas lagi. Bekerja dengan bingkai nilai-nilai spiritual tentu akan berbeda dengan bekerja demi kepentingan materi duniawi semata. Nilai-nilai spiritual akan memotivasi seseorang untuk bekerja dengan ikhlas, sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik karena bertanggung jawab atas keimanannya. Demi tercapainya sebuah nilai ibadah dari setiap aktivitas kerja, atau dengan meminjam syair lagu Ebit G Ade “Buatlah Tuhan Tersenyum”. Jadi ibadah tidak hanya sekedar ibadah makhdhah (sholat, puasa, zakat). Ketika bekerja dengan kesadaran spiritual seseorang selalu merasa dilihat, dinilai dan diawasi oleh Allah SWT sehingga tidak membutuhkan penilaian dari manusia. Ada atau tidak ada pimpinan yang mengontrol selalu menampilkan sikap terbaik dalam setiap langkah pekerjaannya. Kerja spiritual inilah yang diyakini mampu memotivasi sekaligus menjadi modal utama sebuah kesuksesan dalam mencapai visi sebuah perusahaan.
    Sementara disisi lain banyak para pekerja dalam melaksanakan kewajibannya alih-alih bernilai ibadah justru banyak pekerja yang jauh dari nilai-nilai ibadah (spiritual) atau bahkan tidak segan-segan membuat orang lain menderita atau membuat kerusakan dimuka bumi ini sehingga mengantarkan kita semua pada murka Allah azza wa zalla. Berangkat dari masalah inilah tentunya memaknai kerja sebagai ibadah merupakan hal yang sangat urgent. Bekerja sebagai ibadah inilah sudah saatnya menjadi program kerja kita semua. Dengan demikian apapun hasil kerjanya akan bernilai ibadah sehingga dapat menambah waktu ibadah (makhdah) kita yang selama ini dirasa kurang.

    ReplyDelete
  88. Kunci utama pembuka bagi kerja ibadah adalah hati yang hidup dan bersih, yaitu hati yang mampu mengundang simpati Allah azza wa zalla, karena Dialah sang pemberi rezeki, dzat yang maha suci dan hanya mau menerima yang suci-suci (bersih dari noda). Sebagaimana firman-Nya dalam surah Asy-Syu’ara 88-89 “ yaitu hari dimana harta dan anak-anak tidak lagi berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. Itulah hati yang dipenuhi dengan cahaya serta tunduk pada nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.
    Manifestasi nilai kebaikan dan kebanaran akan memunculkan sikap positif penuh tanggungjawab dan semangat untuk menampilkan yang terbaik dalam kehidupan.
    Ada dua puluh karakter spiritual worker yang harus kita pelajari dan terus berusaha untuk diinternalisasikan, yaitu: jujur, visioner, inspirator, kompeten, adil, mendukung, berpandangan luas, cerdas, terus terang, berani, bias diandalkan, bisa bekerjasama, kreatif, peduli pada orang lain, tegas, dewasa, antusias, loyal, mampu mengendalikan diri, mandiri.
    Apabila kita ingin sukses dalam pekerjaan didunia dan akhirat sukses tanpa batas, milikilah sifat-sifat terbaik yang telah ditanamkan Allah SWT pada diri setiap manusia secara universal, yaitu kepada siapapun yang mampu mengikuti suara hatinya. Wallahu alam.

    ReplyDelete
  89. tugas 2 apa ditaruh sini aj ya? :)

    ReplyDelete
  90. Tugas 2 Area of Management
    Nama Perusahaan : PT Rajawali Nusindo
    Perusahaaan kami adalah perusahaan distribusi dan trading dengan 42 cabang dan produk yang didistribusikan meliputi obat-obatan, alat kesehatan dan kedokteran, reagen dan laboratorium serta produk perdagangan umum seperti lampu merk Philips. Ditinjau dari segi area of management, cabang perusahaan kami terdiri dari bagian:
    1. Human Resources yang bertugas melakukan penyediaan karyawan baik rekuitmen internal maupun eksternal, training dan pengembangan skills serta proses renumerasi/penggajian.
    2. Operations, disini tim terbagi 1. Non Operasional yang terdiri dari (akuntansi dan keuangan, penjualan, piutang dan penagihan, admin gudang dan delivery) dan 2, Operasional yang terdiri dari field forces yang melakukan proses distribusi kepada pelanggan.
    3. Marketing: Bagian ini melaksanakan kegiatan created demand agar barang yang kita miliki bias dibeli oleh pelanggan, kegiatannya bisa antara lain presentasi produk, promosi kepada user, dan bentuk sponsorship. Prinsipnya dengan marketing mix.
    4. Information. Bagian ini lebih dikenal dengan divisi IT yang bertugas memberikan fasilitas informasi baik data ataupun berita antar cabang, cabang dan head office dan dengan para principal baik informasi, penjualan, stock dan keuangan.
    5. Financial: Bagian ini bertugas melakukan kegiatan akuntasi dan keuangan baik kas dan bank, dan membuat laporan keuangan kepada manajemen.
    6. Others: di bagian ini diwakili oleh pengawas intern yang bertugas melakukan control apakah kebijakan operasional, non operasional serta area setiap cabang sudah dijalankan dengan benar.
    Sedang area of management di head office kami adalah:
    1. HR (Dir Keuangan & SDM, GM SDM & Umum, Man SDM)
    2. Operations (Dir Operasional, GM Distribusi & Logistik, Man Distribusi HC, Man Distribusi PU,)
    3. Marketing: Dir Operasional, GM Marketing, Man Marketing, Man Trading HC dan Man General Trading
    4. Information: Dir Keuangan & SDM, GM Akt, Keuangan & IT, Man IT, Sekretaris Perusahaan, GM SDM & Yuridis, Man Yuridis & Sekretariat)
    5. Financial: Dir Keuangan & SDM, GM Akt, Keuangan & IT, Man Akuntansi dan Man Keuangan.
    6. Others: Dirut, Kepala SPI, GM Risk Management, Man Risk Management, Man Pemeriksa Keuangan, Man Pemeriksa Operasi
    Muhajir. P2CC10011 Salam Sukses Penuh Makna

    ReplyDelete